Suku Kata

1 min read

suku kata buku

Ketika sedang mengajari anak membaca, kita sering memenggal sebuah kata menjadi bagian terkecil agar mudah dibaca (dieja) dan dimengerti anak. Bagian terkecil tersebut itulah yang dinamakan suku kata.

Perlu diketahui bahwa suku kata dalam bahasa Indonesia merupakan bagian dari kata yang terdapat beberapa jenis dan cara penyampaiannya agar lebih maksimal, berikut jenis pengertian dan contohnya.

Pengertian

Suku kata adalah bagian-bagian kata yang dalam cara penuturannya kerap kali terdapat deretan fonem atau satu fonem.

Misalnya adalah kata gembira terdiri dari tiga suku kata, yakni: gem-bi-ra.

Suku kata merupakan landasan dari kata itu sendiri, di mana suku kata akan menghubungkan setiap kata yang terdiri dari perpaduan fonem vokal maupun konsonan.

Cermati juga: Majas Aliterasi

Jenis

Pada bahasa Indonesia terdapat dua jenis suku kata, yakni tertutup dan terbuka, berikut penjelasannya:

  • Suku kata tertutup merupakan suku kata yang pada bagian akhir terdapat konsonan atau huruf mati, misalnya adalah: kan, res, bak, lang, ir, if dsb.
  • Sedangkan terbuka merupakan suku kata yang pada akhirnya terdapat huruf vokal, misalnya adalah: do, re, mi, la, ku dsb.

Belandaskan Jumlah Suku Kata

Ini adalah suku kata berlandaskan jumlahnya, agar lebih jelas simak klasifikasi bentuk katanya:

  • 5 kata unit pembentukan, misalnya: le-ga-li-sa-si, be-la-sung-ka-wa, dsb.
  • 4 kata unit pembentukan, misalnya: ha-li-lin-tar, ke-le-la-war, le-gen-da-ris.
  • 3 kata unit pembentukan:  pa-mung-kas, jen-de-la, ba-ta-gor, se-pe-da, ba-ta-ko, go-ce-kan.
  • 2 kata unit pembentukan, misalnya:  be-bal, ru-as, bu-as, tu-lus, pul-pen, dan pa-car.
  • 1 kata unit pembentukan, misalnya: gas, cat, bak, rem, rak, gol, ban, dsb.

Belarandaskan Pola Suku Kata

Terdapat beberapa pola dalam suku kata, di antaranya adalah:

  • Pola (V), vokal, yakni pola yang dibangun dalam satu bunyi vokal.
    Contohnya : a-pek,  a-kar, ma-u, a-bah, a-nak, a-sap.
  • Pola (KV) konsonan + vokal, yakni pola yang dibangun dalam satu konsonan sebagai dasar dan vokal.
    Contohnya : pu-dar, ga-ji, pu-nik, pi-lek.
  • Pola (VK) vokal + konsonan, yakni pola yang dibangun dalam satu vokal + konsonan.
    Contohnya : am-bil, as-ri, ar-ca, an-tre, un-tung, an-da, an-tek.
  • Pola (KVK) konsonan + vokal + konsonan
    Contohnya : sum-ber, ban-dang, pan-tas, ber-sih.
  • Pola (KKVK), konsonan + konsonan + vokal + konsonan
    Contohnya : prak-sis, trak-tir, kon-trak.
  • Pola (KKV) konsonan + konsonan + vokal
    Contohnya :  an-tre, dra-ku-la, gra-fik,  pla-net, kon-tra, sas-tra.
  • Pola (KKVKK), konsonan + konsonan + vokal + konsonan + konsonan
    Contohnya : tri-pleks, sim-pleks.
  • Pola (KVKK) konsonan + vokal + konsonan + konsonan
    Contohnya : pers-to, teks-tur.
  • Pola (KKKVK) konsonan + konsonan + konsonan + vokal + konsonan
    Contohnya : struk-tur.
  • Pola (KKKV) konsonan + konsonan + konsonan + vokal
    Contohnya : stra-ta, stru-ma,  in-stru-men-tal, stra-te-gi.
  • Pola (KVKKK), konsonan + vokal, konsonan + konsonan + konsonan
    Contohnya : korps.

Berlandaskan Pemenggalan Suku Kata

Terdapat hal yang perlu dicermati ketika memenggal suatu suku kata, di antaranya adalah:

  • Jika ada dua vokal yang berurutan di tengah, maka pisahkan keduanya di antara dua huruf vokal tersebut.
    Contoh : bu-ah, du-et, la-in, sa-us, bu-at, ba-ik.
  • Jika terdapat tiga konsonan atau lebih, maka dalam pemisahannya akan dilaksanakan sesudah konsonan kedua.
    Contoh : ang-grek, pang-galan.
  • Jika ada dua konsonan berurutan di tengah, maka pisahkan keduanya sebelum konsonan kedua.
    Contoh : man-dat, can-da, am-bang, kas-ta.
  • Jika ada satu konsonan pada dua vokal, maka dalam pemisahannya dilaksanakan pada konsonan tersebut.
    Contoh : a-pi. a-dik,  a-ji, a-mal, a-pek.
  • Jika kata memperoleh sebuah imbuhan, maka pemisahannya dilaksanakan sejalan dengan kata dasarnya.
    Contoh : mem-ban-tu, me-nan-tang, ter-lu-ka, & ber-ta-ni.
  • Jika di dalam kata ada ny, kh, ng, sy, maka dalam pemisahannya dilaksanakan setelah atau sebelum kata tersebut.
    Contoh : sya-rif, bang-kai, a-khir, dang-kar, ang-kat.

Referensi

Alwi, Hasan, dkk (1998). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, edisi ketiga. Pusat Bahasa dan Balai Pustaka. Jakarta.

Puisi Lama

Harys Imanulloh
2 min read

Bentuk Bentuk Surat

Harisah Anis
4 min read

Kalimat Deklaratif

Ginanjar Adhi
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *