Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Model Pembelajaran NHT

2 min read

Model Pembelajaran NHT

Bila sebuah pembelajaran mengalami kebosanan dan stagnasi maka guru wajib untuk memutar otak agar sebuah pembelajaran bisa dinamis kembali. Dengan menerapkan model Numbered Head Together (NHT) mungkin bisa menjadi solusi.

Pengertian

Model pembelajaran NHT adalah suatu teknik yang mengharuskan siswa untuk mengutarakan ide dengan cepat, model ini didasari oleh teori belajar konstruktivisme. Pembelajaran NHT akan mengembangkan siswa untuk saling berkomunikasi.

Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dikembangkan oleh Spencer Kagan dan merupakan salah satu kategori dari model pembelajaran kooperatif.

Walaupun identik dengan pendekatan pembelajaran tetapi hal yang diterapkan oleh NHT adalah penekanan pemakaian sistem yang ditujukan untuk mengmbangkan pola interaksi siswa.

NHT mengharuskan siswa untuk berkolaborasi dalam grup untuk memperoleh pemahaman terhadap suatu materi dengan tujuan agar grup bisa berkembang bersama.

Setiap anggota ditanamkan untuk bertanggung jawab terhadap kemajuan suatu grup sehingga setiap siswa bisa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran dan semangat belajar siswa pun muncul.

Tujuan

Terdapat tiga poin yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan NHT ini, yakni:

  • Kesadaran tentang perbedaan, siswa bisa menerima dan sadar akan perbedaan pikiran, agama, suku, ras dalam ruang kelas.
  • Mata pelajaran akademik sistematis, kemampuan siswa bisa berkembang cepat dalam menyelesaikan tugas akademik.
  • Meningkatkan social skill, siswa akan berkembang dalam kemampuan social skill mereka.

Apa itu social skill disini adalah kemampuan untuk berinteraksi, berteman dan bergaul dengan orang lain. Dalam lingkup ruang kelas kemampuan ini bisa berupa aktif bertanya, bisa mengungkapkan ide secara baik, bisa bekerja sama dalam grup dan lain-lain.

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran NHT

Penerapan ini berlandaskan pada teori Kagen yakni membuat grup belajar, diskusi materi, dan saling tukar jawaban antar grup.

Dan ini merupakan langkah-langkah atau sintaks model pembelajaran NHT yang didasarkan pada Ibrahim (200: 29). Terdapat enam sintak yang harus dilalui yakni:

Persiapan

Pada langkah awal ini guru merancang dan menyediakan sebuah materi dengan skenario pembelajaran dan LKS yang cocok untuk NHT.

Pembuatan Grup Belajar

Tahap kedua ini guru membuat grup belajar yang disesuaikan dengan pembelajaran ini, yaitu dengan cara memecah siswa kelas kedalam grup beranggotakan 3 hingga 5 siswa. Setiap siswa dalam grup akan diberikan nomor oleh guru.

Pemberian nomor ini berbeda-beda dalam satu grup dan disesuaikan dengan jumlah dalam grup. Setiap grup terdiri dari beragam jenis siswa dari mulai kelas sosial, agama, gender dan tingkat prestasi. Tujuan dari pembuatan grup belajar ini dilakukan untuk hasil nilai awal sebagai acuan dalam memutuskan prestasi siswa dalam grup.

Fasilitas buku

Pada tahap ini setiap grup diharuskan untuk memiliki buku panduan atau paket yang disediakan sekolah atau guru. Fasilitas buku ini bermanfaat untuk siswa dalam menemukan solusi dari materi yang disiapkan oleh guru.

Diskusi Grup Belajar

Dalam langkah ini guru akan memberikan fasilitas materi, buku paket dan lembar kerja siswa untuk dipahami siswa. Dalam grup belajar ini siswa diminta untuk berpikir secara kolektif agar setiap siswa bisa paham materi yang diberikan secara solid sehingga saat diberi pertanyaan oleh guru bisa menjawab. Pertanyaan yang diberikan kepada siswa bisa beragam dari tipe umum dan khusus.

Kuis dan Tugas

Langkah ini adalah dengan cara menyebut nomor yang sebelumnya telah diberikan kepada siswa, setiap siswa yang memiliki nomor sama dan grup berbeda akan ditunjuk dan menjawab pertanyaan yang telah disediakan.

Kesimpulan dan Evaluasi

Guru akan menuntun siswa dalam memperoleh kesimpulan dan evaluasi dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Setelah melalui tahap diatas maka guru akan memberikan hadiah agar semangat siswa dalam belajar akan meningkat.

Kelebihan dan Manfaat Model NHT

Kelebihan

Setelah melihat beberapa penjelasan dan langkah dari model pembelajaran ini, bisa dilihat esensi dan keunggulannya. Untuk menguraikan kelebihan dari pembelajaran NHT ini dapat dilandaskan pada pendapat Hill dalam Tyrana yakni:

  1. Siswa bisa memperoleh pemahaman yang solid.
  2. Motivasi belajar siswa akan meningkat.
  3. Nilai Siswa dalam pelajaran akademik akan meningkat.
  4. Meningkatkan keterampilan sosial (social skill).
  5. Rasa saling memiliki antar teman akan muncul.
  6. Jiwa sosial dan leadership siswa akan berkembang.
  7. Melahirkan rasa tenggang rasa dan toleransi.
  8. Bisa untuk menanamkan sifat rasa ingin  tahu kepada siswa.
  9. Level kepercayaan diri siswa akan meningkat.
  10. Pola pikir siswa tentang mempelajari sesuatu akan positif.

Manfaat Model Pembelajaran NHT

Setelah menguraikan sisi kelebihan model pembelajaran NHT, kini akan dijelaskan sisi manfaat pembelajaran ini yang berlandaskan pada penjelasan Lundgren di Ibrahim (200: 18) yakni:

  1. Materi yang disampaikan guru bisa dipahami siswa dengan solid.
  2. Perselisihan antar siswa akan menurun.
  3. Akal budi dan perasaan akan meningkat dalam pertemanan dan lingkungan sekitar.
  4. Absensi siswa dalam menghadiri mata pelajaran akan meningkat.
  5. Bisa menerima perbedaan antar siswa di kelas.
  6. Bisa meningkatkan siswa dalam menghargai diri dan orang lain.
  7. Prestasi siswa dalam akademik akan meningkat.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas pembelajaran Numbered Head Together sangat disarankan bila lingkungan kelas terjadi stagnasi dan pasif. Karena pembelajaran ini akan mengembangkan interaksi siswa sehingga mereka bisa aktif satu sama lain.

Siswa pasif biasanya terjadi ketika terbentuknya kelas baru, ini disebabkan siswa masih janggung dengan yang lain. Jadi pembelajaran NHT sangat cocok untuk mencairkan suasana kelas yang tegang dan pasif.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *