Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Critical Thinking

3 min read

Critical Thinking Adalah

Keterampilan berpikir kritis atau critical thinking merupakan alat atau instrumen yang dipakai manusia agar mereka terlindungi dari dari informasi yang menyesatkan sekaligus menjadi pegangan dalam mengambil keputusan.

Untuk lebih tahu mengenai apa itu critical thinking, berikut pemaparannya.

Pengertian

Berpikir kritis atau sering disebut critical thinking adalah keahlian yang digunakan untuk menyelesaikan, menilai dan melakukan keputusan logis, objektif, berlandaskan data yang diperoleh dan diolah untuk dievaluasi secara sistematis.

Berpikir kritis atau critical thinking adalah keahlian berpikir secara sistematis, logis dan objektif dalam menilai sesuatu atau dalam membuat sebuah keputusan.

Bila diartikan secara jelas pengertian dari berpikir kritis critical thinking adalah alat untuk menganalisis, merekonstruksi dan menganalisis secara logis, objektif, rasional, jelas dan independen.

Berpikir kritis tidak ada kaitanya dengan menyangkal, justru dengan berpikir kritis, individu didorong untuk terbuka dengan setiap kemungkinan dan setiap pandangan.

Karena berpikir kritis menuntut individu untuk selalu reflektif dimana individu harus menguji setiap argumen, sikap dan tindakan yang diperbuat.

Ciri Karakter

Terdapat ciri atau karakter seseorang adalah pengguna critical thinking, di antaranya adalah mempunyai ketekunan, kreativitas, independen, argumentatif, rasa ingin tahu yang tinggi dan memandang permasalahan secara objektif.

Sementara itu berdasarkan pemaparan Wade terdapat karakter pemikir kritis, di antaranya adalah:

  1. Mau memikirkan berbagai sudut pandang atau tafsiran dari setiap individu yang berbeda.
  2. Lebih mengutamakan peritmbangan akal daripada emosional.
  3. Mampu menganalisis suatu masalah yang bias, dari sebuah opini atau pendapat.
  4. Informasi yang didapat akan diuji kebenarannya.
  5. Ketika membuat sesuatu, pemikir kritis mampu menentukan batasan masalah (ruang lingkup).
  6. Terbuka dengan ambiguitas.
  7. Penyederhanan yang sangat berlebihan cenderung dihindari.
  8. Bisa membuat pertanyaan yang sesuai.

Bila suatu individu terbiasa dengan berpikir kritis maka saat mereka mendapati sebuah masalah, mereka akan mencari data yang relevan, mengimplementasikan daya pikir logika, melihat perspektif alternatif, memberi pertanyaan yang esensial, memberikan alasan yang masuk akal, menganalisis setiap asumsi dan mampu memikirkan solusi alternatif bila ada kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Kompetensi Kritis

Ini juga termasuk dalam ciri atau karakter orang yang berpikir kritis. Berikut merupakan kualifikasi orang yang cenderung berpikir kritis:

    1. Menggunakan fakta-fakta secara tepat dan jujur
    2. Mengorganisasikan pikiran dan menggunakannya dengan jelas, logis atau masuk akal
    3. Membedakan antara kesimpulan yang didasarkan pada logika yang valid dengan logika yang tidak valid
    4. Mengidentifikasi kecukupan data
    5. Menyangkal suatu argumen yang tidak relevan dan menyampaikan argumen yang relevan.
    6. Mempertanyakan suatu pandangan dan mempertanyakan implikasi dari suatu pandangan.
    7. Menyadari bahwa fakta dan pemahaman seseorang selalu terbatas
    8. Mengenali kemungkinan keliru dari suatu pendapat dan kemungkinan bias dalam pendapat.

Manfaat Critical Thinking

Pada pembelajaran dan kehidupan, critical thinking sangat diperlukan agar setiap langkah yang dijalani bisa lebih efektif, terutama saat mengambil keputusan. Berikut beberapa manfaat dari berpikir kritis:

Aset Berharga

Keahlian berpikir kritis merupakan tabungan yang sangat berharga karena keahlian ini adalah pondasi dari segala hal mulai dari pekerjaan hingga kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini sangat berguna untuk segala zaman karena memiliki karakter yang dinamis.

Bahkan 2000 tahun yang lalu filosof Yunani sudah menyarankan untuk berpikir kritis. Apalagi untuk dunia modern saat ini critical thinking mempunyai peranan yang signifikan pada bidang seperti pendidikan, teknologi, hukum, keuangan dan manajemen.

Tidak Mudah Tertipu

Berpikir kritis membuat seseorang bisa memiliki alasan yang rasional dan logis dalam memandang dan menetapkan sebuah keputusan, sehingga setiap data, asumsi, opini akan dianalisis sedalam dan seluas mungkin. Hal tersebutlah yang membuat pengguna critical thinking akan susah untuk ditipu.

Maka dari itu pemikir kritis cenderung akan lebih mudah dan mengenali berita yang tidak benar atau hoax.

Critical Thinking untuk Mempercepat Adaptasi

Percepatan yang ada di dunia mulai dari informasi dan teknologi membuat setiap manusia berpacu untuk mengembangkan kemampuan agar bisa bersaing.

Namun bila seseorang memiliki keterampilan berpikir seperti critical thinking maka setiap pekerjaan mampu dihadapi dengan mudah.

Karena dengan berpikir kritis, seseorang akan lebih mudah dalam beradaptasi. Selain itu karena karakternya yang reflektif dan analisis, maka individu yang berpikir kritis akan cenderung memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu tanpa diperintah.

 Kreativitas

Kegunaan lain dari berpikir kritis adalah individu mampu menumbuhkan kreativitas. Ini dikarenakan berpikir kritis membuat seseorang akan mempertimbangkan sudut pandang alternatif dan tidak fanatik terhadap sudut pandangnya sendiri (pikirannya sendiri).

Cara Berpikir Kritis

Setelah penjabaran yang ada, ini adalah cara berpikir kritis (critical thinking). Berikut langkahnya:

Kenali Masalah yang Ada, Caranya adalah dengan mengobservasi setiap masalah yang ada. Seringkali masalah tersebut muncul karena ada beberapa aspek, di antaranya adalah aspek lingkungan, sahabat, realitas, dan psikologis.

Tentukan Skala Prioritasnya, Setelah mengetahui masalah maka tentukan mana yang paling diutamakan untuk diselesaikan.

Himpun Informasi, Bila prioritas telah tercapai maka sesi berikutnya adalah menghimpun data dan selanjutnya menganalisanya. Dalam memperoleh informasi usahakan untuk menggali secara dalam dan luas. Jika perlu temukan informasi pada setiap sudut pemikiran yang bertentangan (alternatif) dengan informasi yang telah didapat.

Kenali Persepsi yang Muncul, Dalam menerima informasi usahakan untuk selektif. Pada bagian ini individu harus jeli dalam mengenali sebuah  persepsi, apakah persepsi tersebut mendukung sebuah informasi atau menyangkal, usahakan untuk mengenali dengan benar.

Analisa Setiap Data, Usahakan temukan data yang terpercaya dan bertanggung jawab, sehingga proses lain bisa lebih maksimal.

Pengambilan Keputusan, setelah beberapa langkah telah selesai terlewati. Maka saatnya untuk pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah individu harus berlaku cermat agar keputusan bisa tepat sasaran.

Kesimpulan

Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran dalam berpikir kritis merupakan hal yang paling dibutuhkan di dunia pendidikan saat ini. Critical thinking atau berpikir kritis merupakan hal yang bisa diberikan dari pengajar ke pelajar dalam rangka untuk penghargaan pribadi.

Rekomendasi Konten Mengenai Critical Thinking

Ngaji Filsafat 290 : Berpikir Kritis
Apa Itu “berpikir kritis”? Kenapa penting?
Belajar Berpikir Kritis

Hal tersebut dikarenakan tools critical thinking bisa menambah kesempatan bagi setiap pelajar dalam mengembangkan potensi dirinya secara maksimal, sehingga pelajar bisa memiliki bekal yang sangat berguna untuk memasuki dunia nyata.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Prestasi Belajar

Harisah Anis
4 min read

Slogan Pendidikan

Bektio Pamungkas
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *