Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Model Addie

4 min read

langkah model desain pembelajaran addie

Selama beberapa tahun terakhir, pendidik dan instruktur pelatihan telah memakai model Desain Instruksional ADDIE (ID) sebagai kerangka kerja dalam merencanakan dan mengembangkan suatu pendidikan dan pelatihan.

Metode ADDIE atau yang bisa disingkat (Analysis Design Development  Implementation dan Evaluations) ini awalnya adalah konsep interaksional yang di khususkan untuk Angkatan Darat AS di tahun 1949, kemudian dikembangkan oleh Dick & Carry (1996). Berikut pemaparan mengenai apa itu model ADDIE.

Pengertian

Model Addie adalah akronim dari lima tahap proses pengembangan: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. ADDIE sangat bergantung pada setiap tahap yang dilaksanakan dalam urutan tersebut, meskipun begitu fokus dari model ini adalah pada refleksi dan iterasi (pengulangan).

Model ADDIE bisa memberikan kemudahan pendidik dan instruktur pelatihan untuk merancang kurikulum jenis apapun, terlepas dari metode pembelajaran yang dipakai.

Penjelasan dari proses pengembangan dalam model ADDIE itu sendiri adalah: analisis merupakan masukan untuk sistem; sedangkan desain, pengembangan & evaluasi adalah prosesnya, sementara implementasi adalah hasilnya.

Lihat juga: Blended Learning

Tahapan atau Langkah Pengembangan Model ADDIE

model addie dikembangkan oleh Dick and Carry (1996)

Langkah dari desain pembelajaran ADDIE terdiri dari 5 sesi. Berikut di antaranya:

Analysis (Analisis)

Analisis merupakan elemen pengumpulan data mengenai apa saja kebutuhan yang diperlukan. Di sini guru atau instruktur pelatihan akan mengumpulkan setiap informasi yang mungkin bisa mereka kumpulan sebelum mempertimbangkan ke proses selanjutnya.

Dalam analisis terdapat pertanyaan yang umumnya ditanyakan (FAQ), berikut diantaranya:

    1. Apa yang peserta didik perlukan untuk merampungkan pada akhir program belajar mengajar?
    2. Diantara keterampilan, perilaku, pengetahuan dan sikap? apa yang sebenarnya dimau peserta didik dalam aktivitas pembelajaran?
    3. Bagaimana tentang asal usul semua siswa dalam pembelajaran mulai dari usia, jenis kelamin, agama, level pengetahuan, latar belakang budaya, dan pengalaman?
    4. Faktor apa saja yang harus dievaluasi, ditambah dan dikategorikan dari strategi pembelajaran yang telah digunakan?
    5. Apa pokok utama dari tujuan instruksional?
    6. Model apa yang dicintai peserta didik agar bisa membentuk lingkungan pembelajaran yang kondusif dan nyaman?
    7. Apakah sumber dari mulai fasilitas teknis maupun sumber manusia telah tersedia dengan cukup dan ideal?

Design (Desain)

Desain adalah tahap cetak biru di mana instruktur pelatihan atau guru akan membuat spesifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk penyelesaian. Pada tahap ini guru atau instruktur pelatihan akan menulis:

    • Tentukan tujuan pembelajaran
    •  Buat garis besar Materi
    •  Kembangkan Materi
    •  Petakan kerangka waktu untuk setiap kegiatan
    •  Pilih metode penilaian

Pada langkah desain ini berhubungan tentang memutuskan target, alat penilaian, isi, latihan dan analisis yang berhubungan dengan tujuan, strategi dan materi pembelajaran. Tahap desain dilaksanakan secara terstruktur dan mendetail.

Pada langkah desain ini terdapat ada pertanyaan yang sering ditanyakan, di antaranya adalah:

    1. Media yang dipakai saat pembelajaran layaknya Video, Grafis dan Audio. Apakah berasal dari peserta didik atau dari pendidik?
    2. Saat pembelajaran dimulai sumber yang akan diperlukan sangatlah banyak. Apakah sumber yang ada sudah terpenuhi agar pembelajaran sampai pada tujuan pembelajaran yang telah disusun?
    3. Saat aktivitas pembelajaran sedang berproses apakah perilaku interaktif, kolaboratif dan individu akan berjalan?
    4. Pendekatan apa yang akan diimplementasikan selama pembelajaran? Apakah behavioristik, humanistik?
    5. Bagaimana pembagian atau manajemen waktu setiap pembelajaran dilakukan?
    6. Skill kognitif apa saja yang akan diberikan kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran bisa tercapai?
    7. Apakah pendidik mempunyai metode untuk mengukur apa yang sudah diraih peserta didik?
    8. Cara apa yang digunakan untuk memilih kompetensi yang sesuai dengan kemauan peserta didik?
    9. Prosedur apa yang akan dirancang agar pendidik bisa memperoleh feedback dari peserta didik dari hasil materi yang telah disampaikan?
    10. Bagaimana menyusun aktivitas pembelajaran yang bisa membuat minat belajar siswa berkembang? Apakah pendidik akan menentukan macam yang berbeda-beda atau memilih jenis medianya?

Development (Pengembangan)

Pada langkah pengembangan atau development ini akan dilaksanakan penciptaan dan perpaduan isi materi yang telah dibuat pada langkah desain. Pada tahap ini guru atau instruktur pelatihan akan membuat storyboard, penulisan isi materi dan pembuatan grafis yang dibutuhkan.

Ini dilakukan agar pertanyaan yang ada di bawah ini bisa terjawab.

    1. Apakah pendidik menciptakan materi pembelajaran tepat waktu?
    2. Pada lingkungan peserta didik apakah ada sebuah tim untuk mengerjakan bahan materi? Apakah ada peserta didik yang bekerja dengan efisien dan efektif pada sebuah grup atau kelompok?
    3. Apakah peserta didik terlibat sesuai dengan keahliannya?
    4. Materi yang telah dibuat apakah digunakan untuk tugas peserta didik?

Implementation (Implementasi )

Tahap ini adalah saat guru atau instruktur pelatih mempresentasikan dan mengajarkan materi kepada pelajar. Di sini guru akan memperhatikan reaksi siswa terhadap materi yang telah dirancang dari tahap-tahap sebelumnya, apakah metode yang dibuat telah berhasil atau tidak.

Implementasi untuk pelajar terdiri dari penyampaian materi dari kurikulum, tujuan pembelajaran, model presentasi dan metode pengujian.

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini di antaranya adalah penyampaian materi, menyiapkan instrumen atau alat pendukung dan perencanaan/evaluasi lebih lanjut jika terjadi kendala yang bersifat teknis. Ini bertujuan agar kendala atau masalah yang ada bisa cepat teratasi.

Cara yang bisa dilakukan agar kendala bisa diketahui adalah dengan berbincang dengan pelajar dan melihat reaksi pelajar. Dengan mengetahui kendala tersebut, maka guru bisa menetapkan program alternatif yang bisa dilaksanakan.

Berikut merupakan beberapa pertanyaan sering muncul ketika implementasi dilaksanakan:

    1. Apa reaksi peserta didik setelah apa yang diungkapkan pendidik selama pembelajaran? Apakah peserta didik terlihat semangat, senang, ceria dan tertarik?
    2. Dari hasil yang telah diukur setelah pembelajaran? Apakah peserta didik terlihat bisa menguasai materi dengan cepat dan apakah peserta didik membutuhkan bantuan?
    3. Apa cara yang bisa dilakukan ketika terjadi masalah dalam pembelajaran? Apa yang akan dilakukan pendidik ketika pembelajaran tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan?
    4. Jika terjadi masalah teknis yang tidak diduga, apakah pendidik mempunyai rencana cadangan?
    5. Tujuan dari implementasi apakah untuk skala besar atau kecil?
    6. Saat grup belajar peserta didik memperoleh materi, apakah mereka bisa bekerja secara mandiri atau membutuhkan panduan?

Evaluations (Evaluasi)

Evaluasi dipakai untuk mengukur seberapa baik pelajar memenuhi tujuan yang telah ditetapkan.Terdapat dua tahap evaluasi yang terdiri dari evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.

Evaluasi bersifat formatif ini memiliki peranan penting yang bersifat multidimensional. Evaluasi dilaksanakan ketika langkah implementasi diterapkan dengan pertolongan pendidik dan peserta didik.

Selanjutnya evaluasi sumatif dilaksanakan dalam rangka agar pembelajaran bisa ada perbaikan. Rancangan seluruh langkah evaluasi harus dilaksanakan agar masalah yang ada bisa terselesaikan dan tujuan pembelajaran telah terpenuhi dengan baik dan benar.

Kesimpulan

Dengan adanya penerapan desain sistem model pembelajaran ADDIE, seorang guru & instruktur akan terdorong dan terbantu dalam membuat sebuah tujuan, rencana dan program pembelajaran yang baik, menarik, efektif dan efisien.

Model ADDIE ini bisa membuat setiap pembelajaran bisa lebih dinamis, sebab setiap tahap terdapat proses evaluasi yang menjadikan pembelajaran bisa diperbaiki dan berkembang lebih baik dari sebelumnya.

Setiap hasil yang dilalui merupakan tahap awal bagi tahap selanjutnya, berikut merupakan kesimpulan utuh dari setiap langkah yang dilalui.

  1. Langkah analisis merupakan fondasi dari langkah yang akan dijalankan. Pada tahap ini akan dilaksanakan analisis front-end atau pengukuran tampilan dari keperluan pembelajaran. Keperluan pembelajaran diantaranya adalah menentukan tujuan, menganalisis sifat peserta didik. Selanjutnya menilai hasil yang akan diraih termasuk menyusun tugas yang harus dikerjakan. Hasil dari langkah analisis adalah bahan awal agar bisa memulai tahap desain (selanjutnya).
  2. Langkah Desain (rancangan). Pada sesi ini yang harus dilakukan adalah menciptakan rancangan struktur dari konten pembelajaran.
  3. Langkah pengembangan pada sesi ini aktivitas yang dilakukan adalah menciptakan konten berupa teks, visual, animasi, audio dan gambar.
  4. Langkah implementasi, pada sesi ini akan diadakan presentasi pembelajaran yang dilakukan di laboratorium atau kelas. Jadi pada sesi ini akan diadakan praktek dari apa yang telah dikembangkan di sesi sebelumnya.
  5. Langkah terakhir ini yang mana merupakan evaluasi adalah sesi dimana efektifitas dan efisiensi dari sesi belajar mengajar ini dinilai dan diuji untuk diperbaiki. Langkah yang biasa ditempuh dalam evaluasi adalah evaluasi formatif atau sumatif yang terdiri dari investigasi, interview dan daftar pertanyaan.

Referensi

Piskurich, G.M. (2006). Rapid Instructional Design: Learning ID fast and right.
Ed Forest: The ADDIE Model: Instructional Design, Educational Technology

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *