Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Frasa Verba dan Frasa Nomina

1 min read

Frasa Verba dan Frasa Nomina

Pengertian frasa adalah paduan dua kata atau lebih yang memiliki sifat nonpredikatif dan bukan kalimat. Maksud dari nonpredikatif adalah bahawa diantara salah satu kata yang ada dalam paduan kata tersebut  tidak ada yang bertugas sebagai predikat dan hanya mempunyai arti gramatikal saja.

Fungsi dari frasa sendiri adalah untuk menjelaskan sebuah fenomena, aktivitas dan perbuatan. Selain fungsi di atas terdapat juga jenis frasa yang dilandasi atas fungsi komponen bentuknya, di antaranya  adalah frasa endosentrik dan eksosentrik.

Sementara frasa yang berdasarkan fungsi komponen jenisnya adalah frasa preposisional, frasa verbal, frasa nominal dan frasa adjektiva.

Ciri-ciri Frasa

Terdapat ciri khusus yang menjadikan sesuatu hal tersebut dinamakan frasa, yakni:

  • Tercipta dalam dua kata/lebih.
  • Tidak memiliki predikat atau nonpredikatif.
  • Bekerja sebagai gramatikal pada kalimat.
  • Memiliki sifat satu kesatuan arti dalam gramatikal.

Frasa Verba (Kerja)

Verba merupakan frasa yang dalam pembentukannya terdapat komponen kata kerja. Frasa verba diklasifikasikan menjadi 3, yakni

Frasa Verba Modifikatif

Merupakan frasa gabungan kata kerja yang di dalamnya terdapat dua kata atau lebih. Salah satu dari kata yang ada, digunakan untuk pembatas yang berfungsi sebagai penjelasan tambahan atau keterangan.

    • Said yakin mendapat nilai bagus dalam pelajaran matematika.
    • Rudi tertawa terbahak-bahak setelah melihat film di bioskop.
    • Doni membaca buku ‘Ketika Cinta Bertasbih’ sebanyak tiga kali.
    • Bayu memenangkan lomba senam sehat.
    • Roni membayar lunas pekerjaan yang telah dia tunda selama satu minggu.

Frasa Verba Koordinatif

Merupakan dua verba yang dipadukan dan menjadi satu, dengan cara menyisipkan konjungsi seperti ‘dan’ & ‘atau’. Contohnya:

    • Roni sedang mempretimbangkan dan merancang hal yang akan dilakukannya.
    • Tio sedang mendengarkan atau melihat video musik yang ada di Komputer.

Frasa Verba Apositif

Digunakan untuk kata keterangan yang disisipkan. Contohnya:

    • Doni tidak suka dengan kebiasaan yang sering dilakukannya (berbohong).
    • Belajar ini —matematika dan bahasa Inggris— sungguh sangat bermanfaat bagi kehidupan mendatang.
    • Nilai dari hasil belajarnya —belajar bahasa Indonesia— akan dipamerkan kepada ibu.

Baca juga: Perbedaan Maksud dan Tujuan

Frasa Nomina (Benda)

Frasa nomina merupakan frasa yang dalam penciptaanya memiliki komponen kata benda. Terdapat tiga jenis frasa nomina yakni:

Frasa Nomina Modifikatif (mewatasi),

Maksud dari mewatasi adalah sesuatu yang dipakai untuk membatasi. Merupakan frasa nomina yang terdiri dari dua kata atau lebih sementara salah satu kata berfungsi sebagai keterangan pelengkap. Contohnya: ikan asin, sate kambing, seikat bunga dan seekor tikus.

Contoh kalimat:

    • Pada ulang tahunnya yang ke 18, Miko dihadiahi jam tangan oleh ibunya.
    • Ketika hari ujian semester, Rani sangat rajin membaca buku di meja belajar miliknya.

Frasa Nomina Koordinatif (tidak saling menerangkan),

Merupakan frasa nomina yang memadukan kata dan memiliki maksud yang sama. Contohnya: sandang pangan, makan dan minum, lahir batin, sandang papan dan lauk pauk.

Contoh kalimat:

    • Soni sudah siap lahir batin jika hasil ujian SBMPTN miliknya tidak lolos.
    • Menjadi pribadi yang baik merupakan kunci keselamatan dunia akhirat.

Frasa Nomina Apositif

Merupakan frasa nomina yang dalam penggunaannya, sebagian dari perpaduan kata memiliki fungsi sebagai pengganti.

Contoh frasa nominal apositif :

    • Garuda, lambang republik Indonesia dibuat agar rakyat mengingat arti perbedaan.
    • Purwokerto, Kota satria, mempunyai bermacam-macam tempat untuk belajar.

Demikian merupakan pengertian dan contoh dari frasa verba dan frasa nomina yang nantinya bisa menjadi bahan pembelajaran. Bila sumber di tripven ini masih kurang memadai silahkan untuk komen di bawah agar kami bisa memperbaiki. Terima kasih.

Referensi

1942-, Chaer, Abdul, (1994). Linguistik umum (edisi ke-Cet. 1). Jakarta: Rineka Cipta

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Musikalisasi Puisi

Harisah Anis
3 min read

Kesimpulan dan Saran

Harisah Anis
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *