Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Model Pembelajaran Snowball Throwing

2 min read

Model Pembelajaran Snowball Throwing

Bila diartikan snowball throwing berarti melempar bola salju. Tentu dalam pengaplikasian ketika aktivitas belajar, model pembelajaran ini tidak benar-benar melempar salju.

Tapi hanya analogi dengan cara melempar kertas yang didalamnya terdapat sebuah pertanyaan dari siswa ke siswa lain yang menjadi target yang nantinya harus dijawab.

Pengertian

Snowball throwing adalah salah satu model pembelajaran yang memiliki tipe aktif (active learning) dimana dalam implementasinya siswa harus terlibat secara proaktif, ini diungakpkan Asrori pada Agustina 2013.

Saat pelaksanaan pembelajaran ini guru bertugas sebagai pembimbing agar pembelajaran bisa terkendali sesuai dengan tujuan kompetensi dasar.

Manfaat yang bisa didapat dalam pengaplikasian pembelajaran ini adalah siswa bisa terdorong dan mengembangkan kemampuan kerjasama dan kepemimpinan dalam sebuah grup/masyarakat.

Selain itu siswa bisa terpicu untuk bisa membuat pertanyaan yang imajinatif dan menjawabnya secara langsung. Sehingga daya adaptif untuk menyelesaikan masalah bisa tergali.

Berikut merupakan implementasi/penerapan dari metode pembelajaran snowball throwing.

Pada awal pembelajaran guru akan membahas materi terlebih dahulu kepada peserta didik. Selanjutnya guru akan membuat grup belajar yang masing masing memiliki anggota 3 hingga 5 siswa. Setelah grup belajar terbentuk maka masing-masing grup belajar menentukan ketua grup yang nantinya akan mengutarakan ulang materi yang tadi telah disampaikan oleh guru.

Berikutnya guru akan memberikan cara aturan dalam permainan snowball throwing. Peserta didik diminta untuk menyiapkan kertas dan membuat soal yang berhubungan materi yang telah diutarakan. Selanjutnya soal yang ada akan digulung seperti bola salju, guru bisa memberikan rangsangan imajinasi agar kertas tersebut seperti bola salju.

Pada sesi ini permainan dimulai. Grup belajar diminta untuk melempar bola salju ke grup belajar lain. Sesi tersebut bisa berlangsung hingga 5 menit hingga bola teracak.

Setelah waktu melempar selesai, siswa bisa memungut bola kertas (salju) yang ada di dekatnya dan ditampung di grup untuk dijawab oleh perwakilan grup.

Agar lebih jelas dan spesifik mari kita lihat susunan langkah-langkah atau sintaks dari snowball throwing.

Langkah-langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Snowball ThrowingLangkah-langkah atau Sintaks Model Pembelajaran Snowball Throwing

Dasar dari langkah-langkah model ini adalah dari Suprijono. Berikut merupakan langkah-langkah pembelajaran yang harus dilakukan pada snowball throwing

  1. Pengajar mempresentasikan materi yang sudah ditentukan sebelumnya.
  2. Guru membuat grup belajar dan siswa menentukan ketua grup yang nantinya akan ditunjuk agar menerangkan materi belajar yang sudah dipresentasikan sebelumnya.
  3. Ketua kembali ke grup masing-masing dan menjelaskan dan mendiskusikan materi.
  4. Selanjutnya siswa diminta untuk menyediakan sebuah kertas yang nantinya akan ditulis sebuah soal yang berhubungan dengan materi yang telah dipresentasikan guru dan ketua grup.
  5. Berikutnya kertas akan dibentuk menjadi bola, selanjutnya kertas bola tersebut dilempar ke siswa lain yang berbeda grup. Bisa dilakukan acak selama 3 menit atau lebih.
  6. Setelah selesai melempar, guru akan menunjuk sebuah grup atau siswa untuk menjawab soal yang ada di gulungan kertas. Sesi ini dilakukan secara bergantian.
  7. Berikutnya guru akan mengadakan refleksi dan evaluasi tentang proses dan kegiatan pembelajaran.
  8. Guru akan melakukan aktivitas penutup.

Prinsip Teknik Snowball Throwing

Pada dasarnya terdapat prinsip yang perlu dipahami ketika melakukan metode pembelajaran dengan snowball throwing. Berikut adalah prinsip yang didasarkan pada pernyataan Rahman (2015)

  1. siswa harus bisa berperan aktif dalam pembelajaran ini karena model pembelajaran ini memiliki sifat pembelajaran aktif atau active learning.
  2. Siswa diharuskan untuk bisa bekerja bersama-sama dengan grup belajar dan bisa beradaptasi dengan lingkungan karena snowball throwing ialah salah satu dari lingkup model pembelajaran kooperatif.
  3. Guru harus bisa melaksanakan dan membangun aktivitas pembelajaran yang partisipatoris, yaitu penanaman kebiasaan.
  4. Guru diharuskan bisa melakukan pengajaran dengan cara  reaktif yang biasa disebut reactive teaching.
  5. Saat proses dan aktivitas model pembelajaran snowbal throwing harus dilaksanakan dengan ceria yang biasa disebut joyfull learning

Sesudah mengetahui prinsipnya maka akan dijelaskan tentang kelebihan dan kekuarangan dari snowball throwing.

Kekurangan dan Kelebihan

Kelebihan

Berikut merupakan kelebihan dari snowball throwing yang diambil dari penjelasan Daniati (2013: 38), adalah:

  • Mendorong semangat belajar murid.
  • Siswa bisa lebih proaktif dalam belajar.
  • Bisa menumbuhkan keterampilan kerjasama dan diskus pada siswa.
  • Siswa bisa semakin percaya diri dalam lingkungan sosial masyarakat yang berbeda pandangan.
  • Siswa dapat lebih fleksibel dan adaptif dalam menghadapi persoalan.
  • Terhindar dari dominasi individu dan siswa yang introvert jadi lebih bisa mengungkapkan pendapatnya.
  • Bisa bertukar informasi dan pengetahuan antar siswa.

Kelemahan

Berikut merupakan beberapa kelemahan dalam pembelajaran ini:

  • Pembelajaran ini tidak bisa dipakai untuk semua mata pelajaran.
  • Informasi dan pengetahuan yang tertukar hanya sebatas pada kalangan siswa.

Kesimpulan

Adanya pembelajaran snowball throwing adalah agar ruang kelas bisa lebih menyenangkan dan ceria. Ini menjadi solusi yang bisa dipakai guru agar mata pelajaran bisa digandrungi dan aktivitas pembelajaran bisa lebih hidup.

Namun dalam aktivitasnya pembelajaran ini bisa mengakibatkan heboh dalam ruang kelas. Sehingga bisa mengganggu kelas lain yang sedang melakukan kegiatan belajar.

Guru diharapkan bisa bijak dan memberikan pengertian yang baik kepada anak didiknya.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *