Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Kalimat Retoris

2 min read

Kalimat Retoris

Ketika melakukan komunikasi terutama berbahasa, kita akan dihadapkan pada tujuan dari berbahasa itu sendiri. Ada beberapa tujuan berbahasa yang harus diketahui agar setiap penyampaian bisa tepat guna.

Salah satu tujuannya adalah menyampaikan maksud, dan menyampaikan maksud bisa menggunakan kalimat retoris. Apa itu kalimat retoris? Berikut penjelasannya.

Daftar Isi

Pengertian

Retorika adalah seni meyakinka (bujukan) kuno, merupakan cara menyajikan sebuah pandangan yang meyakinkan dan menarik bagi audience atau pembaca.

Sementara kalimat retorika atau retoris adalah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang tanpa mengharapkan jawaban. Pertanyaan yang diajukan mungkin tidak memiliki jawaban atau mungkin juga memiliki jawaban yang jelas.

Seringkali pertanyaan retoris diajukan untuk mengungkit sebuah poin atau masalah. Selain itu retorika juga digunakan untuk membujuk seseorang dan digunakan untuk bumbu sastra.

Menurut KBBI, retorika/retoris/retorik adalah:

Keahlian berbahasa efektif
seni pidato yang bombastis dan muluk
penelitian mengenai penggunaan bahasa secara efektif dalam mengarang

Dalam bahasa Indonesia, retoris merupakan termasuk jenis majas. Majas retoris merupakan bentuk kalimat yang berisi sebuah pertanyaan yang dalam praktiknya tidak harus dijawab.

Ini dikarenakan pada kalimat retoris terdapat  jawaban atas pertanyaan yang sudah dijawab sebelumnya.

Majas retoris merupakan majas yang menyatakan bentuk pertanyaan secara langsung (eksplisit) maupun tidak langsung (implisit) yang mempunyai jawaban.

Agar lebih jelas mari simak beberapa contoh dari kalimat retoris pertanyaan.

  • Buat apa Anda bertengkar, kan lebih baik kalau Anda rukun?

Pada kalimat yang telah dicontohkan bisa dianalisa bahwa alternatif jawaban yang bisa dipakai saat bertengkar adalah rukun. Majas retoris kerap kali digunakan untuk menyampaikan sebuah arti, tanpa menghilangkan situasi yang sedang berlangsung. Berikut beberapa contoh kalimat retoris lainnya:

  • Kenapa Anda berjalan dari rumah ke kantor, bukankah lebih efisien waktu bila naik mobil?
  • Bukankah berkhianat kepada sahabat adalah termasuk tanda orang munafik?
  • Mengapa kamu tidak membuang sampah di tempat sampah?

Pemakaian Kalimat Retoris

Pengertian dan Fungsi Retorika atau Retoris

Kalimat retoris akan lebih tepat guna bila digunakan untuk mengkritik secara halus kepada individu atau kelompok. Pemakain bisa digunakan pada saat orasi, debat, pidato, diskusi atau pada karya sastra yang bersifat mengkritik pemerintah atau lingkungan sosial.

Pemakaian lain dari kalimat retoris adalah bisa dimanfaat sebagai tujuan seseorang untuk mempengaruhi, mendorong dan menyemangati baik itu kepada suatu individu maupun kelompok.

Fungsi

    1. Untuk menyindir 

Sindiran merupakan ejekan yang halus. Saat mengungkapkan sebuah ejekan versi sindiran, seseorang bisa melakukannya dengan cara yang lebih sopan dengan beberapa kata yang tidak menyakiti.

Seringkali pernyataan ejekan dalam sindiran pada kalimat retoris diawali dengan kata “Bukankah?”.

    1. Sebagai nasihat

Saat kita memakai retoris untuk nasihat kepada orang lain, kita harus bisa melakukannya dengan cara yang halus. Selain itu kita juga harus peka dengan situasi dan kondisi perasaan si penerima nasihat. Karena bila dalam penyampaiannya tidak memperhatikan situasi dan kondisi yang tepat, apalagi nada bicara kita terlalu tinggi, maka nasihat bisa disalah artikan oleh si penerima nasihat.

    1. Alat Introspeksi diri

Selain bisa dimanfaatkan sebagai instrumen nasihat dan sindiran bagi orang lain, kalimat retoris juga bisa dipakai untuk refleksi atau introspeksi diri. Sebab dengan memanfaatkan kalimat yang memiliki sifat tanya ini, pengungkap kalimat retoris bisa belajar dari jawaban yang diungkapkan oleh si pemberi jawaban.

Lihat juga: Makna Leksikal dan Makna Gramatikal

Ciri-Ciri

    1. Tidak membutuhkan respon

Saat kalimat retoris diungkapkan, kita tidak perlu meresponnya. Sebab kalimat retoris adalah kalimat yang menegaskan suatu  tindakan atau ungkapan.

    1. Biasanya diawali dengan kata tanya “Bukankah”

Saat mengungkapkan kalimat retoris usahakan Anda menggunakan kata-kata yang mempertegas pertanyaan. Kata yang kerap kali dipakai adalah “Bukankah”. Sebab dengan kata tersebut si penerima cenderung akan lebih paham tentang maksud yang Anda sampaikan

    1. Kalimat terkesan menyindir

Seperti yang dijelaskan pada fungsi kalimat retoris yakni digunakan untuk menyindir. Kalimat ini akan lebih efektif bila digunakan untuk menyindir dalam rangka memperbaiki atau mengkritik. Ciri ini kerap kali dijumpai pada ceramah yang memberikan banyak nasihat kepada pendengarnya.

Cara mudah untuk mengenali bahwa sebuah kalimat yang dilontarkan adalah retoris adalah dengan mendengarkan intonasi atau cara pesan diungkapkan.

Baca juga: Jenis Kata

Contoh Kalimat Retoris

Contoh Kalimat Retoris

Sekian merupakan penjabaran tentang pengertian, ciri dan fungsi dari kalimat retoris. Setelah penjabaran di atas diharapkan kita bisa lebih peka ketika seseorang mengungkapkan majas retoris ini. Sehingga kita bisa meresponnya dengan baik.

Selain itu semoga kita bisa memanfaatkan kalimat ini untuk keperluan sehari-hari, terutama kepada sahabat, keluarga, siswa dsb. Sehingga keperluan untuk mengkritik seseorang bisa terlaksana tanpa mengindahkan norma kesopanan.

Referensi

Jalaluddin Rakhmat. “Retorika Modern: Pendektan Praktis” cet. 15 Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2011
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/retorika
Henry George Liddell, Robert Scott. “Rhetor”. A Greek-English Lexicon. Perseus.tufts.edu. Tufts University.

Bektio Pamungkas Tio suka menulis, suka melakukan apapun yang penting bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *