Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Kerangka Karangan

3 min read

Kerangka Karangan

Kerangka dalam karangan adalah suatu rancangan yang berisi poin utama dari rangkaian gagasan yang disusun secara terstruktur, runtut, logis, spesifik, teratur dan sistematis. Sedangkan karangan merupakan pengutaraan buah pikiran berupa ide yang dituangkan kedalam sebuah karya tulis untuk bisa dipahami oleh pembaca.

Pengertian

Jadi Kerangka karangan adalah konsep yang berisi tentang poin utama dari sebuah gagasan untuk dijadikan karya tulis yang disusun dengan runtut, logis, spesifik, terukur dan sistematis. Terdapat lima model karangan yang sering ditemukan dalam kehidupan yakni karangan eksposisi, narasi, persuasi, argumentasi dan deskripsi.

Dalam membuat karya tulis seorang pengarang sangat perlu untuk membuat kerangka agar karya yang dihasilkan bisa sesuai dengan parameter sebuah karya. Selain itu kerangka juga bisa memudahkan pengarang saat menghadapi writer’s block atau kebuntuan dalam menulis karena kehilangan ide untuk meneruskan cerita.

Manfaat utama dari kerangka adalah, penulis bisa mengenali kembali ide dasar dan tujuan awal dari cerita dibuat. Dengan mengenali ide dasar cerita maka alur cerita akan solid dan bisa memperdalam dan memperluas cerita. Sehingga pembuatan konflik dan klimaks akan semakin keren.

Manfaat dan Fungsi Kerangka Karangan

  • Bisa mempermudah sebuah karya tulis bisa lebih runtut dan sistematis.
  • Karya tulis (karangan) memiliki pondasi yang kokoh dalam mengembangkan alur cerita
  • Kerangka tulisan bisa mencegah keluar dari ide awal yang sudah ditentukan.
  • Kerangka bisa membantu penulis mengingat bahasan apa saja yang telah dituangkan.
  • Penulis bisa menemukan data dan fakta pendukung untuk mengembangkan cerita.
  • Kerangka bisa bermanfaat untuk meningkatkan dan mengembangkan gagasan yang ada, agar karya tulis (karangan) bisa lebih keren.

Baca juga: Kesimpulan dan Saran

Cara Membuat Kerangka Karangan

Bagi Anda yang ingin membuat kerangka karangan namun masih belum tahu langkah-langkah yang harus ditempuh, berikut poin dan penjelasannya t

Cari ide atau gagasan cerita

Gagasan atau ide merupakan buah pikiran dari penulis untuk disampaikan kepada pembaca. Gagasan dapat berbentuk hal abstrak dan konkret, sebab gagasan adalah hal subyektif paling bebas dari pengalaman hidup dari pengarang.

Ide bisa dibuat dengan cara menenangkan diri atau memperbaiki mood si penulis, bisa juga datang secara tidak sengaja dan di duga-duga. Untuk mengatasi hal tersebut selalu telaten untuk mencatat ide tersebut.

Catatan tersebut bisa bermanfaat untuk memilih tema yang diusung atau untuk mengembangkan cerita yang nantinya bisa dibuat dalam satu keseluruhan tema.

Merumuskan tema dan menentukan judul suatu karangan

Setelah ide atau gagasan sudah terkumpul, Anda bisa memutuskan tema yang akan diciptakan. Tema adalah isi dari seluruh karangan yang akan diciptakan. Putuskanlah tema yang sesuai dengan minat Anda. Ini bisa sangat membantu ketika ingin meningkatkan kualitas karangan.

Tema tidak harus diungkapkan secara langsung, namun bisa melalui penjelasan tersembunyi agar pembaca bisa menafsirkannya sendiri. Untuk menciptakan cerita yang keren, dibutuhkan tema yang berkarakter. Ciptakanlah sebuah kalimat yang berisi tema cerita, yang didalamnya terdapat tokoh utama dan aktivitas yang ada dalam cerita.

Misalnya: “Amelia ingin pergi ke angkasa”

Dari kalimat tersebut bisa menstimulus penulis untuk menjadi satu kesatuan cerita.

Buat alur struktur naratif

Setelah memperoleh tema, sebuah cerita akan lebih terstruktur dengan format naratif yang terdiri dari tiga langkah yakni eksposisi, komplikasi dan resolusi. Dengan tiga bentuk ini sebuah kerangka karangan akan menjadi cerita yang lebih clear dan runtut. Masalah, tempat dan karakter dapat dikembangkan menjadi cerita yang sistematis.

Selain itu faktor pendukung lain adalah menghimpun berbagai materi yang berkaitan dengan tema untuk dikembangkan seperti topik tujuan, contoh, pengertian dan jenis ini bisa membuat cerita semakin solid.

Berikut penjelasan alur struktur naratif eksposisi, komplikasi dan resolusi.

Eksposisi

Langkah ini merupakan segalanya berawal. Pada langkah ini, Anda dituntut untuk bisa memutuskan karakter utama dan pendukung, antagonis dan protagonis, misi dan masalahnya, serta faktor waktu dan latar cerita.

Pada langkah ini terdiri dari prolog yang menjadi latar belakang dari sebuah cerita untuk mengetahui kejadian, aktivitas atau langkah yang harus diambil pada cerita.

Komplikasi

Bagian ini adalah langkah pertengahan. Pada bagian ini karakter protagonis berusaha untuk memecahkan masalah yang telah dijelaskan pada langkah eksposisi.

Bagian ini seringkali alur cerita berubah karena aksi yang dilakukan karakter protagonis dan pendukung. Perubahan tersebut bisa menstimulus hadirnya konflik. Konflik merupakan hal penting sebab intens cerita akan semakin tinggi hingga pada bagian klimaks.

Pada bagian tengah ini juga ada titik tengah (midpoint) yakni peralihan alur cerita atau transformasi disebabkan adanya tokoh baru akibat dari aksi dan informasi sebelumnya.

Pada langkah final bagian ini, karakter utama akan mengalami situasi yang pelik dan membuat putus asa yang nantinya bisa menstimulus adanya peralihan kedua.

Resolusi

Pada bagian ini, alur cerita berada pada tensi puncak atau klimaks. Pemakaian faktor deadline bisa menjadi solusi untuk konflik yang sangat terbatas pada ruang dan waktu tokoh agar tensi semakin klimaks.

Sesudah klimaks terlewati, cerita bisa menuju bagian kesimpulan dan mendapatkan solusi yang bisa disebut sebagai resolusi. Seluruh penjelasan disini merupakan teori buku. Penulis bisa memberikan akhir yang lebih dramatis dengan plot twist atau sesuai dengan kreatifitas subyektif.

Buat talking point

Ketika alur struktur naratif telah selesai, Anda bisa membuat pokok dari tiap tahap eksposisi, komplikasi dan resolusi. Pokok disini adalah pengembangan tema yang selanjutnya dipakai penulis dalam membantu penulisan naskah cerita.

Tiap pokok tersebut harus bisa menjelaskan dari satu chapter cerita. Setiap pokok harus mempunyai keterkaitan satu dengan yang lain agar pembaca bisa menikmati jalan cerita dengan baik.

Kembangkan Pokok Pembicaraan (skenario)

Dalam berjalannya waktu penulis pasti akan mendapatkan gagasan segar lainnya yang bisa membuat cerita berkembang sehingga bisa merubah pokok pembicaraan pada sebuah cerita.

Dalam hal ini tidak ada masalah yang penting bila pokok pembicaraan terdapat perubahan. Namun yang paling esensial dalam alur cerita adalah setiap sequence cerita harus berada pada benang merah yang serupa.

Buat judul

Dalam membuat judul penulis bisa memikirkannya di akhir, bahkan setelah cerita selesai. Karena judul merupakan perwakilan dari seluruh cerita maka pakailah kata-kata yang keren agar pembaca bisa tertarik.

Seperti halnya contoh sebelumnya tentang “Amelia ingin pergi ke angkasa“, maka judul yang cocok untuk mewakili tema tersebut adalah “Space Journey” yang memiliki arti perjalanan ruang angkasa.

Demikianlah langkah-langkah cara membuat kerangka karangan beserta pengertian. Bila Anda kurang mantap dengan langkah diatas, bisa mencari referensi yang lebih mendalam pada buku atau di internet lainya pada sumber bahasa asing. Selamat belajar.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Puisi Lama

Bektio Pamungkas
2 min read

Musikalisasi Puisi

Harisah Anis
2 min read

One Reply to “Kerangka Karangan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *