Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Model Pembelajaran Make A Match

3 min read

Model Pembelajaran Make A Match

Model pembelajaran make a match adalah opsi dari aktivitas belajar yang bisa dilaksanakan siswa dalam meraih pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Pelaksanaan model ini pertama-tama siswa diminta untuk menemukan kartu yang memiliki pasangan serupa untuk soal dan jawaban dan dibatasi dengan waktu. Siswa yang bisa memasangkan waktu dengan tepat akan diberi nilai.

Gaya pembelajaran make a match diciptakan oleh Lorna Curran pada tahun 1994. Salah satu kehebatan dari model ini adalah siswa bisa terpicu untuk mengkoneksikan sebuah teori dan konsep bahwa ilmu pengetahuan itu saling terkait selain itu, suasana belajar siswa juga jadi lebih menarik.

Pada umumnya sebuah model pembelajaran adalah suatu metode belajar yang dimanfaatkan oleh guru untuk menyampaikan suatu materi mata pelajaran kepada siswa agar lebih efektif dan efisien. Model pembelajaran juga harus disesuaikan dengan suasana kelas.

Level siswa dalam menangkap maksud dan materi yang akan disampaikan. Selain itu fasilitas yang ada pada sebuah sekolah juga turut andil dalam penggunaan suatu model pembelajaran sehingga target atau tujuan belajar bisa diperoleh.

Pengertian

Pengertian model Make A Match (membuat pasangan) menurut Anita Lie adalah metode belajar yang akan membuat siswa memiliki peluang untuk kerjasama dengan siswa lain. Metode ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai mata pelajaran dan semua level usia peserta didik.

Sedangkan menurut pakar bernama Rusman, model pembelajaran Make a Match adalah kategori yang merupakan ruang lingkup dari model pembelajaran kooperatif. Teknik ini diciptakan oleh Lorna Curran pada tahun 1994.

Kelebihan dari metode ini adalah siswa bisa mencocokan dan memasangkan kartu untuk belajar tentang suatu teori, dengan semangat yang mengasyikan.

Berlandaskan beberapa pengertian menurut para ahli, kita bisa mendapatkan pemahaman bahwa model pembelajaran kooperatif dengan tipe Make A Match merupakan metode untuk membuat pasangan jawaban menjadi cocok sembari melakukan aktivitas menggali ilmu tentang sebuah teori dalam sebuah mata pelajaran yang ada di sekolah.

Langkah-Langkah atau Sintaks

Langkah-Langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Make A Match

Metode pembelajaran Make A Match dilaksanakan ke sebuah kelas dengan atmosfer yang ceria sebab dalam prosesnya siswa diharuskan untuk berlomba memadukan kartu yang telah diterima dengan waktu yang telah ditentukan.

Berikut merupakan langkah atau sintak dari model pembelajaran Make A match:

  1. Guru merancang sebuah teori yang sesuai dengan siswa untuk diulas. ( buat dua kategori kartu yang terdiri dari soal dan jawaban yang ada gambarnya).
  2. Siswa akan menerima sebuah kartu dan mencari solusi jawabannya.
  3. Seluruh siswa akan melacak kembaran dari kartu yang sesuai. Contohnya:  Siswa yang memiliki kartu “12 x 12 =” akan melacak kembaran dengan hasil “144”.
  4. Siswa yang bisa menemukan kartu yang sesuai akan mendapatkan skor atau nilai.
  5. Bila siswa tidak bisa menemukan kartu yang sesuai akan memperoleh sanksi yang telah diputuskan.
  6. Bila suatu sesi telah berakhir maka kartu akan diundi kembali.
  7. Siswa bisa fleksibel mencocokan dengan siswa yang kiranya memiliki jawaban yang cocok, walaupun siswa tersebut sudah ada siswa lain yang telah memilih jawaban itu.
  8. Guru akan membimbing seluruh kelas untuk melahirkan kesimpulan.

Manfaat model pembelajaran Make A match adalah bisa mengembangkan siswa untuk terus aktif dalam pembelajaran. Ini bisa menjadi solusi pemerataan pemahaman setiap materi, disamping itu siswa juga bisa belajar kerjasama dan rasa tanggung jawab.

Tujuan Make A Match

Dalam setiap pembelajaran pasti ada yang ingin dicapai oleh Guru. Berikut merupakan tujuan metode pembelajaran Make A Match yang bisa menjadi pertimbangan agar pembelajaran bisa tepat guna.

  1. Penajaman materi.
  2. Penghayatan materi.
  3. Sebagai hiburan.

Awal mula misi dari model pembelajaran make a match adalah untuk menajamkan materi pada siswa. Siswa akan berkembang dengan adanya penguasaan materi yang lebih solid dengan adanya jawaban dan pertanyaan.

Berikut adalah cara untuk mencapai tujuan penajaman materi, pertama siswa akan diberi penjelasan dan presentasi teori yang akan dilaksanakan, selanjutnya siswa diberi tugas kepada siswa untuk membaca dan mengulas materi yang akan dilaksanakan.

Beda dengan bila guru ingin menggunakan tujuan penghayatan materi. Guru tidak harus menjelaskan materi kepada siswa, sebab siswa akan menghayati sendiri dengan cara merangkum tulisan yang telah dibaca terlebih dahulu.

Dan apabila hiburan adalah tujuan utama, maka guru harus melaksanakan metode ini sesekali saja. Metode yang digunakan ini Make A Match adalah metode untuk membuat/mencocokan pasangan untuk mempertajam setiap materi yang dipelajari.

Kekurangan dan Kelebihan Pembelajaran Membuat Pasangan

Setiap pembelajaran pasti ada tujuan yang dimaksud, agar Guru lebih bijak dalam memperoleh tujuan tersebut berikut adalah kekurangan dan kelebihan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Make A Match:

Kelebihan

  • Membuat siswa berkembang dalam aktivitas belajar dari segi kognitif dan juga motorik.
  • Teknik ini bisa membuat siswa merasa nyaman dan asyik sebab terdapat komponen permainan.
  • Mengembangkan siswa dalam pemahaman setiap materi belajar.
  • Setiap siswa akan termotivasi dalam belajar karena menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu sangat lezat.
  • Keberanian siswa akan terbangun karena model pembelajaran ini merupakan sarana berlatih untuk tampil di depan kelas.
  • Siswa mampu untuk menghormati waktu belajar dan bisa bersikap disiplin.

Kelemahan

  • Bila metode pembelajaran tidak matang, akan ada waktu yang terbuang mubazir.
  • Pelaksanaan metode ini akan memakan energi mental yang tinggi karena siswa bisa berpasangan dengan orang lain yang tidak akrab. Berpasangan dengan lawan jenis misalnya.
  • Bila Guru dalam pengutaraan kurang jelas, akan menyebabkan siswa akan kebingungan saat pelaksanaan metode ini.
  • Dalam prosesnya guru dituntut untuk memperhingungkan segala kemungkinan saat melaksanakan hukuman pada siswa sebab siswa bisa terkena imbas mental karena malu. Maka bijaksanalah.
  • Bila guru sering menggunakan teknik ini siswa akan jenuh.

Kesimpulan

Berlandaskan pada aktivitas pembelajaran, pemakaian model make a match akan berdampak menyenangkan pada siswa. Apalagi dengan metode permainan ini siswa bisa mengenal lebih dalam teman satu kelas. Model ini bisa membuat siswa tangguh dalam pikiran dan mental karena kesederhanaan model ini bisa digunakan sesekali, agar aktivitas pembelajaran lebih dinamis.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *