Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Pengelolaan Kelas

4 min read

Manajemen atau Pengelolaan Kelas

Bila kelas stabil, disiplin, harmonis, tenang dan kompak tentu siswa dalam menguasai dan memahami materi bisa lebih baik. Karena apapun yang disampaikan oleh guru akan bisa lebih berkualitas. Kelas berkualitas tersebut tidak terlepas dari manajemen atau pengelolaan kelas yang baik dan benar.

Pengertian

Pengelolaan kelas adalah istilah yang dipakai guru untuk memastikan bahwa proses pembelajaran bisa berlangsung dengan lancar tanpa ada gangguan atau perilaku mengganggu dari siswa. Dan siswa bisa mematuhi segala instruksi dari guru.

Pengelolaan kelas adalah kapabilitas guru untuk membuat, merawat dan mengatasi masalah atau halangan dalam aktivitas pembelajaran.

Komponen Pengelolaan Kelas

Menurut para ahli

Para ahli mempunyai pendapat tentang pengelolaan kelas atau manajemen kelas yaitu upaya guru atau orang yang memiliki tanggung jawab di kelas pada saat aktivitas pembelajaran untuk mencapai suasana kelas yang kondusif sehingga pembelajaran bisa berlangsung dengan nyaman dan ideal.

Berdasarkan Arikunto (1992:67), pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan guru pada saat aktivitas pembelajaran agar tercapainya situasi dan kondisi yang ideal sehingga bisa terlaksana pembelajaran yang diharapkan.

Dikutip dari Sulistyorini (2006:66), manajemen atau pengelolaan kelas adalah usaha guru secara terstruktur dalam meraih situasi dan kondisi kelas yang ideal, dinamis, progresif dan kondusif, yang bertujuan untuk memperoleh pembelajaran yang efisien dan efektif..

Pengelolaan kelas adalah daya upaya yang oleh guru (atau penanggung jawab aktivitas belajar) untuk menciptakan suasana kelas yang maksimal dan ideal sehingga belajar mengajar bisa dilakukan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Menurut Eliana (2010: 1).

Tujuan

Berikut merupakan tujuan pengelolaan kelas berdasar pada (Wijaya dan Rusyan, 1994:114) dan Mudasir (2011:20):

  1. Membantu siswa dalam menyadari dan mengetahui pentingnya bersikap dan bertingkahlaku.
  2. Memaksimalkan pembelajaran yang lebih efisien dan efektif.
  3. Perkembangan siswa dalam belajar bisa terpantau, sehingga siswa yang mengalami penurunan dan kenaikan bisa terdeteksi.
  4. Masalah yang krusial bisa teratasi, terutama kerjasama antar siswa dan cara melakukan pembelajaran di kelas.
  5. Menciptakan kondisi dan situasi kelas yang ideal pada saat melaksanakan pembelajaran, baik itu belajar individu maupun grup/tim/kelompok.
  6. Masalah atau hambatan pembelajaran bisa diketahui dan ditangani sehingga kegiatan belajar bisa lebih baik.
  7. Bisa untuk membimbing dan membina siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga memiliki satu visi dalam berperilaku dan bersikap baik.

Pelaksanaan Pengelolaan Kelas

Untuk bisa menciptakan pengelolaan kelas yang ideal perlu beberapa cara atau sintaks yang bisa dilakukan. Susunan pengelolaan kelas ini didasari oleh Djamarah dan Zain (2006). Berikut:

  • Memulai aktivitas belajar mengajar dengan apersepsi, yakni menghubungkan setiap aktivitas belajar mengajar dengan materi yang dahulu telah dipelajari. Ini bisa dengan cara mengulas ulang pelajaran pada pertemuan sebelumnya lalu menghubungkan pengalaman yang telah dipunyai siswa ke dalam pelajaran tersebut.
  • Mendeskripsikan apa saja rencana pembelajaran yang kudu dilaksanakan oleh siswa, yakni memberitahu tujuan dan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru pada sesi sebelum pembelajaran dimulai.
  • Menyusun penerapan aktivitas pembelajaran siswa, termasuk menyusun waktu yang digunakan dalam aktivitas belajar mengajar dan saat pembelajaran mandiri dan grup.
  • Presentasi materi dengan berbagai metode yang cocok seperti (eksperimen, saintifik, discovery, inkuiri).
  • Mendorong aktivitas pembelajaran siswa dengan cara pemberian hadiah, apresiasi verbal, penjelasan ulang dan penghargaaan apa saja atas sikap baik siswa.
  • Melaksanakan adaptasi pada setiap aktivitas pembelajaran yang dilakukan siswa dengan cara menganalisa setiap situasi pembelajaran yang dilaksanakan. Ini bisa bermanfaat agar pembelajaran bisa berkembang dan siswa menjadi lebih antusias.

Teknik Pengelolaan Kelas

Istilah pengelolaan atau manajemen kelas ini juga menyiratkan pencegahan perilaku yang mengganggu secara preemptive, serta merespons secara efektif setelah itu terjadi.

Teknik Mendekati

Teknik ini bisa digunakan saat seorang siswa mulai berulah. Guru dapat melakukan usaha dominasi dengan mendekat ke tempat duduknya. Dengan cara ini siswa bisa sedikit takut tanpa harus menegur.

Teknik Isyarat

Saat siswa melakukan tindakan sedikit nakal, guru bisa melakukan isyarat bahwa siswa tersebut sedang diawasi. Isyarat bisa berupa teguran, memelototinya dan isyarat dengan tangan.

Teknik Humor

Bila dikelas terjadi gangguan kecil oleh siswa, guru bisa menimpali dengan guyonan segar. Bisa juga dengan melakukan humor sarkas sehingga siswa bisa kena humor dengan tepat. Ini tentu tergantung dengan kreativitas guru.

Teknik Memperhatikan

Saat melakukan teknik ini guru harus bisa fleksibel dalam bersikap dan tidak gegabah dalam melakukan hukuman. Pada kejadian tertentu guru bisa memperhatikan asal muasal seorang siswa melakukan tindakan nakal, apakah karena memang usil atau ingin melakukan maksud tertentu. Dalam hal ini guru bisa memperhatikan siswa dan menanyakan kenapa melakukan perbuatan tersebut.

Teknik Keras

Guru bisa memakai teknik keras jika gangguan sudah di luar jangkauan atau tidak terkendali. Guru bisa mengeluarkan siswa dari kelas selama pelajaran berlangsung.

Teknik Diskusi

Saat gangguan yang ada di dalam kelas mulai bergejolak maka guru harus melakukan inisiatif untuk menjelaskan sikap siswa yang tidak baik. Adakan diskusi terbuka tentang keuntungan dan kelemahan bila kelas bisa kondusif agar siswa bisa kritis dan tahu apa yang seharusnya dilakukan di dalam kelas.

Teknik Himbauan

Teknik ini dilakukan guru dengan cara standar seperti melakukan isyarat atau mengucapkan “harap tenang”. Terkadang himbauan sesederhana itu bisa dimengerti oleh siswa.

Mengubah Aktivitas

Jika kendala dalam kelas semakin meningkat guru harus melakukan tindakan dengan mengubah aktivitas kelas bisa berupa diskusi, permainan atau aktivitas meringkas sebuah buku untuk memperdalam materi ajar. Ini tentu harus melihat situasi di kelas dan kreativitas pada guru.

Classroom management atau pengelolaan kelas berdasarkan apa yang dijelaskan Weber dikategorikan menjadi 3 yakni pendekatan otoriter (authority approach), pendekatan permisif (permissive approach) dan pendekatan modifikasi tingkah laku. Untuk lebih jelasnya Anda bisa melihat di buku Weber Classroom Management.

Tips dan Cara Pengelolaan Kelas

Saat implementasi, teknik pengelolaan kelas mungkin tampak sederhana, namun untuk bisa meraih pengelolaan kelas yang ideal dibutuhkan teknik, pengalaman dan keterampilan yang mumpuni. Berikut merupakan beberapa tips atau teknik agar bisa sukses dalam pengelolaan kelas.

  • Teknik rutinitas masuk, adalah teknik di mana guru akan membuat rutinitas harian yang berkesinambungan, dimulai dari masuk kelas lalu menyiapkan materi, membuat tugas, menyerahkan PR, atau bisa melakukan pemanasan fisik. teknik ini bisa menghindari pemborosan waktu.
  • Lakukan sekarang, merupakan teknik tertulis singkat yang diberikan kepada siswa begitu mereka tiba di kelas. Teknik ini dilakukan agar siswa bisa tenang, fokus, produktif dan siap untuk pembelajaran sesegera mungkin.
  • Berikan apresiasi, merupakan tindakan guru dalam memuji siswa di depan kelas setelah siswa melakukan sesuatu yang baik, seperti menjawab pertanyaan yang sulit atau membantu siswa lain. Teknik ini bisa berupa gerakan pujian seperti mengacungkan jempol atau pujian langsung secara lisan. Teknik ini dilakukan agar membangun budaya bahwa tindakan positif atau sebuah prestasi belajar harus diapresiasi secara sosial.
  • Membangun dan memelihara hubungan, membangun hubungan dengan siswa melalui strategi menyapa mereka di depan pintu kelas merupakan awal yang baik. Ini bisa dilakukan secara berkesinambungan sehingga jika ada konflik muncul akan lebih mudah ditangani karena guru telah menabung kebaikan dengan menyapa.
  • Memaksimalkan tata letak duduk siswa di kelas, ketika siswa memilih kursi duduk sendiri akan lebih memungkinkan mengganggu pembelajaran daripada saat tempat duduk ditetapkan oleh guru. Ini dikarenakan jika mereka memilih tempat duduk sendiri, mereka akan duduk bersama teman akrab mereka dan menghabiskan waktunya untuk mengobrol.
  • Bersikap konsisten dengan aturan yang telah ditetapkan, berguna agar siswa bisa mematuhi aturan yang berlaku, sehingga siswa tidak menyepelekan aturan, baik itu sekarang dan di masa depan.
  • Gunakan isyarat atau pengingat, mengingatkan peraturan biasanya bisa menggunakan lisan, tetapi guru bisa melakukanya dengan pesan visual atau bahkan fisik. Sehingga siswa bisa memahaminya dan berhenti untuk melakukan hal yang tidak pantas saat pembelajaran berlangsung.

Kesimpulan

Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen atau pengelolaan kelas menjadi perhatian para guru, peneliti, ahli dan para pemangku kepentingan pendidikan. Karena dengan keterampilan pengelolaan yang baik, guru bisa memaksimalkan pembelajaran yang berarti siswa bisa lebih tanggap dan baik dalam bersikap.

Perlu diketahui bahwa guru dengan keterampilan pengelolaan kelas yang baik maka secara tidak langsung bisa mempengaruhi sikap siswa (ranah afektif). Sehingga pengetahuan siswa mengenai nilai moral, hukum dan kesopanan siswa bisa berkembang, yang menjadikan mereka lebih sadar mengenai berbuat baik dan manfaatnya, terutama pada saat di lingkungan kelas atau sekolah.

Harisah Anis Penulis di Tripven. Sangat menyukai Sejarah dan saat ini sedang menjalani Pendidikan di UMP Purwokerto.

Hakikat Pendidikan

Bektio Pamungkas
2 min read

Suku Kata

Bektio Pamungkas
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *