Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Metakognitif

2 min read

Metakognitif Mulai dari Pengertian Indikator dalam Pembelajaran

Terminologi metakognisi pertama kali dikemukakan oleh filosof pendidikan yang berbasis pada psikologi yakni John H. Flavell. Arti dari metakognisi sendiri tidak hanya diartikan kognitif (berpikir) namun satu level ke atas lagi yakni dari berpikir biasa menjadi berpikir tentang berpikir atau (thinking about thinking).

Pengertian

Dari penguraian di atas tentang metakognisi adalah thinking about thinking, punya arti lebih dalam yakni berpikir tentang proses berpikir. Ini memiliki makna lain yang berarti kapabilitas seorang manusia untuk mengontrol dan memperhatikan pikirannya.

Saat teori metakognisi diimplementasikan pada pendidikan. Ini bisa diuraikan menjadi kapabilitas seorang siswa dalam memperhatikan, merencanakan dan merefleksi dari sebuah proses pembelajaran.

Maka manfaat yang bisa ditemukan bila teori metakognitif diimplementasikan bisa berdampak terciptanya sikap mandiri, sikap jujur dan berani mencoba pada diri siswa. Sehingga pengalaman dan pengetahuan bisa berkembang dengan maksimal.

Jadi esensi metakognitif adalah pemahaman berpikir mengenai apa yang telah dipahami dan tidak dipahami mengenai sesuatu hal.

Ketika di tarik pada pembelajaran, metakognisi berarti siswa memahami tentang dirinya saat belajar. Dan memahami kemampuan dan rencana belajar paling efektif untuk dirinya.

Dalam tantangan zaman, kecerdasan metakognitif sangat berguna sebagai instrumen berpikir siswa. Sebab metakognitif adalah usaha secara sadar dari seorang manusia untuk bisa menggali potensi dan minat kemampuannya. Sehingga mereka bisa lebih mengenal diri dan jati dirinya. Terdapat dua jenis metakognisi, berikut jenis dan penjelasannya:

  • Metakognitif Self management, yakni kecerdasan yang mengharuskan siswa agar bisa mengontrol dan mensetting pertumbuhan kapabilitas berpikir dan kognisi yang mereka miliki secara mandiri.
  • Metakognitif Self assessment, yakni kecerdasan yang cenderung pada kapabilitas peserta didik untuk memahami kapabilitas berpikir dan kognisinya secara independen.

Peranan Metakognisi dalam Pembelajaran

Berdasarkan pemaparan di atas bahwa metakognisi merupakan kapabilitas belajar siswa dalam memahami seharusnya cara belajar yang efektif untuk dirinya dan keberhasilan belajar.

Terdapat pula beberapa pertimbangan kegiatan yang harus dilakukan agar mendukung metakognitif, ini bersumber pada (Taccasu Project, 2008).

  • Mambangun suatu strategi dalam aktivitas pembelajaran.
  • Menganalisa kelemahan dan manfaat mengenai aktivitas belajar.
  • Membuat rencana belajar untuk gagasan, keterampilan dan konsep baru.
  • Menganalisa dan memakai pengalaman di kehidupan nyata untuk bahan referensi belajar.
  • Menggunakan akses teknologi terkini untuk sarana dan referensi belajar.
  • Mengomandoi diskusi sebagai sarana untuk menghasilkan solusi.
  • Memanfaatkan sumber pengetahuan dari orang-orang yang berpengalaman dalam suatu bidang.
  • Mengetahui sebab-sebab pendukung dalam kesuksesan belajar.

Dengan memahami poin-poin di atas aktivitas belajar bisa dilaksanakan dengan maksimal. Sebab dengan beberapa poin di atas siswa bisa tahu “belajar cara belajar” atau learning how to learn, siswa bisa lebih efisien dalam menyerap ilmu pengetahuan.

Lihat juga: Minat Belajar

Pengembangan Metakognisi dalam Pembelajaran

Indikator Metakognitif

Karena pengaruh metakognisi dalam kesuksesan belajar yang sangat besar, maka usaha untuk membuat belajar bisa lebih maksimal adalah dengan memberikan pengetahuan dan informasi tentang metakognisi.

Program yang bisa dilaksanakan pengajar agar metakognisi bisa diterima oleh peserta didik dalam aktivitas belajar mengajar ada beberapa poin, berikut diantaranya (Taccasu Project, 2008).

Rencana Belajar yang Sesuai

Siswa bisa terbantu dalam merencanakan belajar yang cocok dengan dirinya, seperti:

    • Memotivasi siswa agar bisa memperhatikan cara berpikir dan belajar dirinya.
    • Sebagai panduan siswa dalam membuat rencana terbaik dalam belajar.
    • Siswa bisa memperhitungkan informasi yang muncul dalam pembelajaran selanjutnya, karena telah membaca dan mempelajari sebelumnya.
    • Memandu siswa agar terbiasa dalam membuat pertanyaan.
    • Membimbing siswa cara yang baik dalam menyampaikan ilmu pengetahuan yang baik.

Panduan untuk Siswa

Memandu siswa dalam pembelajaran untuk agar bisa bersikap baik.

Membangun kontrol diri dan kebiasaan mandiri

Membangun kebiasaan kontrol diri dan mandiri dapat dilaksanakan dengan: 1. Menganalisa cara belajar yang paling sesuai dengan diri siswa contohnya cara kinestetik, induktif, deduktif, audio atau visual. 2. Memperhatikan dan mengembangkan kapabilitas dalam belajar contohnya adalah (menulis, manajemen waktu, membaca dan menemukan solusi). 3. Menggunakan ruang dan model belajar secara maksimal dan bermacam-macam secara variatif saat di kelas dengan menggunakan metode diskusi, praktik, membuat grup belajar, ceramah dan permainan)

Membangun kebiasaan berpikir baik dan positif

Cara membangun kebiasaan positif bisa dengan cara: 1. membangun rasa harga diri dan rasa percaya diri siswa, 2. Menganalisa misi dari belajar dan belajar menikmati kegiatan belajar.

Membangun kebiasaan berpikir hirarkis

Membangun kebiasaan berpikir hirarkis bisa dilakukan dengan cara: 1. Dapat menentukan tujuan dan menemukan solusi dari sebuah persoalan. 2. Bisa mengkoneksikan setiap konsep yang ada dalam pengetahuan baru.

Membangun kebiasaan bertanya

Kebiasaan bertanya bisa dibangun dengan cara: 1. Menganalisa gagasan dan konsep yang sesuai dengan fakta. 2. Menciptakan motivasi belajar. 3. Memfokuskan pada pengamatan saat pembelajaran.

Pembangunan dan mengembangkan metakognisi dalam belajar mengajar bisa dilaksanakan dari mulai kegiatan yang sederhana hingga kegiatan yang kompleks.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Pendidikan 4.0

Ginanjar Adhi
3 min read

Pendidikan Inklusif

Harisah Anis
3 min read

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

2 Replies to “Metakognitif”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *