Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Model Pembelajaran Jigsaw

3 min read

Model pembelajaran jigsaw adalah pembelajaran yang memfokuskan siswa pada grup belajar bersama untuk berkolaborasi menyelesaikan masalah dalam wadah grup kecil.

Pembelajaran jigsaw dirancang untuk menciptakan rasa tanggung jawab siswa pada mata pelajaran yang ditugaskannya.

Pengertian

Berdasarkan hasil pengembangan Elliot Aronson menyatakan bahwa Model jigsaw adalah, dalam aktivitasnya siswa tidak saja memahami dan belajar materi yang disediakan oleh guru. Namun juga dituntut untuk bisa menjelaskan materi yang disediakan kepada setiap anggota yang ada di grup belajar.

Kunci dari model pembelajaran jigsaw adalah pada keaktifan siswa dalam pembelajaran dan pembuatan grup belajar kecil yang terdiri dari 3-5 siswa.

Tujuan

Tujuan dari model jigsaw yang merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif adalah peningkatan dalam keterampilan berbicara, menulis dan membaca.

Agar bisa mengalami peningkatan sesuai dengan tujuan dari model jigsaw, maka aktivitas yang dilaksanakan juga harus berhubungan dengan berbicara, menulis dan membaca.

Ini bisa menjadi maklum apabila pembelajaran jigsaw sangat cocok dengan semua tingkatan kelas dan pas bila diterapkan pada materi IPA, IPS, bahasa, agama dan matematika.

Persiapan Awal

Langkah awal dalam melaksanakan model pembelajaran jigsaw adalah membuat grup belajar yang memiliki staf ahli. Grup asal merupakan grup awal siswa yang memiliki sejumlah staf ahli yang dibuat untuk meneliti latar belakang.

Sedangkan staf ahli adalah grup siswa yang beranggotakan grup lain (grup asal) yang ditugaskan untuk memahami materi tertentu untuk selanjutnya dijelaskan kepada seluruh anggota grup asal.

Guru dituntut untuk bisa membimbing dengan baik agar seluruh anggota staf ahli bisa menguasai dan mengutarakan teori yang diberikan.

Rahasia kesuksesan dari model jigsaw adalah siswa dituntut untuk mempunyai rasa kebersamaan dan tanggung jawab yang tinggi sehingga segala ilmu pengetahuan yang terserap dan masalah yang ada bisa ditemukan solusinya dengan baik.

Langkah atau Sintak Model Pembelajaran Jigsaw

Langkah langkah atau sintaks Model Pembelajaran Jigsaw

Berikut merupakan langkah dalam aktivitas Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw:

  1. Membuat grup yang terdiri dari bermacam latar belakang terdiri dari 4 hingga 6 siswa.
  2. Dalam grup siswa akan diberi sub konsep yang berbeda.
  3. Setiap grup berdiskusi dan menjelaskan sub konsep yang telah diberikan dan memutuskan staf ahli yang bergabung ke grup staf ahli.
  4. Anggota staf ahli akan mendiskusikan setiap sub konsep yang ada dan mengkoneksikan satu dengan yang lainnya.
  5. Grup ahli dibimbing untuk diskusi tentang konsep yang ada dan saling bahu membahu memahami konsep yang diberikan.
  6. Setiap grup akan menjelaskan di depan kelas hasil daripada diskusi yang ada.
  7. Guru akan mengadakan kuis untuk setiap siswa pada akhir pembelajaran mengenai materi konsep yang sudah diterima siswa.
  8. Siswa akan menyelesaikan kuis individual dan grup.

Kekurangan dan Kelebihan

Kelebihan

Agar guru bisa menentukan target belajar, maka dengan melihat kelebihan pembelajaran segalanya akan lebih mudah, berikut kelebihan Model pembelajaran jigsaw:

  1. Dengan adanya grup staf ahli, maka segala aktivitas guru akan semakin mudah sehingga guru bisa memikirkan target lain untuk kebaikan siswa.
  2. Pemahaman setiap materi yang diberikan akan semakin menyeluruh pada siswa. Siswa bisa merasakan pemahaman yang hampir sama.
  3. Model pembelajaran jigsaw bisa meningkatkan kepercayaan diri siswa karena disini mereka dilatih untuk menjelaskan dan berpendapat

Kelemahan

Selain itu juga ada kelemahan pada pembelajaran ini yaitu

  1. Fokus mendasar dari pembelajaran jigsaw adalah pembelajaran dengan penjelasan teman, ini bisa menjadi masalah bila siswa yang dijelaskan mempunyai pemahaman teori yang berbeda.
  2. Kendala lain adalah bila beberapa siswa tidak mempunyai kepercayaan diri yang cukup dalam menjelaskan teori kepada temannya. Ini bisa mengakibatkan kebuntuan dalam diskusi.
  3. Perencanaan yang lama dan matang merupakan kunci dari model pembelajaran jigsaw, ini bisa menjadi kendala bila guru tidak telaten atau sibuk dengan administrasi lain.
  4. Implementasi pembelajaran jigsaw dengan jumlah siswa lebih dari 30 orang akan susah.

Permasalahan Saat Implementasi

  1. Siswa yang ekstrovert akan lebih dominan dari siswa introvert ketika diskusi diadakan.
  2. Siswa dengan kapabilitas berpikir dan membaca kurang akan susah beradaptasi dengan grup belajar bila berada pada grup staf ahli.
  3. Bila pembuatan grup belajar tidak berbeda latar belakang (heterogen) akan terjadi ketimpangan.
  4. Penunjukan anggota grup untuk menjadi bagian staf ahli sering kali tidak sesuai dengan kapabilitas. Pastikan guru untuk bisa membimbing siswa dalam menentukan staf ahli.

Cara Mengatasi

Dalam mengatasi permasalahan pembelajaran jigsaw perlu beberapa hal yang harus diterapkan, yakni:

  1. Guru bisa menyusun kemampuan belajar siswa dari yang terbaik dan terendah dan buat grup heterogen dengan data tersebut.
  2. Lakukan tes penguasaan materi kepada setiap staf ahli sebelum kembali ke grup asal agar penyampaian materi  terhadap teman yang ada di grup asal bisa maksimal.

Elemen Kesuksesan Model Pembelajaran Jigsaw

Terdapat elemen kunci kesuksesan yang harus diterapkan pada model pembelajaran jigsaw, diantaranya yaitu:

  1. Social skills.Siswa dituntut untuk bisa memiliki keterampilan sosial yang mumpuni untuk bisa memperoleh pemahaman materi secara bersama.
  2. Individual accountability. Siswa diharuskan untuk mempunyai rasa tanggung jawab dalam perkembangan belajar bersama dan dirinya sendiri.
  3. Groups processing and Reflection. Grup dalam sesi akhir pembelajaran diharuskan untuk evaluasi agar proses pembelajaran selanjutnya bisa berkembang lebih baik.
  4. Positive interdependence. Setiap siswa dalam grup dituntut untuk mempunyai rasa ketergantungan (ketergantungan positif)  dengan siswa lain.

Macam-Macam Model Pembelajaran Jigsaw

Within Group Jigsaw

Setiap individu dalam grup akan memiliki tanggung jawab dalam satu materi yang harus dipahami dan dipecahkan. Berikutnya setiap individu dituntut untuk bisa menjelaskan kepada individu lain dalam satu grup.

Expert Group Jigsaw

Setiap siswa dalam grup belajar yang memiliki materi sama akan membuat grup staf ahli untuk berdiskusi memahami materi tersebut. Selanjutnya setiap siswa kembali ke grup dan menjelaskan dan mengajarkan hasil dari diskusi (pemahaman).

Whole Group Jigsaw

Pada model pembelajaran jigsaw jenis ini grup staf ahli akan langsung dibuat dan selanjutnya mereka mempelajari materi persoalan yang berbeda dengan grup lain. Selanjutnya setiap grup menjelaskan setiap materi persoalan ke grup lain dengan cara presentasi dan diskusi.

 

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *