Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Penilaian Autentik

2 min read

Penilaian Autentik

Penilaian atau assesmen bisa dimaknakan sebagai proses memperoleh data ke dalam bentuk apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai dasar acuan mengambil keputusan terhadap proses pembelajaran siswa. Proses tersebut berhubungan dengan situasi sekolah, kurikulum, model pembelajaran dan kebijakan sekolah.

Pengertian Penilaian Autentik

Pengertian dari penilaian autentik adalah evaluasi dari hasil kegiatan belajar siswa pada disiplin ilmu Pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor). Penjelasan lainnya adalah penilaian atau asesmen memiliki padanan kata pengujian, pengukuran, evaluasi. Dan Autentik padanan katanya adalah original, reliabel, nyata dan valid.

Pada pelaksanaan penilaian autentik, guru akan mempraktekan parameter yang berhubungan dengan kegiatan pembangunan pengetahuan, mencoba, mengamati dan hasil belajar siswa di luar sekolah.

Definisi Penilaian Autentik

Menurut Newton Public School menafsirkan bahwa penilaian autentik adalah pengukuran atas hasil dari kapasitas yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari di kehidupan nyata siswa.

Dan Wiginis berpendapat bahwa penilaian autentik merupakan usaha memberikan tugas sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran kepada siswa. Ini meliputi, menyimak, meneliti, analisa, merevisi, menulis dan menjelaskan setiap permasalahan kehidupan sehari-hari secara lisan, bekerjasama dengan grup dll.

Sementara American Library Association, Penilaian autentik merupakan kegiatan evaluasi. Ini untuk menilai kemampuan, sikap, kinerja, motivasi dan prestasi siswa pada kegiatan yang sesuai dalam pembelajaran.

Penilaian Autentik Pada Kurikulum 2013

Dengan penilaian ini guru bisa menguraikan hasil belajar siswa dalam mengembangkan potensi mereka dalam menalar, meningkatkan koneksi dan investigasi, karena penilaian autentik sangat erat kaitanya dengan pendekatan ilmiah pada pembelajaran

Dengan penilaian autentik guru bisa menggunakan model responsi untuk mengetahui kelemahan, kekuatan, potensi dan hasil belajar siswa sehingga bakat dan minat siswa bisa tersalurkan dengan maksimal.

Kelebihan penilaian autentik adalah pembuatannya bisa dilaksanakan secara independen oleh guru atau tim guru bahkan guru dengan siswa. Dengan keikutsertaan siswa dalam menentukan cara penilaian, maka siswa diharapkan mampu untuk melaksanakan kegiatan belajar dengan semangat ketika tahu cara dan bagaimana untuk menilai.

Penilaian autentik menuntut guru agar lebih peka dalam menguraikan nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan pada siswa. Dengan bisa menguraikannya guru bisa mendorong siswa untuk bisa mengetahui potensi dan kelemahannya sehingga pembelajaran menjadi berfaedah.

Belajar Autentik dan Penilaian Autentik

Dalam penerapan penilaian autentik ada syarat yang harus dipenuhi yakni dalam proses belajar siswa juga menggunakan model belajar autentik. Karakteristik pembelajaran autentik adalah tugas dan pemecahan masalah yang diberikan kepada siswa harus sesuai dan berkaitan dengan kehidupan nyata siswa (di luar sekolah).

Teknik yang dipakai pada penilaian autentik ada tiga yakni:

  • Pengujian siswa secara langsung tentang nilai pengetahuan, keterampilan, afektif yang dihasilkan dalam pendidikan jangka panjang. Keberhasilan saat setelah selesai dalam menempuh pendidikan misalnya.
  • Asesmen terhadap tugas-tugas yang diberikan harus luas dan mendalam.
  • Respon siswa terhadap hasil dari afektif, kognitif dan psikomotorik merupakan hasil dari analisa aktivitas dalam pembelajaran.

Karakter dari pembelajaran autentik adalah menghimpun segala data dengan pendekatan saintifik, mencoba membaca berbagai kejadian dan gejala yang berkaitan satu dengan yang lainnya secara luas mendalam, serta bisa mengkoneksikan apapun yang telah dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.

Penilaian autentik mengharuskan siswa untuk membangun, menggabungkan, menganalisis, menjelaskan dan mengukur berbagai data untuk dikembangkan menjadi wawasan baru.

Peran guru pada pembelajaran autentik adalah guru harus mempunyai ciri khas yang orisinal sehingga fungsi guru tidak hanya menjelaskan namun juga menilai siswa.

Jenis-Jenis Penilaian Autentik

Jenis Penilaian Autentik

Penilaian Kinerja

Langkah yang dapat dilaksanakan untuk penilaian berdasar pada kinerja:

  • Daftar cek (checklist): Dipakai untuk melihat adanya faktor tertentu dari parameter yang ada dalam sebuah fenomena.
  • Catatan narasi dan anekdot: Dipakai guru untuk menjelaskan laporan narasi dari apa yang dilaksanakan oleh siswa dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran.
  • Skala Penilaian: memakai skala penomoran dengan penjelasannya. Seperti 1= rendah sekali, 2= rendah, 3= sedang, 4=bagus, 5= Istimewa.
  • Pendekatan hafalan: dipakai dengan memperhatikan siswa saat melaksanakan atau mengerjakan tugas, guru memperhatikan secara teliti dan tidak melakukan pencatatan.

Dalam memperhatikan kemampuan siswa bisa memakai tools seperti: penilaian afektif, pertanyaan secara lisan, penilaian diri, investigasi sikap dan pertanyaan yang bersifat privasi.

Penilaian Proyek

Aktivitas dalam penilaian proyek merupakan penyelesaian tugas dengan sistem deadline. Inti dari penilaian proyek adalah rencana, pelaksanaan dan hasil proyek.

Hasil proyek mempunyai penilaian yang spesifik. Penilaian hasil proyek terdiri dari penilaian dari kinerja siswa dalam memproduksi hasil proyek. Contoh hasil proyek ini adalah karya berupa lukisan, patung, makanan, minuman dan benda konkret lainnya.

Penilaian Portofolio

Pada penilaian portofolio adalah pengukuran dari kumpulan seluruh karya yang dihasilkan siswa baik itu dikerjakan secara individu maupun grup. Contoh karya yang mencakup pada portofolio adalah karya seni, lukisan, web desain dsb.

Penilaian Tertulis

Ini sama seperti tes yang dilakukan pada pembelajaran zaman dahulu, yaitu menentukan jawaban dari pilihan ganda, sebab-akibat, ya-tidak, benar-salah. Penilaian tertulis ini merupakan kombinasi pilihan ganda dan esai, yang sebisa mungkin siswa diberi dengan soal HOTS (high order thinking skill). Sehingga bisa menerjemahkan disiplin ilmu afektif, kognitif dan psikomotorik.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *