Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Teori Belajar Kognitif

3 min read

Teori Belajar Kognitif

Teori yang didasari pada aktivitas berfikir dengn kompleks ini dikembangkan pada abad 20. Dengan teori belajar kognitf ini bisa membuat siswa menjadi lebih mudah beradaptasi dengan cara berpikir rumit sehingga mereka akan lebih mudah dalam menyelesaikan problematika hidup dimasa yang akan datang.

Pengertian

Teori belajar kognitif adalah teori belajar yang berpusat dan berfokus pada proses belajar yang memasukan cara berpikir dengan kompleks dalam sistemnya.

Secara etimologi cognitive berakar dari kata cognition yakni kognisi yang berarti penyusunan, perolehan dan pemakaian pengetahuan. Dalam skema berikutnya, arti kognitif menjadi terkait dengan bidang psikologi manusia yang memiliki konsep pembahasan dalam perilaku mental yang meliputi masalah perhatian, pemahaman, keputusan, pemrosesan data, problem solving , analisis, imajinasi, berpikir dan prediksi.

Teori kognitif juga memusatkan pada faktor-faktor dari suatu entitas yang saling terkait pada keseluruhan konteks yang dimaksud. Teori kognitif memiliki dasar bahwa, belajar adalah suatu aktivitas internal yang terdiri dari pemahaman, mengingat, pemrosesan data dan perasaan. Sehingga belajar adalah kegiatan individu di ranah privat untuk berpikir kompleks.

Prinsip-Prinsip Teori Belajar Kognitif

Prinsip Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif memaparkan bahwa belajar dengan memusatkan pada aktivitas berpikir yang rumit (detail) dan sistem yang ada bisa mengubah cara pandang tentang kehidupan.

Teori belajar kognitif difungsikan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah simpel dalam pembelajaran seperti menghafal dan juga menyelesaikan masalah rumit seperti menganalisa.

Dengan begitu teori belajar kognitif memiliki prinsip umum yakni:

  • Aktivitas belajar merupakan perubahan pada sistem mental individu (perilaku)
  • Belajar merupakan aktivitas untuk menguasai materi dari catatan.
  • Langkah-langkah (proses) dalam belajar lebih esensial daripada hasil.
  • Sudut pandang (persepsi) adalah perangkat yang paling berperan dalam tindakan seseorang.
  • Materi pembelajaran yang dikategorikan menjadi bentuk yang lebih kecil dan dipisahkan akan menghilangkan esensi pengetahuan.
  • Belajar merupakan aktivitas privat yang meliputi mengumpulkan data, menghafal, memahami data dan faktor mental lainnya.
  • Kegiatan belajar adalah rangkaian berpikir dengan kompleks.
  • Dalam rangkaian belajar sebaiknya tersusun berdasarkan dari urutan yang paling simpel hingga paling rumit (kompleks)
  • Hal paling esensial dalam pembelajaran adalah pada keaktifan siswa.
  • Variasi latar belakang siswa harus dipahami karena akan sangat menentukan dalam langkah selanjutnya.

Latar Belakang dan Tujuan Teori Belajar Kognitif

Teori ini lahir karena ada rasa belum puas oleh para ahli pendidikan dengan teori-teori sebelumnya dan juga karena adanya sintesis dan melahirkan gagasan teori yang konstruktif.

Pengertian Menurut Para Ahli

Para ahli mengungkapkan bahwa perilaku individu itu dilandasi oleh kognisi, yaitu sebuah perilaku yang dimanfaatkan dari wawasan yang ada di pikiran dan perasaan. Teori belajar kognitif menjelaskan bahwa belajar adalah proses yang terjadi di dalam akal manusia.

Teori di atas sudah dijelaskan oleh Winkel (1996). Belajar adalah sebuah kegiatan akal, mental yang berkomunikasi aktif dengan dunia nyata dan menghasilkan transformasi pada perilaku, kesadaran, nilai dan keterampilan.

Berikut merupakan tujuan dari teori belajar kognitif:

  • Teori ini bisa menciptakan siswa yang mempunyai kapabilitas dalam menemukan solusi dari masalah yang ada.
  • Kurikulum dibuat dengan tujuan agar siswa bisa mengkonstruksi pengetahuan dalam belajar.
  • Siswa dibimbing untuk bisa mencapai potensi terbaiknya untuk bisa aktif dalam aktivitas belajar, terutama pada faktor psikologi.
  • Dalam kegiatan konstruksi pengetahuan siswa, guru diharap bisa menjadi seorang pembimbing, fasilitator dan mediator yang cakap.

Penerapan Teori Belajar Kognitif dalam Pembelajaran

Penerapan Teori Belajar Kognitif dalam Pembelajaran

Ketika pelaksanaan dimulai, teori belajar kognitif akan mengambil gagasan dari tokoh seperti Bruner, Piaget, Gagne, Ausubel. Berikut merupakan rincian umum penerapan teori belajar kognitif.

  • Belajar akan lebih fleksibel, yakni bisa berpusat pada guru bisa juga pada siswa, tapi satu hal yang pasti, siswa dituntut untuk lebih proaktif. Salah satu cara agar siswa bisa proaktif adalah dengan membimbing mereka untuk menemukan manfaat dari apa yang dipelajari. Jadi pelajaran yang akan diberikan siswa harus menarik.
  • Materi dan model pembelajaran menjadi hal yang paling esensial. Dalam memilih materi dan model pembelajaran haruslah disesuaikan dengan jenjang siswa. Kuncinya adalah mencari referensi sebanyak mungkin dan membuat penelitian tentang siswa agar guru bisa memahami siswa dengan baik.
  • Pada saat pembelajaran berlangsung, guru dituntut untuk selalu mencermati progress kognitif siswa. Karena dalam teori belajar kognitif guru harus memberi stimulus kepada siswa untuk berpikir.
  • Ada waktunya proses belajar berpusat pada siswa agar mereka bisa mengenal apa yang diinginkan dalam pembelajaran. Sehingga mereka bisa menilai secara kritis mana yang baik dan buruk ketika memutuskan sebuah tujuan, khususnya tujuan belajar.

Penjelasan di atas merupakan daftar dari penerapan dari teori belajar kognitif.

Meningkatkan Fungsi Kognitif

Setelah melakukan kegiatan agar kognitif seseorang meningkat, ada pula cara agar kognitif seorang pelajar bisa dimaksimalkan dan terawat. Berikut caranya:

Beraktivitas fisik

Berdasarkan seorang peneliti dari Harvard Medical School. Menemukan fakta bahwa dengan melakukan kegiatan fisik secara konsisten dan berkala. Maka perkembangan otak akan meningkat, terutama pada kognitifnya.

Berinteraksi sosial

Dengan melakukan interaksi dengan sesama kita akan ditantang untuk berpikir secara spontan. Hal tersebut karena kita akan melakukan bahasa berupa lisan atau gerak tubuh, hal tersebut selain bisa meningkatkan daya kreativitas juga bisa meningkatkan cara kita untuk menyelesaikan masalah.

Meditasi

Ini merupakan lansiran dari Rutgers University. Menemukan bahwa dengan meditasi 30 hingga 60 menit bisa meningkatkan kognitif dari seseorang. Ini tentu karena setiap jiwa atau mental sangat mempengaruhi akal atau otak. Dengan meditasi jiwa akan tenang dan berpikir akan semakin mudah.

Lihat juga: Teori Belajar

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Teori Belajar Kognitif

Aktivitas dalam belajar akan lebih mandiri dan inovatif. Pada saat teori kognitif diaplikasikan siswa akan secara tidak sadar diharuskan untuk lebih aktif dan kreatif karena siswa tidak hanya pasif duduk diam memperhatikan guru, namun mereka akan menerima pengetahuan sembari memikirkan sebuah gagasan untuk mengimplementasikan pengetahuan tersebut. Secara tidak langsung mereka juga akan berpikir secara independen ketika mereka memperoleh tugas untuk diselesaikan.

Teori kognitif bisa membuat siswa menguasai bahan belajar dengan mudah. Ini karena sistem yang ada pada teori kognitif mengajarkan siswa untuk aktif dalam pelaksanaan belajar. Mereka bisa terpacu karena sudah diajari cara belajar, cara menghafal, memahami dan menyimpan pengetahuan.

Kelemahan Teori Belajar Kognitif

  • Teori ini tidak bisa diaplikasikan di semua jenjang pendidikan.
  • Akan membutuhkan tenaga ekstra bila dilaksanakan pada tingkat atas.
  • Teori tentang intelegensi masih belum rampung dibahas oleh para ahli.

Kesimpulan

Bisa disimpulkan bahwa teori belajar kognitif merupakan teori yang mengharuskan siswa menjadi pusat dalam aktivitas belajar mengajar. Jadi guru berperan sebagai fasilitator dalam memberikan sumber belajar dan bimbingan.

Evaluasi bukan dilihat dari apa yang telah ada tetapi lebih berfokus pada aktivitas yang dijalankan pada kesuksesan siswa dalam mengintegrasikan pengetahuan sebagai misi.

Lebih lanjut Evaluasi juga berperan sebagai penilaian untuk bisa menjangkau secara radikal dan komprehensif dalam kerunutan proses berpikir, sehingga siswa mampu  mengutarakan setiap ide dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Pendidikan 4.0

Ginanjar Adhi
3 min read

Pendidikan Inklusif

Harisah Anis
3 min read

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *