Paradigma Penelitian

2 min read

Ragam Paradigma Penelitian

Penjelasan mengenai paradigma itu sendiri adalah susunan pandangan yang berhubungan tentang kejadian-kejadian yang ada di dunia. Berdasarkan penelitian, paradigma berfokus sebagai dasar konseptual dan filosofis.

Pengertian

Penelitian adalah metode ilmiah agar bisa menguasai dan mendapatkan solusi dari masalah yang bertujuan untuk memperoleh kebenaran yang memiliki karakter kesahihan ilmiah.

Terdapat banyak kebenaran yang tidak bisa dibuktikan dengan metode ilmiah, biasanya apapun kebenaran yang sifatnya metafisik maupun estetik contohnya adalah kebenaran pada agama atau keindahan yang subjektif.

Kebenaran ilmiah merupakan kebenaran yang berlandaskan indera dan daya rasional, sehingga kebenaran ilmiah cukup terbatas dan bukan kebenaran hakikat. Sehingga kebenaran ilmiah ini memiliki perilaku tentatif atau tidak tetap.

Bila disimpulkan maka kebenaran ilmiah yang dulu pernah ditemukan maka kebenaran tersebut tidak abadi. Karena kebenaran bisa diuji ulang berdasarkan temuan terdahulu.

Apa itu Paradigma Penelitian?

Menurut penuturan Guba (1990), paradigma penelitian adalah seperangkat keyakinan dan persetujuan bersama antara ilmuwan satu dengan yang lainnya mengenai bagaimana sebuah masalah harus ditangani dan dipahami. (Kuhn, 1962).

Dalam penelitian ada tiga paradigma yang umum yakni, konstruktivistik, kritis dan positivistik. Akan tetapi pada umumnya dalam pemanfaatan peneliti lebih sering memakai paradigma konstruktivistik dan positivistik.

Paradigma mempunyai beberapa terminologi filosofis yakni epistemologi , ontologis, metodologi dan aksiologis.

  • Epistemologi berarti bagaimana sesuatu bisa diketahui?
  • Ontologi berarti apa yang ingin diketahui? Biasanya berhubungan dengan realita.
  • Aksiologi berarti menjelaskan tentang sebuah nilai dari penelitian.
  • Metodologi – Bagaimana ilmuwan mencari tahu?

Mengapa ini Penting?

Adanya epistemologi dan ontologi sebuah masalah bisa dipandang secara holistik (menyeluruh) tentang bagaimana sebuah pengetahuan dipandang dan bagaimana kita (peneliti) bisa melihat diri kita sendiri dalam hubunganya dengan pengetahuan dan strategi metodologis yang akan digunakan untuk mengungkapnya.

Dengan adanya kesadaran akan asumsi filosofis, peneliti akan bisa meningkatkan kualitas penelitian dan bisa berkontribusi pada perkembangan sebuah penelitian.

Baca juga: Teori Belajar

Jenis atau Ragam Paradigma Penelitian

Dengan memahami jenis paradigma penelitian, kita bisa tahu paradigma apa yang cocok untuk penelitian yang sedang atau akan kita lakukan.

  • Konstruktivistik maksudnya adalah percaya bahwa tidak ada kebenaran atau realitas tunggal. Realitas harus ditafsirkan dan setia penafsiran pasti berbeda. Pendekatan yang ada pada paradigma ini menggunakan pendekatan kualitatif.
  • Positivistik berarti percaya bahwa terdapat kebenaran tunggal dari sebuah kejadian atau pandangan. Realitas pada positivistik bisa diukur dengan metode yang terpercaya dan valid. Pendekatan yang digunakan pada paradigma ini adalah pendekatan kuantitatif.
  • Pragmatis maksudnya adalah percaya bahwa kenyataan atau realitas bisa diperdebatkan dan diinterpretasikan. Oleh sebab itu cara terbaik yang dipakai dalam penelitian merupakan menemukan solusi dari setiap masalah yang datang. Pendekatan pada paradigma pragmatis adalah perpaduan dari kuantitatif dan kualitatif.
  • Subjektivis adalah percaya bahwa kenyataan adalah apa yang dipercaya peneliti sebagai sebuah realitas yang nyata. Sehingga subjektivis berpendapat bahwa pengetahuan adalah perkara sudut pandang. Paradigma subjektivis menggunakan pendekatan arkeologis, dekonstruktif dan analisis wacana.
  • Kritis adalah percaya bahwa kenyataan adalah wujud yang dikonstruksikan sehingga senantiasa di bawah hubungan kuasa yang berkelanjutan. Paradigmanya ini biasanya menggunakan cara kritik ideologi, etnografi kritis dan analisis wacana.

Tabel yang ada di bawah ini akan memberikan gambaran umum secara detail mengenai setiap paradigma yang akan Anda pilih untuk memutuskan di mana penelitian akan berada.

Penjelasan lengkap mengenai penelitian bisa dilihat pada website Jopglass.

Macam dan jenis paradigma penelitian

Contoh Paradigma Penelitian

Berdasarkan pada pengertiannya, ini merupakan contoh paradigma dalam penelitian:

Paradigma Deduksi-Induksi

Merupakan paradigma yang bertumpu pada cara berpikir deduksi untuk metode kualitatif, sedangkan cara induksi untuk metode kuantitatif, langkah yang harus ditempuh adalah penghimpunan data hingga kesimpulan.

Paradigma Kualitatif

Merupakan paradigma yang sering dipakai pada penelitian sosial. Paradigma ini merupakan metode untuk agar peneliti bisa melihat keadaan sosial dengan cara berpikir induktif.

Paradigma Rekonstruksi Teori

Dalam paradigma ini, metode, cara atau teori yang ada, akan dipakai kembali pada penelitian terbaru, meskipun begitu syaratnya adalah metode yang lama harus sesuai dengan yang baru agar sintetis berjalan lebih dinamis.

Paradigma Siklus Empiris

Merupakan sebuah cara atau teori konsep yang bisa untuk menjabarkan fakta ilmiah yang bisa berupa wujud sesungguhnya pada sebuah siklus.

Paradigma Piramida

Merupakan sebuah cara atau konsep yang dilaksanakan dengan cara perlahan dan berjenjang seperti piramida, bisa diawali dengan piramida ganda, terbalik dan berlapis.

Kesimpulan

Berdasarkan penjabaran tentang paradigma, Anda bisa menganalisis dan mengklasifikasikan kategori mana yang cocok untuk penelitian Anda. Dari paradigma tersebut bisa dibuat penguraian lebih lanjut dan bisa ditarik sumber dasar turunan filosofisnya.

Referensi

Crotty, M., 1998. Foundations of social research: Meaning and Perspective in the Research Process.
reswell JW. Research Design: Qualitative & Quantitative Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage; 1994.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *