Teori Belajar Humanistik

10 min read

Teori Belajar Humanistik

Guru yang baik selalu mencari cara untuk meningkatkan cara mengajarnya agar siswa bisa berkembang dengan baik. Teori dan teknik pembelajaran yang berbeda membantu guru terhubung dengan siswa, salah satunya bisa dengan menggunakan teori belajar humanistik. Teori ini berfokus agar siswa bisa seutuhnya bisa menjadi manusia.

Pengertian

Teori belajar humanistik adalah pembelajaran yang memfokuskan pada seorang individu, di mana manusia menjadi pusat utama dalam pembelajaran, teori ini berlandaskan pada belajar yang memanusiakan manusia.

Tujuan utama dari teori humanistik adalah aktualisasi diri pada siswa (manusia). Maksudnya, siswa akan lebih tenang, mampu dan semangat belajar apabila setiap kebutuhannya bisa terpenuhi. Kebutuhan tersebutlah yang menjadi seorang manusia bisa merasa menjadi manusia seutuhnya.

Gagasan tersebut merupakan pemaparan dari Abraham Maslow yang tertuang dalam hierarki kebutuhan, beliau berpendapat bahwa sejatinya manusia secara natural akan berjuang untuk memenuhi kebutuhan ini. Berikut merupakan hierarki kebutuhan Abraham Maslow (urutan):

Hirarki Kebutuhan Manusia Teori belajar Humanisme

Berikut merupakan penjelasan lengkap mengenai hierarki kebutuhan Abraham Maslow, (terdapat opsi untuk merubah subtitle ke bahasa Indonesia):

Cara yang dapat dilaksanakan dalam pengaplikasian teori belajar humanistik adalah dengan membuat lingkungan kelas yang nyaman dan tenang sehingga siswa bisa melakukan aktualisasi diri dengan baik.

Guru dan staf sekolah bisa mengusahakan kebutuhan siswa dengan cara memfasilitasi mereka dengan tempat yang aman dan nyaman serta menyediakan makanan dan motivasi yang mereka perlukan untuk memperoleh kesuksesan belajar.

Guru bisa menyemangati siswa dengan berbagai cara, terlebih guru juga harus memberikan cara untuk siswa agar bisa memotivasi diri mereka sendiri. Sebab motivasi bisa berasal dari internal siswa dan juga eksternal siswa.

Dasar Pendekatan Humanisme

  • Free will: setiap manusia memiliki kemampuan untuk memilih atau menentukan tindakan. Manusia bukan mesin yang sekedar diprogram oleh lingkungan atau dikendalikan oleh dorongan-dorongan yang tidak disadari.
  • Self Image: Dikenal juga sebagai konsep diri: Pandangan kita terhadap kualitas personal diri kita sendiri.
  • Self Evaluation: Disebut juga harga diri: penilaian kita terhadap diri sendiri, sesuai image kita tentang diri kita.
  • Self-Actualization: Pemenuhan/perwujudan potensi seseorang: sifatnya produktif, goal-oriented dan mengembangkan potensi.
  • Frame of Reference: Para humanis biasanya menggunakan empathy untuk memahami dunia dari sudut pandang orang lain.

Karakteristik Teori Humanistik

  • Memprioritaskan perspektif diri pada setiap diri individu.
  • Mendahulukan peningkatan dalam self control.
  • Memfokuskan pada fungsi afektif dan kognitif.
  • Mementingkan adanya pengenalan diri dan self image.
  • Memfokuskan pembelajaran pada tekad dan motivasi pribadi siswa (manusia).
  • Mengutamakan siswa (manusia) sebagai pribadi yang unggul.
  • Memprioritaskan ilmu pengetahuan dasar dan pengalaman.

Prinsip Teori Humanistik

  • Belajar akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bila siswa tahu manfaat belajar itu sendiri.
  • Belajar adalah salah satu sifat alami manusia untuk bertahan hidup.
  • Ketika siswa dikembangkan untuk menjadi manusia yang percaya diri maka mereka otomatis akan menjadi pribadi yang reflektif (mudah introspeksi).
  • Aktivitas belajar akan bisa merubah pemahaman tentang diri peserta didik.
  • Penyesuain dalam belajar akan cepat dipahami bila permasalahan yang ada di luar siswa bisa dikurangi.
  • Peserta didik akan tenang dan mudah memahami dalam belajar ketika lingkungan dalam dan luar dalam keadaan aman.
  • Aktivitas belajar akan menjadi bermakna jika apa yang dipelajari siswa memiliki koneksi dengan kehidupan nyata (sehari-hari).
  • Belajar akan lebih efektif bila siswa langsung mempraktekannya.
  • Hasil yang maksimal akan diraih bila siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.

Penerapan Teori Belajar Humanistik

Penerapan Teori Belajar Humanistik

Dalam prosesnya teori humanistik ini masih susah untuk diuraikan kedalam cara praktis yang sistematis untuk diterapkan. Akan tetapi teori ini memiliki gagasan, konsep, misi dan taksonomi yang bisa membuat guru bisa terbantu dalam meningkatkan mutu manusia.

Ide dari teori belajar ini juga akan menolong guru dalam memutuskan elemen pembelajaran seperti model belajar, misi pembelajaran, pemilihan materi dan ketika melaksanakan evaluasi.

Pada penerapannya guru disini akan menjadi fasilitator, yang mana dalam teori humanistik memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Peka terhadap siswa yang kurang percaya diri dalam belajar sehingga guru akan memberikan motivasi.
  • Guru harus sudah tahu tentang jati diri dan mempunyai self control agar bisa memahami siswa.
  • Guru harus mengetahui sifat-sifat siswa.
  • Guru harus menjadi fasilitator dan mengarahkan dalam memperoleh referensi untuk belajar.
  • Bisa beradaptasi dengan mudah bersama siswa.
  • Menolong siswa untuk bisa mendapatkan kejelasan dalam tugas individu dan juga tugas grup dalam pembelajaran.
  • Guru juga harus mempunyai keterampilan komunikasi yang baik untuk bisa membaur sebagai pembimbing dan sahabat untuk siswa.
  • Pada implementasinya teori ini memfokuskan pada proses daripada hasil, berikut merupakan implementasi dan proses dari teori belajar humanistik:
    • Memformulasikan misi belajar yang jelas.
    • Menumbuhkan perilaku berpikir kritis dan kreatif dan bisa memahami secara sadar dalam pembelajaran.
    • Memotivasi perasaan siswa sehingga mereka bisa belajar secara mandiri.
    • Mencari jalan agar siswa proaktif dalam proses pembelajaran menuntut siswa untuk bisa berkomitmen dalam menegakan kejujuran dan kegembiraan.

Simak juga: Teori Belajar

Kelebihan dan Kekurangan Teori Humanistik

Kelebihan

  • Siswa dengan sendirinya akan termotivasi dan merasa senang dalam belajar.
  • Karena memahami jiwa dan pola pikir siswa, guru akan menerima mereka apa adanya.
  • Siswa memiliki pengetahuan yang bermakna.
  • Teori humanistik memiliki karakter yang memfokuskan pada pengembangan sikap, kepribadian, mental dan analitik.
  • Siswa dalam jangka panjang bisa meraih potensi diri dengan baik.
  • Salah satu ciri kesuksesan penerapan teori belajar humanistik adalah siswa merasa termotivasi dalam belajar
  • Siswa akan mempunya pola pikir dan perasaan halus yang baru.
  • Siswa akan memiliki mental yang kuat dan berkarakter. Menjadi manusia seutuhnya berani, kuat, bebas dan bisa mengontrol kepribadiannya dengan penuh tanggung jawab.
  • Siswa akan lebih inovatif dalam menguasai pembelajaran dengan gampang.

Kekurangan

  • Bagi siswa yang memiliki kecenderungan pasif dan kurang inisiatif dalam belajar akan tertinggal dalam pembelajaran.
  • Penerapan teori belajar akan tersendat bila siswa tidak didukung dengan motivasi dan lingkungan yang baik.
  • Penerapan teori akan susah untuk di aktualisasi dalam bentuk yang lebih efisien.
  • Bagi siswa yang malas untuk mendalami potensi diri akan tertinggal dalam pembelajaran.
  • Implementasi teori humanistik akan membuat siswa cenderung lebih mementingkan diri sendiri.
  • Fungsi guru dalam pertumbuhan karakter siswa akan semakin berkurang.
  • Faktor dari kesuksesan pembelajaran lebih berpengaruh atas tindakan siswa sendiri.

Kesimpulan

Teori belajar humanistik bisa menolong guru untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran pada cakupan yang lebih mendalam dan luas. Ini bisa menjadi terobosan yang efektif untuk guru dalam menguasai arah yang harus dilaksanakan dan langkah untuk meraih tujuan.

Walaupun teori humanistik lebih dekat dengan area bidang psikologi dan filsafat daripada dengan area pendidikan yang mengakibatkan dalam penerapan dan caranya masih susah untuk dijabarkan dan dijadikan lebih taktis dan konkret.

Akan tetapi gagasan dari teori ini sangat bagus dalam rangka meningkatkan kapasitas individu untuk meraih potensi yang lebih unggul.

Ketika pelaksanaan berlangsung, teori humanistik ini lebih mengajak siswa untuk berpikir secara induktif berdasarkan kehidupan nyata dan siswa berperan proaktif dalam aktivitas belajar.

Dari pemaparan yang sudah dikemukakan pada seluruh artikel di atas. Bisa diuraikan beberapa kesimpulan singkatnya, yakni:

  • Teori belajar humanistik merupakan teori yang berlandaskan pada pembelajaran yang memfokuskan cara dan langkah untuk manusia dalam meraih potensi seluas dan sedalam mungkin untuk menjadi manusia seutuhnya.
  • Setelah implementasi dari teori humanistik, siswa dicita-citakan akan mampu menjadi seorang individu yang proaktif, berani, percaya diri, bebas dan memiliki keterampilan self control yang baik tanpa harus melanggar aturan, etika, moral, norma yang berlaku pada lingkungan.
  • Bidang yang diperhatikan dalam teori belajar humanistik adalah progres karakter pada manusia. Berpusat pada pengembangan potensi manusia untuk bisa menemukan kapasitas yang mereka miliki semaksimal mungkin.
  • Dalam penerapan teori Humanisme ini materi dengan karakter pengembangan sikap, mental, kepribadian dan penelitian perilaku sosial sangatlah kompatibel. Karena materi tersebut sangat terkait dengan perubahan manusia.

Bagaimana Teknik Pembelajaran Dapat Digunakan untuk Merancang Gaya Rambut…

Halo semuanya! Apakah Anda ingin tampil beda dengan gaya rambut yang benar-benar mencerminkan kepribadian Anda? Teknik pembelajaran bisa menjadi kunci untuk menciptakan gaya rambut...
Harys Imanulloh
7 min read

Experiential Learning

Pembelajaran adalah kunci bagi perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa. Namun, apakah kita pernah bertanya-tanya apakah ada cara yang lebih efektif dan menyenangkan bagi mereka...
Harys Imanulloh
11 min read

One Reply to “Teori Belajar Humanistik”

  1. wah, ketemu sama blog ini lagi, hasil tulisannya juga bagus. padat berisi. terimakasih infonya mbak harisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *