Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Kalimat Deklaratif

7 min read

Kalimat deklaratif dalam teks negosiasi

Berikut merupakan penjelasan lengkap mengenai kalimat yang digunakan untuk suatu pengumuman atau berita yang biasa digunakan sehari-hari.

Pengertian

Kalimat deklaratif adalah kalimat yang memberitahukan suatu informasi mengenai berita atau pengumuman hal lainnya. Itulah sebabnya kalimat deklaratif bisa juga dinamakan sebagai kalimat berita.

Pada dasarnya kalimat ini diungkapkan oleh seorang pembicara (komunikator) yang mana seseorang tersebut tidak menginginkan suatu respon dari lawan bicaranya (komunikan). Maka dari itu kalimat ini bersifat satu arah dan hanya memberitahukan suatu kejadian atau suatu peristiwa, ini menjadikan kalimat deklaratif bukan merupakan kalimat tanya.

Contoh yang sering kita temui adalah: ketika kita melihat atau menjumpai suatu peristiwa, kemudian peristiwa atau kejadian tersebut diutarakan kembali kepada orang lain, maka apa yang kita utarakan tersebut merupakan kalimat deklaratif.

Ciri atau Karakteristik Kalimat Deklaratif

Berikut merupakan karakteristik atau ciri-cirinya:

  • Dituturkan dengan nada dan penekanan kalimat yang biasa saja atau datar, kalimat ini tidak dituturkan dengan melebih-lebihkan.
  • Tidak memiliki susunan atau struktur  kalimat yang khusus, karena hampir sama seperti kalimat pada umumnya.
  • Inti berita atau informasi bisa diletakan pada akhir atau awal kalimat.
Baca juga: Gurindam 12

Bentuk

Dalam bentuknya kalimat deklaratif dikelompokan menjadi 2, yaitu deklaratif negatif (mempunyai nilai salah) dan deklaratif positif (memiliki nilai positif).

Agar lebih paham mengenai bentuknya, berikut contoh dari kalimat berita:

  • Siti memperoleh ranking satu di kelas. (positif)
  • Ibrahimovic tidak bermain untuk AC Milan hari ini. (negatif)
  • Hari ini Ibu tidak memasak karena sakit. (negatif)
  • Metallica akan melaksanakan konser pada hari rabu besok di Indonesia. (positif)

Macam Jenis Kalimat Deklaratif Beserta Contoh

Setelah mengetahui bentuknya, mari kita simak macam dari deklaratif, berikut di antaranya:

Deklaratif Kebenaran

Pada kalimat deklaratif ini cenderung memiliki ciri berupa keseriusan, dengan adanya nilai kebenaran. Nilai tersebut biasanya dilakukan dengan cara menambahkan kata seperti: benar, wajib, tentu, tidak boleh tidak, sudah tentu dsb.

Contoh:

      • Pajak sepeda motor wajib dibayarkan setiap tahun.
      • Perkataan Ibu guru mengenai peraturan sekolah sudah tentu harus dipatuhi.

Deklaratif Memungkinkan

Macam kalimat berita ini merupakan kalimat yang menyatakan deklarasi tentang fakta atau kebenaran yang belum pasti, meskipun begitu kadarnya belum sampai salah. Kalimat ini seringkali menggunakan kata seperti: barangkali, agaknya, mungkin, sepertinya, rasanya dsb.

Contoh:

      • Fadil tidak berangkat bimbel hari ini, sepertinya dia sedang sakit.
      • Badanku sudah keringat dingin, rasanya aku akan terkena flu.

Kalimat Deklaratif Ingkar

Kalimat berita atau deklaratif ini di dalamnya akan ditambahkan kata negasi atau penolakan berupa: bukan, tak, enggak, tidak dsb.

Contoh:

      • Ragil tidak ikut bermain karena sakit.
      • Bukan Lia yang memecahkan gelas di dapur.

Deklaratif Pengandaian

Kalimat berita ini merupakan kalimat yang menyatakan sebuah bayangan atau maksud mengenai masa yang akan datang dan juga membayangkan mengenai masa lalu. Kata yang digunakan pada kalimat ini adalah: andai saja, bila, jika, seandainya, andaikan dsb.

Contoh:

      • Jika saja aku belajar lebih giat pada semester satu, pasti hasil ujianku bisa dapat hasil sempurna.
      • Seandainya aku menjadi pemain sepakbola hebat, maka aku akan menjadi kebanggaan orang tuaku.

Kalimat Berlawanan

Merupakan jenis kalimat deklaratif yang memiliki 2 elemen, pada elemen 1 mengungkapkan ketidaksetujuannya pada elemen 2. Kata yang biasanya ada dalam kalimat ini adalah: tapi, sekalipun, namun, walaupun, meskipun dsb.

Contoh:

      • Anton menjadi suri tauladan yang baik bagi adik dan keluarganya walaupun dia bukan seorang ahli agama. (jika kalimat berlawanan ada di tengah maka tidak perlu memisahkannya dengan koma)
      • Walaupun Anton bukan seorang ahli agama, dia telah menjadi suri tauladan yang baik bagi adik dan keluarganya. (jika kalimat berlawanan ada di depan, maka di tengah harus dipisah dengan koma).

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Puisi Lama

Harys Imanulloh
8 min read

Bentuk Bentuk Surat

Harisah Anis
10 min read

Suku Kata

Harys Imanulloh
7 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *