Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Refleksi Dalam Pembelajaran

2 min read

Refleksi Dalam Pembelajaran

Secara esensial refleksi adalah aktivitas yang dilaksanakan agar memberi manfaat dalam diri maupun sesuatu agar menjadi lebih baik. Aktivitas refleksi itu sendiri bukan hanya pada pembelajaran namun juga pada lini kehidupan manapun agar kehidupan bisa berjalan dinamis.

Pengertian Refleksi Pembelajaran

Refleksi pada sebuah pembelajaran adalah kegiatan feedback/penilaian pada siswa yang telah berpartisipasi dalam pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Refleksi bisa juga disebut serangkaian pengulangan materi yang baru saja disampaikan oleh guru kepada siswa. Lalu guru dan siswa akan melihat sisi apa yang kurang dari pembelajaran/materi yang telah disampaikan, mana yang harus diperbaiki atau mana yang harus ditingkatkan.

Dalam pengertian lain refleksi juga adalah sebuah ungkapan pikiran dan perasaan dari siswa setelah mengikuti aktivitas pembelajaran dari guru. Dalam mengungkapkan tersebut siswa didorong untuk bisa mengungkapkan kegelisahan, beban dan kekurangan dari materi apabila mereka belum paham atau menguasai. Ini bertujuan agar setiap pembelajaran yang dilaksanakan bisa berlangsung efektif.

Manfaat Refleksi

Terdapat manfaat refleksi yang sangat berguna bagi sebuah aktivitas pembelajaran, baik manfaat untuk siswa maupun guru, diantaranya adalah

  • Guru, Aktivitas refleksi bisa berguna sebagai peninjauan pada sebuah kelompok atau kelas yang berguna untuk menggambarkan situasi dan kondisi dari sebuah kelas sehingga potensi setiap individu dan sebuah grup bisa lebih terlihat. Hal tersebut bisa untuk meningkatkan kegiatan evaluasi yang berlanjut dan berjenjang.
  • Siswa, Aktivitas refleksi bisa berguna untuk siswa untuk menyalurkan ungkapan dari proses pembelajaran yang berlangsung dan dilakukan. Apakah proses pembelajaran berlangsung baik atau tidak.

Tujuan Refleksi

Aktivitas refleksi pada sebuah pembelajaran mempunyai tujuan yang esensial, yakni:

  • Menilai bagaimana respon siswa dalam sebuah pembelajaran atau penyampaian sebuah materi.
  • Agar guru bisa memahami apa saja kelemahan dan kekurangan dari sebuah pembelajaran yang telah dipresentasikan di kelas.
  • Memahami akurasi sebuah model, pendekatan, strategi, taktik dan metode pembelajaran yang telah diimplementasikan.
  • Memahami apa saja keperluan dan kemauan dari siswa secara detail. Ini berfungsi untuk guru bisa membuat pembelajaran yang lebih efektif dalam kesempatan selanjutnya.

Langkah Refleksi

Aktivitas refleksi diterapkan dengan beberapa langkah dan cara, berikut penjabarannya:

  • Guru memberikan sebuah alat ekspresi/ungkapan bisa berupa lembar kertas atau media form seperti Google form.
  • Siswa akan memberikan segala identitasnya pada alat ekspresi/ungkapan tersebut.
  • Siswa mengungkapkan segala bentuk rasa dan kesan pada setelah pembelajaran dipresentasikan. Siswa didorong untuk bisa mengungkapkan segalanya dengan jujur dan terbuka.
  • Siswa mengungkapkan apa saja hal positif dan negatif dari aktivitas pembelajaran.
  • Siswa memberikan apa saja yang diinginkan dan diharapkan pada aktivitas pembelajaran selanjutnya.
  • Siswa bisa memberikan pesan yang pribadi kepada guru apakah kritik dan saran yang mereka ungkapkan bisa dipublikasikan (diumumkan) atau tidak
  • Siswa mengirim alat ungkapan/ekspresi kepada guru yang bersangkutan.
  • Guru akan melihat setiap lembar refleksi guna untuk melakukan evaluasi yang berkelanjutan.

Teknik/Alat Refleksi untuk Guru

Pada bagian langkah refleksi terdapat sebuah alat ungkapan/ekspresi, ini mengacu pada teknik atau macam refleksi itu sendiri, berikut diantaranya:

Refleksi dengan lisan

Dalam refleksi ini guru bisa meminta saran kepada berbagai sumber secara langsung baik dari siswa maupun guru lain. Dengan refleksi ini guru bisa berdiskusi tentang pembelajaran yang lebih baik. Seperti halnya refleksi lainnya, refleksi lisan dilakukan setelah pembelajaran mendekati akhir.

Refleksi dengan video

Dengan menggunakan video pembelajaran, guru bisa mencermati aktivitas pembelajaran yang sudah dilakukan. Seperti mengamati siswa saat pembelajaran berlangsung dan bagaimana guru menjelaskan materi kepada siswa.

Refleksi Memakai Jurnal

Refleksi jurnal bisa digunakan untuk alat refleksi yang bagus. Ini karena dalam sifat jurnal bisa membuat catatan bisa lebih rapi sehingga analisis guru terhadap pembelajaran bisa lebih realistis. Ini juga berlaku dengan tindak lanjut pembelajaran yang harus digunakan pada pertemuan selanjutnya.

Refleksi Menggunakan Catatan

Penggunaan catatan bisa digunakan guru untuk menerapkan refleksi kepada diri sendiri. Dengan menggunakan catatan, guru bisa melakukan evaluasi diri sedini mungkin dan bisa mencatat langsung apa yang terjadi pada kelas.

Kesimpulan

Bila dalam pelaksanaanya sudah terjadi persamaan dalam pendapat dan ungkapan/ekspresi. Maka refleksi pada siswa bisa dikatakan sukses. Misalnya setiap siswa memiliki persamaan pendapat tersebut mulai dari kalimat dan esensinya. Setelah kesuksesan refleksi guru harus segera memperbaiki diri untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih bermutu pada pertemuan selanjutnya.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

One Reply to “Refleksi Dalam Pembelajaran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *