Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Taksonomi Bloom

2 min read

Taksonomi Bloom Pengertian dan KKO

Taksonomi Bloom sering dimanfaatkan untuk menilai level kognitif, psikomotorik dan afektif dari sebuah materi dan konsep dalam sebuah pembelajaran. Manfaat lainnya adalah dipakai untuk sebagai parameter dari kesuksesan dalam hasil pembelajaran.

Pengertian

Taksonomi Bloom adalah sebuah sistem tingkatan yang mengidentifikasi keahlian dari seorang individu dari level bawah sampai level atas.

Awal mula dari Taksonomi Bloom adalah saat penemunya yaitu Benjamin S. Bloom melakukan tindakan evaluasi belajar yang ada di kelas. Dan beliau melakukan pengujian kepada siswa untuk melakukan hafalan atau mengingat dari mata pelajaran yang telah disampaikan.

Berdasarkan pemaparan Benjamin S. Bloom, bahwa mengingat atau hafalan adalah level paling bawah dalam keahlian berpikir. Sedangkan keahlian/kemampuan berpikir memiliki banyak tingkatan/level yang lebih tinggi/atas yang harus diraih. Ini bertujuan agar aktivitas pembelajaran bisa menciptakan siswa yang berkualitas.

Taksonomi bloom merupakan sistem hierarki yang mengenali keterampilan manusia dari yang tinggi hingga rendah. Berikut penjelasan pada media gambar atau infografis.

Taksonomi Bloom Kognitif - Afektif - Keterampilan

Tujuan Pendidikan pada Taksonomi Bloom

Di Indonesia Taksonomi Bloom merupakan alat untuk membuat tujuan pendidikan yang dimanfaatkan untuk menciptakan tujuan pembelajaran serta tujuan kurikulum.

Berdasarkan penuturan Benjamin S. Bloom, tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi beberapa wilayah. Wilayah yang berlandaskan tiga tingkatan/level tersebut, diantaranya adalah:

  1. Kognitif, dimana didalamnya terkandung sikap yang memfokuskan pada faktor pengetahuan, konsep, intelektual, pengertian dan thinking skill keterampilan berpikir.
  2. Afektif, pada ranah ini terdapat faktor yang memfokuskan pada emosi dan perasaan, contohnya adalah cara dalam menanggapi mulai dari sikap, apresiasi, minat hingga adaptasi diri.
  3. Psikomotor, didalamnya mencakup sikap yang memfokuskan pada faktor keterampilan motorik, contohnya adalah mengasah keahlian dalam mengendarai, olahraga, menjalankan mesin hingga tulis tangan.

Di lingkungan sekolah dan kelas Taksonomi Bloom ini dimanfaatkan oleh guru untuk evaluasi keefektifan dan kualitas dari pembelajaran. Setiap elemen dari Taksonomi Bloom memiliki berbagai kata kerja operasional (KKO) yang bisa mendeskripsikan setiap bentuk untuk meraih tujuan pembelajaran. Kata kerja operasional (KKO) ini digunakan untuk Guru untuk membuat RPP dan silabus.

Pelajari juga: Model Pembelajaran Discovery Learning

Kata Kerja Operasional (KKO) Taksonomi Bloom

Di bawah ini merupakan contoh kata kerja operasional dari setiap elemen pada taksonomi bloom. Dan tabel kata operasional tersebut berasal dari In House Training Revisi Kurikulum.

Kata Kerja Operasional Kognitif (Pengetahuan)

Kata Kerja Operasional KKO Kognitif Taksonomi Bloom

Kognitif Taksonomi Bloom (Revisi)

Saat ini Taksonomi Bloom mengalami sedikit pergantian model, tetapi isinya masih hampir sama dengan model taksonomi bloom yang telah ada sejak era awal. Berikut adalah KKO Taksonomi Bloom pada tataran level Kognitif. Untuk lebih jelas mari simak salah satu urain tentang level kognitif.

Level 1 Remembering

Pada level ini akan diterapkan tingkatan berpikir rendah dan gampang untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Dalam prakteknya siswa akan diberi sebuah materi/pengetahuan lalu mereka diminta untuk bisa menghafal dan mengingat dari materi/pengetahuan tersebut.

Level 2 Understanding

Pada tingkatan ini siswa ditujukan untuk dapat menguasai dan memahami konsep. Misalnya adalah bisa memahami, mengkategorikan, merangkum, mencontohkan, menerangkan, menyimpulkan dari konsep yang telah diberikan.

Level 3 Applying

Di level ini siswa sudah bisa melaksanakan dan menerapkan sebuah sistem dari konsep untuk dilakukan di kehidupan nyata.

Level 4 Analyzing

Di tingkatan ini siswa melakukan pengembangan apa yang telah dikuasai mengenai materi yang telah dipelajari. Selain itu siswa juga bisa melaksanakan pemecahan masalah untuk dijadikan sebuah klasifikasi yang utuh. Lalu memastikan bagian tersebut bisa saling terkait dengan keseluruhan sistem.

Level 5 Evaluating

Pada bagian ini siswa akan bisa menciptakan dan memutuskan sebuah penilaian yang berlandaskan standar yang telah ditentukan.

Level 6 Creating

Pada tahapan yang paling tinggi ini siswab bisa menciptakan, merencanakan, dan menghasilkan sesuatu yang baru.

Kata Kerja Operasional Psikomotorik (Keterampilan)

Kata Kerja Operasional KKO Psikomotorik Taksonomi Bloom

Kata Kerja Operasional Afektif (Sikap)

Kata Kerja Operasional KKO Afektif Taksonomi Bloom

Kesimpulan

Kata kerja operasional (KKO) dipakai adalah landasan dasar bagi guru untuk menentukan seberapa jauh materi pelajaran akan disampaikan. Guru bisa menentukannya berdasar hanya untuk menguasai, mengingat, memahami, mengkategorikan atau memperagakannya saja. Segala macam yang ada di KKO merupakan seberapa jauh mata pelajaran akan diraih pada sesi akhir pembelajaran.

Kata kerja yang digunakan tersebut merupakan acuan bagi pengajar untuk menentukan kedalaman dari materi, apakah cukup hanya memahami, mengklasifikasikan atau mendemonstrasikan saja? Semua itu tergantung dari apa yang ingin dicapai pada akhir pembelajaran.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *