Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Pendekatan Saintifik

3 min read

Pendekatan Saintifik

Adanya pendekatan saintifik di dalam aktivitas belajar mengajar atau pembelajaran ini bertujuan agar siswa mampu memiliki kapabilitas dalam berpikir (thinking skill) kritis, ilmiah dan analitis. Kapabilitas atau keterampilan tersebut bisa diraih karena langkah pendekatan saintifik berupa mengenal masalah, menciptakan rumusan masalah, membuktikan hipotesis, menghimpun data (eksperimen), menganalisis data, menyusun kesimpulan dan mempublikasikannya.

Pengertian

Pendekatan saintifik adalah kegiatan mengumpulkan data menggunakan asas keilmuan yang terstruktur dengan cara mengamati, bertanya, menalar, mengumpulkan data, mengkomunikasikan.

Pendekatan saintifik ialah salah satu metode dalam pengembangan karakter, pengetahuan dan kapabilitas/keterampilan siswa. Dalam aktivitas prakteknya pendekatan saintifik berjalan sesuai dengan kaidah ilmiah dengan dua alat berpikir dan para ahli cenderung lebih memilih penalaran induktif daripada penalaran deduktif.

Alat dari pendekatan saintifik ada dua yakni (inductive reasoning) induktif  & deduktif (deductive reasoning). Berikut penjelasannya, penalaran induktif melihat suatu kejadian atau kondisi tertentu untuk selanjutnya menarik kesimpulan yang telah ada dengan cara menyeluruh.

Sementara penalaran deduktif memandang kejadian umum dan selanjutnya ditarik kesimpulan yang jelas dan detail. Untuk lebih spesifik tentang penalaran induktif dan deduktif Anda bisa melihat  video berikut dari Latih Logika.

Kegunaan dari dua penalaran tersebut adalah sebagai metode investigasi terhadap suatu kejadian atau gejala, mendapatkan pengetahuan dan data baru dan bisa untuk merevisi pengetahuan sebelumnya.

Syarat untuk bisa memenuhi standar ilmiah adalah dalam merumuskan masalah diharuskan dalam bentuk fakta terukur yang empiris dan sesuai dengan kaidah penalaran khusus (induktif dan deduktif).

Manfaat lain yang bisa didapatkan siswa dari pendekatan saintifik adalah, siswa bisa menginvestigasi suatu permasalahan, menanamkan (curiosity) atau ingin tahu dan juga bisa menyusun konsep dari suatu pengalaman/pengetahuan belajar yang telah dilakukan. Hal tersebut dapat menjadikan belajar sesuatu yang asyik, bermakna dan menantang.

Langkah-Langkah atau Sintaks Pendekatan Saintifik

Langkah-Langkah atau Sintaks Pendekata Saintifik dan contohnya

Ini adalah langkah atau sintaks dari model atau metode pembelajaran yang bernama pendekatan saintifik:

Mengamati

Panca indra menjadi alat utama siswa untuk mengamati kejadian di sekitar yang sesuai dengan apa yang nantinya akan dipelajari. Dalam prakteknya siswa bisa mengamati kejadian sekitar dengan menggunakan media multimedia pada berita dan video, bisa juga mengamati secara langsung.

Implikasi yang diperoleh dari sesi ini adalah siswa bisa mendapatkan masalah yang belum ditemukan solusi dari kejadian tersebut. Dengan adanya masalah tersebut guru bisa membimbing siswa untuk menginvestigasi (mengamati) masalah tersebut.

Agar pembelajaran menjadi lebih efisien guru diharap sudah mempersiapkan kejadian (media) dan aktivitas untuk menemukan masalah yang akan diinvestigasi para siswa.

Menanya

Siswa dapat membuat berbagai pertanyaan yang belum mereka pahami atau tentang pelaksanaan tentang kejadian yang belum mereka amati. Membuat pertanyaan yang akan disampaikan kepada guru bisa berupa pengetahuan konseptual, faktual hingga hipotetik. Guru bisa menolong siswa dalam membuat pertanyaan dengan memberikan lis yang sesuai dengan kejadian yang telah diinvestigasi.

Menghimpun Data

Data yang dihimpun siswa bisa dilaksanakan dengan berbagai metode, diantaranya adalah mencermati kejadian, bertanya dengan narasumber, membaca buku, mencari di internet, eksperimen, melihat ensiklopedia hingga statistik. Guru diharapkan bisa menjadi fasilitator untuk referensi belajar untuk siswa dalam menghimpun data.

Menganalisa Data

Siswa memanfaatkan data yang telah dihimpun untuk memecahkan masalah dengan menyusun pertanyaan. Pada sesi ini guru membimbing dan membina agar siswa bisa mengkoneksikan data yang telah terhimpun untuk membuat kesimpulan.

Kesimpulan dan Presentasi (Mengomunikasikan)

Siswa akan mempresentasikan hasil dari kesimpulan yang didapat di depan kelas secara individual maupun kelompok. Pada sesi ini siswa bisa mendemonstrasikan hasil kesimpulan di kelas. Selanjutnya guru bisa memberikan feedback dengan cara memberikan masukan, menekankan dan meluruskan agar siswa bisa memahami kejadian secara mendalam dan luas. Guru juga bisa membimbing murid untuk memutuskan poin penting yang bisa disimpulkan sebelum presentasi kelas dimulai.

Tujuan dan Prinsip Pendekatan Saintifik

Dalam aktivitas pendekatan saintifik ada tujuan pembelajaran yang menjadi fokus yakni menumbuhkan karakter siswa menjadi kuat. Selain proses perasaan, pendekatan ini bisa menumbuhkan daya pikir siswa dalam proses pemecahan masalah.

Berikut rangkaian tujuan pembelajaran pendekatan saintifik, yang bersumber pada penuturan Hosnan 2014:

  • Tujuan pertama adalah siswa diharapkan mampu meningkatkan daya pikir terutama dalam HOTS (high order thinking skill) keterampilan/kapabilitas berpikir tingkat tinggi.
  • Siswa bisa memecahkan masalah dengan runtut dan terstruktur.
  • Suasana pembelajaran yang dihadapi siswa bisa menyadarkan mereka bahwa belajar adalah suatu kebutuhan.
  • Siswa memperoleh hasil belajar yang baik dan bermakna.
  • Pendekatan saintifik ini bisa membuat siswa mengutarakan gagasan dan ide melalui tulisan maupun lisan.
  • Dengan pembelajaran ini karakter siswa bisa berkembang ke potensi yang maksimal.

Komponen Pendekatan Saintifik

  • Aktivitas belajar berfokus pada peserta didik.
  • Kegiatan belajar menciptakan konsep diri pada peserta didik.
  • Aktivitas belajar bebas dari verbalisme.
  • Kegiatan belajar pendekatan saintifik bisa membantu siswa untuk pemahaman pada hukum, konsep, prinsip.
  • Aktivitas belajar mampu meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik.
  • Aktivitas belajar ini bisa meningkatkan semangat mengajar siswa dan semangat belajar peserta didik.
  • Keterampilan siswa dalam mengutarakan pendapat akan meningkat.
  • Terdapat penerimaan ilmu berupa hukum, prinsip dan konsep yang terbangung dalam sistem kognitif peserta didik.

Kesimpulan

Pada dasarnya pemakaian dari pendekatan saintifik ini bertujuan agar siswa bisa sanggup memformulasikan masalah dan bisa menemukan solusi. Namun titik tekannya tidak hanya untuk menemukan solusi tapi pada prosesnya yakni dalam menganalisis.

Ini bertujuan agar siswa bisa hanya menemukan solusi dari hafalan tapi menemukan solusi dengan menggunakan akal. Sehingga dengan kebiasaan tersebut siswa bisa menjadi seorang problem solver yang unggul di masyarakat.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *