Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Rima Dalam Puisi

1 min read

Rima Dalam Puisi

Penggunaan rima dalam puisi bukanlah perkara yang gampang. Walaupun pada zaman kontemporer sebuah karya puisi lebih menggunakan bahasa yang lebih homogen dan bebas. Ini bisa dilihat dari struktur pola pada baris dan rentang baris dalam puisi. Tetapi masih ada pujangga yang menggunakan rima yang terbilang klasik.

Ketika pagelaran kecil-kecilan dalam pertunjukan, rima kerap kali digunakan untuk pelengkap bumbu pada puisi. Namun penggunaan tidak serta merta ikut dengan pola yang sudah ada.

Maka dari itu akan lebih bagus dan indah bila kita mengetahui cara penggunaan beberapa struktur alur dan hakikat yang sesuai dengan kaidah yang ada. Sebab rima adalah sastra warisan yang ada di daratan melayu yang artinya merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Pengertian

Rima adalah jajaran bunyi yang berulang pada akhir baris sajak. Rima adalah salah satu komponen yang diperlukan pada puisi. Dengan menggunakan rima puisi bisa memperoleh keindahannya. Rima juga tidak harus terletak pada akhir baris dalam satu bait. Namun bisa terletak dalam satu baris yang sama.

Jenis Rima

Rima Akhir adalah bunyi yang sama pada baris akhir

Rima silang (a-b-a-b)

Contoh:

Aku ingin pulang kembali

Menghirup udara di desa

Bermain bersama teman dan menyusur kali

Segar bagai aroma karsa

Rima Terus (a-a-a-a)

Contoh:

Kamu berpakaian hijau

Menemaniku yang sering risau

Memberiku sesuatu yang membuat galau

Hati ini pun terjangkau

Rima Pasang (a-a-b-b)

Contoh:

Banjarnegara adalah rumahku

Rumah yang nyaman bagiku

Tempat sepi untuk refleksi

Menjadi keras seperti besi

Rima Patah (a-a-a-b/a-b-a-a/a-a-b-a)

Contoh:

Apakah kau bahagia denganku?

Seperti aku bahagia denganku?

Aku cinta kamu

Dan aku sayang dirimu

Kamu bagai mutiara dikarang

Rima Peluk (a-b-b-a)

Contoh:

Di atas gunung melihat bintang

Bagai awan berkedip sayu

Kau selalu datang merayu

Dia melihat aku dan datang

Lihat juga: Unsur Intrinsik Puisi

Rima datar adalah bunyi yang sama pada setiap sajak larik.

Rima Asonansi (bunyi vokal yang berulang)

Contoh:

Contoh Rima Asonansi (bunyi vokal yang berulang)

 

Rima Aliterasi (bunyi pengulangan pada konsonan)

Contoh:

Contoh Rima Aliterasi (bunyi pengulangan pada konsonan)

Demikian merupakan pengertian dan contoh rima dalam puisi. Di dalam rangkaian penjelasan di atas dilakukan secara terpisah dari pengertiannya agar setiap apa yang disampaikan bisa lebih dipahami. Pada keterangan di atas tentu masih ada istilah lain, bila istilah tersebut sudah ada padanan baru maka akan segera diperbaharui.

Ginanjar Adhi Anjar adalah penulis di tripven dengan spesialis marketing dan bahasa dalam pembelajaran.

Puisi Lama

Bektio Pamungkas
2 min read

Musikalisasi Puisi

Harisah Anis
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *