Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Unsur Intrinsik Puisi

2 min read

Pengertian dan Contoh Unsur Intrinsik Puisi Menurut para ahli

Puisi adalah karya sastra yang memiliki gaya bahasa yang luas karena di dalamnya mencakup keberagaman majas dan diksi. Puisi cenderung  mempunyai jumlah kalimat yang sedikit dan memiliki berbagai aturan baku yang membatasi. Ini agar karya sastra puisi bisa disebut puisi karena ada ruang lingkup yang mendasari dan membatasinya.

Pengertian

Puisi memiliki bentuk pendeskripsian dan penggambaran terhadap suatu fenomena. Dan kata-kata yang diekspresikan cenderung pada kata yang implisit (tersirat), ini bertujuan agar puisi bisa dimaknakan oleh penikmat dengan lebih universal.

Puisi melukiskan fenomena yang memberikan arti, definisi, makna, faedah yang dalam bagi penikmatnya.Hal yang ada pada puisi dari segi berbagai unsur tersebut akan menjadikan puisi artistik.

Unsur intrinsik ialah komponen yang berada di dalam sebuah karya sastra (tulisan) yang membentuk dalam satu keutuhan, dalam hal ini adalah karya sastra puisi. Unsur intrinsik dalam puisi terdiri dari beberapa komponen yakni, diksi, amanat, imajinasi, tema, gaya bahasa, emosi, intonasi (nada) serta rima.

Setiap karya sastra mempunyai unsur pembentuknya, yang didalamnya merupakan unsur intrinsik. Berikut merupakan unsur intrinsik puisi dan penjelasannya.

Jenis Unsur Intrinsik Puisi

Unsur Intrinsik Puisi Fisik dan Batin

Dalam karya sastra puisi terdapat dua unsur intrinsik, dimana keduanya adalah unsur yang vital agar puisi bisa disebut puisi. Diantara kedua unsur tersebut adalah unsur fisik dan unsur batin.

Unsur Fisik

Pada unsur fisik ini, standpoint-nya merujuk pada pembentukan puisi dengan cara terstruktur. Unsur ini merupakan unsur yang khas dari karya sastra puisi, berikut beberapa diantaranya:

Diksi

Unsur ini merupakan cara seorang sastrawan dalam memilih kosakata dalam puisinya agar bisa lebih harmonis dan selaras. Inilah kenapa setiap kata-kata yang terungkap dari sebuah puisi dari seorang sastrawan sering kali tidak umum di dengar. Namun tentu fokus utamanya bukan pada diksi yang aneh tetapi pada keselarasan dan keharmonisan.

Gaya Bahasa

Selain penentuan kosakata yang diambil, kerap kali dalam sebuah puisi akan ada sebuah susunan kata yang memiliki karakter yang bermajas, konotatif dan bermakna ganda. Hal tersebutlah yang dinamakan gaya bahasa.

Gaya bahasa tersebut tentu tergantung dengan kondisi psikologis dan lingkungan dari sastrawan. Ini yang menimbulkan setiap gaya bahasa dari sastrawan memiliki ciri khas dan berbeda-beda.

Rima

Ciri khas yang bisa ditemukan dari karya sastra puisi ialah adanya keselarasan pada salah satu potongan baris pada kalimat di dalamnya. Keselarasan ini bisa berupa nada dan bunyi, hal tersebutlah yang disebut rima. Rima dapat ditemukan pada baris yang sama atau pada baris awal dan akhir.

Tipografi

Pada unsur fisik intrinsik puisi bukan hanya berkutat pada kata tapi juga pada bentuknya. Itulah yang disebut tipografi, cakupan tipografi adalah dilihat dari frase kata, bunyi, bait, larik dan kalimat. Sehingga bentuk fisik puisi bisa memiliki output seperti suasana, rasa dan isi.

Baca juga: Citraan Dalam Puisi

Unsur Batin

Unsur yang terdiri dari emosi dan masalah yang tertuang pada sebuah karya tersebut adalah unsur batin. Batin sering disebut sebagai unsur esensial, atau juga bisa disebut hakikat dari isi puisi itu sendiri. Kenapa bisa begitu? Simak beberapa ulasan dari unsur intrinsik batin ini.

Tema

Maksud dari pengertian tema dalam puisi adalah gagasan utama yang dipresentasikan dalam sebuah karya sastra, dalam hal ini adalah puisi. Tema yang dipresentasikan bisa diungkapkan secara eksplisit maupun implisit, ini tentu tergantung dari penulisnya itu sendiri. Contoh tema yang sering digunakan para sastrawan adalah percintaan, kesedihan, patah hati, politik, kritik sosial dan lingkungan.

Amanat

Pengertian amanat disini adalah apa kandungan pesan yang ada dalam karya puisi. Amanat dalam puisi sering berupa anjuran atau kata persuasi yang bisa mendorong penikmat untuk melakukan sesuatu atau memikirkan sesuatu. Amanat dalam puisi tentu bisa menjadi unsur yang krusial apabila suatu karya ingin diarahkan untuk mengkritik atau menggagas sebuah solusi pada suatu permasalahan.

Emosi

Pada unsur ini lebih berfokus pada rasa atau perasaan, ini berkaitan dengan apa yang dialami seorang sastrawan dari sisi perasaan dalam membuat karya puisi.

Perasaan bisa terekspresikan pada puisi sehingga apa yang dirasakan sastrawan bisa tersampaikan kepada penikmat. Unsur ini adalah bentuk ekspresi sastrawan ke dalam rupa bahagia, ceria, kemarahan, kesedihan ataupun keheranan.

Tonasi/Nada

Ini adalah unsur dimana puisi dipresentasikan (dibaca) oleh sastrawan itu sendiri. Penikmat bisa memahami dari intonasi nada yang diutarakan (dibaca) oleh sastrawan.

Ini tentu sangat berhubungan dengan sikap sastrawan dalam membacakan karyanya ada yang bersikap seolah-olah mengajak, marah, sedih atau gembira.

Baca juga: Musikalisasi Puisi

Contoh Unsur Intrinsik Puisi

Contoh unsur intrinsik puisi dan analisisnya

Demikian merupakan penjabaran mendalam tentang apa itu puisi dan unsur intrinsik puisi dan contohnya. Artikel ini semoga bisa memperkaya tentang khasanah puisi.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *