Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Pantun

2 min read

Pengertian Pantun

Ketika obrolan atau lingkungan perlu suasana hangat dan perlu dicairkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan candaan atau bisa juga dengan melontarkan pantun. Ini juga sering kita saksikan di acara lenong atau televisi yang biasa kita saksikan bila seseorang mau mencairkan suasana atau merayu seseorang. Berikut beberapa tips belajar cara membuat pantun.

Pengertian

Pantun adalah salah satu dari bentuk sastra dari puisi lama yang didalamnya terdapat isi dan sampiran, dimana setiap bait ada empat baris yang kerap kali memiliki sajak a-b-a-b. Pada pelajaran bahasa Indonesia tentu sudah pernah diajarkan apa itu pantun dan bagaimana cara membuat pantun.

Cara Membuat Pantun

Terdapat beberapa cara dan tips agar bisa membuat pantun yang bagus dan solid. Salah satunya adalah dengan mengetahui beberapa langkah yang nantinya akan diuraikan. Berikut diantaranya:

Mengetahui Syarat Pantun

Agar bisa membuat pantun dan pantun juga bisa dinikmati oleh khalayak luas, ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu, yakni syarat-syarat membuat pantun. Diantaranya adalah:

  • Pada satu bait ada empat baris kalimat.
  • Dua baris awal adalah wajib dan merupakan sampiran.
  • Dua baris berikutnya merupakan isi (pesan atau esensi yang akan disampaikan).
  • Suku kata pada setiap baris terdiri dari delapan hingga dua belas suku kata.
  • Syarat pantun yang baik dan estetik harus memiliki sajak a-b-a-b.

Pembaca harus mampu menguasai syarat-syarat pantun yang ada, karena dengan begitu membuat pantun akan menjadi lebih gampang.

Memilih Topik atau Tema

Agar pantun memiliki pesan dan tujuan yang utuh dan terarah, pemilihan topik atau tema bisa menjadi sangat krusial. Sebab dengan topik atau tema yang jelas maka pesan akan tersampaikan dengan efektif.

Salah satu pertimbangan yang bisa dijadikan acuan dalam memilih tema diantaranya adalah:

  • Pantun tentang cinta.
  • Pantun mengenai nasihat.
  • Pantun tentang anak-anak
  • Pantun dengan tema komedi.
  • Pantun tentang pendidikan.
  • Dsb.

Pada topik yang telah disebutkan, fokuslah ke satu topik tema terlebih dahulu. Ini agar tujuan dan pesan nantinya bisa lebih efektif dilontarkan pada isi pantun. Buatlah pantun sesuai dengan kemampuan, apa yang disenangi, dan apa yang sedang dilakukan. Apalagi sebuah gagasan atau ide tidak datang dengan sendirinya.

Membuat Isi Pantun

Sesudah memilih topik atau tema yang kiranya bisa digunakan dan mudah dibuat, sekarang saatnya untuk membuat isi pantun.

Contoh isi pantun:

…..

…..

Terus bekerja dan belajar

Agar setiap momen bisa dimanfaatkan

Dalam membuat isi, usahakan untuk berpikir secara sederhana dan bebas sesuai dengan apa yang ingin disampaikan.

Membuat Sampiran Pantun

Tahap akhir ketika membuat pantun adalah mengutarakan sampiran yang biasanya terletak di awal.

Untuk menciptakan sebuah sampiran sebenarnya cukup sederhana dan gampang. Hal awal yakni fokus pada akhir baris dari isi pantun yang telah diciptakan.

Misalnya seperti isi pantun di atas pada baris pertama yaitu “Terus bekerja dan belajar” fokuslah pada huruf akhir di “jar”.

Selanjutnya fokus pada isi baris dua yaitu “agar setiap momen bisa dimanfaatkan” dimana huruf terakhir adalah “kan”.

Setelah fokus pada huruf bagian akhir, maka selanjutnya adalah cari huruf yang sama pada akhiran yang sama seperti “jar” dan “kan”. Misalnya “wajar” untuk “jar”, dan “” untuk “kan”.

Untuk lebih memahami berikut contoh dari sampiran yang bisa digunakan:

Contoh sampiran pantun:

Makanlah dengan wajar

Maka perut akan terabaikan

…..

…..

Sesudah rampung menciptakan isi serta sampiran. Maka tahap berikutnya adalah    campurkan keempat kalimat yang ada menjadi satu urutan:

  • Dua baris kalimat sampiran
  • Dua baris kalimat isi

Bila dipadukan maka pantun akan berbentuk seperti di bawah:

Makanlah dengan wajar

Maka perut akan terabaikan

Terus bekerja dan belajar

Agar setiap momen bisa dimanfaatkan

Setelah melihat keempat baris kalimat digabungkan, maka pantun pun sudah jadi.

Fungsi Pantun

Pantun pada bahasa Indonesia memiliki manfaat atau fungsi yang sangat luas. Bila diringkas, pantun memiliki tiga fungsi utama, berikut diantaranya:

Pelestarian Bahasa

Pantun merupakan salah satu produk budaya dari tanah melayu, yang mana dalam penuturan katanya sangat khas. Dengan adanya pantun, bahasa yang ada akan tetap lestari, karena bahasa bisa berperan sebagai hiburan masyarakat dan masyarakat bisa menjaganya untuk melatih keterampilan dalam pola serta cara berpikir.

Sosial

Pada ranah sosial pantun bisa digunakan untuk mempererat silaturahmi dan bisa untuk mencairkan suasana. Di kalangan remaja, seseorang yang pandai berpantun akan sangat disegani. Ini merujuk lagi pada fungsi pergaulan agar suasana tegang bisa dicairkan. Dimana remaja yang pandai berpantun biasanya memiliki otak yang tanggap dan cerdas.

Kebudayaan

Dari segi kebudayaan, pantun sangat membantu sebuah budaya bisa lebih maju dan dinamis. Contohnya adalah pada suku Minangkabau, pantun bisa dipakai pada acara formal maupun non formal seperti pada acara adat yakni menjemput mempelai, acara pengangkatan gelar, pidato pada acara adat dan upacara pengangkatan penghulu.

Contoh Pantun

Berikut merupakan beberapa contoh pantun yang bisa disajikan, meskipun sedikit tapi semoga bisa membantu.

Contoh Pantun Jenaka Agama Nasihat Lucu Gombal

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Sinopsis

Ginanjar Adhi
3 min read

Kata Kerja Material

Ginanjar Adhi
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *