Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Model Pembelajaran Kooperatif

9 min read

Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif adalah penunjang guru untuk menghadapi evolusi sistem pembelajaran yang terdapat di Indonesia. Model ini bermanfaat untuk mengatasi sistem pembelajaran Indonesia yang cenderung pasif. Yang mana para siswa hanya diajar menerima pengetahuan dari guru.

Pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang mengedepankan inisiatif siswa untuk berperan dan terlibat aktif dalam grup belajar. Para peserta didik tentu mempunyai level yang berbeda dalam kecakapan dan cara berpikir. Terlebih adanya anggota grup yang memiliki perbedaan gender, budaya, agama, ras dan suku akan berpengaruh dengan cara mereka berpikir.

Maka dari itu model pembelajaran kooperatif akan mengakomodasi perbedaan tersebut untuk siswa agar bisa memecahkan masalah secara kerja sama. Ini tentu akan menanamkan siswa tentang arti perbedaan, tenggang rasa dan pengakuan.

Model model pembelajaran kooperatif-learning

Ketika guru mempraktekan pembelajaran kooperatif, informasi yang didapat siswa tidak hanya searah. Namun bisa mengantarkan peserta didik untuk berdiskusi aktif sehingga pemahaman yang didapat bisa lebih dalam.

Caranya adalah dengan membuat grup kecil untuk siswa lalu guru menjelaskan materi secara singkat dan memberikan beberapa bahan materi ajar. Berikut adalah Beberapa cara dan jenis model pembelajaran kooperatif yang akan membantu guru dalam membentuk siswa yang unggul.

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Metode pembelajaran kooperatif adalah susunan aktivitas belajar siswa pada ruang lingkup grup untuk memenuhi manfaat pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya.

Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Nilai yang dituju dari metode pembelajaran kooperatif yakni:

Menambah pengetahuan untuk prestasi belajar akademik

Ini merupakan tujuan utama dari model pembelajaran kooperatif karena dengan metode ini pembelajaran akan semakin efisien dan efektif untuk menambah prestasi akademik siswa.

Perasaan siswa menjadi halus sehingga menerima keragaman dan perbedaan

Pembelajaran kooperatif  mengajarkan siswa untuk bisa berfikir secara mandiri dan menciptakan pendapat sehingga melahirkan perbedaan pendapat yang harus diolah menjadi kesimpulan yang sama. Pada prakteknya ini akan menciptakan untuk saling menghormati antar siswa.

Meningkatkan kecakapan sosial

Pembelajaran kooperatif mendorong siswa untuk aktif bersosial sehingga timbul interaksi yang dinamis.

Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah penekanan aktivitas belajar dengan meningkatkan keterampilan sosial siswa dengan berinteraksi. Siswa diharap bisa menjadi pribadi yang menjunjung keberagaman sehingga tercipta rasa baik budi dan halus hati karena saling sepaham dan pengertian dengan orang lain.

Pembelajaran kooperatif juga bisa menghindarkan siswa dari dampak negatif seperti permusuhan dan perselisihan.

Ciri Ciri Model Pembelajaran Kooperatif

Pakar pendidikan Lie, 2004 menjelaskan bahwa terdapat beberapa komponen dasar yang menjadi ciri pembelajaran kooperatif, yakni:

Antar siswa memiliki rasa membutuhkan yang positif

Ketiga pembelajaran kooperatif dilaksanakan, guru menjelaskan kepada siswa untuk saling bersosial secara aktif untuk menciptakan rasa saling ketergantungan dan membutuhkan namun positif. Misalnya ketika siswa saling membutuhkan ketika mengerjakan soal, untuk saling mengelompokan tugas agar bisa tepat waktu dalam menyelesaikan persoalan.

Rasa tanggung jawab individu akan muncul

Tujuan dari pembelajaran kooperatif salah satunya adalah agar siswa tahu dengan kemampuan individu mereka ketika menangkap dan memahami sebuah materi.

Kemudian nilai yang didapat diutarakan oleh guru kepada masing-masing anggota grup, sehingga tiap anggota bisa tahu kemampuan mereka dan bagaimana cara mengatasi masalah siswa yang harus dibantu dalam belajar.

Seluruh hasil yang diambil adalah hasil setiap anggota grup yang dirata-rata secara menyeluruh. Sehingga hasil yang diperoleh grup tersebut merupakan titik temu kemampuan individu setiap siswa.

Interaksi tatap muka

Metode tatap muka akan membuat siswa bisa bersosialisasi secara langsung. Ini membuat ruangan kelas menjadi lebih interaktif dan bisa memicu munculnya diskusi.

Keterampilan sosial

Keterampilan sosial sangat diperlukan siswa terlebih untuk menjalin persahabat siswa. Perangkat kooperatif ini akan menciptakan rasa kompak antar siswa kelas. Bila terdapat siswa kurang dalam keterampilan sosial ini maka guru bertugas untuk membimbing lebih lanjut

Metode ini juga menjalin hubungan antar siswa dengan baik, melatih kekompakan sesama teman sekelas. Guru bisa menegur apabila ada siswa yang tidak dapat menyatu oleh kelompoknya.

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif

Dengan memanfaatkan model ini siswa bisa berpartisipasi & terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Berikut adalah Langkah-langkah atau sintaks dari model pembelajaran kooperatif:

  1. Guru menyampaikan informasi tentang visi dan misi pembelajaran untuk menyiapkan siswa.
  2. Menyampaikan penjelasan ringkas dari bahan ajar yang akan dilakukan.
  3. Mengutarakan informasi tentang perumusan grup dan cara pembelajaran berlangsung agar bisa dilakukan dengan tepat.
  4. Menyediakan data dan pengetahuan untuk proses belajar siswa dalam menemukan solusi dari tugas dan diskusi.
  5. Membuat semacam tes kepada siswa untuk menguji kemampuan yang telah didapat dari pembelajaran individu dan kelompok.
  6. Lakukan evaluasi setelah proses pembelajaran dan apresiasi setiap usaha siswa dalam menemukan solusi dari tugas yang dikerjakan.

Unsur-Unsur Model Pembelajaran Kooperatif

Pada bagian unsur dari pembelajaran kooperatif menurut David dan Roger ada lima yakni:

  1. Face to face promotive interaction: Ciri khusus dari unsur ini adalah rasa saling percaya, berbagi, membantu, mengingatkan, percaya dan menyemangati.
  2. Personal responsibility: Ini adalah terciptanya tanggung jawab dari individu siswa, ini merupakan tujuan utama dari pembelajaran. Hal ini terbangun karena adanya pembentukan grup untuk berdiskusi dan belajar.
  3. Interpersonal skill: Peran dari unsur ini berfungsi untuk peningkatan keterampilan mengenal dan menerima diri sendiri untuk saling mendukung satu dan lainnya sehingga proses kerjasama akan tercipta.
  4. Group processing: Prose ini merupakan hasil dari aktivitas dari kerja antara individu dan grup. Sehingga proses belajar lebih efektif dalam berkontribusi dalam setiap individu.
  5. Positive interdependence: Peran ini adalah tanggung jawab setiap bahan yang diterima setiap individu dalam grup dituntut untuk dipahami lebih mendalam.

Macam Macam Model Pembelajaran Kooperatif

Berikut beberapa teknik dan macam-macam model pembelajaran kooperatif beserta langkah-langkahnya yang bisa diterapkan dalam lingkungan belajar, yakni:

Model STAD (Student Achievement Divisions)

STAD adalah metode yang dikembangkan oleh Robert Slavin. Dengan metode ini, guru bisa memberikan segala ilmu pengetahuan dan informasi setiap pekan kepada pembelajar secara berkala. Simak tautan ini Model Pembelajaran STAD disini.

Model Jigsaw

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai langkah dan model pembelajaran kooperatif tipe (Jigsaw) lihat di tautan:

Metode GI (Group Investigation)

Dalam metode GI ini, guru membimbing siswa untuk terlibat dalam strategi dalam konsep yang akan dipelajari. Selanjutnya bahan ajar difungsikan sebagai alat investigasi. Dalam metode GI, pembelajar akan dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif dalam komunikasi ketika proses diskusi.

Sintak dari metode GI adalah:

  • Pemilihan topik
  • Menciptakan perencanaan
  • Pelaksanaan
  • Sintesis dan Analisis
  • Pelaporan nilai dari diskusi
  • Evaluasi

Metode Struktural

Metode ini dibentuk oleh Spencer Kagan, dengan tujuan untuk mempelajari pola interaksi pada peserta didik dalam kerja kelompok atau grup. Dalam metode struktural memiliki beberapa cara dan macam model pembelajaran kooperatif, yakni:

Numbered Heads Together (NHT)

Sintak dan penjelasan secara detail bisa dilihat di tautan ini Model pembelajaran NHT

The Power of Two

Sintak dari The power of two adalah

    • Guru memicu siswa dengan mengajukan pertanyaan kritis.
    • Selanjutnya siswa diharap untuk menjawab pertanyaan tersebut secara perseorangan.
    • Selanjutnya guru membuat siswa berpasangan untuk membahas ulang pertanyaan, selanjutnya mempresentasikan hasil bahasan tersebut.
    • Kemudian guru memberikan sudut pandang lain dengan cara memperlihatkan jawaban siswa lain.
    • Guru membuat ringkasan dari setiap jawaban dari siswa untuk ditampilkan di kelas sehingga siswa bisa memiliki sudut pandang luas terhadap suatu permasalahan.

Berkirim Salam dan Soal

Langkah langkahnya sebagai berikut:

    • Guru membagi kelompok siswa dalam kelompok kecil, kemudian kelompok ditugaskan untuk membuat pertanyaan yang nantinya diajukan pada kelompok lain
    • Kemudian masing masing kelompok mengirim perwakilan untuk mengucapkan salam dan menyampaikan pertanyaannya
    • Setiap kelompok mengerjakan soal atau pertanyaan dari kelompok lain
    • Setelah jawaban selesai, dicocokkan dengan jawaban kelompok pemberi soal.

Bamboo Dancing

Sintak dari model pembelajaran ini adalah

    • Guru menyampaikan informasi tentang konsep bahan ajar sebagai awalan.
    • Selanjutnya guru membuat kelas menjadi dua grup dan pasangan.
    • Informasi kemudian diserahkan kepada grup untuk didiskusikan.
    • Hasil dari diskusi akan dipresentasikan secara bergantian oleh masing-masing grup sehingga semua siswa mendapatkan ilmu baru dari grup lain.
    • Hasil keseluruhan diskusi kemudian disampaikan di kelas untuk diambil kesimpulannya.

Think-Pair-Share

Ini adalah sintak dari Think pair share bisa dilihat di tautan yang telah tersedia

Make a Match

Teknik ini dikembangkan oleh Larana Curran, metode ini memiliki beberapa syarat yakni siswa dituntut untuk menemukan pasangan belajar pada ruang kelas, kemudian mempelajari konsep materi. Berikut adalah penjabaran lengkap dari Make a Match.

Listening Team

Langkah langkahnya yaitu:

    • Guru menyampaikan bahan ajar.
    • Selanjutnya siswa diberi tugas untuk membuat grup, dimana setiap grup memiliki peran tersendiri, diantaranya adalah: grup penanya, grup penjawab 1, penjawab 2, dan grup evaluasi atau ulasan.
    • Pembahasan dilaksanakan dengan interaktif sesuai peran yang ada, sehingga perbedaan sudut pandang akan muncul.

Bertukar Pasangan

Sintak atau cara dari pada metode Bertukar pasangan adalah:

    • Siswa membuat grup secara berpasangan
    • Belajar dengan bahan konsep yang sama, tetapi lawan pasangan akan belajar dengan bahan konsep yang beda.
    • Berikutnya siswa bertukar pasangan untuk belajar bahan konsep dari pasangan lain.
    • Selanjutnya siswa kembali kepada pasangan awal lalu menerangkan materi tersebut kepada pasangannya untuk dijadikan bahan diskusi.

Point-Counter-Point

Berikut adalah sintak dari PCP:

    • Guru menyampaikan suatu persoalan yang memicu kontroversi.
    • Selanjutnya guru membuat kelas terbagi menjadi dua grup untuk berhadapan.
    • Setiap grup akan mendapat kesempatan untuk membuat argumentasi yang akan mereka bangun.
    • Grup lain bisa menyangkal argumen serta memberi koreksi terhadap grup lawan.
    • Dan pada sesi akhir guru membimbing siswa untuk proses evaluasi.

Cerita Berpasangan

Berikut adalah sintak atau langkah-langkahnya:

    • Siswa membuat pasangan belajar.
    • Guru memberi dua buah konsep materi kepada pasangan belajar
    • Selanjutnya siswa dibimbing untuk membaca konsep materi yang dipegang, tentu membaca secara bergantian agar siswa yang satu bisa menyimak dengan baik.
    • Setelah pembacaan selesai siswa dibimbing untuk membacakannya kembali.
    • Pada tahap akhir guru mengadakan evaluasi untuk diskusi.

Metode-Metode Penunjang

Berikut merupakan metode penunjang pada model pembelajaran yang berbasis pada kerjasama ini, diantaranya adalah:

(PQRRRR) atau Preview ⇔ Question ⇔ Read ⇔ Reflect ⇔ Recite ⇔ Review

  • Preview: siswa mencari bahan untuk materi untuk dibaca.
  • Question: sesudah membaca bahan materi siswa diharap untuk menyusun pertanyaan untuk siswa sendiri agar keterampilan bisa meningkat.
  • Read: sesudah dapat menjawab pertanyaan yang disusun sendiri, siswa kembali membaca bahan lain dan sumber lain untuk memperdalam pengetahuan.
  • Reflect: memahami dan kontemplasi sesudah apa yang sudah dibaca.
  • Recite: mengolah pengetahuan yang sudah didapatkan dan bisa membuat konsep teori secara runut.
  • Review: menciptakan ulasan ringkasan atas dasar konsep teori yang telah dipelajari dengan menekankan segalah hal yang penting dalam pembahasan konsep, serta bisa menyimpulkan.

Talking stick

Model talking stick memiliki kegunaan untuk memicu siswa agar lebih bisa mengungkapkan argumen dan pendapatnya, berikut adalah halaman lengkap bila Anda ingin memperdalam mengenai model pembelajaran talking stick.

Snowball Drilling

Snowball drilling merupakan ruang lingkup dari pembelajaran kooperatif yang menekankan/memusatkan pada perkembangan pengetahuan yang dikumpulkan siswa dari bacaan. Guru memberikan soal dalam kartu yang diberikan kepada siswa secara acak. sintak snowball drilling adalah:

  • Siswa mengambil soal yang ada lalu menjawabnya
  • Bila telah menjawab siswa memilih teman lainnya yang ada di dalam kelas untuk memilih soal selanjutnya. Jika jawaban tidak tepat, siswa akan mendapat soal lainnya hingga benar.
  • Pada akhir sesi pelajaran, guru mengadakan evaluasi dan mengambil kesimpulan.

Guided Note Taking

GNT merupakan model pembelajaran dimana proses penyampaian materi bisa lebih memikat hati para siswa, sintaks dari GNT adalah

  • Materi ajar diberikan kepada siswa
  • Sebagian Materi penting yang ada dikosongkan
  • Beberapa materi yang dikosongkan difungsikan untuk memicu siswa untuk diskusi, ini melatih siswa untuk kritis.
  • Siswa bisa mengisi materi kosong tersebut dengan memperhatikan penjelasan guru.
  • Pada sesi akhir, siswa bisa membuat rangkuman pembelajaran.

Giving question and getting answer

Metode GQGA ini bermanfaat untuk siswa agar bisa menjawab dan memberikan pertanyaan secara mandiri dan tenang.

Berikut adalah langkahnya:

  • Guru menyediakan dua kartu yakni kartu jawaban dan kartu pertanyaan.
  • Guru membuat soal, ditulis pada kartu pertanyaan dan siswa menjawab pada kartu jawaban.
  • Jika sudah, kartu jawaban diserahkan kepada guru.
  • Bila siswa masing mempunyai dua kartu maka siswa diwajibkan membuat rangkuman dari pembelajaran yang sedang dibahas.

Everyone is teacher here

Model ini berfungsi untuk siswa agar mereka bisa berperan aktif dalam proses pembelajaran secara mandiri maupun berkelompok. berikut adalah sintaknya atau langkahnya:

  • Guru memberikan kertas kepada seluruh siswa yang ada di kelas.
  • Siswa dibimbing untuk menuliskan segala pertanyaan yang ada mengenai materi yang telah disampaikan.
  • Selanjutnya kertas akan dikumpulkan dan kertas tersebut diacak untuk diserahkan kepada siswa lain.
  • Siswa akan menjawab segala pertanyaan yang ada dan siswa lain akan merevisi atau memberikan jawaban yang sesungguhnya.

Concept Mapping

Sintak dari model pembelajarannya adalah:

  • Guru menyediakan kertas kartu yang memiliki tulisan konsep utama
  • Selanjutnya kertas kartu tersebut diberikan kepada para siswa
  • Siswa dibimbing untuk mengaitkan konsep utama tersebut dengan menciptakan kalimat penjelasan keterkaitan hubungan antar konsep utama tersebut.
  • Guru bisa menyelaraskan hasil dari kerja siswa dengan konsep sebenarnya dalam konsep utama dengan cara menjelaskannya.
  • Sesi terakhir guru mengadakan evaluasi apabila ada kesalahan mendasar dari konsep yang diutarakan siswa, selanjutnya mengambil kesimpulan.

Question Student Have

Model ini akan memberikan siswa rangsangan untuk bertanya. Berikut adalah sintak dari model pembelajaran question student have

  • Pada ruang kelas seluruh siswa membentuk grup menjadi empat.
  • Berikan kertas berupa kartu pada setiap siswa dan mereka diminta untuk menanyakan segala pertanyaan yang terkait pelajaran yang disampaikan.
  • Kartu dikumpulkan, selanjutnya teliti kartu yang ada untuk diperiksa, kartu akan ditandai centang bila mempunyai pertanyaan bagus.
  • Selanjutnya kertas yang memiliki tanda centang paling banyak akan ditunjuk untuk mewakili grup.
  • Lalu siswa menjawab pertanyaan yang dicentang sendiri setelah hasil pemeriksaan guru.

Kegunaan Pelaksanaan

Berikut adalah kegunaan dari metode pembelajaran kooperatif, yaitu:

  1. Mengembangkan kapabilitas siswa dalam interaksi sosial
  2. Menurunkan kadar perilaku egois pada siswa.
  3. Mengajarkan siswa untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  4. Mengembangkan kekompakan dalam pertemanan.
  5. Dapat menemukan dan mengutarakan ide dan menghormati ide orang lain.
  6. Meningkatkan rasa percaya pada sesama teman.
  7. Menanamkan kesadaran sosial bahwa manusia saling membutuhkan.
  8. Bisa melihat sudut pandang yang berbeda dan luas.
  9. Menegaskan nilai sosial kepada siswa.
  10. Pembelajaran bagi siswa tentang sikap saling menghargai perbedaan pendapat, keterampilan, kecakapan sosial dan mengutarakan informasi.
  11. Mempererat persaudaraan dan tidak pandang bulu terhadap teman dari segi agama, jenis kelamin, ras, suku dan sebagainya.

Keunggulan atau Kelebihan

Keunggulan dari Metode pembelajaran kooperatif adalah

  1. Menumbuhkan rasa saling percaya dan rasa peduli, solidaritas sehingga hubungan pertemanan bisa terikat secara solid dan kompak.
  2. Perbedaan dari setiap siswa dalam grup bisa memicu pemikiran yang beragam sehingga permasalah bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.
  3. Bisa membuat siswa untuk mengutarakan informasi dengan lebih bebas dan metode ini siswa bisa saling mendukung untuk menjawab solusi dari tugas dan materi yang diberikan oleh guru, sehingga tugas menjadi lebih mudah dikerjakan.
  4. Model ini sangat tepat guna untuk mendapatkan solusi dari persoalan yang membutuhkan pendapat banyak orang
  5. Materi bahan ajar bisa dipahami oleh siswa dengan lebih cepat, karena bahasa yang digunakan adalah bahasa pertemanan.

Kelemahan

Model kooperatif ini juga tidak luput dari kekurangan, berikut diantaranya:

  1. Informasi bahan ajar yang ada akan sulit dipahami bila ada sedikit penyampain pendapat, pengutaraan pendapat bisa disalah mengertikan oleh antar siswa.
  2. Terdapat siswa yang cenderung memiliki sifat mendominasi dan ada siswa yang bersifat pendiam. Ini bisa terpicu sebuah ketimpangan pada grup, sehingga pada siswa pendiam akan cenderung mengalah.
  3. Pembelajaran ini memiliki rentan waktu yang cukup panjang dan lama, sehingga proses pengutaraan pendapat dan bantahan akan memicu perdebatan maupun persetujuan.
  4. Metode ini bisa ada kegagalan dalam kolaborasi dalam setiap grup. Bila grup tidak dapat kerja sama dengan solid, maka akan ada perdebatan yang akan memecah pertemanan yang sudah terjalin.

Kesimpulan

Terdapat begitu banyak model pembelajaran kooperatif, tapi esensi dari pembelajaran adalah kerjasama siswa dengan yang lainnya, karena kerjasama bisa bermanfaat untuk menumbuhkan rasa ketergantungan positif antar manusia.

Misi dari metode ini adalah bahwa materi bisa dirancang menyesuaikan dengan apa yang akan disampaikan. Hal ini bermaksud untuk menghasilkan pembelajaran yang unggul pada akademik, social skill atau keterampilan sosial untuk saling menerima perbedaan dan percaya diri.

Jadi secara keseluruhan model cooperative learning adalah untuk meningkatkan efektif dan efisiensi dalam memperoleh tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini menuntut siswa untuk berperan aktif sehingga menghindarkan siswa dari rasa bosan.

Selain itu agar menunjang pembelajaran, guru diharap untuk memberikan materi yang mengena dan tepat guna agar tujuan pembelajaran bisa sukses. Salah satunya adalah mengatur ruangan agar kondusif dan guru selalu membimbing siswa dengan tekun dan sabar.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *