Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Pembelajaran NHT

3 min read

Model Pembelajaran NHT

Bila sebuah pembelajaran mengalami kebosanan dan stagnasi, maka guru wajib untuk memutar otak agar sebuah pembelajaran bisa dinamis kembali. Dengan menerapkan model Numbered Head Together (NHT) mungkin bisa menjadi solusi agar kelas dan pembelajaran bisa lebih hidup.

Pengertian

Model pembelajaran NHT adalah suatu teknik yang melibatkan siswa untuk mendengar dan berbicara serta bekerjasama dalam grup untuk mengutarakan jawaban atau ide dengan cepat dan spontan ketika guru memberikan pertanyaan kuis.

Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) didasari oleh teori belajar konstruktivisme dan dikembangkan oleh Spencer Kagan. Pembelajaran NHT akan mengembangkan siswa untuk saling berkomunikasi dan merupakan salah satu kategori dari model pembelajaran kooperatif.

Walaupun identik dengan pendekatan pembelajaran tetapi hal yang diterapkan oleh NHT adalah penekanan pada pemakaian sistem yang ditujukan untuk pengembangan pola interaksi siswa.

NHT mengharuskan siswa untuk berkolaborasi dalam grup. Ini bertujuan agar siswa bisa memperoleh pemahaman terhadap suatu materi, sehingga setiap anggota bisa berkembang bersama dengan selaras.

Setiap anggota ditanamkan untuk bertanggung jawab terhadap kemajuan grup sehingga setiap siswa bisa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran dan semangat belajar siswa pun bisa muncul.

Tujuan

Terdapat tiga poin yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan NHT, yakni:

  • Kesadaran tentang perbedaan, siswa bisa menerima dan sadar akan perbedaan pikiran, agama, suku, ras dalam ruang kelas.
  • Berpikir secara cepat dan sistematis akan berkembang, selain itu keterampilan siswa dalam menyelesaikan tugas akademik juga akan menjadi lebih meningkat.
  • Meningkatkan social skill, siswa akan berkembang dalam kemampuan social skill mereka terutama bergaul dengan teman sekelas.

Apa itu social skill? Maksudnya adalah kemampuan siswa untuk berinteraksi, berteman dan bergaul dengan orang lain.

Dalam lingkup ruang kelas kemampuan ini bisa berupa aktif bertanya, bisa mengungkapkan ide secara baik, bisa bekerja sama dalam grup dan lain-lain.

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT

Model pembelajaran NHT menurut para ahli

Penerapan ini berlandaskan pada teori Kagen yakni membuat grup belajar, diskusi materi, dan saling tukar jawaban antar grup.

Bagaimana Cara Menerapkannya?

    • Bagilah siswa menjadi grup yang terdiri dari empat hingga lima orang dan beri masing-masing siswa nomor dari satu sampai empat atau lima.
    • Ajukan pertanyaan atau masalah kepada kelas.
    • Mintalah siswa membuat grup untuk memikirkan pertanyaan yang telah diajukan tersebut dan untuk memastikan bahwa setiap siswa dalam grup memahami dan bisa memberikan jawaban.
    • Ajukan pertanyaan dan panggil nomor secara acak.
    • Siswa dengan nomor yang telah dipanggil akan mengangkat tangan, dan menjawab pertanyaan untuk grupnya.

Dan ini merupakan langkah-langkah atau sintaks model pembelajaran NHT yang didasarkan pada Ibrahim (200: 29). Terdapat enam sintak yang harus dilalui yakni:

Persiapan

Pada langkah awal ini guru merancang skenario pembelajaran dan menyediakan sebuah materi yang cocok untuk NHT, yang berasal dari buku atau LKS.

Pembuatan Grup Belajar

Tahap kedua, guru akan membuat grup belajar yang disesuaikan dengan pembelajaran NHT, yaitu dengan cara memecah siswa kedalam grup yang beranggotakan 3 hingga 5 siswa. Setiap siswa dalam grup akan diberi  nomor unik oleh guru.

Pemberian nomor ini berbeda-beda dalam satu grup dan disesuaikan dengan jumlah dalam grup. Setiap grup terdiri dari beragam jenis siswa yang berbeda mulai dari perbedaan kelas sosial, agama, gender hingga tingkat prestasi.

Fasilitas buku

Pada tahap ini setiap grup diharuskan untuk memiliki buku panduan atau buku paket yang disediakan sekolah atau guru. Fasilitas buku ini bermanfaat untuk siswa dalam menemukan solusi dari materi yang telah disiapkan oleh guru.

Diskusi Grup Belajar

Dalam langkah ini guru akan memberikan fasilitas materi, buku paket dan lembar kerja siswa. Dalam grup belajar ini siswa diminta untuk berpikir secara kolektif, sehingga pemahaman bisa tercapai secara solid.

Ini bertujuan agar saat guru mengajukan pertanyaan bisa dijawab dengan mudah. Pertanyaan yang diberikan kepada siswa bisa beragam dari tipe umum ke khusus.

Kuis dan Tugas

Langkah ini memiliki tata cara dengan menyebut nomor yang sebelumnya telah diberikan kepada siswa. Setiap siswa yang memiliki nomor sama dan grup berbeda akan ditunjuk dan menjawab pertanyaan yang telah disediakan.

Kesimpulan dan Evaluasi

Guru akan menuntun siswa dalam memperoleh kesimpulan dan evaluasi dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Setelah melalui tahap diatas maka guru akan memberikan hadiah agar semangat siswa dalam belajar bisa meningkat.

Kelebihan dan Manfaat Pembelajaran NHT

Kelebihan

Setelah melihat beberapa penjelasan dan langkah dari model pembelajaran ini, maka kita masuk ke dalam kelebihan dari pembelajaran NHT. Kelebihan ini berasal dari pendapat Hill dalam Tyrana:

  1. Siswa bisa memperoleh pemahaman yang solid.
  2. Motivasi belajar siswa akan meningkat.
  3. Nilai Siswa dalam pelajaran akademik akan meningkat.
  4. Meningkatkan keterampilan sosial (social skill).
  5. Rasa saling memiliki antar teman akan muncul.
  6. Jiwa sosial dan leadership siswa akan berkembang.
  7. Melahirkan rasa tenggang rasa dan toleransi.
  8. Bisa untuk menanamkan sifat rasa ingin  tahu kepada siswa.
  9. Level kepercayaan diri siswa akan meningkat.
  10. Pola pikir siswa tentang mempelajari sesuatu akan positif.

Manfaat Model Pembelajaran NHT

Setelah menguraikan sisi kelebihan model pembelajaran NHT. Kini akan dijelaskan sisi manfaat pembelajaran ini yang berlandaskan pada penjelasan Lundgren di Ibrahim (200: 18) yakni:

  1. Materi yang disampaikan guru bisa dipahami siswa dengan solid.
  2. Perselisihan antar siswa akan menurun.
  3. Akal budi siswa akan meningkat.
  4. Absensi siswa dalam menghadiri mata pelajaran akan meningkat.
  5. Bisa menerima perbedaan antar siswa di kelas.
  6. Bisa meningkatkan siswa dalam menghargai diri dan orang lain.
  7. Prestasi siswa dalam akademik akan meningkat.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas pembelajaran Numbered Head Together sangat disarankan bila lingkungan kelas terjadi stagnasi dan pasif. Karena pembelajaran ini akan mengembangkan interaksi siswa sehingga mereka bisa aktif satu sama lain.

Timbulnya kelas pasif biasanya terjadi ketika terbentuknya kelas baru atau terdapat sesuatu yang baru di mana hal tersebut membutuhkan adaptasi, ini disebabkan siswa masih canggung dengan yang lain.

Jadi pembelajaran NHT sangat cocok untuk mencairkan suasana kelas yang tegang dan pasif.

Referensi

Barton (2005). “Turning Grouphate into competent communication: Shared Governance and the small group classroom”. North Dakota Journal of Speech & Theatre.
Rothwell (2004). “Instruction based on cooperative learning”. Handbook of Research on Learning and Instruction.
Keyton Harmon Frey (1996). “Grouphate: Implications for Teaching Group Communication”. Instructional Development

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *