Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Keterampilan Proses Sains

5 min read

Keterampilan Proses Sains

Keterampilan adalah keahlian dalam memakai akal, perasaan dan gerak untuk melakukan sesuatu dengan efektif.

Sedangkan proses adalah elemen yang harus dipahami agar penelitian bisa dilaksanakan secara runtut dan saling berhubungan satu sama lain dari prosesi awal berupa input dan berakhir di output.

Sedangkan keterampilan proses adalah keahlian dalam menalar dengan tujuan untuk menganalisis data, membuat solusi dan membuat kesimpulan. Dalam pelaksanaanya keterampilan proses menggunakan beberapa alat, yakni keterampilan intelektual, sosial dan manual.

Keterampilan proses bisa ditingkatkan dengan menambah pengalaman langsung dari waktu ke waktu dan mampu belajar menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari beserta metode dan prosesnya.

Pengertian

KPS atau keterampilan proses sains adalah sebuah keahlian yang dipakai oleh ilmuwan untuk menguraikan masalah dalam investigasi ilmiah, menyusun dan menemukan pengetahuan baru pada aktivitas pembelajaran.

Bagi siswa KPS berguna sebagai pengenalan cara berpikir saintifik sejak dini sehingga proses berpikir mereka bisa menjadi rapi dan runtut. Selain itu dengan metode ilmiah ini siswa bisa mendapatkan dan mengembangkan sebuah pengetahuan secara mandiri.

Keterampilan proses sains itu sendiri adalah performance skill. Dan dalam praktiknya memiliki dua faktor keterampilan, yakni:

Keterampilan Kognitif yang adalah keterampilan dalam proses berpikir dan kemampuan daya nalar untuk menyelesaikan masalah serta keterampilan psikomotor yakni keterampilan dalam menyelesaikan masalah secara konkret yang berasal dari gerakan.

Kelebihan dan Manfaat KPS

Berikut merupakan kelebihan dari keterampilan proses sains berdasarkan pernyataan Dimyati (2009):

  • Dalam pelaksanaanya KPS bisa menstimulus siswa dalam ilmu pengetahuan sehingga konsep dan teori akan dikuasai dengan lebih solid.
  • Membiasakan siswa untuk belajar dan bekerja menggunakan ilmu pengetahuan (ilmiah). Sehingga siswa bisa mempraktekan dan berteori tentang ilmu pengetahuan yang didapat. Selain itu siswa juga bisa lebih proaktif.
  • KPS bisa menjadikan proses belajar menjadi menyenangkan dan siswa bisa mengetahui proses serta hasil dari ilmu pengetahuan.

6 Keterampilan Proses Sains

1. Mengamati

Mengamati atau observasi merupakan keterampilan paling dasar pada sains. Pengamatan dilaksanakan dengan memakai kelima indera yang nantinya bisa menjadi fakta empiris. Pengamatan yang baik merupakan pondasi awal untuk mempelajari keterampilan proses lainnya.

Contoh:

    • Siswa yang memiliki keterbatasan penglihatan akan melakukan pengamatan memakai indera peraba.

    • Siswa melakukan pengamatan mengenai gelas memakai kelima inderanya.

    • Siswa melakukan pencampuran warna primer untuk memperoleh lebih banyak macam warna.

2. Pengelompokan

Sesudah melaksanakan pengamatan (observasi), berikutnya siswa harus tahu mengenai perbedaan, persamaan dan pengelompokan objek berdasar pada tujuannya. Penting untuk membuat parameter tertentu yang membantu memahami jumlah objek, jenis, peristiwa dan makhluk hidup di dunia.

Contoh:

    • Siswa akan memakai magnet untuk mengelompokan objek sebagai magnet atau non-magnetik

    • Siswa akan memakai alat timbangan dan mengurutkannya berdasarkan beratnya.

    • Siswa akan memilih cairan yang berbeda dengan air untuk mengetahui cairan mana yang padat dan tidak padat.

3. Mengukur

Proses pengukuran ini sangat penting saat siswa sedang melakukan pengumpulan, pembandingan dan penafsiran data. Ini membantu siswa untuk mengklasifikasikan dan mengkomunikasikan kepada orang lain. Parameter yang jelas harus dipakai untuk memahami dunia ilmiah.

Contoh:

    • Siswa akan memakai stopwatch untuk mengetahui kecepatan lari orang lain.

    • Siswa akan menemukan berat cairan yang memiliki jenis berbeda yang mempunyai volume sama.

4. Berkomunikasi

Ini sangat penting untuk dilakukan, yakni bisa membagikan hasil penelitian kepada orang lain. Komunikasi disini bisa dilakukan dengan media grafik, peta, tulisan, lisan (presentasi) dan diagram.

Contoh:

    • Siswa akan membuat grafik garis yang mengidentifikasikan hubungan antara kecepatan dan berat kelereng.

5. Menyimpulkan

Kesimpulan merupakan penjabaran yang berdasar pada pengamatan. Ini adalah hubungan antara apa yang diamati dan apa yang telah diketahui.

Contoh:

    • Siswa akan menulis kesimpulan pada akhir proses pengamatan.

    • Siswa akan membuat kesimpulan mengenai pengamatan yang mereka buat mengenai objek yang belum diketahui.

6. Memprediksi

Prediksi adalah tebakan atau ramalan yang berdasar pada pengamatan dan kesimpulan. Prediksi bisa berupa peristiwa atau kejadian yang diamati, bisa juga berupa pengetahuan yang telah diteliti sebelumnya.

Contoh:

    • Siswa akan menutup matanya dan memprediksi sebuah benda menggunakan indera peraba, apakah benda tersebut berbentuk bulat atau kotak.

    • Siswa akan menulis hipotesis mengenai pengaruh garam pada pembuatan telur asin.

Mengukur Keterampilan Proses Sains (KPS)

Evaluasi dan penilaian merupakan salah satu elemen yang tidak bisa dipisahkan pada aktivitas pembelajaran. Jadi elemen penilaian atau pengukuran ini adalah bagian koheren sebagai misi pendidikan.

Pengukuran nilai ini dilaksanakan agar perkembangan siswa bisa dievaluasi dalam KSP. Pengukuran ini juga bermanfaat untuk menelaah segala macam kesukaran belajar yang dialami siswa. Sehingga evaluasi bisa berjalan secara berkelanjutan dan perkembangan belajar siswa bisa terus meningkat.

Hasil yang didapat bisa digunakan untuk basis dalam memutuskan segala macam keputusan untuk perbaikan. Pada tahap ini guru bisa melakukan inisiatif berupa bimbingan agar terjadi feedback pada siswa sehingga perbaikan dalam pembelajaran akan semakin efektif.

Ilmu pengetahuan dibangun atas tiga asas, yakni:

  • Asas konten merupakan isi dari pengetahuan dan landasan konsep. Asas ini merupakan bagian terpenting karena didalamnya akan dijadikan landasan untuk berpikir.
  • Asas kerja sains merupakan keterampilan proses sains itu sendiri. Saat siswa mempelajari sains memakai KPS disaat itu juga siswa sedang mempelajari proses sains.
  • Asas sikap ilmiah adalah perilaku yang merupakan sifat dari sains. Asas ini terdiri dari curiosity, passion, imagination, bertanya dan menemukan solusi. Dengan adanya sifat tersebut menjadikan ilmu pengetahuan bisa menjawab dengan cara mengungkapkan fakta dari data yang telah dikumpulkan.

Bila disimpulkan, pengukuran keterampilan proses sains pada siswa akan bisa dilaksanakan dengan adanya tiga asas ilmu pengetahuan tersebut. Dengan mengetahui dan bisa melaksanakan asas ilmu pengetahuan, maka siswa bisa meningkatkan pengetahuannya.

Lihat juga: Pendekatan Saintifik

Indikator Keterampilan Proses Sains

Indikator Keterampilan Proses Sains (metode ilmiah)

Dalam pelaksanaannya, keterampilan proses sains memiliki parameter dan penjelasan yang bisa dipakai sebagai petunjuk untuk bisa menilai kapabilitas keterampilan proses sains pada peserta didik.

Berikut merupakan indikator dari KSP beserta penjelasannya. Indikator bisa juga disebut langkah-langkah yang harus ditempuh dalam keterampilan proses sains:

Mengamati (Observasi)

Mengamati merupakan aktivitas dalam menghimpun informasi pada sebuah kejadian dengan memakai indera. Agar bisa mahir dalam keterampilan mengamati. Siswa dituntut untuk bisa mengeksplor banyak kejadian dengan menggunakan inderanya. Sehingga informasi yang didapat bisa luas dan mendalam.

Menggolongkan (Klasifikasi)

Menggolongkan merupakan pengaturan yang dipakai untuk mengelompokan sebuah entitas berlandaskan ciri-ciri yang telah disepakati. Dalam proses mengelompokan terdiri dari beberapa aktivitas, yakni menemukan perbedaan dan kesamaan, menjelaskan ciri-ciri, membandingkan dan mengkoneksikan satu dengan yang lain.

Interpretasi Pengamatan

Interpretasi atau menerjemahkan merupakan langkah mengambil kesimpulan sementara dari informasi yang telah terhimpun. Informasi dari pengamatan akan mubazir bila tidak di interpretasikan. Oleh sebab itu setelah siswa mengamati, maka selanjutnya adalah menghimpun informasi dan mengkoneksikan hasil pengamatan. Berikutnya mereka harus bisa mencari hubungan setiap informasi dari pengamatan yang ada untuk dijadikan sebuah kesimpulan.

Memprediksi

Prediksi merupakan perhitungan ke depan tentang suatu hal berlandaskan pada hasil informasi dari pengamatan yang telah dilakukan. Jika siswa bisa mengetahui hubungan dari hasil pengamatannya, maka siswa bisa memperoleh ilmu pengetahuan baru.

Mengajukan Pertanyaan

Untuk bisa memiliki skill bertanya, siswa bisa memulai dengan bertanya tentang mengapa, apa, bagaimana. Ini sangat berguna untuk mengtahui suatu penjelasan yang memiliki latar belakang hipotesis.

Melakukan Hipotesis

Hipotesis merupakan asumsi sementara dengan dasar informasi yang telah terhimpun untuk menjelaskan suatu peristiwa atau penelitian.

Menyusun Percobaan/Penelitian

Dalam pelaksanaanya, pertama-tama guru akan mengembangkan keterampilan siswa dalam melaksanakan percobaan. Caranya adalah dengan menstimulasi mereka dengan pertanyaan, seperti apa yang harus dilakukan selanjutnya? dan bagaimana cara menyusun percobaan?.

Selanjutnya siswa dituntut untuk tahu cara memutuskan faktor apa saja yang mempengaruhi percobaan dan apa saja yang harus diobservasi, diukur dan dicatat beserta susunan kerjanya. Dan terakhir siswa harus bisa mengetahui cara membuat laporan (hasil dari percobaan).

Memanfaatkan Bahan dan Alat

Agar bisa memanfaatkan bahan dan alat secara baik maka siswa akan melakukan praktek secara langsung dengan bahan dan alat tersebut. Sehingga siswa bisa mendapatkan pengalaman yang nyata.

Mempraktekan Konsep

Saat siswa mempraktekkan sebuah konsep maka siswa harus bisa memakai konsep yang sudah dipelajari ke dalam peristiwa baru. Juga siswa memakai konsep pada peristiwa baru tersebut untuk menerangkan kejadian yang ada.

Berkomunikasi

Keterampilan ini terdiri dari kemampuan untuk mengetahui diagram, grafik dan tabel dari hasil penelitian. Bisa menjelaskan informasi empiris kedalam bentuk diagram, grafik dan tabel. Dalam pelaksanaanya keterampilan berkomunikasi adalah kemampuan untuk mengutarakan sebuah gagasan atau hasil penelitian ke dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Keterampilan proses sains atau KPS yang dipakai pada percobaan di atas merupakan keterampilan dasar. Dari indikator di atas ada dasar utama untuk melaksanakan KSP, yakni mengamati, komunikasi, menggolongkan dan memperkirakan.

Kesimpulan

Jadi dalam Keterampilan proses sains yang dipakai pada percobaan di sini merupakan keterampilan dasar. Terdapat parameter pada yang dimanfaatkan, yakni pengamatan, komunikasi, klasifikasi, pengukuran, menyimpulkan dan prediksi.

Bisa disimpulkan kesuksesan pengintegrasian keterampilan proses sains dengan pelajaran yang ada di kelas dan observasi lapangan bisa menciptakan pengalaman belajar lebih kaya dan bermakna bagi siswa.

Di sini siswa akan mempelajari keterampilan sains dan isi sains. Siswa akan proaktif terlibat dalam sains yang mereka pelajari dengan demikian siswa bisa meraih pemahaman mendalam mengenai isi sains.

Referensi

Padilla, M., Okey, J., & Dillashaw, F. (1983). The relationship between science process skills and formal thinking abilities. Journal of Research in Science Teaching, 20.
Wright, E. (1981). The long-term effects of intensive instruction on the open exploration behavior of ninth grade students. Journal of Research in Science Teaching, 18.
Wideen, M. (1975). Comparison of student outcomes for Science – A Process Approach and traditional science teaching for third, fourth, fifth, and sixth grade classes: A product evaluation. Journal of Research in Science Teaching, 12, 31-39.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *