Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Pengelolaan Kelas

2 min read

Manajemen atau Pengelolaan Kelas

Bila kelas stabil, disiplin, harmonis, tenang dan kompak tentu siswa dalam menguasai dan memahami materi bisa lebih baik. Karena apapun yang disampaikan oleh guru akan bisa lebih berkualitas. Kelas berkualitas tersebut tidak terlepas dari manajemen atau pengelolaan kelas yang baik dan benar.

Pengertian

Pengelolaan kelas adalah istilah yang dipakai guru untuk memastikan bahwa proses pembelajaran bisa berlangsung dengan lancar tanpa ada gangguan atau perilaku mengganggu dari siswa. Dan siswa bisa mematuhi segala instruksi dari guru.

Pengelolaan kelas adalah kapabilitas guru untuk membuat dan merawat sebuah kelas jika ada halangan dan masalah dalam aktivitas pembelajaran.

Komponen Pengelolaan Kelas

Para ahli mempunyai pendapat tentang pengelolaan kelas atau manajemen kelas yaitu upaya guru atau orang yang memiliki tanggung jawab di kelas pada saat aktivitas pembelajaran untuk mencapai suasana kelas yang kondusif sehingga pembelajaran bisa berlangsung dengan nyaman dan ideal.

Pendapat dari Arikunto dalam Djamarah dan Zain Pengelolaan kelas adalah daya upaya yang oleh guru atau penanggung jawab aktivitas belajar mengajar yang bertujuan untuk terciptanya suasana kelas yang maksimal sehingga belajar mengajar bisa dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Menurut Eliana (2010: 1).

Pelaksanaan Pengelolaan Kelas

Untuk bisa menciptakan pengelolaan kelas yang ideal perlu beberapa cara atau sintaks yang bisa dilakukan. Susunan pengelolaan kelas ini didasari oleh Djamarah dan Zain (2006). Berikut:

  • Memulai aktivitas belajar mengajar dengan apersepsi, yakni menghubungkan setiap aktivitas belajar mengajar dengan materi yang dahulu telah dipelajari. Ini bisa dengan cara menghubungkan pengalaman yang telah dipunyai siswa.
  • Mendeskripsikan apa saja rencana pembelajaran yang kudu dilaksanakan oleh siswa, yakni memberitahu tujuan dan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru pada sesi sebelum pembelajaran dimulai.
  • Menyusun penerapan aktivitas pembelajaran siswa, termasuk menyusun waktu yang digunakan dalam aktivitas belajar mengajar dan saat pembelajaran mandiri dan grup.
  • Presentasi materi dengan berbagai metode yang cocok seperti (eksperimen, saintifik, discovery, inkuiri).
  • Mendorong aktivitas pembelajaran siswa dengan cara pemberian hadiah, apresiasi verbal, penjelasan ulang dan penghargaaan apa saja atas sikap baik siswa.
  • Melaksanakan adaptasi pada setiap aktivitas pembelajaran yang dilakukan siswa dengan cara menganalisa setiap situasi pembelajaran yang dilaksanakan. Ini bisa bermanfaat agar pembelajaran bisa berkembang dan siswa menjadi lebih antusias.

Cermati juga: Model Pembelajaran Discovery Learning

Teknik Pengelolaan Kelas

Istilah pengelolaan atau manajemen kelas ini juga menyiratkan pencegahan perilaku yang mengganggu secara preemptive, serta merespons secara efektif setelah itu terjadi.

Teknik Mendekati

Teknik ini bisa digunakan ketika saat seorang siswa mulai berulah. Guru dapat melakukan usaha dominasi dengan mendekat ke tempat duduknya. Dengan cara ini siswa bisa sedikit takut tanpa harus menegur.

Teknik Isyarat

Saat siswa melakukan tindakan sedikit nakal, guru bisa melakukan isyarat bahwa siswa tersebut sedang diawasi. Isyarat bisa berupa teguran, memelototinya dan isyarat dengan tangan.

Teknik Humor

Bila dikelas terjadi gangguan kecil oleh siswa, guru bisa menimpali dengan guyonan segar. Bisa juga dengan melakukan humor sarkas sehingga siswa bisa kena humor dengan tepat. Ini tentu tergantung sesuai dengan kreativitas guru.

Teknik Memperhatikan

Saat melakukan teknik ini guru harus bisa fleksibel dalam bersikap dan tidak gegabah dalam melakukan hukuman. Pada kejadian tertentu memperhatikan gangguan pada siswa bisa membuat siswa merasa diperhatikan.

Teknik Keras

Guru bisa memakai teknik keras jika gangguan sudah di luar jangkauan atau tidak terkendali. Guru bisa mengeluarkan siswa dari kelas selama pelajaran berlangsung.

Teknik Diskusi

Saat gangguan yang ada di dalam kelas mulai bergejolak maka guru harus melakukan inisiatif untuk menjelaskan sikap siswa yang tidak baik. Adakan diskusi terbuka tentang keuntungan dan kelemahan bila kelas bisa kondusif agar siswa bisa kritis dan tahu apa yang seharusnya dilakukan di dalam kelas.

Teknik Himbauan

Teknik ini dilakukan guru dengan cara standar seperti melakukan isyarat atau mengucapkan “harap tenang”. Terkadang himbauan sesederhana itu bisa dimengerti oleh siswa.

Mengubah Aktivitas

Jika kendala dalam kelas semakin meningkat guru harus melakukan tindakan dengan mengubah aktivitas kelas bisa berupa diskusi, permainan atau aktivitas meringkas sebuah buku untuk memperdalam materi ajar. Ini tentu harus melihat situasi di kelas dan kreativitas pada guru.

Classroom management atau pengelolaan kelas berdasarkan apa yang dijelaskan Weber dikategorikan menjadi 3 yakni pendekatan otoriter (authority approach), pendekatan permisif (permissive approach) dan pendekatan modifikasi tingkah laku. Untuk lebih jelasnya Anda bisa melihat di buku Weber Classroom Management.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *