Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Kalimat Kompleks dan Simpleks

2 min read

Ciri-ciri kalimat kompleks dan simpleks

Nama lain dari kalimat kompleks itu sendiri adalah kalimat majemuk, jadi bila kita telah memahami kalimat ini, maka kita juga telah memahami kalimat majemuk, yaitu kalimat yang memiliki dua bahasan. Sedangkan kalimat simpleks nama lainnya adalah kalimat tunggal yang mana didalamnya hanya terdapat satu bahasan.

Pengertian Kalimat Kompleks

Kalimat kompleks sendiri pengertianya adalah kalimat yang dibangun dari klausa utama dan klausa subordinatif. Klausa utama merupakan induk kalimat yang didalamnya terdapat anak kalimat atau klausa subordinatif.

Klausa utama bisa berubah jadi kalimat tunggal, namun klausa subordinatif membutuhkan klausa utama agar bisa menjadi kalimat yang baik. Keterkaitan klausa utama dengan klausa subordinatif adalah pada kalimat kompleks yang tidak setara.

Karena ini adalah kalimat majemuk maka kalimat kompleks bisa dikatakan memiliki kata sambung (konjungsi).

Ciri-ciri

  • Klausa utama dan klausa subordinatif biasanya dihubungkan dengan pemakaian kata sambung (konjungsi) subordinatif, seperti: saat, maka, hingga, agar, jika, bila, setelah, selesai, sebelum, asalkan, sekalipun, bahwa, sampai, sehingga, dengan, supaya dsb.
  • Dalam kalimat yang sama memiliki dua atau lebih fenomena kejadian.
  • Memakai tanda koma pada pemisah klausa utama dengan klausa subordinatif.
  • Pada kesatuan kalimat memiliki dua subjek & predikat.

Jenis Kalimat Kompleks

Terdapat dua jenis kalimat kompleks yakni parataktikdan hipotaktik, bila kalimat majemuk bertingkat dinamakan kalimat kompleks hipotaktik, sedangkan kalimat majemuk setara dinamakan kalimat kompleks parataktik, berikut jenis kalimat kompleks:

Parataktik, merupakan kalimat yang memiliki ciri berupa kedua klausa di dalam kalimatnya setara. Seringkali pembentukan kalimat ini akan dihubungkan dengan memakai konjungsi setara, seperti: atau, dan, tetapi, sedangkan, melainkan, serta & padahal.

Contoh Kalimat:

      • Anis menyiram tanaman dan membersihkan sepeda motor di beranda.
      • Soekarno akan melangsukan pengumuman kemerdekaan, tetapi kaisar Jepang tidak setuju.

Hipotaktik, merupakan kalimat yang memiliki ciri berupa kedua klausa di dalam kalimatnya tidak seimbang/setara. Kata sambung (konjungsi) dalam kalimat ini adalah: meskipun, maka, tanpa, sehingga, namun, apabila, agar, walaupun, jika & bahwa.

Contoh Kalimat:

      • Anom sering telat masuk kantor sehingga dia tidak mendapatkan tunjangan.
      • Fiqi berolahraga tiga kali seminggu agar tubuhnya bisa fit dan prima.

Contoh Kalimat Kompleks

  • Pada akhir pekan Agil berolah raga badminton dan pergi ke museum untuk menjaga naskah kuno.
  • Nunung mencuci motor untuk menjemput pacarnya, tetapi tiba-tiba hujan turun yang mengakibatkan dia jengkel.
  • Rafi menyetrika seragam sekolahnya ketika akan mandi pagi.
  • Septi menggoreng jamur dan menumis cabai di belakang rumah.
  • Agar bisa mendapatkan nilai sempurna, siswa harus rajin belajar dan bersemangat.
  • Titi baru saja mendapat pengumuman bahwa kakaknya lulus tes cpns.
  • Hesda akan diberi hadiah, asalkan menjaga sikapnya selama bulan ramadhan.
  • Krisna bisa mengetik di laptop tanpa melihat ke arah keyboard langsung.
  • Wahyu bisa lolos ke final lomba catur jika bisa memenangkan babak semifinal ini.
  • Miko telah merancang jadwal liburnya, sehingga dia bisa memikirkan hal lainnya.
  • Rudi masih bimbang dengan jurusan kuliah yang akan dipilih antara UGM jurusan Antropologi atau ITB jurusan Elektronika.
Baca juga: Suku Kata

Pengertian Kalimat Simpleks

Nama lain dari kalimat simpleks adalah kalimat tunggal, adalah kalimat yang di dalamnya ada hanya satu klausa atau satu sistemasi predikat. Ini menjadikan dalam satu kalimat simpleks hanya ada satu unsur inti atau satu informasi.

Contoh: Juni mencuci helm.

Kalimat simpleks merupakan kalimat yang tersusun dalam satu klausa, arti klausa itu sendiri merupakan kumpulan kata yang di dalamnya harus ada subjek dan predikat.

Pola Kalimat Simpleks

  • Intonasi interogatif/intonasi deklaratif + Klausa lengkap.
  • Contoh: Amalia pindah ke Semarang.
  • Intonasi imperatif + Klausa transitif (1)/ Klausa intransitif (2)/Klausa aktif (3)/Klausa pasif (4)/klausa refleksif (5)

Contoh Kalimat:

    • Makan mie instan tidak membuatku sehat (1)
    • Peserta didik akan rajin menabung di tahun yang akan datang (2)
    • Saya mencuci baju. (3)
    • Adi disapa temannya di bus. (4)
    • Anak-anak bermain di taman. (5)

Ciri Kalimat Simpleks

  • Di dalam kalimat tunggal atau simpleks ini terdapat satu klausa yang lengkap, di mana satu klausa lengkap ini mempunyai pola berupa: S-P-O-K-Pel, S-P-O-K, S-P, S-P-O.
  • Bangunan kalimat simpleks sangat simpel dan tidak memakai kata sambung (konjungsi).
  • Di dalam kalimat ini hanya mempunyai satu fenomena kejadian.
Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *