Picture And Picture

3 min read

Model Pembelajaran Picture And Picture

Kali ini kami akan membahas model pembelajaran yang berakar dari tipe kooperatif, yakni pembelajaran picture and picture. Model ini mempunyai karakter yang bisa mendorong siswa agar bisa lebih kreatif dan aktif disamping juga bisa membuat suasana pembelajaran bia mengasyikan dan inspiratif.

Disesuaikan dalam pengajarannya, model pembelajaran dapat diuraikan sebagai pola dari aktivitas guru dan siswa untuk memperoleh suasana belajar yang optimal sesuai dengan misi yang sudah direncanakan.

Pengertian

Model picture and picture adalah pembelajaran yang memakai media gambar sebagai sarana untuk aktivitas belajar. Caranya adalah dengan mengurutkan dan memasangkan gambar yang sesuai dengan rangkaian logis.

Media gambar merupakan unsur paling mendasar pada aktivitas pembelajaran ini. Sehingga guru dituntut untuk bisa menyediakan media ini sebelum aktivitas pembelajaran dimulai.

Bentuk dari gambar itu sendiri bisa berupa chart atau kartu interaktif. Picture and picture merupakan model pembelajaran yang masuk pada kategori pembelajaran kooperatif.

Rencana dan strategi pembelajaran picture and picture ini hampir serupa dengan model example non example. Karena pada strategi belajar ini siswa sama-sama dituntut untuk mencocokan gambar sesuai dengan logika yang ada.

Dengan adanya model pembelajaran interaktif seperti ini, akan memungkin guru lebih leluasa berkreatifitas untuk menarik hati siswa dalam sebuah materi pelajaran. Sehingga siswa bisa terinspirasi dan bisa memahami materi dengan baik.

Langkah atau Sintak dari Model Pembelajaran Picture and Picture

Kelebihan dan kekurangan model PEMBELAJARAN picture and picture

Ketika melaksanakan model pembelajaran picture and picture, guru diharuskan untuk memperhatikan langkah-langkahnya dengan konsisten. berikut pemaparan sintaks urutannya:

Pengutaraan Kompetensi

Pertama-tama guru akan mengutarakan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang dimaksud. Ini berguna untuk menghitung seberapa bagus siswa dalam mempersiapkan mata pelajaran yang ditempuh.

Selain itu guru juga mengutarakan parameter kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dan cara memperolehnya.

Pengutaraan Materi

Pada bagian presentasi materi, guru sudah membuat rancangan pembelajaran awal. Salah satu kesuksesan dalam pembelajaran terdapat pada bagian ini. Maka dari itu guru dituntut untuk memberikan arahan yang jelas dan memotivasi siswa agar tetap fokus dalam setiap proses pembelajaran.

Presentasi Gambar

Pada proses ini, guru mempertontonkan gambar dan mendorong siswa untuk proaktif dalam aktivitas pembelajaran dengan memperhatikan gambar yang dipresentasikan. Kegunaan dari presentasi gambar ini adalah agar guru bisa lebih leluasa untuk menilai perilaku dan reaksi siswa sehingga siswa juga dapat mengerti pelajaran dengan lebih gampang.

Untuk langkah berikutnya, guru bisa menciptakan gambar baru atau bisa menggunakan pesan demonstrasi multimedia seperti video. Ini bertujuan agar suasana belajar semakin hidup.

Pencantuman Gambar

Bagian ini, guru memilih siswa dengan acak untuk silih berganti dalam mencantumkan gambar secara urut dan memiliki logika yang benar. Guru dituntut untuk kreatif dalam melakukan pemilihan, ini bertujuan agar siswa tetap rileks dan tidak tertekan ketika dipilih. Cara yang efektif agar siswa terhindar dari tekanan adalah dengan sistem undian.

Eksplorasi

Bagian ini guru menanyakan alasan siswa dalam susunan gambar yang telah dibuat oleh mereka. Sesudah itu, peserta didik dapat diminta untuk mencari tahu latar dari skenario, rumus dan konsep cerita tentang materi yang ada. Guru dapat membentuk grup agar diskusi bisa lebih menarik ketika membahas materi.

Penjelasan Kompetensi

Berlandaskan data presentasi pada susunan gambar, guru dapat mengungkapkan lebih jauh tentang standar kompetensi yang harus diraih. Pada metode ini, guru akan menyampaikan hal penting yang harus diraih pada mata pelajaran tersebut. Guru juga bisa melakukan repetisi bahan materi dengan cara membuat gambar dan menulis.  Ini penting agar siswa lebih paham tentang materi.

Akhir

Pada bagian penutup, siswa dan guru akan berkontemplasi tentang materi yang telah diraih dan dilaksanakan. Ini berguna untuk siswa agar kedepannya mereka bisa lebih solid dalam pemahaman mengenai materi dan kompetensi yang harus diraih.

Kekurangan dan Kelebihan Picture and Picture

Sudah menjadi barang umum bahwa setiap sistem atau model, metode pasti ada kekurangan dan kelebihannya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan model pembelajaran picture and picture:

Kelebihan

    1. Bahan materi yang akan disampaikan akan lebih efektif, sebab guru akan mengutarakan kompetensi dan materi yang harus diperoleh siswa pada awal pembelajaran.
    2. Dengan gambar yang menarik mengenai materi yang disuguhkan, siswa akan lebih cepat memahami materi.
    3. Dalam model pembelajaran picture and picture ini siswa akan dituntut untuk berpikir secara analisis tentang gambar sehingga membuat daya pikir logis siswa akan berkembang.
    4. Pembelajaran model ini bisa menggugah rasa tanggung jawab siswa, karena guru akan bereaksi tentang logika yang dipakai siswa dalam menyusun gambar yang telah dibuat.
    5. Proses belajar akan semakin menyenangkan, ini karena siswa bisa melihat gambar secara langsung.

Kekurangan

    1. Sedikitnya sumber gambar berkualitas untuk digunakan sebagai materi bahan ajar.
    2. Sumber gambar sangat sedikit, apalagi gambar yang berkaitan untuk menggenjot daya analisis siswa.
    3. Sekolah atau kementerian pendidikan tidak mengakomodasi kebutuhan gambar-gambar yang bagus untuk model pembelajaran picture and picture.
    4. Siswa dan guru masih sedikit pengalaman dalam memakai metode pembelajaran bergambar ini.

Kesimpulan

Reaksi cepat dan daya pikir siswa pada model ini akan diuji, ini bisa mengembangkan spontanitas siswa dalam berpikir cepat. Picture and picture bisa dipakai pada semua mata pelajaran. Dengan memakai media papan guru bisa membongkar gambar dengan materi yang lainnya

Sekian artikel langkah dan pengertian model pembelajaran picture and picture, bagi Anda yang masih bingung dengan langkah model ini, atau juga ingin menambahkan sesuatu yang bermanfaat pada artikel ini bisa mengutarakan pendapatnya di kolom komentar. Sekian.

Referensi

Igirisa, S. S., & Ismail, S. (2015). Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Bangun Ruang Bagi Siswa Tunarungu Melalui Model Pembelajaran Cooperative Tipe Picture And Picture (suatu penelitian yang dilaksanakan di SMPLB Kabupaten Gorontalo). (Doctoral dissertation, UNG).
Hasan, H. (2003). Buku Ajar Strategi Belajar Mengajar. Padang: UNP
Herlianti, J. J. (2015). Pelaksanaan Pembelajaran Ipa Bagi Anak Tunarungu. E-JUPEKhu, 4(1).
Ngalimun. (2016). Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta : Aswaja pressindo
Kustawan, D. (2013). Analisis Hasil Belajar Program Perbaikan Dan Pengayaan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus. Jakarta Timur : PT.Luxima Metro Media.

https://en.wikipedia.org/wiki/Cooperative_learning

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *