Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Jigsaw

4 min read

Model pembelajaran jigsaw adalah pembelajaran yang memfokuskan siswa pada grup belajar bersama untuk berkolaborasi menyelesaikan masalah dalam wadah grup kecil.

Pembelajaran jigsaw dirancang untuk menciptakan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa pada suatu mata pelajaran yang ditugaskannya.

Pengertian

Berdasarkan hasil pengembangan Elliot Aronson, menyatakan bahwa Jigsaw adalah model pembelajaran yang bertujuan agar siswa bisa saling bergantung satu sama lain untuk meraih tujuan atau keberhasilan.

Ini merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menghasilkan responsibilitas individu dan fokus pencapaian tujuan tim. Kenapa pembelajaran ini dinamakan teka-teki jigsaw adalah karena proses ini melibatkan penyatuan tugas yang telah diberikan untuk disatukan seperti halnya teka-teki pada gambar.

Praktek Jigsaw

Nantinya kelas akan dipecah dalam beberapa grup, dan masing-masing grup akan diberi tugas untuk mendiskusikan sub-bagian materi, setelah diskusi sub-bagian materi selesai, maka materi akan di satukan secara utuh menjadi satu kesatuan dengan cara mempresentasikan hasil diskusi grup.

Bisa dikatakan bahwa jigsaw learning adalah penyatuan materi dari hasil diskusi siswa yang membahas sub-bagian materi yang telah disediakan oleh guru.

Kunci dari model pembelajaran jigsaw adalah pada keaktifan siswa dalam pembelajaran dan pembuatan grup belajar kecil yang terdiri dari 3-5 siswa.

Tujuan

Tujuan dari model jigsaw yang merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif ini adalah peningkatan dalam keterampilan kerjasama, saling tergantung satu sama lain, bergaul, berbicara, menulis dan membaca.

Agar bisa mengalami peningkatan sesuai dengan tujuan dari model jigsaw, maka aktivitas yang dilaksanakan juga harus berhubungan satu sama lain.

Ini bisa menjadi maklum apabila pembelajaran jigsaw sangat cocok dengan semua tingkatan kelas dan pas bila diterapkan pada materi IPA, IPS, bahasa, agama dan matematika.

Mengapa menggunakan model jigsaw?

    • Bisa untuk membangun pemahaman siswa.
    • Siswa bisa didorong untuk bekerja sama dengan temannya.
    • Bisa membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan mendengar, pemecahan masalah dan komunikasi.

Persiapan Awal

Langkah awal dalam melaksanakan model pembelajaran jigsaw adalah membuat grup umum dan grup khusus. Grup umum adalah grup yang terdiri dari semua siswa yang ada di kelas, sedangkan grup khusus adalah perwakilan siswa dari grup umum yang nantinya dijadikan staf ahli. Sehingga nantinya setiap grup umum akan memiliki satu orang perwakilan yang berasal dari grup khusus yang dijadikan staf ahli.

Tujuan dari dibentuknya staf ahli adalah untuk menjelaskan materi kepada teman sebayanya. Maka dari itu guru dituntut untuk bisa membimbing dengan baik agar seluruh anggota staf ahli bisa menguasai dan mengutarakan materi atau teori yang diberikan.

Rahasia kesuksesan dari model jigsaw adalah siswa dituntut untuk mempunyai rasa kebersamaan dan tanggung jawab yang tinggi sehingga segala ilmu pengetahuan yang terserap dan masalah yang ada bisa ditemukan solusinya dengan baik.

Langkah atau Sintak Model Pembelajaran Jigsaw

Langkah praktis atau sintaks Model Pembelajaran Jigsaw

Berikut merupakan langkah dalam aktivitas Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw:

  1. Membuat grup yang terdiri dari bermacam latar belakang yang terdiri dari 4 hingga 6 siswa.
  2. Dalam grup siswa akan diberi sub-konsep yang berbeda.
  3. Setiap grup berdiskusi dan menjelaskan sub-konsep yang telah diberikan dan memutuskan staf ahli yang bergabung ke grup staf ahli.
  4. Anggota staf ahli akan mendiskusikan setiap sub-konsep yang ada dan mengkoneksikan satu dengan yang lainnya.
  5. Grup ahli dibimbing untuk diskusi tentang konsep yang ada dan saling bahu membahu memahami konsep yang diberikan.
  6. Setiap grup akan menjelaskan di depan kelas hasil dari diskusi yang telah dilaksanakan.
  7. Guru akan mengadakan kuis untuk setiap siswa pada akhir pembelajaran mengenai materi konsep yang sudah diterima siswa.
  8. Siswa akan menyelesaikan kuis individu dan grup.

Cara Model Pembelajaran Jigsaw di YouTube

Kekurangan dan Kelebihan

Kelebihan

Agar guru bisa menentukan target belajar, maka dibutuhkan pengetahuan mengenai kelebihan model pembelajaran ini. Berikut kelebihan Model pembelajaran jigsaw:

    1. Dengan adanya grup staf ahli, maka segala aktivitas guru akan semakin mudah sehingga guru bisa memikirkan target lain untuk kebaikan siswa.
    2. Pemahaman setiap materi yang diberikan akan semakin menyeluruh pada siswa. Siswa bisa merasakan pemahaman yang hampir sama.
    3. Model pembelajaran jigsaw bisa meningkatkan kepercayaan diri siswa karena disini mereka dilatih untuk menjelaskan dan berpendapat

Kelemahan

Selain itu juga ada kelemahan pada pembelajaran ini yaitu

    1. Fokus mendasar dari pembelajaran jigsaw adalah ketika staf ahli sedang menjelaskan materi ke teman sebayanya, ini bisa menjadi masalah bila siswa yang dijelaskan mempunyai pemahaman teori yang berbeda.
    2. Kendala lain adalah bila beberapa siswa tidak mempunyai kepercayaan diri yang cukup dalam menjelaskan teori kepada temannya. Ini bisa mengakibatkan kebuntuan dalam diskusi.
    3. Perencanaan yang lama dan matang merupakan kunci dari model pembelajaran jigsaw. Ini bisa menjadi bumerang bila guru sibuk dan tidak telaten atau memiliki beban administrasi lain.
    4. Implementasi pembelajaran jigsaw dengan jumlah siswa lebih dari 30 orang akan susah.

Permasalahan Saat Implementasi

  1. Siswa yang ekstrovert akan lebih dominan dari siswa introvert ketika diskusi diadakan.
  2. Siswa dengan kapabilitas berpikir dan membaca kurang akan susah beradaptasi dengan grup belajar bila berada di grup staf ahli.
  3. Bila grup belajar dibentuk tidak berdasar pada perbedaan latar belakang (heterogen) maka bisa menimbulkan ketimpangan.
  4. Penunjukan anggota grup untuk menjadi bagian staf ahli sering kali tidak sesuai dengan kapabilitas. Pastikan guru untuk cermat dan bisa membimbing siswa menjadi staf ahli yang kompeten.

Cara Mengatasi

Dalam mengatasi permasalahan pembelajaran jigsaw perlu beberapa hal yang harus diterapkan, yakni:

  1. Guru bisa menyusun kemampuan belajar siswa dari yang terbaik dan terendah dan buat grup heterogen dengan data tersebut.
  2. Lakukan tes penguasaan materi kepada setiap staf ahli sebelum kembali ke grup asal agar penyampaian materi  terhadap teman yang ada di grup asal bisa maksimal.

Elemen Kesuksesan Model Pembelajaran Jigsaw

Terdapat elemen kunci kesuksesan yang harus diterapkan pada model pembelajaran jigsaw, diantaranya yaitu:

  1. Social skills. Siswa dituntut untuk bisa memiliki keterampilan sosial yang mumpuni untuk bisa memperoleh pemahaman materi secara bersama.
  2. Individual accountability. Siswa diharuskan untuk mempunyai rasa tanggung jawab dalam perkembangan belajar bersama dan dirinya sendiri.
  3. Groups processing and reflection. Grup ketika akhir pembelajaran harus melakukan evaluasi agar proses pembelajaran selanjutnya bisa berkembang lebih baik.
  4. Positive interdependence. Setiap siswa dalam grup dituntut untuk mempunyai rasa ketergantungan (ketergantungan positif)  dengan siswa lain.

Macam-Macam Model Pembelajaran Jigsaw

Within Group Jigsaw

Setiap individu dalam grup akan memiliki tanggung jawab dalam satu materi yang harus dipahami dan dipecahkan. Berikutnya setiap individu dituntut untuk bisa menjelaskan kepada individu lain dalam satu grup.

Expert Group Jigsaw

Setiap siswa dalam grup belajar yang memiliki materi sama akan membuat grup staf ahli untuk berdiskusi memahami materi tersebut. Selanjutnya setiap siswa kembali ke grup dan menjelaskan dan mengajarkan hasil dari diskusi (pemahaman).

Whole Group Jigsaw

Pada model pembelajaran jigsaw jenis ini grup staf ahli akan langsung dibuat dan selanjutnya mereka mempelajari materi persoalan yang berbeda dengan grup lain. Selanjutnya setiap grup menjelaskan setiap materi persoalan ke grup lain dengan cara presentasi dan diskusi.

Kesimpulan

Dengan pembelajaran ini ketergantungan positif siswa dengan siswa lain bisa terbangun. Ini bisa membuat siswa yang memiliki masalah seperti merasa paling benar atau tingkat egois tinggi bisa sadar dan peka bahwa manusia itu saling membutuhkan.

Selain itu model jigsaw juga bisa mengajarkan siswa untuk mengandalkan satu sama lain dan mengurangi sikap kompetitif. Karena setiap siswa saling membutuhkan semua orang dalam grupnya untuk melakukan pemecahan teka-teki atau tugas.

Referensi

(2015). Education world .Retrieved from http://www.educationworld.com/a_curr/strategy/strategy036.shtml
Perkins, D. V., & Tagler, M. J. (n.d.). “Jigsaw Classroom”. December 5, 2012
(2015). The Jigsaw Classroom. Retrieved from https://www.jigsaw.org
https://en.wikipedia.org/wiki/Jigsaw_(teaching_technique)

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *