Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Model Pembelajaran Teknik Role Playing

3 min read

Model Pembelajaran Teknik Role Playing

Role playing adalah model pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk variasi dalam aktivitas belajar mengajar yang bertujuan agar siswa bisa meningkatkan daya kreatifitas dan imajinasinya.

Model ini bisa menjadi variasi yang bagus karena pada implementasinya pembelajaran ini menuntut siswa untuk berekspresi, baik dari segi pikiran maupun perasaan.

Pada pembahasan kali ini akan dibahas beberapa yang bisa dilakukan pada model pembelajaran role playing.

Pengertian Teknik Role Playing

Model Bermain peran (Role Playing) merupakan pembelajaran yang menuntut siswa untuk memainkan karakter seseorang dalam bentuk drama. Selain itu siswa juga diharuskan untuk bisa mendalami karakter tersebut mulai dari bahasa tubuh, pikiran dan ekspresi. Dengan cara mempelajarinya.

Pengertian Role Playing Menurut Para Ahli

Santoso (2010) 

Santoso mengutarakan bahwa cara role playing ini adalah metode yang memanfaatkan daya gerakan atau kinestetik, karena pada pelaksanaannya siswa dituntut untuk bisa melakukan gerakan peranan yang mengandalkan tubuh. Kegunaan dari metode ini adalah untuk meningkatkan daya interpersonal (keahlian interaksi) pada satu individu ke individu.

Wicaksono 

Sedangkan WIcaksono berpendapat bahwa model role playing mempunyai dua definisi, yakni:

Metode role playing adalah aktivitas yang berkarakter sosiologis, sebab alur pada setiap perilaku bisa ditampilkan oleh seseorang yang berkaitan dengan norma sosial yang berlaku.

Metode bermain peran adalah aktivitas yang memiliki karakter sandiwara, sebab siswa memperagakan tokoh tertentu. Dan tokoh tersebut sudah sesuai dengan skenario yang ditulis selain itu tujuan dari role playing ini adalah untuk memberikan rekreasi kesenangan bagi siswa.

Fatmawati

Mengutarakan bahwa role playing adala model pembelajaran yang menuntut siswa untuk mempertunjukan sebuah karakter peran yang berdasar pada skenario yang sudah diciptakan. Misi utama dari role playing adalah untuk mencapai kompetensi dasar yang sudah ditetapkan dalam pembelajaran.

Sandra de young

Menurut teori ini role playing game adalah salah satu pembelajaran yang berupa sandiwara atau drama. Pada pembelajaran ini siswa diharuskan untuk melakukan suatu drama baik secara spontan maupun terencana untuk mempertunjukkan sebuah peran. Pertunjukan yang dilaksanakan berkaitan dengan kehidupan manusia dengan segala problematikanya.

Tangdilintin

Dia berpendapat model role playing merupakan sosiodrama, yang artinya mempraktekan sebuah impak kepada orang lain dengan bentuk ekspresi dengan perasaan.

Berlandaskan berbagai pendapat yang ada, bisa disimpulkan bahwa model role playing atau bermain peran adalah model yang menuntut siswa untuk melaksanakan karakter/sifat/peran khusus dengan cara interaksi dengan lingkungan sekitar.

Model ini bisa bermanfaat bagi siswa agar mereka bisa memiliki variasi dalam belajar dan bisa untuk mengatasi rasa jenuh dalam mengarungi samudra pengetahuan.

Baca juga: Teaching Factory

Langkah-Langkah Metode Pembelajaran dengan Teknik Role Playing

Berikut merupakan langkah-langkah yang kudu dipahami dan dikuasai oleh guru. Setiap sesi yang dilalui ini berdasarkan pemaparan (Wicaksono dkk. 2016). Berikut penguraiannya:

Langkah-langkah atau sintaks Model Pembelajaran Teknik Role Playing

Guru atau pengajar harus membuat sebuah skenario yang akan dipertunjukan di dalam kelas.

  • Pengajar akan meminta siswa untuk membuat grup untuk implementasi bermain peran.
  • Pengajar akan mengutarakan dengan gamblang tentang kompetensi yang harus diraih pada aktivitas pembelajaran bermain peran ini.
  • Selanjutnya guru akan menunjuk siswa untuk memperagakan sebuah peran sesuai dengan skenario yang sudah dibuat.
  • Siswa yang berada di dalam grup belajar diminta untuk mengamati kinerja siswa yang sedang mempertunjukan peran.
  • Berikutnya grup belajar siswa diminta untuk membuat dan mempresentasikan kesimpulan yang berlandaskan skenario yang telah dimainkan oleh grup belajar lain.
  • Pada tahap akhir, pengajar akan membuat kesimpulan dari aktivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru mengutarakan kesimpulan yang mudah dan bisa dipahami siswa dengan baik.

Berdasarkan penguraian langkah-langkah di atas model role playing mempunyai tujuh tahap yang bisa diimplementasikan oleh guru. Dalam langkah di atas skenario adalah nyawa dari bermain peran ini maka guru wajib membuatnya dengan baik dan keren.

Tujuan dari Metode Pembelajaran dengan Teknik Role Playing

Seperti halnya model pembelajaran lain, Role playing juga mempunyai tujuan yang pada dasarnya sama yakni mengembangkan kapabilitas siswa.

Namun terdapat tujuan khusus yang menjadi andalan dari role playing yakni meningkatkan empati dan solidaritas pada siswa. Sebab pada model ini siswa akan mempelajari sebuah dunia yang berbeda. Mereka dipaksa untuk melihat dunia dari prespektif atau sudut pandang orang lain.

Dalam memahami sebuah peran, tentu siswa akan mempelajari setiap perasaan dan tingkah laku yang diperankankan. Mau tidak mau mereka akan jauh dari dirinya untuk sementara dan menjadi orang lain.

Secara tidak langsung siswa akan mulai paham dan mengerti tentang orang lain. Dalam artian dalam diri siswa akan tertanam sikap toleransi dan mudah memahami sudut pandang orang lain.

Kelebihan dan Kelemahan

Dalam penerapan model role playing terdapat manfaat yang bisa dipetik, berikut beberapa kelebihan atau manfaatnya:

  • Karakter yang diperankan oleh siswa bisa menolong mereka dalam memahami setiap masalah yang sedang mereka hadapi di kehidupan sehari-hari.
  • Siswa yang memerankan sebuah karakter bisa lebih mudah memahami perasaan orang lain. Hal ini bisa meningkatkan solidaritas dan empati siswa.
  • Siswa yang memerankan karakter diluar dirinya maka mereka akan cenderung bisa mengerti sifat dari karakter yang diperankan.

Agar guru bisa menganalisa pembelajaran dengan baik maka kami akan menyediakan sejumlah kekurangan dari teknik role playing, yakni:

  • Bila pengajar kurang memahami setiap langkah atau sintak pada model role playing ini maka setiap sesi yang dilaksanakan akan berantakan.
  • Apabila pengajar kurang memahami teknik peran atau akting pada setiap tahap yang dilakukan, model teknik peran ini akan kurang maksimal dalam implementasinya.

Kesimpulan

Bila disimpulkan model role playing ini menuntut guru untuk bisa menguasai dan memahami langkah-langkah dalam proses model pembelajaran role playing.

Maka materi selanjutnya adalah tentang langkah-langkah model pembelajaran Role Playing.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *