Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Jenis Paragraf

3 min read

Jenis-jenis Paragraf dan Contohnya yang singkat

Secara umum paragraf adalah suatu himpunan kalimat yang didalamnya terkandung kalimat penjelas dan kalimat utama. Sedangkan ciri khas dari paragraf adalah pada awal paragraf terdapat indentasi atau menjorok dari batas kiri ke kanan, selain itu paragraf juga sering dinamakan alinea.

Dalam sebuah tulisan terdapat berbagai jenis tipe paragraf yang tersusun. Ini tentu bisa disesuaikan dengan apa yang diinginkan penulis dan struktur paragraf bisa dilandaskan pada posisi kalimat utama, esensi dan tujuannya.

Jenis atau tipe paragraf ini kerap kali dijumpai pada setiap karya sastra atau tulis. Berikut merupakan jenis paragraf dan penjelasannya. Selain itu ada juga contoh dari setiap jenis paragraf yang dijelaskan.

Berdasarkan Letak Kalimat Utama:

Paragraf deduktif

Pada paragraf deduktif memiliki ide utama yang berada di kalimat pertama. Lalu kalimat pendukung ide utama berada setelahnya. Kalimat pendukung biasanya berisi informasi dari ide utama yang berada di kalimat pertama.

Contoh Paragraf Deduktif

Rudi adalah anak yang memiliki peringkat teratas di kelas. Ketika belajar dia sangat fokus dan tidak mudah terganggu. Teman-temannya sering meminta tolong untuk diajari matematika. Selain itu dia sering menyempatkan diri untuk mengajari teman-temannya yang belum paham dalam pelajaran.

Keterangan: Kalimat yang memiliki tanda tebal merupakan gagasan utama dan kalimat lainnya adalah kalimat penjelas.

Paragraf Induktif

Paragraf induktif merupakan lawan dari paragraf deduktif, yakni ide utama berada di kalimat paling akhir dari sebuah rangkaian kalimat. Kalimat dari ide utama yang berada di akhir paragraf merupakan penyimpulan dari setiap kalimat penjelas yang terdapat di kalimat sebelumnya.

Contoh Paragraf Induktif

Contoh Paragraf Induktif

Paragraf Campuran

Bila dicermati secara detail paragraf campuran merupakan gabungan dari paragraf deduksi dan induksi karena pada paragraf campuran ide utama berada di awal dan akhir dari sebuah susunan kalimat (paragraf).

Ini menjadikan kalimat pendukung yang bersifat penjelas berada di tengah antara ide utama yang berada di awal dan akhir paragraf.

Contoh Paragraf Campuran

Contoh Paragraf Campuran

Simak juga: Ragam Bahasa Indonesia

Berdasarkan Tujuannya

Paragraf Narasi ( Menceritakan )

Pada jenis ini paragraf akan berisi sebuah rangkaian cerita yang tersusun secara runtut. Secara garis besar narasi adalah menceritakan, jadi paragraf ini bertujuan agar setiap kalimat yang disampaikan bisa dibaca dengan imajinatif oleh pembaca.

Sehingga mereka bisa merangkai segala fenomena dan situasi yang ada dalam cerita dalam bayangannya.

Paragraf narasi kerap kali digunakan untuk karya sastra seperti novel, cerpen dan prosa. Karena pada karya sastra tersebut memiliki latar, konflik, alur cerita dan tokoh yang tidak mempunyai ide utama dalam sebuah paragrafnya.

Ciri-cirinya: ada tokoh, latar, dan suasana.

Contoh Paragraf Narasi

Contoh Paragraf Narasi

Paragraf Deskripsi ( Menggambarkan )

Paragraf deskripsi merupakan paragraf yang memiliki misi agar setiap pembaca bisa mengimajinasikan setiap gambaran dari suatu paragraf dengan nyata. Jadi pembaca akan dibawa ke dunia imajinasi agar mereka bisa merasakan apa yang digambarkan dalam paragraf dengan jelas dan nyata. Sehingga bisa merasakan pengalaman yang nyata dari kelima indra yang mereka punya.

Jadi mereka seolah-olah bisa merasa, mencium dan mendengar dari kalimat yang diungkapkan pada paragraf.

Ciri-cirinya: Terdapat entitas yang dideskripsikan agar indera bisa terangsang.

Contoh Paragraf Deskripsi

Contoh Paragraf Deskripsi

Baca juga: Konjungsi Kausalitas dan Konjungsi Kronologis

Paragraf Persuasi ( Mengajak )

Rangkaian kalimat ini bertujuan untuk imbauan, membujuk, mengajak dan mempengaruhi agar pembaca mau melaksanakan apa yang ada di dalam paragraf.

Ciri-cirinya : terdapat ajakan untuk melaksanakan sesuatu.

Contoh Paragraf Persuasi

Contoh Paragraf Persuasi

Paragraf Argumentasi ( Pendapat )

Paragraf ini merupakan jenis yang hampir sama dengan paragraf persuasi. Tujuan dari paragraf argumentasi adalah untuk menjabarkan fakta berupa data/informasi dan opini yang agar pembaca bisa percaya dan yakin.

Pada paragraf ini akan ditampilkan berupa susunan berbagai pendapat dari penulis beserta kesimpulannya. Dan biasanya kesimpulan akan berada di penutup paragraf.

Ciri-cirinya: ada opini dan ada alasannya.

Contoh Paragraf Argumentasi

Paragraf Eksposisi ( Menjelaskan )

Jenis paragraf yang satu ini bertujuan untuk menambah cakrawala wawasan dari pembaca. Karena pada paragraf ini terdiri dari data, gagasan, pengetahuan dan opini dari penulis.

Penulisan teks eksposisi memiliki sifat yang ilmiah karena pada paragraf eksposisi terkandung data yang spesifik. Model paragraf ini sering ditemukan pada artikel berita, karena pada artikel berita terkandung menyuguhkan fakta dan opini yang jelas.

Ciri-cirinya: seringkali paragraf eksposisi ada kata “adalah” dan itu merupakan keterangan berupa data atau informasi.

Contoh Paragraf Eksposisi

Berdasarkan Pola Pengembangannya

Pola umum-khusus

Pada kasus pola ini pada kalimat permulaan cenderung memiliki karakter yang menjelaskan sifat umum dan selanjutnya dijabarkan pada sebuah detail.

Umum: Unggas

Khusus: Ayam

Pola khusus-umum

Pada pola ini adalah lawan dari umum-khusus karena pada permulaan kalimat berupa detail dan ditutup dengan kalimat yang berkarakter umum.

Pola definisi luas

Alur ini dimanfaatkan oleh penulis untuk mengutarakan informasi atau memaknai arti dari suatu hal.

Pola proses

Alur proses adalah susunan dari sebuah aktivitas untuk membuat dan menghasilkan urutan/rangkaian dari sebuah fenomena (kejadian)

Pola sebab-akibat

Pada pola ini paragraf akan menampilkan kronologi dari sebab dari suatu fenomena yang dirangkai dengan akibat yang akan ada oleh sebab.

Pola ilustrasi

Ilustrasi ini digunakan saat sebuah ide dianggap tabu atau sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata maka diperlukan pola ilustrasi yang memperjelas.

Pola pertentangan dan perbandingan

Alur ini dipakai saat membicarakan suatu masalah dengan cara menajamkan dengan yang lain. Sementara pada alur perbandingan dipakai saat membicarakan dua objek yang memiliki perbedaan dan identikal.

Pola analisis

Alur ini dipakai saat akan membahas ide yang memiliki karakter yang umum ke dalam skema logis analitis dan detail.

Pola klasifikasi

Klasifikasi ini digunakan untuk mengelompokkan hal, peristiwa, atau benda yang dianggap memiliki kesamaan-kesamaan tertentu.

Pola seleksi

Alur ini dipakai dengan memutuskan suatu bagian dengan cara mempertimbangkan kegunaan, kondisi dan manfaatnya.

Pola titik pandang

Alur ini dilaksanakan saat penulis memiliki pandangan untuk menceritakan ke dalam cerita atau ketika penulis melihat sesuatu dan diceritakan ke dalam tulisan.

Pola dramatis

Alur ini dilaksanakan dengan menggunakan metode cerita tidak langsung dengan cara menulisnya pada dialog tokoh.

Analogi

Alur ini dilaksanakan dengan cara memperbandingkan dua entitas yang memiliki berbagai macam persamaan dari segi apapun.

Generalisasi

Alur ini dilaksanakan dengan metode membuat kesimpulan yang bersifat general yang bersumber dari informasi-informasi yang dipunyai tokoh dalam cerita.

Kesimpulan

Sekian adalah jenis paragraf dengan contohnya, terdapat bermacam-macam paragraf yang bisa Anda buat. Selebihnya merupakan bagaimana cara Anda menggunakan. Jenis paragraf di atas merupakan alat agar setiap kata dan ungkapan yang akan dibuat bisa lebih jelas, efektif dan tepat guna. Jadi jangan ragu untuk selalu melatih dan mengembangkan agar setiap ide dan tulisan yang dibuat bisa menjadi lebih baik dan keren.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Majas Tautologi

Bektio Pamungkas
1 min read

Majas Metonimia

Harisah Anis
1 min read

Majas Paralelisme

Bektio Pamungkas
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *