Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Model Pembelajaran Mind Mapping

2 min read

Model Pembelajaran Mind Mapping

Pelaksanaan belajar dengan konsep mind mapping (peta pikiran) adalah teknik belajar yang memakai teori belajar komprehensif TML (total mind learning).

Disini Komprehensif memiliki arti meluas, sesungguhnya belajar dan mengoleksi pengetahuan merupakan kebutuhan paling dasar manusia. Sifat alamiah ini terbentuk karena manusia ingin tetap bertahan hidup di dunia.

Pengertian

Model mind mapping atau dalam bahasa indonesia berarti peta pikiran adalah model pembelajaran menulis secara kreatif untuk meringankan para pembelajar dalam mengingat pengetahuan dan informasi yang telah didapat, metode ini ditemukan oleh Tony Buzna.

Dalam prosesnya sesudah tulisan selesai, catatan tulisan akan dirangkum dalam bentuk gagasan utama yang saling terkait dimana gagasan utama berada di tengah dan sub utama menjadi cabang-cabang dengan dihubungkan dengan garis.

Cabang dari sub topik bisa dikembangkan menjadi lebih terperinci hingga yang terkecil. Ini bisa dianalogikan dengan cabang ranting pada pohon. Selanjutnya agar Anda bisa membayangkan lebih mudah langkah pembuatan model mind mapping, kami akan menyediakan gambar ilustrasinya.

Langkah-Langkah atau Sintaks Mind Mapping

Sintaks atau Langkah-langkah Pembelajaran Mind Mapping

Bila guru hendak memanfaatkan metode mind mapping untuk mengolah informasi. Guru dituntut untuk melaksanakan langkah yang disusun oleh Johan Mahmuddin:

  1. Pada permulaan pembelajaran Guru mengutarakan kompetensi yang harus diraih oleh para siswa.
  2. Siswa diharap bisa menemukan solusi dari konsep soal yang diutarakan oleh guru.
  3. Guru membuat grup kecil dengan total anggota 2 sampai 3 siswa.
  4. Grup bisa leluasa untuk berdiskusi dengan grup masing-masing tentang materi permasalahan yang diberikan oleh pengajar.
  5. Setiap grup diminta untuk menuliskan semua ide jawaban yang ada pada saat diskusi tanpa harus takut salah (brainstorming).
  6. Hasil diskusi akan dipresentasikan oleh tiap grup dengan cara diundi. Saat presentasi siswa, guru akan menuliskan seluruh jawaban berdasarkan kriteria yang telah disusun.
  7. Guru dan siswa akan melakukan pengambilan kesimpulan dari hasil diskusi yang telah dicatat oleh guru di papan tulis.

Manfaat dari Model Mind Mapping ini bisa meringankan siswa dalam mengolah informasi konsep dan memahaminya secara bertahap. Selain itu mencatat model pembelajaran ini bisa dibuat dengan indah dan menarik, ini bisa membuat pada saat review bisa lebih mudah.

Cara termudah untuk membuat mind mapping adalah dengan menyiapkan kertas polos kosong tanpa garis atau warna. Selanjutnya siapkan beberapa Ballpoint berwarna untuk menghias setiap kategori yang ada.

Selain itu mind mapping bisa dibuat dengan kreatif seperti penggunaan kotak kategori dengan berbagai bentuk. Garis yang dipakai untuk menyambungkan topik utama dan sub topik juga tidak harus lurus, selain itu bisa menggunakan berbagai warna yang diinginkan.

Manfaat Pembelajaran Mind Mapping

Berikut merupakan manfaat dari model pembelajaran Mind Map pada Buzan:

  1. Siswa akan mendapatkan sudut pandang secara luas.
  2. Pembelajar bisa mengurutkan konsep yang harus dikerjakan lebih tepatnya bisa memilih jalur awal dan akhir dari suatu konsep yang akan dipelajari.
  3. Siswa bisa menggalang informasi pengetahuan dalam satu wadah.
  4. Mengembangkan problem solving skill pada siswa dengan cara brainstorming (mengumpulkan semua ide).
  5. Mind mapping yang bagus dan keren bisa sangat enak untuk dibaca, diingat untuk di review kembali.

Selain itu ada juga pendapat lain dari manfaat model pembelajaran Mind Map dikutip dari Michalko, yakni:

  1. Membangkitkan seantero otak.
  2. Menertibkan akal budi dan kuatnya mental
  3. Membangkitkan kekuatan fokus pada saat membahas permasalahan
  4. Bisa mengarahkan keterkaitan informasi yang terpisah.
  5. Bisa memberikan pandangan gambaran besar dengan rinci dan jelas.
  6. Siswa bisa mengkategorikan suatu teori satu dengan yang lain dan menganalogikannya.

Karakteristik Metode Mind Mapping (Peta Pikiran)

Pada mulanya model pembelajaran peta pikiran ini berasal dari sebuah penelitian para ilmuan tentang bagaimana cara otak mengolah dan memproses informasi pengetahuan.

Pada awal penelitian, ilmuwan beranggapan bahwa otak mengolah dan memproses informasi secara linier, ini bisa dianalogikan seperti kita menyimpan barang digudang.

Tetapi, penelitian terakhir menemukan bahwa otak mendapatkan  informasi dengan cara kombinasi antara aroma, gambar, pikiran, bunyi dan perasaan yang terbagi menjadi format linier. Ini bisa dicontohkan ketika mengingat tulisan atau ceramah, otak bisa terpicu hanya dengan simbol, warna, bunyi, gambar serta perasaan.

Maka dari itu, untuk bisa memanfaatkan peta pikiran secara optimal, pembuatan mind mapping sebaiknya dikombinasikan dengan bentuk warna gambar serta simbol yang indah.

Ini bermanfaat agar para siswa atau pembelajar bisa mengingat informasi pengetahuan, bacaan, tulisan pada materi dengan efektif

Dengan proses berpikir Mind Mapping ini, membuat individu bisa mengkategorikan pikiran seperti halnya kita meletakan sesuatu barang pada tempatnya, seperti buku diletakan sesuai dengan genrenya masing-masing misal buku komik, buku sosial, buku sains dll diletakan sesuai dengan kategorinya.

Teknik tersebut membuat individu bisa berpindah-pindah teori dengan mudah. Karena mekanisme pada mind mapping membuat kinerja otak menjadi lebih efisien dalam memproses informasi yang masuk.

Kelebihan dan Kelemahan

Model Pembelajaran Mind Mapping mempunyai banyak kelebihan untuk dimanfaatkan diantaranya adalah memaksimalkan otak logika bagian kiri dan otak imajinasi pada bagian kanan. Ada juga manfaat untuk pembelajaran lebih hidup dan mengasyikan serta mengembangkan kreativitas pembelajar dalam mengakuisisi pengetahuan.

Akan tetapi mind mapping ini juga terdapat kekurangan yaitu para siswa yang cenderung lebih mudah belajar dengan cara audio kurang mendapat porsi, hampir seluruh materi yang akan dipraktekan dalam model pembelajaran ini lebih mengutamakan rincian yang mendalam.

Sekian rangkuman singkat dan penjelasan tentang model pembelajaran mind mapping. Artikel ini bisa ditambahkan bila ada yang kurang di kolom komentar, Sehingga bahasan ini bisa lebih sempurna dan bermanfaat.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *