Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Examples Non Examples

2 min read

Model Pembelajaran Examples Non Examples

Belajar sambil bermain tentu adalah salah satu sebuah kondisi yang diidamkan oleh siswa. Apalagi pembelajaran tersebut terdapat media gambar sebagai penunjang, tentu siswa akan lebih bersemangat. Berikut merupakan gambaran dan penjelasan pembelajaran examples non examples.

Pengertian

Model example non example adalah program pembelajaran yang dalam prosesnya memakai instrumen gambar untuk penyajian materi. Ini berfungsi agar siswa bisa mengembangkan imajinasi dalam memahami materi.

Selain itu model ini juga bermanfaat untuk merangsang siswa dalam berpikir analitis dan kritis untuk menyelesaikan segala masalah. Terutama masalah  yang ada pada gambar yang dipresentasikan.

Examples Non Examples Menurut Para Ahli

Example non examples adalah teknik yang kerap kali bisa dipakai guru dalam pengajaran dengan tujuan agar siswa bisa lebih paham tentang definisi konsep. Hal ini merupakan pendapat Buehl (1996) Apariani, (2010:20).

Examples merupakan teknik untuk  menggambarkan dan mennjelaskan tentang suatu contoh pada materi yang sedang diajarkan. Lalu non examples merupakan teknik yang bukan untuk menggambarkan suatu contoh pada suatu pembahasan materi yang diajarkan (berlangsung).

Contoh yang bisa didapat dengan menggambarkan suatu permasalahan yang sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan bahkan bisa didapat pada kehidupan sehari-hari.

Contoh-contoh dapat diperoleh dari kasus atau gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar.

Model examples non examples dalam penerapannya diharuskan untuk menyediakan diagram, tabel dan gambar yang berkaitan dengan bahan materi ajar. Tentu materi yang ada sudah disesuaikan dengan kompetensi yang telah ditetapkan.

(Roestiyah. 2001: 73) Dalam penyajiannya gambar akan dipasang di dinding atau bisa menggunakan LCD. Selanjutnya siswa untuk memperhatikan gambar. Berikutnya siswa bisa melakukan diskusi dengan grup belajar tentang gambar yang telah diperhatikan, mempresentasikan hasil diskusi grup, bimbingan guru, evaluasi dan terakahir adalah refleksi.

Langkah-Langkah atau Sintaks Examples Non Examples

Langkah-Langkah atau Sintaks Examples Non Examples

Berikut merupakan sintaks dari model pembelajaran yang dalam aktivitasnya menggunakan gambar berdasarkan (Agus Suprijono, 2009 : 125), yakni:

  • Pertama-tama guru akan menyediakan gambar yang cocok dengan misi pembelajaran. Gambar yang dipakai harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan dengan kompetensi yang telah ada.
  • Kedua guru akan mempresentasikan gambar pada dinding atau LCD Proyektor. Pada langkah ini guru bisa menyuruh siswa untuk menyediakan gambar yang sesuai. Selanjutnya siswa akan membuat grup belajar.
  • Ketiga guru akan mengarahkan siswa untuk menyimak gambar dan menganalisanya. Siswa akan diberi kesempatan berupa waktu untuk memahami gambar dengan cermat. Guru juga bisa memberikan clue agar siswa bisa terangsang dalam memahami gambar.
  • Keempat guru akan mengarahkan siswa untuk membuat grup belajar 2 hingga 3 siswa. Yang bertujuan untuk menganalisa gambar lebih lanjut. Lalu analisa tersebut ditulis di kertas yang telah disediakan oleh guru.
  • Kelima setiap grup belajar akan diberi waktu untuk mempresentasikan didepan kelas dari diskusi yang telah didapat.
  • Keenam berdasarkan hasil diskusi dan presentasi siswa, guru akan mengutarakan sebuah evaluasi dan revisi apa yang benar dan salah pada presentasi siswa dan menguraikan tentang misi pembelajaran yang ingin didapat.
  • Pada tahap ketujuh ini siswa dan guru akan membuat kesimpulan tentang materi belajar yang telah dilalui.

Kelebihan dan Kekurangan

Berikut merupakan beberapa pertimbangan yang bisa dilakukan oleh guru agar bisa menggunakan pembelajaran ini dengan kritis dan tepat guna.

Kelebihan

Ini didasarkan pada Buehl (Apriani dkk, 2007:219) yang menjelaskan kelebihan model pembelajaran ini, yakni:

  • Peserta didik bisa memulai dari satu definisi yang berikutnya dipakai untuk memahami sebuah konsep sehingga penguasaannya bisa lebih komprehensif dan dalam.
  • Anak didik berpartisipasi pada sebuah penemuan, yang nantinya bisa memicu akal dan perasaan mereka untuk mengkonstruksi konsep, yang berasal dari aktivitas pembelajaran non example dan example.
  • Peserta didik akan mendapat kesempatan untuk menjelajahi karakteristik dari suatu konsep dengan memperhitungkan bagian non example yang bisa termuat yang sudah dijelaskan pada bagian example.
  • Siswa bisa mengembangkan keterampilan untuk berpikir kritis ketika melihat gambar yang sesuai dengan kompetensi dasar.
  • Mengimplementasikan materi dari contoh gambar yang sesuai dengan kompetensi dasar.
  • Setiap siswa akan diberi waktu untuk mengutarakan apa yang dipikirkan setelah menganalisis gambar yang sesuai dengan kompetensi dasar.

Kekurangan Example Non Example

  • Waktu yang digunakan cenderung panjang.
  • Materi yang ada di sekolah tidak selalu bisa cocok dengan presentasi gambar.

Kesimpulan

Dengan imajinasi setiap manusia bisa bermimpi tentang sesuatu, dengan imajinasi pula abad 21 menancapkan era keemasannya. Demikian pula dengan pembelajaran example non example ini, dimana imajinasi merupakan fokus utamanya.

Untuk jangka pendek imajinasi bermanfaat untuk mengembangkan ide, meningkatkan kepekaan dan mempertajam otak. Tentu hal tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan siswa. Dalam implementasinya examples non examples cocok sebagai selingan ketika belajar mengajar berada pada titik jenuh.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *