Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Model Pembelajaran Langsung

4 min read

Pengertian Model Pembelajaran Langsung

Salah satu langkah efektif agar siswa mudah mempelajari sebuah materi adalah dengan mengajari teori dan praktek. Dalam hal ini model pembelajaran langsung atau direct instruction akan mengakomodasinya.

Pengertian

Model pembelajaran langsung adalah strategi untuk melatih siswa agar dalam belajar bisa sesuai dengan pengetahuan deklaratif dan prosedural yang sistematis. Serta pembelajaran bisa dilaksanakan secara perlahan dan berjenjang.

Pembelajaran langsung atau direct instruction juga mengharuskan siswa untuk bisa memahami konsep secara utuh. Sehingga bisa timbul transformasi sikap dan bisa melakukan penalaran deduktif untuk mengatasi masalah di kehidupan sehari-hari.

Pengertian dan maksud dari pengetahuan prosedural adalah penguasaan siswa dalam bentuk teori, konsep, generalisasi, fakta dan prinsip. Sementara pengertian prosedural merupakan pemahaman siswa dalam praktek atau merealisasikan.

Langkah-Langkah atau Sintak Model Pembelajaran Langsung

Langkah-langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Langsung

Ketika penerapan berlangsung perlu adanya langkah-langkah atau sintaks pembelajaran langsung atau direct instruction yang tegas, menurut Slavin (2003) sintaks model pembelajaran langsung terdiri dari:

  1. Guru diharuskan menyampaikan fokus dan tujuan pembelajaran kepada siswa. Guru menyampaikan materi apa saja yang harus dipelajari dan apa saja yang harus siswa lakukan dan kuasai.
  2. Mengulas kembali pemahaman siswa tentang materi yang telah dikuasai sebelumnya. Pada langkah ini guru memberikan soal agar bisa mengetahui keterampilan dan pengetahuan siswa yang sudah dikuasai.
  3. Memberikan bahan materi ajar. Dalam sesi ini, guru memberikan materi dan mempresentasikan materi pembelajaran beserta contoh dan konsep peraganya.
  4. Melakukan bimbingan. Bimbingan ini dilaksanakan dengan cara memberikan pertanyaan untuk menguji siswa dalam penguasaan sebuah konsep ilmu pengetahuan.
  5. Siswa diberi waktu luang untuk mengasah materi (pengetahuan). Pada sesi ini siswa diberi waktu luang untuk mengasah materi pengetahuan dan keterampilan secara individu atau grup.
  6. Mengevaluasi kemampuan siswa dan guru memberi feedback. Pada tahap ini guru melakukan kajian ulang kepada siswa, tentang apa yang telah dipelajari. Siswa memberi feedback agar bisa menjadi bahan evaluasi di masa yang akan datang.
  7. Membuat latihan individu ke siswa. Pada sesi ini guru membuat latihan tugas individu kepada siswa, latihan tersebut berguna untuk mengembangkan pemahaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari.

Ciri-Ciri

  1. Proses pembelajaran memiliki tujuan yang jelas.
  2. Dalam melaksanakan pembelajaran, lingkungan belajar telah tersusun dengan sistematis.
  3. Materi yang akan disampaikan telah tersusun secara sistematis (langkah-langkah/sintaks).
  4. Adanya perubahan keterampilan dan sikap secara langsung.

Dalam penerapannya, guru dituntut untuk bisa mengutarakan informasi dengan memakai beragam media pembelajaran yang menarik, contohnya dengan memutarkan musik, film, multimedia interaktif dan alat peraga. Informasi dari media pembelajaran di koneksikan dengan materi sesuai dengan pengetahuan deklaratif dan prosedural.

Tujuan dan Pemakaian

Kapan waktu yang tepat untuk menerapkan pembelajaran ini? Berikut merupakan beberapa kondisi yang cocok untuk penerapan pembelajaran langsung:

  • Pembelajaran langsung (direct instruction) sangat cocok ketika guru bertujuan untuk memberikan penekanan pada sebuah materi yang mendeskripsikan konsep utama dan mengkoneksikan setiap konsep tersebut dengan konsep lainnya.
  • Saat guru berkeinginan untuk mentransferkan pengetahuan, skill, dan strategi yang mempunyai sistem yang pasti dan jelas.
  • Dilakukan untuk mengetahui kapasitas siswa dalam memahami skill dasar yang dibutuhkan dalam aktivitas siswa, seperti penuntasan masalah.
  • Saat guru berkeinginan untuk  menampilkan perilaku dan strategi intelektual dan ilmiah (contohnya adalah memberitahukan kepada siswa bahwa penjelasan suatu gagasan tidak harus memiliki jawaban yang masuk akal atau suatu argumen harus memiliki fakta dan bukti yang kuat).
  • Pembelajaran ini cocok digunakan apabila siswa bisa mengerti dengan alur presentasi, pemrosesan, pertanyaan dan pelaksanaan (action).
  • Sangat bermanfaat untuk merangsang siswa terhadap suatu materi.
  • Ketika pengajar harus mendemonstrasikan suatu langkah-langkah atau metode, sebelum siswa melaksanakan aktivitas implementasi.
  • Saat guru berniat untuk menjelaskan garis besar standar yang harus siswa tempuh dalam melaksanakan aktivitas belajar grup atau individu.
  • Ketika siswa dan siswi menemukan hambatan yang serupa yang bisa diatasi dengan penjelasan yang jelas dan sistematis.

Kekurangan dan Kelebihan

Kekurangan

  • Tidak semua siswa bagus dalam kemampuan mengolah informasi, memperhatikan mencatat dan mendengar. Ini bisa menghambat pelaksanaan pembelajaran langsung kecuali guru bisa telaten dalam mengajarkan materi.
  • Penerapan pembelajaran ini guru akan kewalahan dalam menentukan kapasitas, pengetahuan dasar, kekuatan siswa dalam mempelajari dan memahami suatu pelajaran.
  • karena pembelajaran langsung bersifat pasif, siswa akan kehilangan kesempatan dalam mengembangkan keterampilan sosial mereka dalam berdiskusi dan bertanya.
  • Pembelajaran ini guru dituntut untuk memiliki penampilan yang powerful seperti berwawasan luas, percaya diri, sistematis, antusias dan tidak membosankan karena pembelajaran ini berpusat pada guru.
  • Dalam penelitian terbaru bahwa kontrol penuh pada aktivitas pembelajaran, yang menjadi ciri pembelajaran langsung ini bisa membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan problem solving, independensi dan keaktifan siswa.
  • Pembelajaran langsung menuntut guru untuk bisa berkomunikasi dengan fleksibel. Bila guru tidak pandai dalam berkomunikasi dan menarik pembelajaran akan tidak ada artinya.
  • Bila pengetahuan yang diajarkan memiliki kompleksitas tinggi, detail dan abstrak. Pembelajaran langsung bisa jadi kehilangan manfaatnya karena siswa bisa saja bisa salah paham tentang pengetahuan yang diajarkan.
  • Bila siswa tidak diikut sertakan dalam pembelajaran, maka mereka akan kehilangan fokus dan materi yang dijelaskan akan sedikit yang diterima.
  • Bila pembelajaran rutin dipakai, keaktifan siswa dalam pembelajaran akan berkurang karena mereka akan terlalu mengandalkan guru untuk menyampaikan materi.
  • Model pembelajaran langsung ini berpusat pada guru dan cenderung hanya komunikasi satu arah, ini bisa membuat siswa kurang aktif dan guru sulit untuk mendapatkan feedback. Ini bisa memungkinkan terjadinya salah paham.
  • Siswa dituntut untuk bisa mengamati guru dengan teliti.

Kelebihan

  • Memakai pembelajaran langsung materi yang didapat siswa bisa dikontrol secara sistematis, ini bisa membuat inti materi bisa tersampaikan dengan jelas.
  • Digunakan dalam lingkungan kelas yang besar maupun kecil.
  • Bisa dipakai untuk menggaris bawahi elemen penting dan permasalahan yang dihadapi siswa dan mengatasi permasalahan tersebut.
  • Dapat bermanfaat untuk memberikan penjelasan data secara efektif dan wawasan yang aktual dan sistematis.
  • Pembelajaran langsung ini sangat cocok untuk dimanfaatkan dalam mengajari siswa tentang konsep dan skill yang jelas.
  • Bisa digunakan untuk mengutarakan pengetahuan yang padat dan banyak dalam waktu yang singkat sehingga siswa bisa memiliki waktu luang untuk memahami.
  • Bisa menstimulus siswa untuk tertarik terhadap suatu mata pelajaran atau konsep tertentu. Ini bisa terjadi bila guru mempunyai keterampilan menjelaskan yang menarik.
  • Pembelajaran ini bisa digunakan untuk menjelaskan suatu informasi kepada siswa yang kurang berminat dalam membaca dan siswa yang kurang mampu dalam mengartikan suatu informasi.
  • Bisa dimanfaatkan untuk membentuk metode belajar dalam suatu mata pelajaran tertentu. Ini bisa dilakukan guru dengan mendemonstrasikan cara menganalisis data, pendekatan terhadap permasalahan dan cara menghasilkan suatu pengetahuan.
  • Pembelajaran ini mengharuskan siswa untuk mendengar dan mengamati, ini bisa menolong siswa yang pendiam atau introvert.
  • Model pembelajaran langsung bisa digunakan untuk mengutarakan pengetahuan yang tidak ada di buku, terlebih bila guru bisa menceritakan pengalaman hidup dalam menuntut ilmu.
  • Pembelajaran ini bisa membuat siswa peka terhadap jarak antara pengetahuan prosedural (teori) dan prosedural (praktek).
  • Pembelajaran langsung merupakan hasil olah refleksi guru, ini membuat guru bisa secara terus menerus memperbaiki pembelajaran dari waktu ke waktu.

Kesimpulan

Dengan memakai pembelajaran langsung ini guru bisa menguraikan kemampuan peserta didik dengan lebih detail. Karena kemampuan siswa pada level seperti teori prosedural hingga praktek deklaratif bisa diketahui. Selain itu data yang terkumpul juga bisa lebih terverifikasi, dengan modal tersebut pembelajaran bisa naik ke level selanjutnya.

Sumber: Depdiknas. 2009. Modul KKG/MGMP

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *