Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Model Pembelajaran Problem Based Learning

4 min read

Model Pembelajaran Problem Based Learning

Model pembelajaran PBL (problem based learning) adalah sistem pembelajaran yang berpijak pada masalah yang dihadapi siswa pada saat proses mendapatkan ilmu pengetahuan. Ini berfungsi agar siswa bisa mandiri dalam menemukan solusi berdasarkan masalah yang ada.

Dalam prosesnya, pembelajaran PBL atau dalam bahasa Indonesia berarti pembelajaran berbasis masalah (PBM). Memanfaatkan strategi yang lebih sistematik untuk menemukan solusi dari masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari pada siswa.

Dengan adanya landasan strategi ini, siswa bisa menuai hasil dari PBL sebagai pola pikir di masa depan guna menemukan solusi dari berbagai macam masalah yang akan dihadapi. Sehingga problematika dalam hidup akan berangsur-angsur teratasi.

Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning

Resume pembelajaran PBL ini menurut J. Duch (1994) adalah instruksi kepada siswa untuk selalu belajar. Menciptakan kolaborasi yang solid dalam suatu grup untuk memecahkan masalah yang ada. Materi masalah yang dibuat guru untuk siswa, bermanfaat untuk menumbuhkan kecakapan dalam analisis, inisiatif dan kritis yang mana nantinya akan terbenam pada pola pikir peserta didik.

Sanjaya (2006: 214): PBL adalah susunan kegiatan pembelajaran yang bertumpu pada pemecahan masalah dengan cara ilmiah. Esensi dari permasalahan yang didaulat pada pembelajaran problem based learning ini adalah ketimpangan antara ideal dan realitas yang diharapkan, atau bisa dikaitkan gap antara cita-cita dengan realitas.

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran PBL 

Sintaks Model Pembelajaran Problem based learning

Berikut adalah penggunaan sintaks dari model pembelajaran problem based learning:

1. Konsep Dasar (Basic Concept

Guru menyampaikan dasar pengetahuan yang terdiri dari konsep dasar, instruksi, sumber, koneksi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mata pelajaran yang akan disampaikan. Ini bermanfaat agar siswa bisa menangkap maksud dari apa yang disampaikan. Sehingga suasana pembelajaran akan terkoneksi dengan mudah dan visi misi pembelajaran bisa tercapai.

2. Pendefinisian Masalah (Defining The Problem

Pada bagian ini guru mengutarakan skenario atau permasalahan, lalu siswa melaksanakan aktivitas brainstorming, ini berarti setiap siswa dalam grup harus menyatakan ide dan pendapat. Langkah ini bisa melahirkan berbagai macam ide pendapat.

3. Pembelajaran Mandiri (Self Learning

Siswa diharuskan menemukan referensi belajar dari banyak sumber agar permasalahan yang ada akan semakin jelas. Referensi bisa memiliki bentuk berupa artikel, video, perpustakaan, berita, situs internet, buku apapun itu asalkan bahan berasal dari sumber yang relevan.

Investigasi ini mempunyai misi penting yakni: Pertama agar siswa bisa menemukan sumber informasi dan memahami permasalahan dengan baik. Kedua agar siswa bisa bersatu dengan satu tujuan dalam mengutarakan isu didepan kelas secara akurat dan relevan.

4. Pertukaran Pengetahuan (Exchange Knowledge

Sesudah siswa memperoleh referensi yang diinginkan untuk penajaman materi. Pada pelajaran selanjutnya siswa diminta untuk berdiskusi dalam sebuah grup untuk mematangkan bahan sumber lalu merumuskan solusi untuk permasalahan grup. Sehingga pertukaran pengetahuan dalam grup diskusi bisa dilaksanakan dengan baik.

5. Penilaian (Assessment

Terdapat tiga bagian yang harus dilakukan ketika penilaian yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan. Seluruh penilaian dalam kapabilitas siswa dalam memperoleh pengetahuan terdiri dari aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan diantaranya adalah laporan, catatan, pekerjaan rumah, kuis, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester.

Ciri-ciri Model Pembelajaran PBL

Berdasarkan Arends, model pembelajaran berbasis masalah mempunyai ciri-ciri seperti berikut:

Mengutarakan masalah

Model pembelajaran ini berlandaskan pada pengaturan dalam mengajar sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa membuat pembelajaran yang diterima siswa lebih mengena dan bermakna.

Berpusat pada sangkut paut terhadap setiap disiplin ilmu

Walaupun proses pembelajaran PBL ini berlandaskan pada masalah yang terdapat pada mata pelajaran khusus seperti Matematika, IPS dan IPA. Tetapi setiap masalah yang dicari sudah melewati seleksi yang ketat, sehingga persoalan akan berguna untuk siswa.

Penyelidikan Original

Metode PBL merupakan pembelajaran yang berlandaskan masalah yang mewajibkan siswa untuk melaksanakan pencarian secara original. Ini berguna untuk menciptakan solusi nyata pada setiap masalah yang dihadapi.

Membentuk hasil dan mempresentasikannya

Pembelajaran PBL mengharuskan siswa untuk bisa menciptakan hasil dalam produk yang nyata. Hasil tersebut dapat berupa tulisan, video, multimedia, gambar, laporan.

PBL melatih Kolaborasi dan kerja sama

Pembelajaran yang berasaskan masalah ini memiliki ciri berupa kerja sama antar siswa terbentuk dengan solid. Ini bisa dibentuk dengan cara grup berdua atau dengan grup kecil yang memiliki banyak anggota.

Karakteristik Model Pembelajaran PBL 

Problem based learning memiliki beberapa sifat yang dikemukakan oleh Rusman (2010):

  1. Permasalahan adalah landasan pertama dalam proses belajar dalam pendidikan.
  2. PBL harus sesuai apa yang ada di dunia asli para siswa, permasalahannya pun tidak harus struktur.
  3. Permasalahan yang ada harus memiliki beragam perspektif ganda atau masalah yang relatif terhadap subyek.
  4. Permasalahan yang diangkat harus sesuai dengan daya pikir pengetahuan pada siswa dari mulai kompetensi hingga sikap. Ini bisa memerlukan sebuah pengenalan belajar untuk mata pelajaran yang baru.
  5. Belajar membimbing dan kontrol diri menjadi dasar utama.
  6. Menggunakan berbagai sumber referensi pengetahuan yang heterogen, dari cara penggunaannya hingga evaluasi pada setiap sumber pengetahuan adalah proses yang berlandaskan problem based learning.
  7. Aktivitas pembelajaran merupakan aktivitas interaktif, kolaboratif, kooperatif dan komunikatif.
  8. Meningkatkan skill inquiry dan membuat solusi dari masalah merupakan salah satu hal esensial yang harus dikuasai. Sama pentingnya dengan mendapatkan dari isi ilmu pengetahuan itu sendiri.
  9. Setiap proses belajar merupakan aktivitas untuk mengkoneksikan dan integrasi ilmu pengetahuan.
  10. PBL harus terlibat dalam ulasan, refleksi dan evaluasi dari setiap proses belajar siswa.

Tujuan PBL untuk Pendidikan

Misi utama dari PBL adalah merangsang dan meningkatkan kapabilitas siswa dalam berpikir kritis, analitis, logis, kreatif dan sistematis. Alat-alat pikir tersebut berguna untuk pemecahan solusi siswa dalam kehidupan sehari-hari dengan cara penelitian data empiris sehingga pola pikir ilmiah akan terbangun.

Ini adalah macam-macam tujuan model problem based learning.

Meningkatkan pola pikir menemukan solusi atau pemecahan masalah.

Melatih siswa memiliki keterampilan untuk proses berpikir abstrak tentu sangat berbeda dengan melatih siswa untuk berpikir konkret. Resnick menjelaskan bahwa kondisi dan koneksi dalam proses berpikir tentang berpikir yakni walaupun kerangka berpikir mempunyai kesamaan antara konteks. Jadi setiap berpikir itu memiliki keberagaman tergantung siswa ketika memecahkan masalah.

Mempelajari pola pikir

Model pembelajaran PBL ini juga memiliki misi untuk mendukung kemampuan siswa ketika menghadapi masalah di kehidupan nyata dan mempelajari tugas penting sebagai manusia mandiri. Resnick menyampaikan PBL sangat penting untuk pemecahan masalah dengan bekerjasama.

Mempelajari kemandirian

Dengan menantang siswa untuk terus menemukan solusi dari masalah dalam realitas yang diciptakan siswa sendiri. Ini bisa berdampak pada pengembangan mental yang lebih solid untuk kehidupan yang lebih mandiri.

Tentu perlu tuntunan oleh guru secara konsisten dengan cara memotivasi siswa untuk terus mempertanyakan segala sesuatu. Dan memberikan penghargaan bila pertanyaannya siswa memiliki kualitas yang bagus.

Kekurangan & Kelebihan Pembelajaran Problem Based Learning

Setiap sistem dan model yang dibuat manusia pasti ada nilai positif dan negatif. Ini adalah beberapa Kekurangan serta Kelebihan dari pembelajaran problem based learning:

Kelebihan

    1. Penemuan solusi adalah metode paling signifikan untuk bisa memahami pengetahuan
    2. Problem solving bisa memicu pembelajar untuk lebih lapar dengan ilmu pengetahuan.
    3. Pemecahan masalah bisa menumbuhkan semangat siswa dalam kegiatan belajar.
    4. Bisa bermanfaat untuk menemukan cara agar menerangkan pengetahuan kepada orang lain.
    5. Memberikan rasa tanggung jawab dalam belajar. Selain itu penemuan solusi ini juga mengembangkan siswa untuk bisa refleksi diri terhadap proses belajar.
    6. Siswa bisa mengetahui bahwa setiap pembelajaran pada hakikatnya adalah cara berpikir, tidak hanya belajar melalui buku dan guru secara mentah.
    7. Dengan metode pemecahan masalah siswa cenderung lebih bersemangat dan menyukai dalam proses pembelajaran.
    8. Metode PBL melatih siswa untuk berpikir kritis dan bisa mencerna pengetahuan baru secara solid.
    9. Berguna untuk siswa agar bisa memakai pengetahuan yang dimiliki di dunia nyata.
    10. Model PBL bisa berguna untuk memicu siswa untuk secara konsisten untuk terus belajar. Meskipun belajar di jenjang formal sudah berakhir.

Kelemahan

    1. Bila pembelajar tidak mempunyai inisiatif atau semangat dan permasalahan terlalu sulit dipecahkan, siswa akan merasa jenuh untuk hanya sekedar mencoba.
    2. Kesuksesan PBL harus mengorbankan persiapan dan waktu yang tidak sedikit.
    3. Pemahaman yang kurang akan berdampak pada siswa dalam memotivasi diri dalam pemecahan masalah.

Kesimpulan

Pada dasarnya esensi utama yang diperhatikan adalah sikap siswa untuk proaktif dalam pembelajaran untuk menghasilkan pemahaman dan ketahanan pengetahuan yang lebih baik.

Sikap aktif tersebut bisa membantu siswa dalam menangani segala macam masalah dalam hidup. Selain itu kemampuan mengatasi masalah bisa membantu siswa dalam pemikiran kritis, kolaborasi, komunikasi dan keterampilan belajar mandiri.

Sumber dan Refrensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Problem-based_learning

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *