Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Pembelajaran STEAM

2 min read

Pendidikan atau Pembelajaran STEM

Pendidikan atau pembelajaran STEAM pada masa sekarang ini sedang menjadi bahan pembicaraan, karena model pembelajaran ini akan diimplementasikan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia. Lebih lanjut STEAM sendiri itu artinya atau singkatan dari Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Teknik) Art (Seni) dan Math (Matematika). Beberapa pendapat ada yang mengurangi Art di dalamnya, sehingga menjadi STEM saja.

Pengertian

STEAM adalah sebuah pendekatan atau model pembelajaran yang memadukan empat disiplin ilmu secara harmonis untuk melengkapi dan sebagai dasar dari model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Empat disiplin ilmu tersebut diantaranya adalah sains, teknologi, teknik dan matematika.

Setiap komponen dari disiplin ilmu STEAM bila dipadukan, khususnya pada pembelajaran bisa membuat siswa memecahkan sebuah masalah dengan baik dan efektif. Mulai dari masalah pelajaran akademik maupun masalah di luar (dunia nyata). Tentu dengan cara yang lebih tajam, dalam dan luas.

Seperti Halnya apa yang telah dijelaskan oleh Torlakson, tentang keempat disiplin ilmu dari STEAM. Diantaranya adalah:

Sains (science)

Pada sains, siswa akan disuguhi sebuah ilmu pengetahuan mengenai aturan, hukum, teori konsep yang sudah ditetapkan pada alam. Dimana hukum alam bisa dipelajari secara empiris yang bersifat objektif.

Teknologi (technology)

Pada teknologi, siswa akan diberi sebuah keterampilan untuk memahami alat yang digunakan untuk mempermudah segala permasalahan yang ada.

Selain itu siswa juga akan dibekali cara membuat alat tersebut dan bagaimana memperoleh ide untuk mengetahui sebuah permasalahan bisa dikerjakan secara lebih efisien.

Teknik (engineering)

Pada bagian teknik, siswa akan diberi sebuah cara untuk merancang sebuah sistem seperti prosedur dan aturan untuk merampungkan sebuah masalah.

Matematika (math)

Pada matematika, siswa akan diajari mengenai korelasi antara besaran, ruang dan angka yang digunakan untuk membuat argumen secara rasional dan logis tanpa harus ada fakta empiris.

Perpaduan dari setiap elemen yang ada pada STEAM bisa membuat proses pembelajaran lebih padat dan esensial. Karena dengan pembelajaran STEAM, siswa akan terlatih dalam setiap tindak tanduknya atau karakternya, yang mana dengan sains siswa akan bisa mengimplementasi pengetahuan pada sebuah keterampilan alat pada teknologi. Teknologi nantinya akan digunakan untuk membuat atau mendesain sesuatu. Dilanjutkan dengan teknik bisa dipakai untuk menyusun cara secara runtut. Dan matematika bisa dipakai untuk menganalisis dan mendapatkan pemecahan masalah.

Dengan pembelajaran STEAM, siswa akan lebih mudah menyelesaikan masalah dalam hidupnya mulai dari permasalahan akademik hingga dunia nyata. Selain itu pembelajaran STEAM juga bisa menanamkan sebuah pola pikir pada siswa untuk selalu berprioritas pada solusi, inovasi (pencipta), membentuk kemandirian, berpikir rasional logis dan paham teknologi.

Manfaat

(1). Manfaat model pembelajaran STEAM bisa diketahui dari kegunaanya untuk menjawab tantangan zaman yang serba cepat. Karena apabila pembelajaran ini diimplementasikan, siswa kedepannya akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan zaman.

Karena dengan dasar sains dan matematika saja siswa bisa mengejar ilmu atau keterampilan yang nantinya ingin mereka capai atau inginkan.

Dengan ilmu atau keterampilan yang bisa mereka raih maka untuk mendapatkan pekerjaan atau memproduksi sesuatu akan jauh lebih mudah. Tentu juga harus ada skill lain yang perlu diasah pada zaman sekarang ini seperti critical thinking, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah dan literasi digital.

(2). Selain itu dengan memanfaatkan pembelajaran STEAM, guru atau lembaga pendidikan akan membantu kemajuan sistem pendidikan Indonesia.

Karena dengan penerapan pembelajaran STEAM, kita akan meninggalkan cara berpikir dan pembelajaran LOTS yang lebih cenderung untuk menghafal daripada pembelajaran HOTS yang lebih berpusat pada pemecahan masalah.

Ini juga didukung oleh penemuan Becker dan Park (2011) bahwa dengan memanfaatkan pembelajaran STEAM siswa akan lebih terlatih dari segi psikomotorik, kognitif dan afektif.

Langkah-langkah atau Sintaks Pembelajaran STEAM

Pada pembelajaran STEAM sesungguhnya tidak ada langkah-langkah atau biasa bernama sintaks. Ini disebabkan STEAM bukanlah sebuah model pembelajaran.

Namun lebih pada pendekatan, dimana alur yang biasa digunakan untuk pendekatan STEAM ini adalah dengan terminologi EDP yakni Engineering Design Process yang artinya adalah teknik mendesain proses (aktivitas membuat karya).

Pada perkembangannya EDP mempunyai banyak perkembangan oleh para pakar. Namun EDP mempunyai alur yang lebih umum, diantaranya adalah:

  • Rumusan masalah.
  • Mendesain pemecahan masalah.
  • Menciptakan dan mengembangkan model.
  • Memakai model.
  • Evaluasi.
  • Komunikasi dan melakukan refleksi.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

    • Bisa membuat siswa lebih bisa mengandalkan cara berpikir.
    • Wawasan siswa menjadi luas.
    • Siswa lebih mudah menyelesaikan berbagai masalah.
    • Siswa mampu berpikir kritis yang mana merupakan dasar dari bekal untuk menghadapi abad 21.
    • Kolaborasi atau kerjasama bisa membuat siswa bisa lebih efektif.
    • dsb.

Kekurangan

Meskipun kekurangan merupakan surjektif tapi dengan adanya pembelajaran STEAM, bisa membuat siswa cenderung kurang menghargai mata pelajaran lain seperti musik, sastra, bahasa, tulisan dll.

Kesimpulan

Lebih lanjut STEAM merupakan jawaban dari pembelajaran apa yang pantas untuk bisa menantang zaman dan bergerak maju secara dinamis. Secara dalam apa yang terkandung dalam STEAM merupakan dasar untuk bisa terus beradaptasi pada zaman sekarang.

Karena bahasa dan matematika merupakan dasar dari segala hal. Untuk bisa lebih memahami teori lain yang bisa dikembangkan bisa mengunjungi artikel taksonomi bloom dan teori belajar.

Sumber: https://stem.id/, stemlearning.org.au/models-of-stem/

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *