Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Standar Penilaian Pendidikan

1 min read

Standar Penilaian Pendidikan

Penilaian pendidikan adalah metode menghimpun dan memproses data untuk memutuskan hasil belajar yang diperoleh siswa. Penilaian belajar siswa dilakukan berlandaskan parameter yang telah diputuskan oleh pihak berwenang pada pendidikan nasional.

Standar penilaian pendidikan merupakan parameter yang berdasarkan pendidikan nasional untuk menilai hasil belajar siswa dengan menggunakan sistem dan prosedur tertentu.

Prinsip Penilaian

Standar Penilaian Kurikulum 2013

Berikut merupakan prinsip yang bisa dilakukan untuk menilai hasil  belajar siswa pada tingkat pendidikan menengah dan dasar:

  1. Valid, merupakan cara menilai berlandaskan informasi yang sesuai dengan kapabilitas yang diukur.
  2. Objektif, merupakan cara menilai berlandaskan pada sistem dan standar yang jelas. Dan jauh dari subjektivitas penilai.
  3. Adil, merupakan cara menilai dengan seimbang tanpa menambah atau mengurangi sebuah hasil. Ini hampir berkaitan dengan prinsip penilaian objektif.
  4. Terpadu, yaitu cara menilai dengan seimbang, luas dan dalam. Penilaian ini berkaitan dengan aktivitas pembelajaran.
  5. Terbuka, yaitu cara menilai yang sesuai dengan parameter, prosedur dan dasar penilaian dan bisa diketahui oleh semua pihak yang terlibat di dalam proses pembelajaran.
  6. Konsisten dan komprehensif, yaitu cara menilai oleh yang melibat setiap komponen kompetisi dengan memakai banyak metode penilaian yang pas. Ini bertujuan agar siswa bisa diamati dengan baik dalam setiap peningkatan yang diraih.
  7. Sistematis, yaitu cara menilai dengan tekun dan terencana sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  8. Berdasarkan standar, yakni cara menilai yang berlandaskan pada penilaian yang sesuai dengan kompetensi.
  9. Akuntabel, yakni cara menilai bertanggung jawab dari berbagai aspek. Mulai dari teknik, sistem dan prosedur.

Teknik dan Instrumen Penilaian

Dalam menghasilkan penilaian hasil belajar pada siswa, guru atau pengajar akan memakai banyak metode agar penilaian yang dihasilkan bisa tepat. Diantaranya adalah dengan metode tes, investigasi, memberikan tugas individu dan grup.

Terdapat metode lain yang bisa digunakan sesuai dengan sifat kompetensi dan kapabilitas seorang siswa. Berikut beberapa teknik diantaranya:

  • Menguji dengan cara lisan, tulis, praktik hingga performa.
  • Teknik peninjauan atau pengamatan yang dilaksanakan di dalam dan di luar aktivitas pembelajaran.
  • Teknik memberikan tugas individu atau grup belajar dalam bentuk PR (pekerjaan rumah) dan proyek.

Media penilaian hasil belajar yang bisa dipakai guru untuk menghasilkan sebuah standar penilaian:

  • Substansi, merupakan bahan kompetensi yang akan dinilai.
  • Konstruksi, merupakan syarat teknis yang cocok untuk dipakai untuk memenuhi parameter yang berlaku.
  • Bahasa, merupakan pemakaian komunikasi yang baik agar peserta didik bisa berkembang.

Media penilaian yang bisa dipakai pada sebuah lembaga pendidikan bisa berupa ujian sekolah yang telah disesuaikan dengan esensi, substansi dan kompetensi yang telah ditetapkan.

Kesimpulan 

Nilai pada sebuah mata pelajaran sangatlah penting bagi sebuah lembaga pendidikan sehingga membuat mereka terpicu untuk menciptakan sebuah parameter penilaian agar peserta didik bisa diketahui kapabilitasnya.

Parameter tersebut sudah termuat pada Standar Penilaian Pendidikan Permendikbud Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 pada Standar Penilaian Pendidikan.

Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *