Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Puisi Lama

2 min read

Pengertian Puisi Lama ciri dan contoh

Puisi merupakan jenis karya sastra yang sangat umum dan sering kita dengar. Terlebih di era kontemporer saat ini dalam penciptaannya puisi sudah menjadi lebih universal dan lebih fleksibel. Hal tersebut tentu sangat berkebalikan dengan puisi klasik zaman dahulu atau puisi lama yang memiliki peraturan yang ketat dalam penciptaannya.

Pengertian Puisi Lama

Puisi lama adalah macam karya sastra yang memiliki peraturan yang ketat mengenai persajakan, larik, rima, bait dan jumlah kata. Hal yang sangat khas dari puisi lama adalah musikalitasnya begitu sangat ditekankan.

Hal tersebut ada dikarenakan puisi lama dalam presentasinya akan dilakukan pada sebuah ritus budaya pada suatu adat atau kelompok tertentu.

Macam peraturan umum yang ada pada puisi lama diantaranya adalah menekankan pada banyaknya kata pada satu baris, banyaknya baris pada satu bait bisa sampai dua, empat bahkan lebih, jumlah suku kata, dan yang terakhir adalah fokus pada irama (nada) dan rima.

Jenis Puisi Lama

Terdapat jenis puisi lama yang bisa diungkapkan, berikut model puisi lama beserta penjelasannya:

Pantun

Jenis ini merupakan salah satu yang paling akrab di telinga orang Melayu, Pantun merupakan puisi lama yang masyhur oleh sebagian orang. Pantun merupakan produk asli dari daratan Minangkabau, awalnya pantun digunakan untuk berhubungan antar masyarakat agar lebih akrab.

Berdasarkan cirinya pantun memiliki sajak a-b-ab, satu bait memiliki empat baris, pada setiap baris memiliki delapan hingga dua belas kata serta dua baris depan adalah sampiran, dua baris selanjutnya merupakan isi.

Contoh:

Berlari di sore hingga terlena

Kudu bersemayam agar tiada sehat

Rengekan itu tiada berguna

Nikmat syukurlah yang bisa membuat kuat

Seloka

Berdasarkan susunannya, puisi lama ini merupakan jenis yang identik dengan pantun. Perbedaan dari seloka dan pantun adalah pada posisi isinya. Untuk lebih jelasnya lihatlah karakter dari seloka.

Setiap baris memiliki delapan hingga dua belas suku kata, setiap baris merupakan isi puisi, setiap bait harus terdiri dari 4 baris dan bisa lebih namun syaratnya harus genap, mempunyai rima a-b-a-b.

Contoh:

Warna jingga mengemas kuku

Indah benar kala dilihat

Sang suami menjadi sendu

Saat keinginan lahiriah tak kungjung mangkat

Karmina

Pada puisi lama kali ini merupakan saudara dari pantun, ini disebabkan pada prakteknya karmina merupakan pantun yang singkat atau pantun kilat.

Ciri khas dari karmina itu sendiri hampir mirip dengan pantun. Diantaranya adalah terdapat rima pada setiap frasa dengan alur a-b-ab, frasa awal pada baris satu memiliki rima yang persis dengan frasa awal pada baris dua, ini juga berlaku pada frasa berikutnya pada setiap baris, setiap baris memiliki delapan hingga dua belas suku kata, setiap bait memiliki dua baris, baris awal merupakan sampiran dan pada isi berada di baris dua.

Contoh:

Pergi ke dapur buat minum
Pipi tembem buatku senyum

Talibun

Puisi lama yang bernama talibun ini merupakan perlawanan dari karmina. Meski begitu talibun sangat identik dengan karmina akan tetapi barus yang dihasilkan talibun lebih panjang. Ciri atau peraturan dari talibun itu sendiri diantaranya adalah: Mempunyai rima a-b-c-a-b-c, Banyaknya kata pada setiap baris adalah delapan hingga dua belas, setiap bait mempunyai baris genap dan harus lebih dari 4, hampir dari banyaknya baris dari bait pada kepingan awal merupakan sampiran yang dilanjutkan isi.

Gurindam

Bila karmina merupakan jenis puisi lama berupa pantun pendek maka gurindam merupakan syair yang pendek. Ciri khas dari gurindam itu sendiri adalah, mempunyai rima a-a, setiap bait terdiri dari 2 baris, setiap baris terdapat delapan hingga dua belas suku kata dan pada setiap baris merupakan isi.

Contoh:

Jarang pikir sedikit siasat

Nanti akan mudah tersesat

Syair

Puisi lama kali ini lebih berfokus pada cerita. Syair merupakan produk budaya dari bangsa Arab. Mengenai karakter dan ciri dari Syair itu sendiri adalah, pada setiap baris memiliki delapan hingga dua belas suku kata, terdapat pula rima dengan alur a-a-a-a, setiap bait memiliki 4 baris, Isi terkandung pada setiap baris dan saling berhubungan.

Contoh:

Saat pagi berubah jadi jingga

Terdapat sebuah cerita

Mengenai gadis cantik jelita

Memimpin negeri menuju ilmu menuju bijaksana

Mantra

Puisi lama yang bisa dikatakan mempunyai unsur spiritual ini merupakan puisi lama yang menjadi pionir dari segala jenis puisi yang berkembang. Tidak ada ciri yang khas pada mantra, namun dalam pelafalannya mantra akan diulang berkali-kali agar pendengarnya bisa tersugesti.

Kesimpulan

Berdasarkan apa yang telah dijabarkan mengenai puisi lama di atas. Bisa dikatakan dismilaritas dari puisi lama dengan baru (modern) adalah pada fleksibilitasnya dalam mengeksekusi kata. Pada puisi lama kata dan bentuknya lebih kaku karena puisi lama sangat menjunjung aturan. Pada puisi ama tidak ada nama penulisnya karena kalimat yang diucapkan berdasar pada tutur kata yang diwarisi secara turun temurun. Dan yang terakhir adalah karya sastra ini cenderung mengedepankan pada penyampaian lisan atau mulut ke mulut.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Puisi Baru

Bektio Pamungkas
2 min read

Pantun

Bektio Pamungkas
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *