Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Keterampilan Dasar Mengajar

3 min read

Keterampilan Dasar Mengajar

Guru memiliki peran penting  dalam pembangunan sebuah bangsa, lebih jauh lagi guru merupakan tulang punggung dan dasar sebuah bangsa dan negara agar memiliki manusia yang unggul.

Untuk memenuhi cita-cita sebagai bangsa yang unggul, tentu tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Apalagi menjadi guru yang ideal dan berkualitas.

Agar bisa bangsa memiliki guru yang hebat dan berkualitas tentu ada strategi, parameter dan implementasi yang harus dilaksanakan. Mengingat ini adalah cara untuk pemberdayaan manusia, maka setiap langkah yang diambil harus terus menerus, dinamis dan progresif.

Dalam prosesnya terdapat salah satu langkah konkret yang bisa digunakan untuk membentuk guru berkualitas. Salah satunya adalah mengetahui keterampilan dasar mengajar. Apa itu? berikut pengertiannya.

Pengertian

Keterampilan dasar mengajar adalah keahlian yang wajib dipunyai seorang pengajar seperti guru, dosen, ustadz, dan instruktur agar bisa melakukan pembelajaran dengan profesional efisien dan efektif.

Di dalam keterampilan dasar mengajar terdapat beberapa jenis yang menjadi fondasi agar pendidik/pengajar bisa melakukan tugasnya. Berikut beberapa jenis keterampilan dasar mengajar yang harus dikuasai oleh seorang pengajar atau pendidik.

8 Keterampilan Dasar Mengajar

8 keterampilan dasar mengajar dan contohnya

Keterampilan Menjelaskan

Menjelaskan merupakan langkah penguraian dan presentasi sebuah materi dengan menggunakan lisan (ceramah). Langkah ini akan dilakukan dengan cara sistematis, teratur dan menghubungkan satu materi dengan yang lainnya.

Manfaat dari presentasi yang sistematis dan teratur adalah agar siswa bisa mudah menguasai materi. Dengan cara tersebut siswa juga akan mudah mengakses pengetahuan dengan praktis. Berikut merupakan penjabaran lengkap mengenai Keterampilan Menjelaskan.

Keterampilan Bertanya

Bertanya adalah salah satu bentuk stimulasi agar siswa bisa mengakses pengetahuan yang dulu pernah diajarkan. Secara tidak langsung bertanya juga bisa memicu kemampuan berpikir siswa. Selain itu bertanya juga bisa membuat siswa berkonsentrasi kembali dalam pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya kami sudah membahas keterampilan ini pada artikel Keterampilan Bertanya.

Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Membuka Pelajaran

Pengertian membuka pelajaran adalah aktivitas pengajar saat permulaan pembelajaran. Aktivitas ini bertujuan untuk melahirkan situasi kelas yang kondusif.

Kondisi yang kondusif (ideal) berguna agar lingkungan kelas nyaman, sehingga siswa bisa siap dari segi mental dan pikiran dalam menerima pelajaran.

Elemen penting dalam keterampilan membuka pelajaran terdiri dari, mengucapkan salam, menginformasikan hari ini akan membahas apa saja, memberi dorongan mental motivasi berupa manfaat materi yang dibahas, memberi perhatian kepada siswa, buat contoh materi yang sesuai dengan pengalaman siswa.

Menutup Pelajaran

Pengertian menutup pelajaran adalah aktivitas pengajar saat mengakhiri pembelajaran. Dalam prakteknya usahakan agar tidak menutup pelajaran secara mendadak.

Menutup pelajaran harus direncanakan dan dipikirkan agar siswa bisa lebih mantap dalam penguasaan materi. Elemen penting yang bisa diterapkan saat menutup pelajaran adalah dengan membuat rangkuman dan kesimpulan mengenai materi pelajaran.

Tips yang baik saat melakukan penutup adalah guru melakukan rangkuman dari keseluruhan materi yang telah diutarakan, bisa berupa garis besar dan gagasan pokok materi dsb.

Selain itu, ciptakan penutup seperti mengutarakan strategi pembelajaran untuk pertemuan yang akan datang dan dorong siswa agar tetap semangat belajar.

Keterampilan Memberikan Penguatan

Maksud dari penguatan adalah langkah pengajar untuk memberikan stimulasi siswa berupa penghargaan. Ini bertujuan agar siswa bisa berkembang dan berubah ke arah yang positif, dari segi sikap, dan pengetahuan.

Cara yang bisa dilakukan dalam penguatan adalah dengan memberikan sanjungan, pengakuan, pujian dan persetujuan. Selain itu pengajar juga bisa melakukan penguatan dengan memberikan bahasa tubuh positif, ekspresi muka, sentuhan dan isyarat.

Kegunaan dari penguatan adalah agar siswa menjadi lebih fokus dalam pelajaran, mendorong mental siswa, mampu menjaga sikap dan meningkatkan rasa kasih sayang antar pengajar dan siswa.

Keterampilan Mengadakan Variasi

Variasi adalah aktivitas guru dalam melakukan selingan/perubahan/modifikasi/ pada saat pembelajaran berlangsung. Hal tersebut dilakukan agar siswa tidak bosan dan bisa lebih konsisten dalam memperhatikan pembelajaran.

Variasi bisa berbentuk tindakan spontan dari guru dalam mengubah arus pembelajaran dari titik satu ke titik lain tanpa menghilangkan esensi dari materi. Keterampilan variasi bisa dilakukan dengan cara melontarkan humor, merubah suara, memusatkan fokus pada siswa, melakukan jeda, melakukan gerakan & kontak mata, bahasa tubuh dan ekspresi wajah.

Keterampilan Membimbing Diskusi Grup Kecil

Diskusi pada grup adalah variasi kecil dalam aktivitas pembelajaran yang bisa memicu pertukaran pengalaman dan informasi untuk menemukan solusi dari persoalan yang telah diberikan. Keterampilan ini cenderung mudah karena siswa menjadi pusat dan guru bertugas sebagai pembimbing.

Namun dalam prosesnya guru harus bisa memiliki kedewasaan dan perhatian tinggi agar kesempatan siswa dalam melakukan diskusi bisa terlaksana dengan baik. Sebab diskusi dapat memicu siswa untuk berpikir, berinteraksi dan bersikap positif dalam bertindak.

Keterampilan Mengelola Kelas

Ini adalah keterampilan manajemen guru pada kelas. Pada keterampilan mengelola kelas ini, guru dituntut untuk bisa membuat kondisi belajar yang ideal sehingga siswa bisa menyerap materi dengan maksimal.

Keterampilan ini bisa dimaksimalkan dengan cara guru mengambil keputusan krusial dan penting, misalnya adalah menyalakan AC pada kelas yang panas, menghukum siswa yang berisik, dsb. Ini bertujuan agar kelas terhindar dari gangguan dari dalam dan luar, yang mengakibatkan suasana pembelajaran menjadi kacau.

Keterampilan Mengajar Grup Kecil dan Perseorangan

Mengajar grup kecil yang dimaksud di sini adalah siswa membuat grup diskusi atau keperluan pembelajaran tertentu dengan jumlah 2 hingga 8 orang. Dengan kecilnya jumlah siswa dalam grup, bisa membuat guru dalam mencurahkan perhatian menjadi maksimal.

Manfaat dari keterampilan ini adalah interaksi  siswa dan guru bisa lebih cair, maka hubungan interpersonal menjadi lebih meningkat. Kesempatan tersebut bisa mengasah kapabilitas siswa dalam bergaul.

Elemen penting agar keterampilan ini bisa dilaksanakan adalah dengan meningkatkan kemampuan guru dalam organisasi, merencanakan, implementasi, mengajar dan membimbing.

Kesimpulan

Berdasarkan penjabaran di atas bisa disimpulkan bahwa fundamental dari keterampilan dasar mengajar adalah dari cara guru dalam mengimplementasikan wawasan mengenai keterampilan ini.

Untuk bisa matang dalam implementasi, guru bisa mempelajari teori dan konsep keterampilan dasar dengan tekun dan sabar.

Implementasi ini dilakukan secara bertahap dari waktu ke waktu, maka pengalaman guru dalam implementasi bisa terbangun.

Setiap pengajaran dan pembelajaran adalah bahan evaluasi guru agar keterampilan dasar mengajar bisa meningkat, sehingga pembelajaran bisa lebih bermakna. Selain itu usaha untuk mencerdaskan bangsa bisa terlaksana.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *