Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Jenis Kata

3 min read

Jenis Kata

Kata merupakan salah satu alat komunikasi verbal yang mempunyai kegunaan dan fungsi yang bermacam-macam.

Jenis kata yang ada pada bahasa Indonesia saat dipraktekan dan diimplementasikan dalam keseharian bisa bermanfaat agar setiap komunikasi yang dibuat antar individu bisa lebih efektif.

Tentu hal tersebut bisa terjadi (efektif) bila kamu mengetahui fungsi dari jenis kata yang digunakan. Agar kamu bisa menciptakan kalimat yang baik, Anda bisa menentukan kata yang pas dengan arti dan maksud dari kalimat.

Pengertian

Kata adalah rangkaian dari huruf yang menciptakan sebuah arti tertentu. Berdasarkan KBBI, kata adalah elemen bahasa yang diungkapkan atau dicatat yang adalah manifestasi dari pikiran dan rasa agar bisa dipakai untuk berkomunikasi/berbahasa.

Jenis kata bisa dipetakan menjadi dua, yakni berlandaskan klasifikasinya dan bentuknya.

Jenis Kata Berdasarkan Bentuknya

Kata Dasar

Kata dasar merupakan kata yang belum terjadi pergantian makna, fungsi dan bentuk juga belum mempunyai imbuhan.

Kata Ulang

Seperti namanya kata ini adalah kata dasar yang mengalami pengulangan. Pengulangan bisa terjadi dalam bentuk imbuhan, dasar dan perubahan suku kata sehingga arti dasarnya bisa berbeda dengan arti sebelumnya.

Kata Majemuk

Kata ini merupakan paduan dari dua kata yang menjadi arti baru. Bila kata majemuk terpisah maka kata akan kembali ke arti dasarnya. Kata majemuk dapat dikategorikan melalui rupa penulisan dan artinya.

Kata Serapan

Makna dari kata serapan adalah kata yang dari asal usulnya berasal dari luar Bahasa Indonesia. Kata serapan bisa berasal dari bahasa daerah dan bahasa asing (luar negeri). Kata serapan adalah kosakata diluar bahasa Indonesia yang disesuaikan dengan bahasa Indonesia.

Jenis Kata Berlandaskan Kategorinya

Kata Benda (Nomina)

Kata benda juga bisa disebut dengan nomina merupakan kata yang berlandaskan pada yang real atau nyata dari benda. Dan didalam kata benda dibagi menjadi dua yakni abstrak dan konkret. Berikut merupakan contoh dari nomina abstrak, yakni prestasi, semangat dan atraksi. Sementara contoh dari nomina konkret adalah pintu, motor dan kursi. Kata benda kerap kali menjadi kata basic yang mempunyai imbuhan (pe- dan -a) dan (ke- dan -a) serta (-an).

Misalnya:

  1. kata sifat suka memperoleh imbuhan (ke- dan –an) berubah jadi kesukaan (kata benda)
  2. kata sifat ketua memperoleh imbuhan (–an) berubah jadi ketuaan (kata benda)
  3. kata dasar tinggal memperoleh (pe- dan –an) berubah jadi peninggalan (kata benda).

Kata benda bisa digunakan untuk keterangan, pelengkap, objek dan subjek.

Misalnya:

  1. Aku mempunyai parfum. (kata parfum adalah objek pada kalimat)
  2. Saya bermain di candi Prambanan. (candi Prambanan adalah keterangan tempat pada kalimat).
  3. Kipas angin berputar sangat kencang. (kata Kipas angin adalah subjek)
  4. Anis mengayuh sepeda dengan cepat. (kata cepat padi menjadi pelengkap kalimat)

Kata Kerja (Verba)

Kata kerja juga bisa disebut verba merupakan kata yang mengekspresikan untuk melaksanakan suatu aksi atau usaha. Verba sering digunakan sebagai predikat untuk kalimat.

Ciri kata kerja:

  1. Bisa ditambah pasangan waktu, contohnya sedang, akan, serta telah. Misalnya: akan makan, akan berkumpul, sedang duduk, telah pulang.
  2. Bisa dilanggar menggunakan tidak. Misalnya: tidak makan, tidak pergi.
  3. Bisa disatukan menggunakan kata dengan (+) kata sifat atau kata benda. Misalnya: pulang dengan ibu, makan dengan loambat.

Jenis kata kerja (verba):

  1. Verba dasar bebas, adalah: tidur, kerja, cuci.
  2. Verba turunan, terdiri atas:
  • Verba berafiks (berimbuhan):
    Contoh: meminum, mencuci
  • Verba bereduplikasi:
    Misalnya: makan-makan.
  • Verba berproses gabung:
    Misalnya: mengingat-ingat, berjalan-jalan.
  • Verba majemuk:
    Misalnya:  banting tulang dan unjuk rasa.
  • Verba transitif (kata kerja yang memerlukan objek)
    Misalnya:
    –  Said(S) bermain (P) speda (O).
  • Verba intransitif (kata kerja yang tidak harus ada objek.
    Misalnya:
    –  Joni (S) minum (P) di Lapangan (K).
    –  Ayah (S) sedang mencuci (P).

Baca juga: Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

Kata Sifat (Adjektiva)

Kata sifat juga bisa disebut adjektiva ini adalah kata yang bisa berfungsi untuk menjabarkan suatu karakter, sikap individu, sifat dan suasana.

Jenis kata adjektiva:

  1. Adjektiva dasar, Misalnya adalah baik, pintar, sombong, cantik
  2. Adjektiva bereduplikasi
    misalnya:  muda-muda
  3. Adjektiva turunan adalah:
    Adjektiva berafiks (berimbuhan)
    misalnya:
    terpintar, terbaik
    adjektiva berafiks -wi,–i,-iah
    contoh:
    alami, surgawi, alamiah, kimiawi, lalui, manusiawi, lahiriah, penuhi

Kata Ganti (Pronomina)

Pronomina memiliki tiga macam, yakni

  1. Pronomina sebagai kata ganti orang, contohnya gua, dia, saya, beliau, engkau, aku, mereka dan kamu
  2. Kata kerja sebagai penunjuk contohnya adalah ini, itu, begitu, begini, demikian.
  3. Pronomina penanya seperti kapan, mengapa, dimana, apa, bagaimana.

Kata Keterangan (Adverbia)

Kata keterangan memiliki beberapa macam, yakni:

  1. Kata Adverbia turunan, contohnya lebih-lebih, sekurang-kurangnya, semau-maunya.
  2. Kata keterangan dasar, contohnya sungguh, paling, sangat, betapa dan amat.

Kata Bilangan (Numeralia)

Numeralia yang juga bernama kata bilangan merupakan kata yang difungsikan untuk menghitung. Misalnya adalah Pertama, seperempat, dua juta dan sepuluh ribu. Objek yang bisa digunakan pada numeralia adalah menghitung benda, manusia, binatang dsb.

Kata Sambung (Konjungsi)

Kata penghubung yang sering disebut dengan konjungsi memiliki tugas untuk menyatukan 2 kalimat atau 2 kata.

Lihat juga: Konjungsi Kausalitas dan Konjungsi Kronologis

Macam-macam Konjungsi

Macam-macam Konjungsi_

Kata Sandang (Partikel)

Partikel atau biasa disebut kata sandang merupakan jenis yang berfungsi untuk mengawali, membentengi kalimat ketika melakukan komunikasi. Elemen yang bisa difungsikan dalam kalimat adalah perintah, nya dan pemberitahuan.

Jenis-jenis Kata Partikel:

  • pun, misalnya:  Minum pun dia sambil tertidur.
  • kah, contohnya: Apakah Doni akan ikut bermain?
  • kek, misalnya: sekarang kek, agar tidak telat.
  • deh, misalnya: Makan deh, biar bisa bertenaga kembali.
  • toh, misalnya: Siti toh merupakan orang yang sangat menyayangi sesama.
  • kan, contohnya: Tadi kan Roni sudah berpamitan!
  • lah, misalnya: Pulanglah, Ibumu sudah mencari.
  • dong, misalnya: Kemari dong, aku butuh pertolongan.
Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Majas Tautologi

Bektio Pamungkas
1 min read

Majas Metonimia

Harisah Anis
1 min read

Majas Paralelisme

Bektio Pamungkas
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *