Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Pendidikan 4.0

3 min read

Pendidikan di era revolusi Industri 4.0

Agar generasi mendatang bisa siap dan mudah beradaptasi dengan zaman terutama dalam pekerjaan, sistem pendidikan yang ada di sekolah dan universitas harus menyelaraskan pengajaran dan prosesnya dengan kemajuan teknologi.

Pada milenium baru awal abad ke 20 saat teknologi mulai masuk dalam sistem pendidikan, siswa dan guru mulai mendayagunakan teknologi dengan cara yang lebih dasar di mana pada bagian ini dikenal sebagai Pendidikan 2.0.

Ketika teknologi mulai maju pada akhir abad ke 20, termasuk perluasan yang sangat besar pada internet maka proses pendidikan 3.0 mulai dibentuk. Pada era ini siswa akan memperoleh akses sendiri ke informasi, aneka macam opsi untuk belajar dan platform untuk terkoneksi dengan mudah dengan guru atau siswa lain.

Pendidikan pada masa sekarang ini tidak lagi berfokus pada timbal balik siswa dan guru, namun lebih pada pendekatan jaringan, di mana siswa bisa mempunyai jaringan atau koneksi langsung dengan sumber belajar dan informasi yang beraneka ragam.

Hal ini mendorong terbentuknya cara belajar baru yang lebih pribadi atau personal di mana kemandirian siswa dan pendekatan guru harus lebih kreatif.

Pada masa ini terdapat fase baru dalam pendidikan, yakni Pendidikan 4.0. Sebelum masuk ke dalam pembahasan, ada baiknya untuk memahami apa itu revolusi industri 4.0. Karena term Pendidikan 4.0 berasal dari situ.

Apa itu Pendidikan 4.0?

Pendidikan 4.0 adalah pendekatan, strategi, metode, model yang dilaksanakan dalam pembelajaran yang sejalan dengan revolusi industri keempat.

Revolusi industri 4.0 dalam pendidikan ini berfokus pada kecerdasan buatan, robotika, teknologi pintar; di mana hal tersebut sudah mulai diterapkan dan mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Agar universitas bisa terus menghasilkan lulusan yang berhasil dan kompeten, maka mereka harus menyediakan dan mempersiapkan peserta didiknya untuk bisa menghadapi tantangan dunia, di mana sistem dan teknologi tersebut telah lazim diterapkan di setiap industri.

Maka beberapa hal yang harus dilakukan institusi pendidikan untuk menyambutnya adalah dengan mengajarkan siswa mengenai teknologi tersebut sebagai bagian dari kurikulum. Selain itu mengubah pendekatan, metode, model pembelajaran dan mendayagunakan teknologi tersebut juga merupakan opsi yang bisa dibilang bijak.

Tujuan Pendidikan 4.0

  • Membuat dasar pendidikan yang berkesinambungan dari SD hingga Universitas dan berlanjut pada tempat kerja. Bisa juga disebut sebagai pembelajaran untuk menjadi masyarakat yang lebih baik dan berdaya.
  • Memperdalam potensi teknologi digital, konten open source, nilai kemanusiaan dan personalized data.
  • Menyesuaikan kebutuhan industri 4.0, yang di dalamnya akan menjadikan mesin atau kecerdasan buatan dan manusia saling bekerja sama dalam menangani sebuah problem.

Mempersiapkan siswa untuk industri yang berkembang

Sistem cyberphysical sekarang telah masuk pada integrasi terus menerus dalam berbagai lini industri dimana hal tersebut sangat mempengaruhi bagaimana karyawan nantinya akan bekerja. Sistem tersebut menjadikan beberapa hal yang dilakukan oleh manusia bisa dijalankan secara otomatis.

Hal tersebut membuat era revolusi industri 4.0 ini akan menjadikan setiap pekerjaan akan dilakukan secara otomatis. Ini juga didukung oleh penelitian McKinsey Digital yang mana 60% pekerjaan nantinya berpotensi menjadi tidak manual.

Persiapan yang perlu diberikan untuk siswa diantaranya adalah pengembangan soft skill, di mana beberapa keterampilan tersebut sangat dibutuhkan di masa mendatang. Beberapa soft skill itu adalah pemecahan masalah kompleks (complex problem solving), keterampilan proses (process skills) dan keterampilan sosial (social skills).

Pada tahun 2006, Forum Ekonomi Dunia juga mengeksplorasi hal tersebut di mana nantinya pada tahun 2020 keterampilan inti yang diinginkan terdiri dari keterampilan yang belum dianggap penting untuk pekerjaan saat ini.

Pendekatan baru untuk belajar

Adanya penyesuaian dalam metode pembelajaran dalam pendidikan 4.0 ini akan menjadikan keterampilan siswa bisa lebih relevan dengan masa depan.

Cara atau metode yang dapat diaplikasikan adalah dengan adanya pembelajaran jarak jauh (PPJ). Di mana siswa bisa mempelajari materi berupa pengetahuan dan teori dengan sarana digital atau jarak jauh, sementara untuk keterampilan praktek atau jenis apapun yang berhubungan dengan implementasi dilakukan dengan cara bertatap muka.

Ini merupakan metode belajar yang fleksibel namun membutuhkan manajemen waktu yang baik. Pada metode ini siswa akan dituntut untuk belajar beradaptasi dengan situasi baru yang memungkinkan mereka untuk tetap berkemaang dari berbagai situasi.

Manfaat Pendidikan 4.0

Bagi Guru

    • Beban administrasi guru akan lebih tereduksi.
    • Keterampilan guru akan berkembang, terutama dalam memperhatikan siswa dengan apa yang dibutuhkan dan apa yang perlu dikembangkan.
    • Guru akan lebih mempunyai daya.
    • Proses pembelajaran akan lebih mudah dengan teknologi paling mutakhir.
    • Memperbarui proses dan metodologi pembelajaran.

Bagi Siswa

    • Akses pembelajaran akan lebih mudah.
    • Proses belajar mengajar akan lebih mandiri.
    • Siswa bisa lebih terhubung dengan guru dan para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan.

Bagi Administrator dan Manajemen

    • Fasilitas dan sumber daya akan dimanfaatkan secara maksimal.
    • Kelelahan, kesalahan  dan beban kerja akan berkurang secara signifikan.
    • Fasilitas School Management System akan menjadikan pekerjaan semakin mudah dan mengurangi jumlah karyawan dan beban kerja.

Teknologi Pendukung Pendidikan 4.0

  • Virtual / Augmented Reality: menciptakan lingkungan sehat bagi siswa sehingga mereka bisa bekerja melalui sistem virtual secara bersama-sama. Ini bisa mengatasi masalah pada praktikum rumit di mana di dalamnya terdapat teori dan materi yang kompleks.
  • Internet of Things: mendorong interaksi dan komunikasi antara mahasiswa, dosen, pengajar, dll, serta meningkatkan konektivitas antar fasilitas pendidikan, seperti peralatan dan fasilitas pendidikan, perpustakaan, mesin, pusat penelitian dengan akses terbuka.
  • Artificial Intelligence (AI): Diterapkan pada platform pembelajaran online. Penerapan AI akan memaksimalkan siswa untuk bisa menyesuaikan dengan tuntutan yang diinginkan siswa tersebut.
  • Pendidikan Berbasis Kompetensi: Siswa Indonesia memiliki kemauan, keterampilan dan kemampuan yang beragam dan berbeda. Bantuan teknologi akan membuat siswa untuk bisa memilih program akademik yang sesuai dan relevan untuk diri mereka sendiri.

Apa Yang Harus Guru Lakukan

Untuk mempersiapkan siswa dalam rangka menyambut revolusi industri ke 4.0 ini, ada hal yang harus dilakukan guru, di antaranya adalah:

  • Guru harus memandu siswa agar mereka bisa memilih informasi dan pengetahuan, ini erat kaitanya dengan cara berpikir kritis dan logis.
  • Tanamkan dan bangun pendidikan dengan nilai akademis yang berdasar pada berpikir kritis, logis, objektif, jujur dan beralasan (reasonable).
  • Tanamkan pada siswa bahwa belajar adalah proses seumur hidup (lifelong learning).
  • Buat kegiatan pembelajaran yang terus memacu dan merangsang siswa untuk terus terlibat dalam pembelajaran.
  • Tingkatkan pengetahuan siswa mengenai pemahaman holistik/menyeluruh dan cara mengukur.
  • Guru harus bisa menjadi mentor sehingga siswa bisa diarahkan kepada potensi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
  • Ciptakan program untuk melatih siswa bisa kreatif, salah satunya adalah melatih jiwa berdagang atau kewirausahaan.
Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *