Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Model Pembelajaran Terpadu

4 min read

Model Pembelajaran Terpadu menurut tokoh

Berdasarkan pernyataan guru besar UMS Solo Prof. Dr. Sri Anitah Wiryawan, M.Pd. pembelajaran terpadu atau kurikulum terpadu (integrated curriculum) merupakan sebuah pendekatan yang menghubungkan kurikulum dengan mata pelajaran yang terpencar-pencar

Pengertian

Secara umum model pembelajaran terpadu adalah pendekatan pembelajaran yang menyertakan beberapa materi pelajaran agar siswa mendapatkan sebuah pengalaman yang berfaedah.

Salah satu tujuan dari pembelajaran terpadu adalah agar materi pelajaran bisa menjadi terintegrasi dan berlangsung secara harmonis.

Pembelajaran terpadu sendiri pada tahap implementasinya memilih fokus pada pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan perkembangan siswa.

Manfaat

Manfaat dari pembelajaran dan pendekatan terpadu adalah siswa bisa termotivasi untuk bekerja sama, baik secara mandiri maupun grup (kelompok). Selain itu model pembelajaran terpadu juga bisa membuat siswa untuk menginvestigasi sesuatu, merencanakan, eksplorasi dan brainstorming (curah pendapat).

Dalam aktivitasnya pembelajaran terpadu memfokuskan pada penyatuan (integrasi). Ini bertujuan agar dalam menjelajahi topik, konsep, tema dan objek bisa sesuai dengan fakta/peristiwa yang orisinal.

Sejatinya pembelajaran terpadu merupakan kurikulum agar siswa bisa lebih tahu dalam memaknai pembelajaran dengan lebih baik, terutama pada pemaknaan dunia nyata. Ini juga memberikan pengertian kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran yang ada itu nyambung satu dengan yang lain. Dan semua ilmu pengetahuan itu saling mendukung dan saling terkait.

Cermati juga: Pembelajaran Tematik

Karakteristik Pembelajaran Terpadu

Berdasarkan pemaparan Margaretha dan Hilda Karli (2002:15), pembelajaran terpadu memiliki beberapa ciri/karakteristik, di antaranya adalah:

  • Holistik, Maksud dari holistik adalah pembelajaran yang dilaksanakan harus menyeluruh dari segi apa yang akan dipahami dan dimengerti.
  • Bermakna, merupakan pembelajaran yang mengutamakan pada kegunaan konsep yang dipelajari, sehingga siswa mampu memecahkan masalah yang ada di dunia nyata.
  • Aktif, pembelajaran yang mengutamakan keaktifan siswa dalam pembelajaran, sehingga siswa bisa memotivasi dirinya untuk belajar.

Selain itu terdapat juga pendapat dari Tim Litbang PGSD (1977:7), bahwa pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki sifat (student centered) atau berpusat pada siswa.
  • Bisa menyuguhkan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik (direct experiences).
  • Pemisahan setiap materi yang akan diajarkan tidak terlalu jelas.
  • Memiliki perilaku, sifat flexible.
  • Mempresentasikan konsep dari bermacam-macam bidang pelajaran pada proses pembelajaran.
  • Hasil pembelajaran bisa meningkat sejalan dengan motivasi dan kebutuhan peserta didik.

Rencana dan Penerapan Model Pembelajaran Terpadu

Berdasarkan cara mengkombinasikan topik, teori, konsep, cara penerapannya. Model pembelajaran ini memiliki sepuluh cara dalam penerapan dan rencananya. Kesepuluh cara ini diutarakan oleh ahli Robin Fogarty (1991):

Model Penggalan (Fragmented)

Model penggalan merupakan kombinasi yang dilakukan dalam satu mata pelajaran. Contohnya adalah ketika menerapkan pelajaran matematika, materi pembelajaran menambah, mengurangi, kali dan membagi tergabung dalam satu pembelajaran yakni pembelajaran berhitung.

Ketika aktivitas pembelajaran tersebut berlangsung, poin-poin dari materi pembelajaran yang sudah diurai tersebut dipecah dalam jam yang berbeda. Pada model penggalan ini bisa sangat efektif untuk pengulangan materi agar siswa bisa lebih memahami dan mendalami materi.

Fragmented

    • Cirinya adalah memisahkan materi pelajar ke dalam poin-poin terkecil.
    • Misalnya: Materi bahasa Indonesia keterampilan berbahasa, nantinya akan dipecah menjadi berbicara, menulis menyimak serta membaca dan dilaksanakan pada jam yang berbeda.

Model Keterhubungan (Connected)

Pada model ini guru akan melakukan inovasi pada kurikulum untuk memadukan materi satu dengan materi lainnya, keterampilan satu dengan lainnya, satu konsep dengan konsep lainnya, aktivitas satu dengan aktivitas lainnya secara jelas pada sebuah dan mata pelajaran yang utuh.

Contoh penerapan dalam pembelajaran ini adalah saat guru menghubungkan konsep matematika dengan konsep pajak, memulai bisnis dan menabung.

Connected

    • Cirinya adalah mengelompokkan poin-poin pembelajaran dalam satu kategori yang saling terhubung.
    • Misalnya: poin-poin pembelajaran seperti: trigonometri, aljabar, aritmatika dan logika merupakan tergabung/terkelompokan dalam pelajaran matematika.
    • Cocok digunakan untuk sekolah dasar (SD).

Model Sarang (Nested)

Model ini adalah penggabungan dari berbagai rupa dari sebuah konsep keterampilan dengan cara penerapan pada aktivitas pembelajaran. Contohnya adalah pada jam pelajaran guru akan memusatkan aktivitas pembelajaran pada penguasaan penghitungan, perkalian dan pembagian, selanjutnya guru akan mendorong siswa untuk membayangkan dari mulai daya pikir analisis hingga imajinasi.

Keterampilan berpikir logis dan analisis ini dikembangkan dengan berimajinasi untuk menyelesaikan sebuah masalah. Pastikan siswa sudah bisa memahami pada tahap penerapan ini.

Nested

    • Merupakan perpaduan disiplin ilmu seperti keterampilan sosial, berpikir, mengorganisasi pada satu pelajaran.
    • Keunggulan dari nested adalah penggabungan keterampilan yang berfokus pada strategi berpikir, isi pelajaran, keterampilan sosial sehingga pembelajaran bisa berkembang dan bisa berfokus pada isi pelajaran.

Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)

Model sequenced ini akan mengantarkan siswa dalam topik yang berurutan secara paralel (berbeda). Contohnya adalah pada cerita sejarah, guru akan memandu siswa dari ceramah menceritakan sejarah itu terbentuk, menilik kehidupan sosial pada sejarah yang diceritakan hingga isi pikiran masyarakat. Tema bisa digabungkan pada waktu pelajaran yang sama.

Sequenced

    • Cirinya adalah guru bisa membuat topik secara runtut sesuai dengan topik yang akan dibahas.
    • Kelebihan dari sequenced adalah guru bisa memprioritaskan topik yang relevan tanpa harus berpaku pada buku paket yang tersedia.

Model Bagian (Shared)

Pada model ini guru akan mengkombinasikan pembelajaran dengan cara overlapping, yaitu sebuah gagasan pembelajaran dengan menyampaikan dua materi atau lebih. Poin penting dari pembelajaran Matematika bisa dikombinasikan dengan Fisika dan Kimia. Sehingga poin-poin yang ada didalamnya bisa saling terkait dan melengkapi.

Shared

    • Merupakan perpaduan dua mata pelajaran yang memiliki disiplin ilmu berbeda, tetapi memiliki beberapa bagian yang mirip.
    • Kelebihan yang bisa didapat adalah siswa bisa mendapatkan ilmu lebih dari yang dibayangkan, karena disiplin tersebut bisa terkait satu dengan yang lainnya.

Model Jaring Laba-laba (Webbed)

Ini merupakan model yang paling sering digunakan dan umum dipakai oleh guru. Model ini sangat berbeda dengan tematis yang biasa dipakai dalam proses pembelajaran. Pada model ini keterkaitan topik bisa terhubung dengan aktivitas pembelajaran satu dengan yang lainnya.

Webbed

    • Pada awal pembelajaran ini guru akan memilih topik utama yang selanjutnya menentukan sub-tema yang akan dipelajari.
    • Sangat sesuai digunakan untuk sekolah dasar (SD)
    • Langkah dari Webbed itu sendiri adalah:
      • Memilih topik (diskusi guru dan siswa).
      • Menentukan kompetensi dasar
      • Mengenalkan topik secara menyeluruh.
      • merancang kegiatan belajar mengajar dan kegiatan yang bisa menghubungkan topik dengan kompetensi: pengetahuan, sikap dan keterampilan
      • Mengkoneksikan  dengan setiap kegiatan.

Model Galur/ Benang (Threaded)

Model benang ini adalah pengkombinasian macam-macam keterampilan. Contohnya adalah melaksanakan pengukuran dan prediksi pada sebuah fenomena pada cerita atau cerpen, dan bisa memperhitungkan peristiwa pada cerita.

Threaded

    • Merupakan pembelajaran yang berfokus pada keterampilan berpikir dan keterampilan sosial.
    • Model threaded ini berpusat apa yang dinamakan meta-curriculum.
    • Kelebihan dari pembelajaran ini adalah siswa bisa mengerti cara mereka belajar secara mandiri.

Model Keterpaduan (Integrated)

Pada model ini bisa dibilang model yang mengkombinasikan sebuah tema dari materi yang berbeda, namun fungsi atau kegunaan memiliki kedalaman tema yang sama pada bagian tertentu. Tema fakta yang tadinya dikhususkan seperti sejarah, sosiologi, ekonomi dan geografi bisa dicakup pada satu mata pelajaran umum yakni IPS (ilmu pengetahuan sosial).

Model Celupan/Terbenam (Immersed)

Model terbenam ini digunakan agar siswa bisa terbantu dalam menyeleksi dan mengkombinasikan segala pengetahuan dan pengalaman yang ada ke dalam kehidupan.

Immersed

    • Merupakan model yang memadukan pembelajaran yang disukai siswa, sehingga siswa bisa bertukar informasi dan pengalaman.
    • Model ini sangat cocok diterapkan pada pendidikan menengah hingga tinggi.

Model Jaringan (Networked)

Pada model networked ini siswa akan memadukan segala pembelajaran yang ada ke dalam bentuk imajinasi dan probabilitas. Hal ini digunakan untuk merubah konsep dan pembuatan solusi sesudah siswa melaksanakan penelitian langsung di lapangan.

Ini difungsikan agar siswa bisa membuat dan menyeragamkan antara teori tertulis dengan fakta asli di lapangan. Sehingga akan ada penyesuaian dan muncul sintetis (teori) baru.

Networked

    • Merupakan integrasi pembelajaran yang mencari alternatif kemungkinan dengan tujuan untuk memecahkan masalah, mengubah konsep dan juga pemberian keterampilan baru bagi siswa.
    • Menanamkan kepada siswa bahwa belajar adalah proses terus menerus dan timbal balik dilakukan agar tercipta pemahaman.
Baca juga: Tupoksi Guru

Kesimpulan

Pendidik yang profesional ada baiknya harus memiliki tindakan yang kreatif dalam melakukan proses pembelajaran. Dengan model pembelajaran terpadu ini diharapkan siswa lebih nyaman dan ceria dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Sehingga pembelajaran bisa lebih bermakna.

Sebab belajar adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang. Dan sikap ingin tahu merupakan fitrah dari setiap manusia. Seperti halnya pembelajaran dengan keterpaduan pembelajarannya. Maka pembelajaran bisa dimulai dengan lebih baik karena dengan tidak terpencarnya pengetahuan, pembelajaran bisa berjalan dengan lebih efektif.

Referensi

Fogarty, Robin. (1991). How to Integrated the Curricula. Palatine, Ilinois: IRI/ Skylight Publishing, Inc.
Drs. Asep Herry Hernawan, M.Pd.Dra. Novi Resmini, M.Pd. Konsep Dasar dan Model-model Pembelajaran Terpadu.
Resmini, Novi, dkk. (1996). Penentuan Unit Tema dalam Pembelajaran Terpadu. Malang: IKIP Malang.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *