Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Teori Belajar

2 min read

Teori Belajar

Sebelum melakukan tindakan tentu membutuhkan sebuah teori. Teori merupakan landasan agar setiap implementasi berjalan lurus dan tidak melenceng dari apa yang telah ditetapkan. Ini berlaku juga dengan belajar, belajar tidak hanya dilakukan secara sporadis tanpa tujuan. Untuk itu mari kita simak tentang apa itu teori belajar.

Pengertian Teori dan Belajar

Ketika membahas mengenai sebuah teori, umumnya orang-orang menyimpulkan bahwa teori merupakan suatu gagasan, pemahaman yang telah dibuktikan dan diuji oleh para ahli dan ilmuwan.

Penjelasan mengenai teori itu sendiri adalah sebuah instrumen yang didalamnya terkandung mengenai konsep, prinsip, struktur dan gagasan yang memiliki satu atau lebih keterkaitan dengan yang lain. Karena sifat teori bisa dianalisis, dibuktikan, dipelajari dan diuji maka teori menjadi sebuah entitas yang dinamis.

Sedangkan belajar adalah upaya/aktivitas secara mandiri dan sadar dari individu yang bertujuan untuk transformasi dari tidak bisa menjadi bisa, dari bodoh menjadi pintar.

Belajar merupakan aktivitas yang berlangsung selamanya, tidak hanya pada saat sekolah namun juga saat di kehidupan sehari-hari dan lingkungan masyarakat. Aktivitas belajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan informasi namun belajar juga merupakan cara untuk memahami sesuatu baik itu bersifat abstrak maupun konkret.

4 Teori Belajar

Pada psikologi pendidikan, arti dari pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang mempertemukan antara emosional, psikomotor, kognitif serta wilayah yang saling mempengaruhi untuk mendapatkan peningkatan dan pengalaman. Atau menciptakan perubahan dari sebuah pengetahuan, nilai, keterampilan dan perspektif (sudut pandang). Pendapat di atas merupakan hasil olah pikir dari (Illeris, 2000; Ormorod, 1995).

Belajar yang merupakan aktivitas yang memiliki keutamaan untuk memiliki tujuan tentang apa yang terjadi dan berlangsung. Ini bisa dimudahkan dengan berbagai macam instrumen yang telah dijelaskan oleh para ahli. Instrumen tersebut merupakan teori belajar, teori belajar itu sendiri adalah usaha untuk mendeskripsikan cara dan bagaimana suatu individu bisa belajar, sehingga mampu mendapatkan dan memahami suatu pengetahuan secara komprehensif (luas) dan radikal (dalam).

Berikut merupakan aliran atau macam dari teori belajar beserta penjelasannya yang merupakan buah dari para ahli dan digunakan oleh para ahli mulai dari filosof, guru hingga psikolog:

Teori Belajar Kognitif

Definisi dari kognitif merupakan berpikir,  maksudnya adalah aktivitas memahami dan memikirkan setiap kondisi dari sikap dan tingkah laku dilakukan. Jika teori ini dihubungkan pada pembelajaran maka teori belajar kognitif merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan berpikir. Mulai berpikir secara individu maupun grup yang nantinya bisa untuk merubah pandangan, sikap dan tingkah laku.

Terdapat karakteristik dari pembelajaran kognitif, yakni pada aktivitasnya lebih menekankan pemahaman daripada mengingat, dalam pembelajaran sering menggunakan soal untuk memecahkan masalah. Ini adalah pemaparan lengkap teori belajar kognitif.

Teori Belajar Konstruktivistik

Secara etimologi sendiri dalam kandungan teori ini terdapat kata konstruktif yang berarti membangun. Pada implementasi pembelajarannya teori ini memiliki esensi bahwa informasi atau pengetahuan merupakan suatu yang harus dibangun oleh siswa secara bertahap.

Pengetahuan bisa diperoleh melalui pengalaman yang dilakukan pada saat belajar. Manfaat dari teori ini sendiri siswa bisa melakukan sebuah keputusan dalam memperoleh ide dan menyelesaikan masalah. Selengkapnya bisa dilihat di teori belajar konstruktivistik.

Teori Belajar Behavioristik

Teori yang memiliki arti tingkah laku ini merupakan teori belajar yang berfokus pada pemberian ulangan atau ujian pada pembelajaran untuk memahami tingkah laku yang sesuai dengan pengetahuan yang diperoleh.

Jika teori ini dihubungkan pada saat pembelajaran, maka tingkah laku merupakan rujukan utama pada hasil belajar. Baca detailnya di tautan ini teori belajar behavioristik.

Teori Belajar Humanistik

Seperti yang kita tahu pada teori ini terkandung kata human atau manusia. Maka Teori ini berfokus pada cara untuk memanusiakan manusia. Bila dilihat pada pembelajaran teori ini bertujuan untuk meningkatkan potensi yang ada pada setiap siswa.

Pada teori ini hasil yang dituju dan parameter bahwa pembelajaran sukses adalah bila siswa bisa memahami dirinya dan lingkungan sekitar. Teori belajar ini berupaya untuk memahami setiap sikap belajar dari perspektif subjektif. Informasi yang bagus tentang teori belajar humanistik.

Teori Belajar Gestalt

Ini merupakan percabangan dari teori belajar kognitif yang diutarakan oleh psikolog asal Jerman bernama Max Wertheimer. Dia berpendapat bahwa terdapat 5 hukum yang bisa diterapkan pada aktivitas pembelajaran (usia muda). Diantaranya adalah perilaku, pengalaman, belajar yang berfaedah, transfer dan prinsip dalam belajar.

Kesimpulan

Teori belajar merupakan alat untuk meraih tujuan yang akan dicapai dari aktivitas belajar. Dengan beraneka ragamnya teori belajar, ini bisa membuat setiap aktivitas belajar yang ingin dicapai bisa lebih efektif. Teori belajar bisa dianalogikan sebagai alat, misal kita ingin melintasi laut menggunakan perahu, ingin melintasi udara menggunakan pesawat.

Begitu pula dengan teori belajar, dengan beraneka ragamnya teori belajar maka setiap belajar bisa lebih bermakna dan efisien. Tentu hal yang paling krusial adalah cara memilih teori belajar yang cocok untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Agar bisa memilih dengan tepat, maka kami sarankan untuk melihat setiap detail dari teori belajar yang ada di website ini.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *