Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

3 min read

Model Pembelajaran TGT atau Teams Games Tournament

Apa pengertian  model pembelajaran TGT Teams games tournament? adalah perwujudan dari tipe model pembelajaran kooperatif yang bertumpu pada kerja sama antar siswa.

Jadi model TGT mengharuskan seluruh siswa untuk bekerja sama tanpa batas apapun sehingga setiap siswa bisa menjadi guru sebaya.

Kegiatan pembelajaran ini menekankan pada permainan yang berlandaskan pada pembelajaran kooperatif dengan model teams games tournament (TGT). Ini berguna untuk siswa agar setiap pembelajaran yang dilalui bisa dilaksanakan dengan santai dan rileks tanpa harus mengenyampingkan tanggung jawab, persaingan sehat, kejujuran dan kreatifitas.

Model TGT ini diciptakan oleh filosof pendidikan bernama John Hopkins dan diperkenalkan oleh  Keith Edward dan Davied Devires. Metode ini kelas diharapkan membuat grup kecil yang terdiri dari 3 hingga 5 siswa dalam satu grup.

Di dalam grup tersebut memiliki anggota siswa yang berbeda-beda mulai dari gender, kecerdasan, status sosial hingga ras atau suku bila ada, selanjutnya siswa berkolaborasi untuk berdiskusi menyelesaikan masalah pada setiap materi yang disediakan guru.

Dalam prakteknya teams games tournament sangat serupa dengan model pembelajaran STAD, perbedaanya terletak pada kuis dan sistem nilai dari individu karena TGT memakai sistem permainan turnamen.

Pada saat siswa mengikuti turnamen (TGT), salah satu siswa mewakili dari semua anggota grup, mereka bertanding sesuai dengan kemampuan mereka pada bidang akademik.

Model pembelajaran ini dapat difungsikan di macam-macam mata pelajaran, TGT sangat cocok untuk mengatur tujuan pembelajaran agar lebih mendalam, contoh mata pelajaran yang sangat efektif bila diterapkan dalam model TGT adalah fakta dan konsep seperti pada IPA serta perhitungan pada matematika.

Pengertian Teams Games Tournament (TGT)

Slavin memberi pengertian bahwa TGT adalah turnamen akademik yang menggunakan sarana kuis untuk mengakumulasi nilai dalam perkembangan siswa. Dan siswa dituntut untuk bersaing sebagai salah satu wakil grup dengan wakil grup lainnya. Untuk mengatasi ketimpangan maka siswa yang bertanding diharapkan memiliki level akademik yang setara.

Shoimin berpendapat bahwa TGT merupakan salah satu dalam model pembelajaran kooperatif yang simpel untuk dilaksanakan, siswa dalam satu grup kegiatan TGT harus heterogen, aktivitas siswa adalah menjadi tutor untuk temannya dan kegiatan tersebut harus menyenangkan seperti permainan.

Rusman berpendapat bahwa TGT masuk dalam ruang lingkup pembelajaran kooperatif yang mana siswa diletakan pada grup belajar yang memiliki anggota 5 hingga 6 orang, grup belajar tersebut mempunyai kapabilitas, gender, suku, agama yang berbeda.

Sintaks Model Pembelajaran TGT

Sintaks Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

Menurut Shoimin terdapat langkah-langkah atau Sintaks dari Model pembelajaran TGT, yakni:

Presentasi Kelas

Pertama-tama dalam pembelajaran Guru mengutarakan bahan materi ajar, esensi materi, manfaat pembelajaran, tujuan pembelajaran dan penjabaran singkat Lembar kerja siswa dengan cara metode ceramah.

Ketika presentasi kelas, seluruh kelas dituntut untuk khusyuk agar materi bisa dimengerti dengan baik. Ini bisa menolong siswa agar pembelajaran selanjutnya dalam diskusi grup dan permainan game bisa lebih efektif dan efisien.

Grup Tim (Teams)

Jumlah grup disarankan beranggotakan 4 hingga 5 siswa yang masing-masing memiliki latar belakang berbeda dari segi gender, agama, ras, suku hingga hasil akademik.

Manfaat grup adalah untuk memahami materi lebih dalam dan menyiapkan mental setiap anggota grup agar maksimal saat game dilaksanakan.

Games

Tata cara games adalah berupa soal-soal pertanyaan untuk mengetes kemampuan siswa dalam menguasai materi setelah dijejali presentasi kelas dari guru dan diskusi di grup belajar. Keseluruhan permainan adalah soal pertanyaan yang simpel dengan nomor urut.

Untuk penilaiannya juga sederhana yakni bila siswa menjawab dengan benar maka mendapat nilai. Nilai yang didapat nantinya diakumulasikan sebagai turnamen setiap minggu.

Tournament

Guru membuat grup berlandaskan pada prestasi siswa, gender, agama, ras ataupun etnik yang terdiri dari 4 hingga 5 siswa.

Grup ini akan mendapatkan materi untuk dipelajari. Aktivitas dari grup adalah mendiskusikan segala bahan ajar yang nantinya untuk menyelesaikan masalah, menilai jawaban antar anggota serta merevisi teori antar anggota bila terjadi kesalahan persepsi.

Proses ini dilaksanakan pada minggu akhir atau setelah guru menyampaikan materi dan setiap grup telah menyelesaikan tugas pada lembar kerja siswa. Siswa dibentuk ke meja turnamen. Siswa yang memiliki kemampuan bagus disatukan pada meja satu. Urutkan tiap kemampuan yang masing-masing memiliki tiga siswa pada tiap meja.

Team Recognize (Penghargaan Kelompok)

Guru memberitahu grup yang juara. setiap grup akan memperoleh reward bila nilai mencapai standar yang sudah ditetapkan. Grup akan memperoleh sebutan “Istimewa” bila nilai 50 lebih, “Keren” jika nilai 40 lebih dan “Baik” jika nilai 40 kebawah.

Ini bisa memicu siswa untuk lebih giat belajar. Guru bisa membuat sebutan tersendiri sesuai kreatifitas. Bisa menggunakan istilah asing semacam “Best”, “Super”, ataupun, “Great”.

Skema Pertandingan pada Turnamen Pembelajaran TGT

Kelebihan Model Pembelajaran TGT

Berikut adalah penjelasan tentang kelebihan Model Pembelajaran TGT Teams Games Tournament:

  1. Pembelajaran TGT memicu siswa yang memiliki prestasi di bawah rata-rata akan ikut berperan dalam grup.
  2. Model TGT bisa mengembangkan rasa kompak pada kelas dan dapat menghargai perbedaan antar manusia.
  3. Model pembelajaran TGT melahirkan motivasi siswa untuk belajar lebih dalam pelajaran. Ini dipicu karena siswa bisa mendapatkan hadiah dari guru.
  4. Pembelajaran TGT ini membangkitkan kesenangan siswa dalam kegiatan belajar terutama mata pelajaran yang bisa sejalan dengan permainan turnamen.

Kekurangan Model Pembelajaran TGT

Berikut adalah informasi dari kekurangan model pembelajaran TGT atau Teams Games Tournament:

  1. Memerlukan durasi yang panjang dalam proses pendidikan.
  2. Guru harus cerdas dalam menyeleksi bahan materi pelajaran yang bagus untuk model pembelajaran TGT
  3. Sebelum diterapkan guru dituntut untuk merancang pembelajaran TGT ini dengan maksimal. Sebagai contoh: merumuskan masalah untuk turnamen, menyeleksi siswa dari urutan prestasi.

Berlandaskan dari kekurangan pembelajaran Teams Games Tournament diatas, hal yang perlu dilakukan agar pembelajaran menjadi lebih powerful adalah guru dituntut untuk giat dan efisien dalam membagi waktu.

Secara keseluruhan model pembelajaran TGT ini sangat bermanfaat bagi perkembangan siswa dalam meningkatkan jiwa sosial mereka.

Kesimpulan

Pembelajaran TGT bila diterapkan akan meningkatkan keaktifan dalam berbagai hal dalam proses belajar siswa. Ini karena sesuai dengan misi dari model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada kerjasama antar individu. Selain itu karena adanya kompetisi setiap siswa bisa mengasa mental yang tangguh sehingga bisa menjadi manusia yang berkarakter.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *