Model Pembelajaran Mind Mapping

3 min read

Model Pembelajaran Mind Mapping

Pelaksanaan belajar dengan konsep mind mapping (peta pikiran) adalah teknik belajar yang memakai teori belajar komprehensif TML (total mind learning).

Disini Komprehensif memiliki arti meluas, perlu diketahui bahwa belajar dan menghimpun pengetahuan merupakan kebutuhan paling dasar manusia. Sifat alamiah ini terbentuk karena manusia ingin bertahan hidup di dunia.

Pengertian

Model mind mapping atau dalam bahasa indonesia berarti peta pikiran adalah model pembelajaran untuk pencatatan materi, informasi, data, ilmu pengetahuan dsb.

Peta pikiran atau mind mapping merupakan alat yang bisa mempermudah siswa untuk mengingat, mengumpukan pengetahuan, menciptakan ide dan mengkategorikan sesuatu. Sehingga siswa bisa menjadi pemikir yang lebih baik. Metode ini ditemukan oleh Tony Buzan.

Model ini bila dipraktekkan dalam keseharian adalah dengan cara menulis suatu objek tertentu secara kreatif lalu mengaitkannya dengan objek yang berhubungan juga.

Dalam prosesnya, catatan tulisan akan dirangkum dalam bentuk gagasan utama yang saling terkait dimana gagasan utama berada di tengah dan sub utama menjadi cabang-cabang dengan dihubungkan dengan garis.

Cabang dari sub topik bisa dikembangkan menjadi lebih terperinci hingga yang terkecil. Ini bisa dianalogikan dengan cabang ranting pada pohon. Selanjutnya agar pembaca bisa membayangkan lebih mudah mengenai bentuk mind mapping, di bawah terdapat langkah dan ilustrasi dari mind mapping.

Contoh mind mapping
Mind Mapping Dalam Pembelajaran

Langkah-Langkah atau Sintaks Mind Mapping

Cara mengajar dengan metode Mind Mapping

Bila guru hendak memanfaatkan metode mind mapping untuk mengolah informasi. Guru bisa melaksanakan langkah yang disusun oleh Johan Mahmuddin:

  1. Pada permulaan pembelajaran Guru mengutarakan kompetensi yang harus diraih oleh para siswa.
  2. Siswa diharap bisa menemukan solusi dari konsep soal yang diutarakan oleh guru.
  3. Guru membuat grup kecil dengan total anggota 2 sampai 3 siswa.
  4. Grup bisa leluasa untuk berdiskusi dengan grup masing-masing tentang materi permasalahan yang diberikan oleh pengajar.
  5. Setiap grup diminta untuk menuliskan semua ide jawaban yang ada pada saat diskusi tanpa harus takut salah (brainstorming).
  6. Hasil diskusi akan dipresentasikan oleh tiap grup dengan cara diundi. Saat presentasi siswa, guru akan menuliskan seluruh jawaban berdasarkan kriteria yang telah disusun.
  7. Guru dan siswa akan melakukan pengambilan kesimpulan dari hasil diskusi yang telah dicatat oleh guru di papan tulis.

Manfaat dari model mind mapping ini bisa meringankan siswa dalam mengolah informasi konsep dan memahaminya secara bertahap. Selain itu bentuk mind mapping juga bisa dibuat seindah dan semenarik mungkin, sehingga nantinya pada saat review pelajaran atau materi, siswa bisa lebih betah membacanya.

Cara termudah untuk membuat mind mapping adalah dengan menyiapkan kertas polos kosong tanpa garis atau warna. Selanjutnya siapkan beberapa spidol atau ballpoint berwarna untuk menghias setiap kategori yang ada.

Selain itu model ini bisa dibuat dengan kreatif seperti menggunakan kotak kategori dengan berbagai bentuk. Garis yang dipakai untuk menyambungkan topik utama dan sub topik juga tidak harus lurus.

Selain itu berbagai macam pernak-pernik inovasi dalam mind mapping bisa ditambah dengan rupa warna-warni yang keren.

Manfaat Pembelajaran Mind Mapping

Berikut merupakan manfaat dari model pembelajaran mind map menurut penuturan Buzan:

  1. Sudut pandang siswa akan semakin luas.
  2. Peserta didik bisa mengurutkan konsep yang harus dikerjakan lebih dulu. Sehingga bisa memilih jalur awal dan akhir dari suatu konsep yang akan dipelajari.
  3. Siswa bisa menggalang informasi pengetahuan dalam satu wadah.
  4. Mengembangkan problem solving skill pada siswa dengan cara brainstorming (mengumpulkan semua ide).
  5. Peta pikiran yang bagus dan keren bisa sangat enak untuk dibaca, sehingga ketika akan mengulas (review) pelajaran bisa lebih semangat.

Selain itu ada juga pendapat lain dari manfaat model pembelajaran mind map, pendapat ini berasal Michael Michalko, yakni:

  1. Membangkitkan kapasitas kemampuan otak.
  2. Menertibkan akal budi dan bisa menguatkan mental.
  3. Membangkitkan kekuatan fokus sehingga saat mengatasi masalah akan semakin mudah.
  4. Bisa menemukan keterkaitan informasi yang terpisah.
  5. Bisa membuat big picture atau gambaran besar dengan rinci dan jelas dari sebuah masalah.
  6. Siswa bisa mengkategorikan teori satu dengan yang lain dengan mudah dan bisa menganalogikannya.

Karakteristik Metode Mind Mapping (Peta Pikiran)

Pada mulanya model pembelajaran peta pikiran ini berasal dari sebuah penelitian para ilmuwan yang mempelajari tentang bagaimana cara otak mengolah dan memproses informasi pengetahuan.

Pada awal penelitian, ilmuwan beranggapan bahwa otak mengolah dan memproses informasi secara linier, ini bisa dianalogikan seperti kita menyimpan barang digudang.

Tetapi, penelitian terakhir menemukan bahwa otak mendapatkan  informasi dengan cara mengkombinasikan antara aroma, gambar, pikiran, bunyi dan perasaan yang terbagi menjadi format linier. Ini bisa dicontohkan ketika mengingat tulisan atau ceramah, otak bisa terpicu ingatanya hanya dengan merasakan dan melihat simbol, warna, bunyi, gambar, aroma serta perasaan.

Maka dari itu, untuk bisa memanfaatkan peta pikiran secara optimal, pembuatan mind mapping sebaiknya dikombinasikan dengan warna, gambar serta simbol yang indah. Ini bermanfaat agar peserta didik bisa mengingat informasi pengetahuan, bacaan, tulisan pada materi dengan efektif.

Dengan proses berpikir ini, individu bisa mengkategorikan pikirannya seperti halnya kita meletakan sesuatu barang pada tempatnya, seperti buku diletakan sesuai dengan genrenya masing-masing.

Teknik tersebut bisa mempermudah individu untuk berpindah dari teori satu ke teori lain. Karena mekanisme pada mind mapping bermanfaat menjadikan kinerja otak menjadi lebih efisien dan proses informasi bisa lebih efektif.

Kelebihan dan Kelemahan

Model Pembelajaran mind mapping mempunyai banyak kelebihan diantaranya adalah:

  • Memaksimalkan otak logika bagian kiri dan otak imajinasi pada bagian kanan.
  • Ada juga manfaat untuk pembelajaran, yang menjadikan proses belajar mengajar bisa lebih hidup dan mengasyikan serta mengembangkan kreativitas peserta didik dalam mengakuisisi pengetahuan.

Akan tetapi mind mapping ini juga terdapat kekurangan, yaitu

  • Pada siswa yang memiliki kelebihan atau cenderung lebih mudah belajar dengan cara audio kurang mendapat porsi karena karakter pembelajaran ini lebih berfokus pada gambar atau ilustrasi.
  • Hampir seluruh materi yang akan dipraktekan dalam model pembelajaran ini lebih mengutamakan rincian yang mendalam.

Kesimpulan

Ini hanyalah beberapa cara guru dan siswa agar bisa menerapkan pemetaan pikiran sebagai cara untuk meningkatkan proses pembelajaran. Peta pikiran bisa menolong siswa untuk lebih memahami berbagai konsep, meningkatkan daya ingat, dan sekadar membuat pembelajaran menjadi lebih menarik. Sangatlah bermanfaat untuk menerapkan pemetaan pikiran ke berbagai bidang pengajaran dan studi.

Sekian rangkuman singkat dan penjelasan tentang model pembelajaran mind mapping. Artikel ini bisa ditambahkan bila ada yang kurang di kolom komentar, Sehingga bahasan ini bisa lebih sempurna dan bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *