Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Prestasi Belajar

4 min read

Pengertian Prestasi Belajar

Sebelum lebih jauh membahas mengenai apa itu prestasi belajar dan lainnya, berikut merupakan butir penting dari arti kedua kata tersebut.

Berlandaskan kamus besar bahasa Indonesia, prestasi adalah sesuatu yang berhasil dilakukan, biasanya dengan usaha, keberanian, atau keterampilan.

Sedangkan belajar adalah pengabdian waktu dan perhatian untuk mendapatkan pengetahuan mengenai mata pelajaran, terutama melalui buku.

Pengertian

Prestasi belajar adalah tingkat kesuksesan siswa dalam menelaah materi di sekolah yang direpresentasikan dalam bentuk skor (nilai) yang didapat dari hasil ujian atau tes pada suatu materi pelajaran.

Dunia pendidikan yang semakin berkembang, prestasi belajar tidak hanya diukur dari aspek kognitif saja namun ada aspek afektif dan psikomotorik, untuk lebih jelas mengenai ketiga aspek tersebut simak artikel mengenai level kognitif dan taksonomi bloom. Selain itu belajar merupakan tahapan seseorang untuk meraih potensinya secara maksimal mulai dari pengendalian diri, penerimaan akan sesuatu hal, cara berpikir dsb.

Dalam ranah ini prestasi belajar harus dibedakan dengan prestasi kerja, prestasi olahraga, prestasi seni dsb.

 

Pengertian Prestasi Belajar menurut para ahli

Pengertian prestasi belajar adalah hasil yang diraih pelajar setelah melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah dan dibuktikan dengan simbol atau rupa nila yang bisa berbentuk angka maupun huruf. Penuturan dari Ghufron dan Risnawita, (2013: 9). Beliau juga menambahkan bahwa  belajar merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara sukarela untuk mendapatkan efek berupa pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan oleh guru sehingga individu mengalami transformasi dari tidak tahu menjadi tahu.

Ahli lain berpendapat bahwa prestasi belajar adalah langkah utama untuk mendapatkan penilaian dan informasi prestasi dari hasil belajar siswa yang telah dilakukan berdasar kompetensi yang telah ditentukan. Menurut Syah, (2014: 148).

Berdasarkan Udin S. Winataputra, merupakan aktivitas transformasi yang diraih siswa sebagai hasil dari belajar atau pengalaman memahami sesuatu. Maksudnya adalah prestasi belajar merupakan raihan dari berbagai pengalaman yang telah dilakukan oleh individu.

Sedangkan menurut Thursan Hakim pengertiannya adalah aktivitas transformasi yang dialami siswa. Transformasi tersebut bisa berupa kuantitas maupun kualitas contohnya adalah transformasi perilaku, sikap, kepercayaan diri, pemahaman dsb.

Fungsi prestasi belajar adalah:

    • Sebagai indikator atau parameter kuantitas dan kualitas yang telah dipahami siswa.
    • Sebagai simbol curiosity atau keingintahuan.
    • Sebagai indikator tingkat produktivitas suatu institusi pendidikan.
    • Sebagai data dari sebuah institusi pendidikan.
    • Indikator tingkat kesuksesan siswa di masyarakat.
    • Sebagai parameter internal dan eksternal dalam institusi pendidikan.

Indikator Prestasi Belajar

Terdapat tiga indikator prestasi belajar siswa di lingkungan akademis (sekolah),  di antaranya adalah:

1. Kognitif

Indikator kognitif merupakan penilaian siswa pada ranah pengetahuan, implementasi, pemahaman dan analisis. Seorang siswa bisa dikatakan memiliki prestasi belajar yang unggul bila terdapat indikator:

    • Bisa menyebutkan dan mendefinisikan materi yang telah diutarakan oleh guru.
    • Dapat mengimplementasikan materi secara baik.
    • Siswa bisa mengklasifikasikan sesuatu.
    • Siswa dapat membuat kesimpulan dari apa yang telah diutarakan oleh guru.
    • Bisa melakukan koreksi (kritisi) dan menggeneralisasi (induktif dan deduktif).

2. Afektif

Indikator afektif merupakan penilaian siswa yang berhubungan dengan sikap siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Siswa yang memiliki indikator afektif yang baik biasanya menunjukan sikap berupa: menerima materi dari guru dengan baik, memiliki sikap tanpa pamrih, menghargai siswa lain, bisa berkolaborasi secara grup/kelompok, memiliki karakter yang kuat dan mengutarakan reaksi/respon dengan santun.

3. Psikomotor

Indikator psikomotor merupakan penilaian siswa yang berkaitan dengan keterampilan gerakan/fisik. Siswa yang mempunyai indikator psikomotor baik biasanya adalah siswa yang mampu mengatur gerak tangan, mulut dan anggota tubuh lainnya dengan baik. Aspek yang dinilai disini biasanya menyangkut kemampuan siswa dalam kerajinan atau keterampilan yang berhubungan dengan specific skill.

Faktor yang Berperan dalam Prestasi Belajar

Terdapat beberapa faktor yang bisa membuat prestasi belajar menjadi baik atau buruk. Berikut merupakan faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menurut pemaparan Syah (2004: 132):

Faktor Eksternal

Merupakan faktor yang berpusat pada luar diri seseorang ketika belajar, faktor ini bisa berasal dari lingkungan, kesehatan dan keluarga, berikut penjabarannya:

Faktor Lingkungan

Lingkungan Sosial, Maksud dari lingkungan sosial adalah bagaimana seorang siswa bergaul dengan masyarakat disekitar rumah dan di dalam rumah. Jika lingkungan sosial memiliki etos belajar yang tinggi bisa memungkinkan siswa untuk terpacu atau setidaknya mencontoh dari apa yang dilihatnya di lingkungan sekitarnya.

Lingkungan Alam, Maksud dari lingkungan alam adalah bagaimana siswa terpengaruh dengan keadaan geografis, alam dan bisa juga cuaca. Bila jarak rumah dengan sekolah terlampau jauh dan butuh perjalanan yang melelahkan tentu bisa menjadi beban tersendiri bagi siswa dalam meraih prestasi.

Faktor Instrumen

Instrumen(alat) adalah aspek yang dalam implementasinya telah dipersiapkan dan direlevansikan dengan tujuan yang akan diperoleh oleh guru untuk siswanya, berikut faktor instrumen beserta penjabarannya:

Fasilitas, atau juga bisa disebut sarana, merupakan sebuah alat yang menunjang untuk pelaksanaan aktivitas belajar. Fasilitas bisa berupa gedung sekolah, media belajar, buku, laboratorium dsb. Apapun yang bisa menunjang kelangsungan siswa dalam meraih prestasi dengan optimal bisa juga disebut fasilitas.

Program, merupakan perencanaan yang akan dijalani siswa agar pembelajaran bisa berlangsung efektif dalam meraih sebuah tujuan. Selain itu program yang telah dibuat harus dilaksanakan dengan dedikasi dan komitmen tinggi oleh guru dan siswa sehingga apa yang di cita-citakan bisa diperoleh.

Kurikulum, dalam pembuatan, kurikulum harus peka dengan zaman artinya adalah kurikulum harus selalu yang terbaru untuk memenuhi kompetensi. Tidak lupa untuk memperdalam dasar dari pendidikan agar siswa bisa selalu beradaptasi dengan perkembangan. (Produk singkat kurikulum bisa berupa silabus)

Faktor Pendekatan Belajar

Maksud dari pendekatan belajar adalah bisa berupa model, strategi, metode maupun media dalam memperoleh prestasi belajar yang maksimal. Aspek pendekatan ini bisa mempengaruhi siswa dalam keefisienan dan keefektifan dalam menyerap pelajaran.

Guru bisa melakukan berbagai cara pendekatan sesuai dengan kemampuan siswa. Maka dari itu faktor ini menuntut guru untuk proaktif dalam melaksanakannya. Karena faktor inilah mengapa guru harus ada di dunia ini.

Faktor Internal

Merupakan faktor yang berasal dari diri seseorang (individu) dalam melaksanakan belajar (meraih prestasi). Berikut merupakan faktor internal yang bisa mempengaruhi individu dalam meraih prestasi pada proses belajar mengajar:

Faktor Fisiologis

Arti dari faktor ini adalah dari keadaan dan kemampuan dari fisik seorang pelajar yang sedang melaksanakan pembelajaran. Fisik merupakan salah satu faktor internal yang bisa berefek pada prestasi belajar siswa. Sebab bila fisik siswa/individu mengalami sakit atau gangguan maka bisa menghambat konsentrasi atau hal lain yang tidak terduga.

Faktor Psikologis

Maksud dari faktor ini adalah keadaan jiwa dari seorang individu siswa. Psikologi bisa mempengaruhi cara berpikir seorang manusia terutama dalam memotivasi diri dalam belajar. Karena mau tidak mau penggerak dari suatu individu (motivasi) adalah jiwanya.

Berikut merupakan faktor psikologis yang bisa mempengaruhi prestasi belajar siswa:

Bakat, ini adalah keahlian natural dari individu yang merupakan bawaan dari lahir. Bakat bisa dikembangkan apabila sering dilatih. Bakat merupakan hal yang harus ditemukan karena setiap individu memiliki bakat masing-masing.

Untuk mengetahui seorang individu memiliki bakat atau tidak, adalah dengan terus mencoba, bila sekali coba seorang individu bisa berkembang sangat cepat, maka besar kemungkinan itu adalah bakatnya. Meskipun begitu perlu ketekunan dan mental baja agar bakat bisa mencapai potensi terbaiknya.

Kecerdasan, aspek kecerdasan ini merupakan hal yang sangat berpengaruh pada kesuksesan individu, karena kecerdasan atau intelegensia bisa membuat seseorang bisa memahami sebuah rencana pendidikan/materi pelajaran dengan cepat.

Tentu saja serapan dan cara seorang yang cerdas sangat berbeda dengan seorang yang kurang cerdas dalam mengakses materi, meskipun fasilitas dan sarana dalam belajar sama. Meskipun begitu jika seorang individu tidak idiot (sangat bodoh), kecerdasan bisa dilatih dan dikembangkan.

Sikap siswa, merupakan indikasi intrinsik yang merupakan klasifikasi pendidikan afektif. Pendidikan afektif merupakan sikap (tindakan) seorang individu dalam merespon segala sesuatu. Jika sikap siswa baik dalam setiap pelajaran, maka bisa dipastikan bahwa prestasi belajar akan baik juga.

Minat, minat adalah kesukaan atau passion individu terhadap sesuatu. Minat bisa sangat berpengaruh dalam perolehan sebuah prestasi belajar siswa. Ini bisa dilihat dari seseorang yang memiliki target atau cita-cita tinggi dalam meraih sebuah tujuan. Selengkapnya ada di minat belajar.

Motivasi, adalah sebuah semangat dari dalam diri individu untuk melaksanakan aktivitas, dalam hal ini belajar. Sehingga prestasi bisa mengikuti dengan optimal. Dalam motivasi belajar ada dua yakni motivasi eksternal dan internal.

Kesimpulan

Prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi satu faktor, namun terdapat berbagai faktor yang saling terkait dan terlibat. Secara mendasar tujuan belajar adalah untuk meraih potensi yang diinginkan secara maksimal.

Tujuan adanya prestasi belajar adalah agar siswa bisa menjadi manusia yang unggul dan mengetahui kekurangan. Selain itu fokus utama dalam prestasi belajar adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ketiganya saling berkaitan agar siswa bisa meraih prestasi belajar yang baik.

Referensi

Slameto. (2007). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta
Prestasi Belajar
Sudjana. N. (1989). PenilaianHasil Proses BelajarMengajar. Bandung : PT RemajaRosdakarya.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *