Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Standar Penilaian Pendidikan

3 min read

Standar Penilaian Pendidikan

Standar penilaian pendidikan merupakan parameter yang berdasarkan pendidikan nasional untuk menilai hasil belajar siswa dengan menggunakan sistem dan prosedur tertentu. Agar lebih jelas berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian

Nilai merupakan sesuatu yang merujuk pada standar, apakah sebuah tindakan baik atau buruk, bisa juga bisa diterjemahkan sebagai kualitas pada entitas tertentu.

Dalam bahasa Inggris, terminologi penilaian itu sendiri adalah evaluation (evaluasi), merupakan suatu istilah yang sering dijumpai oleh kalangan pendidik. Tujuan dari evaluasi itu sendiri adalah untuk mengetahui program, pengajaran, pelatihan yang dilakukan berjalan baik atau belum.

Sementara pendidikan adalah setiap upaya, daya, pengaruh dan bantuan yang diberikan secara sadar dan terencana dalam menghadirkan proses pembelajaran, agar siswa secara aktif bisa mengembangkan bakatnya dalam hal kecerdasan, kepribadian, spiritual dan keterampilan untuk kebutuhan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Landasan hukum dari Standar Penilaian Pendidikan itu sendiri adalah peraturan menteri ini. Bahwa pengertian dari Standar Penilaian Pendidikan adalah standar tentang tujuan, lingkup, kegunaan, mekanisme, instrumen, prinsip dan prosedur penilaian hasil siswa yang dipakai sebagai landasan dalam penilaian hasil belajar siswa pada pendidikan dasar dan menengah.

Fungsi Penilaian

Fungsi dari standar penilaian itu sendiri ada lima, ini berdasar pada pernyatan (Jihad, 2012:56), berikut di antaranya:

Fungsi Formatif

Evaluasi yang dilaksanakan pada saat pembelajaran bisa memberikan beberapa data dan informasi untuk guru dan siswa. Bagi guru informasi yang didapat bisa menjadi sarana evaluasi agar pembelajaran bisa lebih baik dan bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan.

Fungsi Sumatif

Sumatif adalah evaluasi dari hasil belajar yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran. Bisa dilakukan pada tengah semester, akhir semester dan akhir tahun pengajaran.

Fungsi Diagnostik

Merupakan evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa. Pelaksanaan fungsi ini bisa dilakukan pada saat pembelajaran atau pada akhir pembelajaran.

Fungsi Selektif

Evaluasi yang berkaitan dengan fasilitas yang digunakan dalam pembelajaran. Ini berguna untuk mengetahui fasilitas mana yang bisa digunakan dalam pembelajaran atau fasilitas mana yang harus diperbaiki, ditambah atau diperbaharui.

Fungsi Motivasi

Merupakan evaluasi yang bertujuan agar siswa atau guru bisa semangat dalam pembelajaran.

Prinsip Penilaian

Standar Penilaian Kurikulum 2013

Berikut merupakan prinsip yang bisa dilakukan untuk menilai hasil  belajar siswa pada tingkat pendidikan menengah dan dasar:

  1. Valid, merupakan cara menilai berlandaskan informasi yang sesuai dengan kapabilitas yang diukur.
  2. Objektif, merupakan cara menilai berlandaskan pada sistem dan standar yang jelas. Menilai dari data fakta yang ada tanpa tendensi atau kecenderungan dan jauh dari subjektivitas penilai.
  3. Adil, merupakan cara menilai dengan seimbang tanpa menambah atau mengurangi sebuah hasil. Ini hampir berkaitan dengan prinsip penilaian objektif.
  4. Terpadu, yaitu cara menilai dengan seimbang, luas dan dalam. Penilaian ini berkaitan dengan aktivitas pembelajaran yang berlanjut dan berkesinambungan.
  5. Terbuka, yaitu cara menilai yang sesuai dengan parameter, prosedur dan dasar penilaian dan bisa diketahui oleh semua pihak yang terlibat di dalam proses pembelajaran.
  6. Konsisten dan komprehensif, yaitu cara menilai setiap komponen kompetisi dengan memakai banyak metode penilaian yang sesuai dan relevan. Ini bertujuan agar siswa bisa diamati dengan baik dalam setiap peningkatan yang diraih.
  7. Sistematis, yaitu cara menilai dengan urut, tekun dan terencana sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  8. Berdasarkan standar, yakni cara menilai yang berlandaskan pada penilaian yang sesuai dengan kompetensi.
  9. Akuntabel, yakni cara menilai bertanggung jawab dari berbagai aspek. Mulai dari teknik, sistem dan prosedur.

Teknik dan Instrumen Penilaian

Aspek yang dinilai dalam sebuah pembelajaran adalah: Pertama, pada saat proses belajar, yakni seluruh keberlangsungan belajar yang dilaksanakan belajar siswa. Kedua hasil belajar siswa, yakni terlaksananya setiap keahlian dasar mulai dari kognitif, psikomotor dan afektif.

Dalam menghasilkan penilaian hasil belajar pada siswa, guru atau pengajar akan memakai banyak metode atau instrumen agar penilaian yang dihasilkan bisa tepat. Diantaranya adalah dengan instrumen/metode tes, investigasi, memberikan tugas individu dan grup.

Instrumen Penilaian

Terdapat instrumen yang bisa digunakan agar kompetensi dan kapabilitas seorang siswa bisa diketahui. Berikut diantaranya:

    • Instrumen Tes, yakni dengan memberikan ulangan harian, tugas grup, ulangan blok, kuis, pertanyaan lisan, tugas mandiri hingga tugas grup belajar dalam bentuk PR (pekerjaan rumah) dan proyek.
    • Instrumen Non-tes, yakni mulai dari pengamatan, melakukan survei, catatan harian, daftar cek atau absen dan skala sikap.

Cara Membuat Instrumen Penilaian

Langkah ini merupakan pernyataan dari (Jihad, 2012: 72-23). Pada tahap awal adalah pengembangan dan menetapkan detail, ini bisa berupa uraian yang mengacu pada karakteristik yang harus ada. Ini berisi mengenai aktivitas yang terdiri dari:

    1. Menentukan Tujuan.
    2. Membuat Kisi-kisi, dalam membuat kisi-kisi ada beberapa tahap yakni: Menciptakan daftar kompetensi dasar, menentukan indikator, & menentukan jenis, bentuk dan jumlah soal.
    3. Menentukan jenis instrumen, terdapat beberapa hal yang perlu digaris bawahi  dalam menentukan jenis instrumen atau materi pembelajaran, yakni: Apakah merupakan konsep dasar, apakah merupakan materi kompetensi dasar berkesinambungan dan apakah materi yang diperlukan bisa untuk menguasai bidang lain?

Media penilaian hasil belajar yang bisa dipakai guru untuk menghasilkan sebuah standar penilaian:

    • Substansi, merupakan bahan kompetensi yang akan dinilai.
    • Konstruksi, merupakan syarat teknis yang cocok untuk dipakai untuk memenuhi parameter yang berlaku.
    • Bahasa, merupakan pemakaian komunikasi yang baik agar peserta didik bisa berkembang.

Media penilaian yang bisa dipakai pada sebuah lembaga pendidikan bisa berupa ujian sekolah yang telah disesuaikan dengan esensi, substansi dan kompetensi yang telah ditetapkan.

Kesimpulan 

Nilai pada sebuah mata pelajaran sangatlah penting bagi sebuah lembaga pendidikan sehingga membuat mereka terpicu untuk menciptakan sebuah parameter penilaian agar peserta didik bisa diketahui kapabilitasnya.

Parameter tersebut sudah termuat pada Standar Penilaian Pendidikan Permendikbud Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 pada Standar Penilaian Pendidikan.

Peraturan Menteri Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan

Referensi

Jihad Asep. (2012). Evaluasi Pembelajaran, Yogyakarta: Multi Pressindo.
JUANDI AGI. (2019) STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *