Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Model Pembelajaran Terpadu

2 min read

Model Pembelajaran Terpadu menurut tokoh

Berdasarkan guru besar UMS Solo Prof. Dr. Sri Anitah Wiryawan, M.Pd. kurikulum terpadu merupakan sebuah pendekatan yang memadukan antara kurikulum dengan mata pelajaran yang terpencar-pencar.

Pengertian

Sementara model pembelajaran terpadu adalah pengelolaan pembelajaran yang memakai mata pelajaran agar pembelajaran bisa menjadi satu dan berlangsung secara harmonis. Terminologi pembelajaran dan kurikulum terpadu dalam penerapannya bisa saling bergantian.

Manfaat

Manfaat dari pembelajaran dan pendekatan terpadu ini siswa bisa termotivasi untuk bekerja sama baik secara mandiri maupun grup (kelompok). Selain itu model pembelajaran terpadu juga bisa membuat siswa untuk bisa bekerja untuk investigasi, merencanakan, eksplorasi dan brainstorming (curah pendapat).

Dalam aktivitasnya pembelajaran terpadu memfokuskan pada penyatuan (integrasi). Ini bertujuan untuk menjelajahi topik, konsep, tema dan objek yang adalah fenomena, asumsi fakta dan peristiwa yang orisinal.

Sejatinya pembelajaran terpadu merupakan kurikulum agar siswa bisa lebih tahu dan memaknai pembelajaran dengan lebih baik dan berkaitan dengan dunia nyata. Ini juga memberikan pengertian kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran yang ada itu nyambung satu dengan yang lain. Dan semua ilmu pengetahuan itu saling mendukung dan saling terkait.

Simak juga: Tupoksi Guru

Rencana dan Penerapan Model Pembelajaran Terpadu

Berdasarkan cara mengkombinasikan topik, teori, konsep, cara penerapan dan skill-nya. Model pembelajaran ini memiliki sepuluh cara dalam penerapan dan rencananya. Berikut adalah rencana dan pengembangan yang dilengkapi dengan panduan atau penjelasannya. Kesepuluh cara ini diutarakan oleh ahli Robin Fogarty (1991):

Model Penggalan (Fragmented)

Model penggalan merupakan kombinasi yang dilakukan dalam satu mata pelajaran. Contohnya adalah ketika menerapkan pelajaran matematika, materi pembelajaran menambah, mengurangi, kali dan membagi tergabung dalam satu pembelajaran yakni pembelajaran berhitung.

Ketika aktivitas pembelajaran tersebut berlangsung, poin-poin dari materi pembelajaran yang sudah diurai tersebut dipecah dalam jam yang berbeda. Pada model penggalan ini bisa sangat efektif untuk pengulangan materi agar siswa bisa lebih memahami dan mendalami materi.

Model Keterhubungan (Connected)

Pada model ini guru akan melakukan inovasi pada kurikulum untuk memadukan materi satu dengan materi lainnya, keterampilan satu dengan lainnya, satu konsep dengan konsep lainnya, aktivitas satu dengan aktivitas lainnya secara jelas pada sebuah dan mata pelajaran yang utuh.

Contoh penerapan dalam pembelajaran ini adalah saat guru menghubungkan konsep matematika dengan konsep pajak, memulai bisnis dan menabung.

Model Sarang (Nested)

Model ini adalah penggabungan dari berbagai rupa dari sebuah konsep keterampilan dengan cara penerapan pada aktivitas pembelajaran. Contohnya adalah pada jam pelajaran guru akan memusatkan aktivitas pembelajaran pada penguasaan penghitungan, perkalian dan pembagian selanjutnya guru akan mendorong siswa untuk mengimajinasikan dari mulai daya pikir analisis hingga imajinasi.

Keterampilan berpikir logis dan analisis ini dikembangkan dengan berimajinasi dengan menyelesaikan sebuah masalah. Pastikan siswa sudah bisa memahami pada tahap penerapan ini.

Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)

Model sequenced ini akan mengantarkan siswa dalam topik yang berurutan secara paralel (berbeda). Contohnya adalah pada cerita sejarah, guru akan memandu siswa dari ceramah menceritakan sejarah itu terbentuk, menilik kehidupan sosial pada sejarah yang diceritakan hingga isi pikiran masyarakat. Tema bisa digabungkan pada waktu pelajaran yang sama.

Model Bagian (Shared)

Pada model ini guru akan mengkombinasikan pembelajaran dengan cara overlapping sebuah gagasan dengan dua materi atau lebih. Poin penting dari pembelajaran Matematika bisa dikombinasikan dengan Fisika dan Kimia. Sehingga poin-poin yang ada didalamnya bisa saling terkait dan melengkapi.

Model Jaring Laba-laba (Webbed)

Ini merupakan model yang paling sering digunakan dan umum dipakai oleh guru. Model ini sangat berbeda dengan tematis yang biasa dipakai dalam proses pembelajaran. Pada model ini keterkaitan topik bisa terhubung dengan aktivitas pembelajaran satu dengan yang lainnya.

Model Galur/ benang(Threaded)

Model benang ini adalah pengkombinasian macam-macam keterampilan. Contohnya adalah melaksanakan pengukuran dan prediksi pada sebuah fenomena pada cerita atau cerpen, dan bisa memperhitungkan peristiwa pada cerita.

Model threaded ini berpusat apa yang dinamakan meta-curriculum.

Model Keterpaduan (Integrated)

Pada model ini bisa dibilang model yang mengkombinasikan sebuah tema dari materi yang berbeda, namun fungsi atau kegunaan memiliki kedalaman tema yang sama pada bagian tertentu. Tema fakta yang tadinya dikhususkan seperti sejarah, sosiologi, ekonomi dan geografi bisa dicakup pada satu mata pelajaran umum yakni IPS (ilmu pengetahuan sosial).

Model Celupan/Terbenam (Immersed)

Model terbenam ini digunakan agar siswa bisa terbantu dalam menyeleksi dan mengkombinasikan segala pengetahuan dan pengalaman yang ada ke dalam kehidupan. Dalam model ini memanfaatkan dalam saling memberi pengetahuan dan pengalam sangat dibutuhkan dalam aktivitas pembelajaran.

Model Jaringan (Networked)

Pada model networked ini siswa akan memadukan segala pembelajaran yang ada ke dalam bentuk imajinasi dan probabilitas. Hal init digunakan untuk merubah konsep dan pembuatan solusi sesudah siswa melaksanakan penelitian langsung di lapangan.

Ini difungsikan agar siswa bisa membuat dan menyeragamkan antara teori tertulis dengan fakta asli di lapangan. Sehingga akan ada penyesuaian dan akan muncul sintetis (teori) baru.

Kesimpulan

Pendidik yang profesional ada baiknya harus memiliki tindakan yang kreatif dalam melakukan proses pembelajaran. Dengan model pembelajaran terpadu ini diharapkan siswa lebih nyaman dan ceria dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Sehingga pembelajaran bisa lebih bermakna.

Sebab belajar adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang. Dan sikap ingin tahu merupakan fitrah dari setiap manusia. Seperti halnya pembelajaran dengan keterpaduan pembelajarannya. Maka pembelajaran bisa dimulai dengan lebih baik karena dengan tidak terpencarnya pengetahuan, pembelajaran bisa berjalan dengan lebih efektif.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *