Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Pembelajaran Abad 21

4 min read

Pembelajaran Abad 21

Dari masa kemasa dan waktu ke waktu semua hal yang ada di dunia ini berubah, bahkan bisa dikatakan bahwa hanya satu yang tidak berubah yakni perubahan itu sendiri.

Begitupun juga manusia dan lingkungannya, adanya perkembangan teknologi dengan cepat di setiap bidang membuat manusia harus bisa adaptasi untuk bisa lebih relevan dengan zaman.

Pengertian

Bila ditarik dari manusianya tentu agar manusia bisa padu dengan zaman yang akan datang maka pendidikan adalah kuncinya. Kunci dalam pendidikan tentu pada prosesnya yakni pembelajaran, dimana manusia akan dibentuk untuk masa depan yang cerah.

Agar manusia bisa relevan dengan zamannya, terutama manusia Indonesia maka terbentuklah inisiasi dari pembelajaran abad 21. Inilah salah satu instrumen untuk ‘membeli’ masa depan.

Maksud dari pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang dirancang untuk generasi abad 21. Yang mana teknologi terkini pada arus komunikasi dan informasi berkembang maju secara pesat sehingga mampu mempengaruhi segala elemen kehidupan.

Karena pengaruhnya yang signifikan itulah siswa diharap mampu beradaptasi dengan zaman sehingga nantinya di masa depan mereka bisa berkompetisi dengan baik.

Konsep 4C dalam Pembelajaran abad 21

Setidaknya Indonesia mempunyai kurikulum 2013 yang nantinya bisa dipadukan dengan pembelajaran abad 21. Terdapat elemen yang mampu merepresentasikan apa itu pembelajaran abad 21, diantaranya adalah Creativity and Innovation, Collaboration, Communication, Critical Thinking and Problem Solving. Dan di bawah ini adalah penjelasannya:

Creativity and Innovation (Daya Cipta dan Inovasi)

Di elemen ini siswa akan diajak untuk bisa membiasakan diri dalam melakukan dan menjelaskan setiap ide yang ada di kepalanya. Ide tersebut akan dipresentasikan kepada teman kelas secara terbuka sehingga nantinya akan timbul reaksi dari teman kelas. Aktivitas ini bisa menjadikan sudut pandang siswa menjadi luas dan bisa terbuka dengan setiap pandangan yang ada.

Collaboration (Kerjasama)

Elemen kerjasama ini akan mengajak siswa untuk belajar membuat grup (kelompok), menyesuaikan dan kepemimpinan. Pada dasarnya tujuan kerjasama ini agar siswa bisa bekerja lebih efektif dengan orang lain, meningkatkan empati dan mau menerima pendapat yang berbeda.

Selain itu manfaat utama dari kerjasama ini akan melatih siswa untuk bisa bertanggung jawab, mudah beradaptasi dengan lingkungan, masyarakat dan bisa memasang target yang tinggi untuk grup dan individu.

Communication (Komunikasi)

Elemen ini akan meminta siswa untuk bisa menguasai, mengatur (manajemen) dan membuat hubungan komunikasi yang baik dan benar secara tulisan, lisan maupun multimedia. Siswa akan diberi waktu untuk mengelola hal tersebut dan menggunakan kemampuan komunikasi untuk berhubungan seperti menyampaikan gagasan, berdiskusi hingga memecahkan masalah yang ada.

Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis & Pemecahan Masalah)

Elemen ini merupakan elemen paling krusial (penting) pada pembelajaran 21 ini. Berpikir kritis dan pemecahan masalah akan mengajak siswa untuk bisa berpikir secara deduktif dan induktif secara mandiri yang bertujuan untuk menguasai dan mampu menyelesaikan masalah yang rumit.

Siswa akan memakai elemen ini untuk memecahkan masalah yang ada dan mampu menjelaskan, menganalisis dan menciptakan solusi bagi individu maupun masyarakat.Keempat elemen di atas merupakan instrumen yang bisa membuat siswa beradaptasi dan berkembang pada abad 21 ini. Dengan alat di atas diharap siswa bisa menjadi manusia unggul yang bisa menyelesaikan masalah mulai dari masalah individu hingga masyarakat. Kedepannya mereka akan bisa menjadi penerus bangsa yang unggul dan bisa diandalkan.

Simak juga: Model Addie

Kompetensi Pembelajaran Abad 21 Bagi Siswa

Terdapat kompetensi yang harus diraih siswa agar pembelajaran ini bisa sukses. Ini juga bisa menjadi landasan dasar untuk merancang pembelajaran yang sesuai agar siswa bisa beradaptasi di lingkungan abad 21 ini. Berikut pemaparannya:

Way of thinking

Artinya adalah cara berpikir, maksudnya adalah siswa harus bisa memiliki keahlian untuk memiliki cara berpikir yang bisa menjadi bekal mengarungi abad 21. Diantara cara berpikirnya adalah berpikir kritis, membuat keputusan, kreatif dalam setiap pembelajaran.

Skills for Living in The World

Maksudnya adalah cara seseorang untuk bisa hidup pada dunia abad 21 ini. Kemampuan yang sangat relevan pada abad 21 ini adalah tanggung jawab sosial secara individu maupun masyarakat, (warga negara) Citizenship serta (karir dan kehidupan) life and career.

Ways of Working

Maksudnya adalah cara kerja atau apa yang harus siwa kerjakan (caranya). Dengan mengetahui konsep 4c di atas maka siswa pada pembelajaran ini harus mampu bekerja secara mandiri dan kolaborasi (kerjasama). Landasan kerja ini harus berhubungan dengan apa yang relevan pada abad 21 salah satunya adalah kerjasama pada Teknologi Informasi dan Teknologi.

Tools of Working

Agar manusia bisa maksimal dalam bekerja secara mandiri maupun grup. Mereka harus bisa mengoperasikan segala bidang yang berhubungan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dengan penguasaan alat pada TIK tersebut maka setiap manusia bisa mengembangkan pekerjaannya secara maksimal.

Pembelajaran Abad 21 Bagi Guru

Sedangkan untuk guru, agar siswa bisa menjadi penerus bangsa yang maksimal terutama pada abad 21 ini. Guru harus memiliki karakter yang sesuai dengan Abad 21. Diantaranya adalah:

Life-long learner, Karakter ini adalah guru sebagai pembelajaran tekun sepanjang hayat. Guru harus bisa mengembangkan pemahaman dan pengetahuannya secara terus menerus mulai dari membaca, melatih keterampilan, diskusi dengan guru lain dari para pakar yang terpercaya.

Kunci dari life-long learner adalah rasa haus akan ilmu pengetahuan. Guru harus selalu terbuka dengan wawasan baru, sehingga mereka bisa relevan dengan siswa dan zaman.

Menerapkan pendekatan diferensiasi, Karakter ini mengimplementasikan pendekatan yang sesuai dengan cara belajar siswa. Pada sesi ini pengklasifikasian siswa dalam kelas seperti keahlian dan minat akan digolongkan.Dengan adanya diferensiasi ini guru akan lebih mudah mengenali kemampuan siswa secara optimal.

Kreatif dan inovatif, Guru dituntut untuk bisa memberikan pembelajaran yang bagus dan sumbernya juga tidak boleh monoton. Variasi pembelajaran akan membuat kelas menjadi lebih dinamis dan tidak bosan. Karena guru menjadi panutan, bila guru kreatif dan inovatif maka siswa juga akan menirunya.

Reflektif, Dengan adanya sikap/alat reflektif ini, guru dalam mengembangkan pembelajaran akan semakin efektif. Karena dengan merefleksikan diri pembelajaran akan semakin meningkat. Reflektif ini digunakan untuk mengetahui apa yang cocok dan tidak cocok untuk kebutuhan siswa sehingga pembelajaran lebih maksimal.

Kolaboratif, Salah satu karakter yang bisa membuat pembelajaran ini istimewa adalah keterlibatan guru dan murid untuk bekerja sama. Pada praktek kerjasama ini guru akan memberikan kehangatan persahabatan dengan melakukan komunikasi seperti halnya orang tua ke anak dan teman ke teman.

Mengoptimalkan teknologi, Ini adalah karakter yang utama dari pembelajaran 21 ini, dimana teknologi berperan sangat signifikan. Disini guru juga harus bisa mengoperasikan teknologi terkini dengan maksimal terutama teknologi internet yang mana nantinya bisa digunakan untuk memaksimalkan pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang bisa dioptimalkan dengan teknologi adalah blending learning, dimana pembelajaran digabung menjadi satu yakni online dan offline.

Menerapkan student centered, Pada karakter ini pembelajaran akan berpusat pada siswa sehingga guru disini akan bertugas menjadi fasilitator. Siswa akan melakukan pembelajaran aktif sehingga daya inisiatif dan kreativitasnya akan tumbuh. Dengan model ini komunikasi akan berjalan dua arah, sehingga karakter kolaboratif juga akan muncul.

Kesimpulan

Pembelajaran ini terdapat dua skill yang harus ditingkatkan oleh guru diantaranya adalah yang pertama bertujuan untuk kemampuan beradaptasi dengan zaman yakni matematika, verbal dan pengetahuan. Kedua adalah kemampuan untuk memperoleh solusi, melakukan kolaborasi, kemandirian dan komunikasi.

Pembelajaran abad 21 ini sangatlah solid bila diterapkan, terlebih dengan konsep 4c. Dengan menerapkan konsep tersebut maka siswa akan bisa meraih masa depan gemilang. Selain itu pembelajaran ini memiliki konsep The Virtue of Liberating Education yang merupakan sebuah konsep pembelajaran yang dikembangkan di Amerika.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *