Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Model Pembelajaran Inquiry

3 min read

Model Pembelajaran Inquiry

Model pembelajaran inkuiri atau inquiry merupakan model yang memungkinkan siswa untuk bisa siap sedia dalam kondisi apapun, terutama saat akan melakukan hal yang mereka inginkan.

Seperti memecahkan masalah dalam hidup, memahami simbol, mengkoneksikan pengetahuan satu dengan yang lain serta bisa menganalogikan setiap pemahaman.

Pengertian

Dalam bahasa Indonesia, inquiry artinya adalah penyelidikan. Lebih lanjut inquiry merupakan proses yang terus menerus atau berputar berkesinambungan, mulai dari menanyakan pertanyaan, meneliti jawaban, menerjemahkan informasi, mempresentasikan temuan dan melakukan refleksi. Di sini siswa akan diajak untuk berpikir tingkat tinggi atau HOTs.

Secara pengertian model pembelajaran inquiry atau inkuiri adalah aktivitas sistematis dalam pembelajaran yang mengharuskan siswa untuk berpikir dengan cara analitik, kritis dan kreatif agar bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang diberikan secara mandiri.

Pembelajaran berbasis inkuiri ini adalah pendekatan yang menekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Daripada guru memberikan ceramah mengenai materi yang harus diketahui siswa, siswa lebih dipacu untuk mengeksplorasi gagasan dan mengajukan pertanyaan dari berbagai sudut pandang mengenai materi pelajaran.

Model pembelajaran inquiry ini bisa menggunakan berbagai cara pendekatan, mulai dari diskusi dengan grup kecil hingga pembelajaran terpadu. Daripada menghafalkan materi dan fakta, siswa didorong untuk belajar sambil praktek langsung. Dengan sistem tersebut bisa memungkinkan siswa untuk bisa membangun pengetahuan dengan cara eksplorasi, diskusi dan pengalaman.

Selain itu model pembelajaran ini dirancang agar siswa bisa melaksanakan segala eksperimen secara mandiri sehingga pengalaman siswa tentang ilmu pengetahuan bisa semakin luas. Hal tersebut bisa mendorong siswa untuk selalu curious untuk mengutarakan pertanyaan dan mencari jawaban sendiri.

Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Inquiry

Secara singkat berikut merupakan langkah pembelajaran inquiry: tanyakan sesuatu, selidiki jawaban, buat pemahaman baru, komunikasikan dengan teman, refleksi.

Contoh danatau Sintaks Model Pembelajaran berbasis Inquiry

Terdapat dua opsi langkah atau sintaks dari inquiry, diantaranya adalah:

Opsi 1

Landasan dari langkah-langkah atau sintak model pembelajaran inquiry berasal dari Sutikno (2014: 83).

    1. Orientasi. Langkah yang bertujuan agar siswa bisa sadar dengan permasalahan dan bisa mendefinisikan masalah yang menjadi pokok penelitian, langkah orientasi bisa juga disebut masa pengenalan dan adaptasi.
    2. Rumusan Masalah. Langkah ini terdiri dari pengenalan tentang apa yang harus diselesaikan permasalahan yang ada di lapangan.
    3. Rumusan Hipotesis. Bagian ini dimanfaatkan untuk arahan pada saat melaksanakan penelitian, merupakan ranah untuk mengambil dugaan sementara.
    4. Definisi. Adalah penjabaran dari pengertian yang terkandung dalam hipotesis.
    5. Eksplorasi. Dilaksanakan untuk mengkaji fakta dan informasi dalam rangka untuk memverifikasi data yang telah ditemukan untuk dianalisis.
    6. Pembuktian. Langkah yang digunakan untuk mengoleksi berbagai data tentang permasalahan dan koneksi antar data sehingga bisa ditarik hakikat hipotesis atau kesimpulan.

Opsi 2

Selain langkah di atas terdapat pula, opsi langkah lain. Berikut merupakan empat langkah pembelajaran berbasis inkuiri

    1. Kembangkan pertanyaan yang ingin dijawab siswa. Minta siswa untuk mengembangkan pertanyaan masalah dengan cara penyelidikan lebih lanjut, meminta saran siswa lain dan mencari kutipan dari sumber buku atau hal lain.
    2. Riset atau meneliti topik. Guru bisa memberikan masukan berupa sumber terpercaya mengenai topik yang sedang didalami siswa. Selain itu guru juga bisa memberikan metode penelitian apa saja yang cocok untuk masalah yang sedang dihadapi siswa.
    3. Minta siswa untuk mempresentasikan apapun yang sudah mereka pelajari. Ini berguna agar siswa lebih bisa mendalami masalah, karena dengan mempresentasikan apa yang sudah dipelajari, secara tidak sadar mereka akan lebih paham dengan materi atau masalah.
    4. Minta siswa untuk melakukan refleksi. Refleksi ini bisa berpikir mengenai apa saja yang telah berhasil dan apa yang belum berhasil dilakukan. Inilah metakognisi berjalan, yakni berpikir tentang berpikir. Minta siswa untuk fokus pada bagaimana mereka belajar daripada apa yang mereka pelajari.

Tujuan dan Manfaat

Misi dari model pembelajaran inquiry adalah meningkatkan kapabilitas siswa untuk berpikir secara kreatif, logis, analitis, sistematis dan kritis. Selain itu penerapan model inquiry juga bisa mendorong siswa menuju ke tingkat intelektual yang lebih tinggi.

Dari tujuan model pembelajaran inquiry tersebut bisa disimpulkan bahwa pembelajaran ini tidak hanya mengharuskan siswa untuk memahami materi saja, namun siswa dikembangkan untuk bisa memakai dan mengenali potensi yang ada pada dirinya secara maksimal.(Sanjaya, 2006:195)

Dengan tujuan tersebut bisa melahirkan manfaat pembelajaran inquiry, yakni kapabilitas siswa dalam berpikir untuk merumuskan masalah dan solusinya bisa berkembang, mental akan lebih terlatih, mengembangkan pemikiran kritis, meningkatkan daya nalar, mendorong pemikiran mandiri,rasa ingin tahu menjadi besar, kemampuan siswa dalam nilai akademik bisa meningkat.

Karakteristik dan Sifat

Terdapat beberapa poin atau syarat yang menjadikan model pembelajaran tersebut merupakan model inquiry. Ini merupakan pernyataan dari Jauhar (2011: 64) yang berpendapat mengenai karakter inquiry, diantaranya adalah:

  1. Memfokuskan siswa dalam kegiatan eksperimen (menemukan dan mencari) dengan maksimal, yakni meletakan siswa sebagai subjek belajar.
  2. Semua kegiatan siswa difokuskan pada eksperimen atau permasalahan yang belum terpecahkan. Ini bertujuan agar siswa lebih curious dan mampu mengembangkan sikap percaya diri .
  3. Fokus model pembelajaran inquiry adalah meningkatkan ketajaman intelektual, yakni siswa tidak hanya berfokus pada pemahaman materi pelajaran, namun juga bisa untuk meningkatkan keterampilan penyelesaian masalah dengan potensi yang ada.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Model Pembelajaran Inquiry atau Inkuiri

Model pembelajaran inquiry sangat disarankan untuk dipakai di sekolah dasar, kenapa bisa begitu? mari kita lihat penjelasan kelebihan dari model pembelajaran ini yang berlandaskan pada Sanjaya (2006):

    1. Pembelajaran inquiry sangat berfaedah bagi siswa karena model pembelajaran ini memacu ranah psikomotor, afektif, kognitif yang bisa mempengaruhi perkembangan dan tumbuh siswa secara proporsional.
    2. Model inquiry bisa membuka kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan cara dan sistem belajar mereka sendiri.
    3. Model pembelajaran inquiry diciptakan untuk manusia modern, karena pengembangan psikologi anak dianggap sebagai sarana belajar yang baik untuk perubahan perilaku berdasar pada pengalaman.
    4. Siswa yang mempunyai prestasi bagus akan terfasilitasi dengan baik dengan model pembelajaran inquiry. Begitupun dengan siswa yang memiliki kemampuan biasa saja. Bahkan inquiry juga sangat mengakomodasi untuk pendidikan pendidikan inklusif.

Kekurangan

Selain mempunyai kelebihan, perangkat pembelajaran inquiry ini juga terdapat kekruangan. Ini berlandaskan temuan Sanjaya (2006), yakni:

    1. Pembelajaran inquiry dalam prosesnya akan sulit dikontrol dalam menilai aktivitas dan kesuksesan siswa.
    2. Terkadang pengaplikasian model inquiry membutuhkan waktu yang tidak sedikit, jadi guru harus pandai dalam mengatur waktu.
    3. Selama parameter kesuksesan belajar siswa berlandaskan pada kecakapan siswa dalam memahami materi, maka model pembelajaran inquiry akan susah dilaksanakan.

Kesimpulan

Pembelajaran inquiry adalah aktivitas siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematis. Ini bisa bermanfaat untuk menambah kecerdasaan siswa dalam penalaran. Dengan penalaran yang bagus, daya kreatif untuk mengembangkan dan menerapkan sebuah konsep atau ide akan semakin terealisasikan (konkret).

Jadi bisa dikatakan dengan siswa belajar menggunakan model ini, maka mereka akan lebih mudah beradaptasi dengan segala perubahan yang akan terjadi dimasa mendatang.

Referensi

What is Inquiry Based Learning (EBL)? Centre for Excellence in Enquiry-Based Learning. University of Manchester. Retrieved October 2012
Schwab, J. (1960) Inquiry, the Science Teacher, and the Educator. The School Review © 1960 The University of Chicago Press

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *