Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Teori Belajar Gagne

4 min read

Ada berbagai macam teori pembelajaran yang diterapkan dalam belajar-mengajar. Salah satu yang terkenal adalah teori belajar Gagne. Sesuai dengan namanya, teori belajar ini dicetuskan oleh Robert M. Gagne (1985). 

Ia adalah seorang ilmuwan psikologi berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan teori pendidikannya. Tak hanya itu, Gagne juga menjadi pelopor dalam ilmu pendidikan selama Perang Dunia II. 

Karya-karyanya ini banyak diterapkan sampai saat ini, termasuk teori belajar yang dibuatnya. Berikut akan dipaparkan secara lebih mendalam tentang apa itu teori belajar Gagne. Mari kita simak bersama!

Pengertian Teori Belajar Gagne 

Pengertian teori belajar Gagne merupakan sebuah konsep yang menitikberatkan pada kerja operasional konsep belajar kumulatif serta berdasarkan mekanisme untuk merancang pembelajaran dari sederhana hingga paling kompleks. 

Menurut teori ini, belajar tidak datang dengan sendirinya, tapi berasal dari proses panjang yang dibentuk oleh perkembangan tingkah laku yang berasal dari proses kumulatif belajar. 

Belajar adalah sebuah mekanisme dimana seseorang menjadi anggota masyarakat yang nantinya berfungsi secara kompleks. 

Hasil belajar dari teori ini akan membentuk kapabilitas keterampilan, ilmu, sikap, dan nilai. Selanjutnya, Gagne mengungkapkan bahwa ada dua fenomena di dalam proses belajar, yaitu:

  • Keterampilan intelektual yang akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur dan latihan yang didapatkan oleh seseorang. 
  • Belajar akan lebih cepat dan mudah jika menggunakan strategi kognitif dalam memecahkan masalah. 

Oleh sebab itu, teori belajar ini juga bisa diartikan sebagai perpaduan konsep behaviorisme (tingkah laku) dan kognitivisme (aktivitas mental atau internal) yang didapat dari teori proses informasi. 

Baca juga: Teori Belajar

Taksonomi dalam Teori Belajar Gagne 

Penerapan teori ini tidak dilakukan secara sembarangan. Teori ini memiliki urutan tingkat kesulitan mulai dari sederhana sampai paling kompleks, Berikut uraian taksonomi dalam teori belajar Gagne:

1. Belajar Isyarat (Sinyal)

Tipe belajar ini dilakukan tanpa sengaja tanpa berniat untuk belajar. Hal ini timbul sebagai akibat rangsangan (stimulus) yang memunculkan respon emosional pada seseorang. 

Contohnya adalah guru yang menyenangkan dalam mengajar membuat siswa senang untuk mengikuti pelajaran dari guru tersebut sehingga secara tidak sadar akan belajar dengan giat.

2. Belajar Stimulus Respon 

Tipe belajar ini dilakukan dengan sengaja atau diniatkan. Stimulus respon adalah belajar untuk merespon isyarat yang ada. Dalam belajar, seseorang menghendaki adanya stimulus dari luar sehingga otot menjadi terangsang yang diikuti dengan respon yang diinginkan. 

Oleh sebab itu, terjadi hubungan langsung antara stimulus dan respon.

3. Belajar Rangkaian Gerak (Chaining Motorik)

Tipe ini merupakan perbuatan fisik atau jasmaniah yang berasal dari kegiatan dua atau lebih stimulus respon. 

Setiap stimulus respon saling berhubungan dengan stimulus lainnya karena dalam rangkaian yang sama.

4. Belajar Asosiasi / Rangkaian Verbal (Chaining Verbal)

Belajar Asosiasi termasuk dalam perbuatan lisan. Perbuatan ini dilakukan secara sistematis dari dua kegiatan atau lebih stimulus respon. Setiap stimulus tersebut juga saling berkaitan erat karena masih dalam satu rangkaian yang sama.

5. Belajar Memperbedakan / Diskriminasi Jamak (Multiple Discrimination)

Ini dimaksudkan agar siswa dapat membedakan objek satu dengan lainnya berdasarkan ciri khas objek tersebut. Belajar memperbedakan akan berguna untuk memahami berbagai macam objek di sekitarnya.

6. Belajar Pembentuk Konsep (Concept Learning

Belajar pembentukan konsep yaitu mengenal sifat dari benda yang konkrit atau suatu peristiwa, lalu mengelompokkannya menjadi satu. 

Ini bertujuan untuk membuat siswa dapat mengklasifikasikan objek ke dalam kelompok tertentu yang memiliki sifat yang sama.

7. Belajar Pembentukan Aturan (Rule Learning)

Aturan dalam belajar terbentuk dari konsep yang sudah dipelajari. Dalam belajar, membentuk suatu aturan menjadi penting karena membuat siswa dapat menghubungkan dua konsep atau lebih sehingga dapat menghasilkan sesuatu secara tepat.

8. Belajar Memecahkan Masalah (Problem Solving)

Tipe belajar terakhir adalah belajar memecahkan masalah dimana merupakan tipe belajar dengan kesukaran tinggi dan paling kompleks. Dalam memecahkan masalah, anak harus mengetahui aturan pembelajaran sehingga dicapai formulasi penyelesaian masalahnya. 

Lihat juga : Teori Belajar Konstruktivitas

5 Macam Hasil Belajar Menurut Gagne 

Menurut Gagne, ada 5 macam hasil belajar yang telah dianalisisnya dalam teori belajar Gagne, yaitu sebagai berikut:

1. Keterampilan Intelektual 

Hasil belajar akan menciptakan keterampilan intelektual dimana hal itu merupakan pengetahuan prosedural yang terdiri dari jenis keterampilan intelektual dari sederhana ke kompleks. 

Jenis tersebut berturut-turut, yaitu belajar diskriminasi, konsep, prinsip, dan pemecahan masalah. Semua pembelajaran tersebut berasal dari sekolah melalui materi yang diajarkan. 

2. Strategi Kognitif 

Strategi kognitif adalah kemampuan untuk memecahkan masalah yang belum mereka ketahui sebelumnya yang diproses secara mendalam (internal) dengan memperhatikan, belajar, mengingat, dan berpikir.

Oleh Sebab itu, pendidik perlu mempersiapkan siswa dengan menyiapkan materi untuk dapat bekerja, memberikan deskripsi dan kejelasan yang cukup, serta membuat siswa berlatih strategi kognitif dalam berbagai situasi.

3. Informasi Verbal

Hasil belajar selanjutnya yaitu dapat menginformasikan sesuatu secara verbal (lisan). Hal ini dilakukan dengan jalan mengatur informasi yang relevan. Siswa harus mempunyai kemampuan dalam membuat strategi dan memprosesnya. 

Selanjutnya, dari proses tersebut akan menghasilkan informasi verbal yang sistematis. Selain itu, kondisi eksternal juga diperhatikan. Contohnya, guru perlu menjelaskan tujuan belajar dan materi harus disajikan dengan jelas agar siswa dapat memprosesnya.

4. Keterampilan Motorik 

Motorik berkaitan dengan gerakan otot, maka keterampilan motorik merupakan kemampuan mengkoordinasikan fungsi gerak tubuh secara baik. 

Ada dua komponen penting dalam menghasilkan keterampilan motorik. Pertama, aturan yang menjelaskan tentang bagaimana membuat gerakan tersebut. Sedangkan yang kedua, mempraktekkan gerakan tersebut. Contohnya, gerakan menggunakan mikroskop.

5. Sikap 

Sikap merupakan kemampuan dari dalam diri (internal) yang dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang. Sikap yang dilakukan berdasarkan emosi, kepercayaan, serta intelektual yang ada dalam diri. 

Model Pembelajaran dalam Teori Belajar Gagne 

Pembelajaran menurut Gagne harus dilakukan sesuai dengan fase belajar. Model ini diterapkan agar meningkatkan kualitas belajar siswa. 

Model pembelajaran sejatinya adalah cara belajar yang diciptakan oleh guru untuk mendukung proses belajar internal siswa. Dalam menentukan cara belajar juga berbeda-beda tergantung dari kapabilitas yang ingin dicapai. 

Berikut adalah model pembelajaran dalam teori belajar Gagne:

1. Membangkitkan Perhatian 

Model pembelajaran yang pertama adalah membangkitkan perhatian. Ini dimaksudkan agar siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir. 

Guru dapat meningkatkan perhatian dengan memberikan rangsangan siswa dengan gestur yang menarik. Contohnya perubahan gerak dalam menjelaskan (mimik wajah, gerakan tangan, hingga berjalan mendekati siswa) dengan begitu pembelajaran berlangsung secara interaktif. 

Selain itu, perubahan suara serta menggunakan media belajar yang menarik akan membuat siswa mudah fokus terhadap penjelasan guru.

2. Memberitahukan Tujuan Pembelajaran pada Siswa 

Guru juga perlu memberitahukan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mengerti apa maksud dari mempelajari materi tersebut. Dengan demikian, siswa memiliki harapan dan tujuan selama belajar. 

Keuntungan memberitahukan tujuan ini agar siswa bisa menjawab pertanyaan “apakah materi telah dikuasai?”. Jawaban tersebut bisa terjawab jika siswa paham mengenai tujuan belajar sehingga mereka dapat menilai sendiri kemampuannya. 

3. Merangsang Ingatan pada Materi Prasyarat 

Merangsang ingatan pada materi prasyarat dilakukan oleh guru ketika mempelajari materi yang akan diajarkan. Guru akan mengingatkan kembali materi sebelumnya yang telah diajarkan pada siswa.

Dengan meminta siswa mengingat, mereka bisa mengaitkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari. 

Guru dapat melakukannya dengan berbagai cara seperti mengingatkan dengan meminta siswa mereview materi sebelumnya secara singkat atau dengan memberikan pertanyaan kepada siswa tentang materi sebelumnya.

4. Menyajikan Bahan Perangsang

Bahan perangsang dalam pembelajaran yaitu berupa pokok materi penting atau kunci dari pembelajaran. Untuk itu, guru harus menentukan materi apa yang harus disajikan sesuai dengan jenis kemampuan sehingga proses belajar menjadi lancar. 

Contohnya, jika guru ingin mengajarkan tentang psikologi manusia, maka pilih bahan materi berupa model perilaku manusia dan contoh kasus yang berkaitan dengan psikis dan mental manusia.

5. Memberi Bimbingan Belajar 

Hal yang sering diterapkan yaitu memberi bimbingan belajar pada siswa. Guru perlu memberikan bimbingan agar tujuan belajar bisa tercapai dan sesuai dengan capaian yang diharapkan. 

Siswa dapat menguasai keterampilan hingga dapat mengingat konsep dari materi secara baik.

6. Menampilkan untuk Kerja 

Untuk mengetahui keterampilan yang dimiliki siswa, maka siswa perlu menampilkan (presentasi) di hadapan siswa lain dan guru. 

Dengan menampilkan keterampilannya, guru juga bisa menilai kemampuan siswa dalam informasi verbal. Ajukan pertanyaan kepada siswa untuk mengukur sejauh mana mereka menguasai materi.

7. Memberikan Umpan Balik 

Pembelajaran akan lebih baik jika berlangsung dua arah. Oleh sebab itu, diperlukan adanya umpan balik oleh guru dengan menilai dan mengoreksi jawaban siswa. 

Misalnya, guru memberikan penjelasan tambahan terkait jawaban siswa, kemudian memberikan respon dengan menilai jawaban apakah sudah baik, perlu dilengkapi, atau memberikan saran agar mempelajari kembali materi yang dijelaskan.

8. Menilai untuk Kerja 

Peristiwa pembelajaran selanjutnya dalam teori belajar Gagne yaitu adanya penilaian yang mencerminkan apakah siswa sudah mencapai tujuan atau tidak. 

Perlu dibuat alat penilaian yang konsisten yang diharapkan dapat mengukur kemampuan siswa secara tepat.

9. Meningkatkan Retensi 

Terakhir, yaitu meningkatkan retensi dengan memberikan latihan soal supaya dapat menjamin siswa dapat mengulangi dan menerapkan ilmunya kapanpun yang dibutuhkan. 

Baca juga : Teori Belajar Behavioristik

Kesimpulan

Demikian penjelasan mengenai teori belajar Gagne mengungkapkan bahwa kemampuan tidak terjadi secara alamiah. Cara berpikir seseorang berasal dari keterampilan yang dimiliki serta strategi kognitif yang dimiliki oleh seseorang. Semoga bermanfaat!

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.