Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Keterampilan Bertanya

5 min read

Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut

Penguasaan dan pemahaman tentang keterampilan bertanya merupakan hal yang wajib bagi guru dan siswa. Ini agar setiap aktivitas pembelajaran yang dilakukan bisa lebih maksimal dan berfaedah.

Bila materi dijelaskan panjang lebar tanpa sesekali menggunakan pertanyaan yang bisa menstimulus siswa untuk aktif, maka pembelajaran bisa berlangsung membosankan.

Pengertian

Keterampilan bertanya adalah keterampilan yang difungsikan untuk memperoleh jawaban dan feedback dari orang lain. Dalam aktivitas pembelajaran, guru akan berhubungan dan menggunakannya secara langsung untuk proses tanya jawab. Hal tersebut diungkapkan oleh (Supriyadi, 2013: 158).

Pengertian lainnya tentang keterampilan bertanya adalah apa saja pernyataan (ungkapan) yang menguji atau membuat siswa pada saat belajar bisa terstimulus dan bisa mendapatkan pengetahuan baru.

Dalam aktivitas pembelajaran, misi utama dari pertanyaan adalah agar siswa bisa mendapatkan informasi sehingga kapabilitas mereka dalam berpikir bisa berkembang.

Tujuan Keterampilan Bertanya

Tujuan Keterampilan Bertanya

  • Siswa bisa terstimulasi kemampuan daya pikirnya.
  • Meningkatkan daya belajar siswa.
  • Membantu siswa agar bisa belajar secara independen.
  • Siswa bisa meraih tujuan pembelajaran sesuai kompetensi dasar.
  • Siswa bisa fokus dan bisa meningkat dengan baik pada konsep masalah yang diberikan. Ini bisa membuat siswa lebih paham dalam suatu mata pelajaran.
  • Materi berupa konsep, teori dan praktik yang sudah dipelajari bisa semakin solid dalam pemahaman dan penguasaannya.
  • Penguasaan materi bisa dinilai (evaluasi). Sehingga siswa bisa mengetahui kemampuan pemahaman tentang suatu materi yang telah diajarkan.
  • Guru akan lebih paham tentang pelajaran apa saja yang telah dimengerti oleh peserta didiknya.

Dasar Pertanyaan yang Baik

  • Pertanyaan yang detail dan mudah dipahami dengan baik oleh peserta didik.
  • Guru memberikan penjelasan yang memadai agar siswa mudah dalam menjawab.
  • Dipusatkan pada pembahasan dan permasalahan yang spesifik.
  • Beri kesempatan peserta didik untuk bisa memahami dan berpikir setelah mengajukan pertanyaan.
  • Berikan setiap pertanyaan kepada peserta didik dengan adil dan menyeluruh.
  • Guru akan menanggapi segala pertanyaan dengan ceria dan ramah sehingga peserta didik bisa merasa nyaman saat menjawab.
  • Guru harus bisa menampilkan ekspresi bertanya tersenyum penuh aura positif.
  • Bimbing peserta didik agar bisa memperoleh jawaban secara independen dan benar.
  • Buat pertanyaan yang bervariasi agar tidak ganda. Ini seperti menghindarkan pertanyaan dari jawaban yang sama.
  • Buat lalu lintas tanya jawab secara teratur dan berurutan dengan baik. Terkadang kelas yang memiliki antusiasme tinggi akan membuat siswa cenderung saling berkompetisi untuk menjawab.

Hal Penting dalam Teknik/Keterampilan Bertanya

Komunikasi merupakan salah satu komponen agar proses pembelajaran bisa bergerak. Dan dalam komunikasi terdapat suatu unsur yang tidak bisa lepas yakni, bertanya. Ini merupakan terapan cara bertanya dengan baik dan benar.

Bertanya bisa menjadi keterampilan bagi guru atau siswa agar pembelajaran bisa aktif dan berkembang. Berikut beberapa elemen penting dalam keterampilan bertanya:

Pausing

Sesudah guru melakukan pertanyaan, siswa diinstruksikan untuk diam selama beberapa saat. Ini dilakukan agar:

    • Bisa digunakan untuk berpikir menemukan jawaban.
    • Bisa untuk mendapatkan jawaban yang detail.
    • Untuk menganalisa dan memahami pertanyaan.
    • Bertujuan agar jumlah siswa yang menjawab meningkat.

Prompting

Guru akan memberikan pertanyaan yang terbilang susah, yang nantinya besar kemungkinan tidak akan ada siswa yang bisa menjawab. Dengan begitu guru bisa melaksanakan prompt yang berarti mendorong. Berikut langkah-langkahnya:

    • Guru akan melakukan tambahan penjelasan dan informasi lain. Ini bertujuan agar siswa bisa lebih paham sehingga mereka bisa lebih mudah uuntuk menjawab.
    • Merubah pertanyaan sesuai dengan situasi pembelajaran. Ini perlu kreatifitas dari guru. Sehingga siswa bisa memberikan pertanyaan untuk guru.
    • Klasifikasikan pertanyaan kedalam bentuk yang lebih kecil seperti sub-kategorii sehingga nantinya siswa bisa lebih fokus.

Probing

Penerapan probing akan dilaksanakan bila siswa belum bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat, guru akan memilih siswa yang dinilai bisa menjawab.

Begitu seterusnya hingga ditemukan jawaban yang tepat. Dalam penerapannya probing terdiri dari mengarahkan, membimbing dan mencari.

Jenis Jenis Pertanyaan

Jenis-Jenis Pertanyaan

Pertanyaan berdasarkan maksudnya

  • Permintaan, adalah pertanyaan yang memiliki komponen berupa permintaan agar siswa bisa menaati anjuran yang diperintahkan oleh guru. Pertanyaan ini bukan berfokus pada jawaban tetapi pada tindakan siswa.
  • Retoris, adalah pertanyaan yang bukan berfokus pada jawaban dari siswa tetapi guru sendiri yang menjawabnya. Ini digunakan untuk menyampaikan sebuah informasi kepada siswa.
  • Mengarahkan, adalah pertanyaan yang digunakan untuk membimbing siswa dalam proses berpikir. Ini bertujuan agar siswa bisa membenahi jawaban, sehingga jawaban terbaru bisa lebih baik dari sebelumnya.
  • Menggali, adalah pertanyaan yang digunakan untuk merangsang siswa untuk bisa meningkatkan jawaban yang lebih baik.

Pertanyaan berdasarkan level kesukaran jawaban

Ini bisa digolongkan menjadi pertanyaan level rendah dan level tinggi

  • Pengetahuan, adalah pertanyaan dengan level kesukaran yang rendah. Ini disebabkan pertanyan ini menggunakan keahlian siswa dalam mengingat sebuah informasi. Sehingga pertanyaan ini bisa bermanfaat untuk mengingat kembali pelajaran yang telah lalu.
  • Pemahaman, adalah pertanyaan yang hampir sama dengan pertanyaan pengetahuan dari segi level kesukarannya. Namun pada pertanyaan pemahaman siswa tidak hanya menjawab yang diingatnya tetapi juga menjawab pertanyaan dengan lebih jelas tentang sebuah gagasan yang ada pada pertanyaan.
  • Aplikatif, adalah pertanyaan yang bertujuan agar siswa bisa mengimplementasikan materi yang telah didapat.
  • Analisis, adalah pertanyaan yang bertujuan agar sebuah konsep bisa dijelaskan dan diuraikan dengan gamblang oleh siswa.
  • Sintesis, adalah pertanyaan yang bertujuan agar siswa bisa meresume setiap bagian yang ada pada materi yang telah diajarkan.
  • Evaluasi, adalah pertanyaan yang bertujuan agar siswa bisa mengukur dan memberikan terobosan atas segala macam masalah dan materi yang telah diberikan.

Elemen Teknik Bertanya

Karena setiap aktivitas pada pembelajaran guru dituntut untuk memiliki kapabilitas mengarahkan siswa menjadi manusia berkualitas.

Maka keterampilan bertanya menjadi penting bagi guru. Untuk bisa menguasai keterampilan ini guru bisa memulai dari level dasar hingga level lanjut, berikut penjelasannya:

Keterampilan Bertanya Level Dasar

Elemen penting dalam level dasar ini yaitu:

Singkat dan jelas

Pertanyaan yang diajukan ada baiknya harus jelas dan singkat, setiap kalimat bisa dimengerti oleh peserta didik.

Pertanyaan tidak boleh rumit dan terlalu banyak basa-basi. Struktur kalimat harus dicocokan dengan kemampuan dan kapabilitas siswa.

Membuat stimulasi

Saat pertanyaan belum diberikan, ada baiknya guru memberikan sebuah pemanasan atau stimulasi yang berhubungan dengan pertanyaan.

Stimulasi ini bisa berupa informasi yang sesuai dengan kapabilitas siswa dalam mencerna sebuah pertanyaan.

Fokus

Memiliki fokus pertanyaan yang jelas. Pertanyaan bisa dibagi menjadi dua yaitu pertanyaan sempit dan luas. Pertanyaan sempit berfokus pada jawaban yang spesifik sementara pertanyaan luas berfokus untuk menjawab pertanyaan yang umum.

Menggilir Pertanyaan

Pada kasus pertanyaan luas terkadang sebuah pertanyaan yang rumit memerlukan jawaban yang detail dan panjang.

Oleh sebab itu, guru bisa menunjuk siswa lain bila dalam sebuah jawaban oleh satu siswa kurang lengkap dan detail.

Penyebaran

Pengertian dari pertanyaan ini adalah setiap pertanyaan bisa terbagi rata pada setiap siswa untuk menjawab.

Teknik ini harus diingat oleh guru yang cenderung hanya berfokus pada siswa tertentu saja. Buat sebuah pertanyaan yang bisa dijawab oleh berbagai siswa.

Kasih Kesempatan untuk berpikir

Agar bisa fokus dan memahami suatu pertanyaan, siswa akan diberi kelonggaran waktu berpikir, sehingga jawaban bisa lebih maksimal. Pada waktu jeda ini guru bisa memikirkan skenario lain agar pertanyaan selanjutnya lebih berkembang dan kreatif.

Bimbingan

Dalam aktivitasnya pertanyaan yang diberikan guru tidak bisa dijawab oleh murid. Atau bisa jadi bila ada yang bisa menjawab hasilnya kurang maksimal.

Dalam kasus ini guru bisa membimbing siswa agar bisa menemukan jawaban yang diinginkan. Bimbingan tersebut bisa berupa taktik dan teknik. berikut penjelasannya:

      • Memparafrase, yakni mengulang pertanyaan dengan cara yang lebih simpel dan mudah dicerna oleh siswa.
      • Mengutarakan pertanyaan lain yang bervariasi dan lebih simpel yang bertujuan agar siswa bisa diarahkan kedalam jawaban yang sesuai.
      • Menjelaskan kembali informasi yang berhubungan dengan pertanyaan.

Keterampilan Bertanya Level Lanjut

Pada bagian ini merupakan kelanjutan dari keterampilan level dasar. Berikut merupakan penjelasan dari elemen keterampilan bertanya level lanjut:

Meningkatkan level pertanyaan ke level kognitif

Guru dituntut untuk bisa mengalihkan level pertanyaan dari yang tadinya hanya untuk mengingat, memahami dan menerapkan (LOTs) menjadi ke level menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (HOTs).

Mengkoordinasi susunan pertanyaan

Guru harus bisa menyusun pertanyaan sesuai dengan situasi dan kemampuan siswa di kelas. Dalam penyusunan pertanyaan bisa disesuaikan dari yang paling mudah hingga paling susah, selain itu susunan pertanyaan juga bisa diacak sesuai dengan kreativitas guru.

Pertanyaan pelacak

Pelacak ini digunakan guru bila jawaban yang dilontarkan siswa masih belum memuaskan. Terdapat tujuh cara dari pertanyaan pelacak, yakni:

      • Klarifikasi, Bila jawaban yang dilontarkan siswa belum memenuhi kriteria, maka guru bisa melakukan penyelidikan ulang dengan cara meminta siswa untuk melontarkan jawaban dengan cara yang berbeda.
      • Memahami Jawaban dari Siswa lain, Ini dilakukan agar jawaban yang dilontarkan siswa bisa dikonfirmasi oleh siswa lain. Sehingga akan terjadi kesepakatan jawaban.
      • Jawaban yang lebih cocok, Bila jawaban yang dilontarkan siswa tidak memenuhi syarat. Maka guru bisa menstimulasi dengan memberikan informasi dan mengajukan pertanyaan lanjutan.
      • Menanyakan Contoh, Bila siswa melontarkan jawaban yang kurang memuaskan, guru bisa memanfaatkan dengan menanyakan contoh dari jawaban yang dilontarkan. Contoh bisa berupa gambaran dan penjelasan singkat.
      • Jawaban yang lebih luas, saat sisa melontarkan jawaban yang sangat sederhana, guru bisa melakukan tindakan berupa pertanyaan lanjutan agar jawaban bisa lebih luas dan mendalam.
      • Meminta siswa untuk memberikan alasan, Ini digunakan guru agar siswa mau memberikan alasan pada jawaban yang dilontarkan.
      • Meminta kebenaran jawaban, jika jawaban yang dilontarkan siswa belum cocok sesuai dengan harapan, maka guru bisa mengajukan pertanyaan berikutnya, sehingga jawaban bisa menuju arah yang lebih benar.

Interaksi antar siswa dan guru

Berikut merupakan tips agar interaksi bisa terjadi dan merupakan salah satu indikator keterampilan bertanya:

  • Setiap pertanyaan yang diutarakan oleh guru harus dijawab oleh siswa. Dalam kesempatan tersebut guru akan membiarkan waktu pada siswa untuk berpikir dan berdiskusi tentang jawaban bersama dengan siswa lain.
  • Guru bisa menjadi figur mengarahkan jawaban, ini bisa terjadi dalam contoh kasus bila siswa bertanya kembali kepada guru, maka guru tidak akan menjawabnya secara langsung tetapi menyatakan informasi petunjuk agar siswa bisa mendiskusikannya kembali dengan siswa lain.

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa fakta di atas, pastikan guru dalam memberikan pertanyaan harus sabar dan mau memberikan waktu yang cukup untuk siswa bisa merespons. Bertanya merupakan keterampilan yang mengandalkan kepekaan perasaan, harus tahu dalam memanfaatkan peluang.

Pertanyaan yang baik perlu diimbangi dengan keterampilan mendengar dengan cermat. Ini berfungsi agar guru lebih paham dengan apa yang siswa lontarkan (jawaban siswa).

Bahasa tubuh dan nada suara juga sangat berperan dalam jawaban siswa, apakah pertanyaan mengandung simbol tertentu atau maksud lain.

Referensi

“What is Socratic Questioning”. Starting Point – Teaching Entry Level Geoscience. Carleton College. Retrieved March 31, 2018.
Paul, R. and Elder, L. (2006). The Art of Socratic Questioning. Dillon Beach, CA: Foundation for Critical Thinking.

 

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *